Selasa, 03 Mei 2011

Mari Ibu, kembali ke ASI !!!

Episode sebagai Penyuluh

Pekan ASI sedunia masih lama, tapi entah aku kok ingin mengenang momment-moment indah saat penyuluhan di Sukabumi. Kata anak-anak disana, aku cocok jadi dosen, hehe karena gandrungnya aku dengan apa yang namanya penyuluhan. Dan memang benar, aku begitu menikmati semua sesi penyuluhan tersebut. Menyampaikan ilmu pada orang lain, dengan harapan apa yang kita sampaikan bisa diingat, difahami dan selanjutnya dipraktekkan ....Ya syukur-syukur kalau diajarkan lagi pada orang lain. Yach semoga....
Dan memang aku selalu siap bila diminta penyuluhan, bahkan rela mengemasnya dalam bentuk yang seru, agar tak membosankan, andalanku bagi-bagi hadiah, cie....tak mahal kok paling cocholatost, atau kadang kacang atom garuda. Wach kalu yang ini jangan disebarin ya, nanti dikira promosi lagi, trus disuruh ng-iklan dech, hahay...mau padahal :)

Ini salah satu materi penyuluhan andalanku : 

Zat dalam ASI sangat spesifik, disiapkan Allah Yang Maha Tahu untuk memenuhi semua kebutuhan bayi sesuai tahapan usia sejak 0-2 tahun. Jauh sebelum penelitian membuktikan Al-Qur'an 2: 233 t'lah menegaskan.

Para Ahli yang concern terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak bersama WHO dan UNICEF pada tahun 1990, di Innocenti, Italia mendeklarasikan ASI sebagai makanan tunggal yang mampu memenuhi kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan pertama dalam kehidupannya.
Nilai gizi yang sempurna, yang tak tergantikan oleh susu formula apapun. Memang zat serupa ASI seperti DHA, AA dst kini dicampur dalam susu formula, tapi belum tidak bisa sepenuhnya diserap, jadi tidak cocok buat bayi.

Adanya enzim lipase untuk penyerapan yang ada dalam ASI, belum bisa ditiru oleh susu formula manapun karena enzim akan rusak dengan pemanasan. ASI juga mengandung berbagai zat kekebalan seperti Imunoglobulin, lisosim, factor bifiduz dan zat lain yang dapat membuat kekebalan pasif terhadap banyak penyakit. Ibu yang sakit tetap dapat memberikan ASI karena ASI punya antibodi untuk melawan penyakit tersebut, hanya Ibu dengan HIV positif yang tidak dianjurkan menyusui.

Tahu kah Ibu?
Bahwa ASI dapat meningkatkan IQ anak,ini sudah dibuktikan dalam banyak penelitian. Salahsatunya penelitian di Eropa anak-anak usia 9,5 tahun yang mendapat ASI Ekslusif mempunyai IQ 12,9 point lebih tinggi dari anak seusia yang tidak mendapat ASI.
Meningkatkan EQ?
Jelas, karena kedekatan Ibu saat memberikan ASI membuat anak nyaman, aman, percaya, berani karena terbiasa menjangkau Ibu dan juga merasa disayang, inilah yang akan melejitkan EQ anak yang mendapatkan ASI.

Lalu mengapa Ibu tega mengganti ASI dengan yang lain.
Jawabnya ternyata ada 2 alasan pokok, yaitu:

Pertama
Karena kurangnya informasi yang tepat tentang menyusui yang benar.
Tenaga kesehatan sekalipun masih banyak yang minim informasi tentang cara menyusui yang benar. Tentang keutamaan ASI mungkin sudah banyak yang tau, tapi ketika informasi tentang menyusui yang benar tidak difahami, disinilah awal kegagalan pemberian ASI, terlebih ASI Ekslusif.
Bagaimana tidak, Ibu yang sudah semangat menyusui, memberikan ASI, akan menyerah ketika ASI lambat keluar, bayi nangis melulu seolah lapar, bayi seolah menolak disusui, putting susunya lecet parah, bisa juga saat payudaranya bengkak sangat, atau saat Ibu bekerja selesai massa cuti ( di Indonesia umumnya 3 bulan, inginnya kedepan massa cutinya jadi 6 bulan ya.... agar lewat massa ASI Ekslusif. Semoga ya, nanti suatu saat, kalau Menteri Kesehatan dan Menteri Pemberdayaan Wanitanya kita, Aamiin).
Tapi ibu yang tahu informasi dengan benar akan pantang mundur, karena tahu solusinya. Info ini sebaiknya diketahui para Ibu sejak hamil. Tahu cara memyiapkan ASI perah, tahu ilmu tentang menyimpan ASI, tahu mengatasi payudara bermasalah, tahu bahwa bayi menangis bukan karena lapar dan tidak ada istilah ASI kurang (sudah direka, dirancang yang terbaik oleh Sang Perancang Terhebat, tidak akan kurang ), pokoknya tahu cara mengatasi problem untuk tidak stop ASI.

Jadi dapatkan Info dengan lengkap dan benar, baca selengkapnya ya….

Kedua
Informasi yang gencar bahkan menarik tentang susu formula. Terlebih oleh para Bidan dan Dokter. Berapa banyak yang promosi bahkan menjual langsung susu formula merk tertentu,
berlomba mengejar target penjualan susu formula demi hadiah Umroh. Brainwash mentah-mentah dan sangat kejam.  Duch….celaka, betapa celaka !!!
Semoga hanya segelintir dan itupun segera tobat.
Sementara di Scandinavia, tidak ada susu formula. 99% Ibu disana menyusui.
Jadi bagaimana dengan kita, orang Indonesia bisa merasa lebih baik, mereka pakai ASI jelas lebih sehat, IQ lebih tinggi, EQ lebih baik.
Oh…oh, kalau begitu mengapa tidak ASI saja, jangan ada alternatif.
Memberi bayi susu formula padahal ada ASI dan kita sudah tahu, sama dengan mendzolimi titipan Allah.

Faktor pendukung keberhasilan pemberian ASI juga banyak sekali, diantaranya adalah:
Peran Ayah.
Ada satu penelitian di Barat pada sebuah Clinical Pediatric yang dipublikasikan tahun 1994, didapatkan kenyataan bahwa keberhasilan ASI dari Ayah yang tahu ASI mencapai 98,1 %
bandingkan dengan Ayah yang tak tahu, hanya 26,9%.
Waw…selisih 50% lebih, sangat bermakna. Maka Ayah, ambil peranmu, dampingi dan support Ibu dalam pemberian ASI. Buat Ibu selalu happy selama massa pemberian ASI, hindari dari hal-hal yang membuatnya streess. Ingat Ayah, yang perlu dibelikan susu adalah Ibunya.

Buka Mata, ini Fakta

Seorang bayi Normal yang sehat selama 48 jam pertama tidak memerlukan makanan karena sudah dibekali Ibu. Ada bayi menangis pada masa ini, sungguh bukan karena lapar, bisa jadi trauma pemisahan, selama 9 bulan lebih menyatu dirahim Ibu dan sekarang berada didunia yang masih asing baginya. Solusinya, dekatkan bayi pada Ibu, bahkan usahakan paling lambat di 0,5 jam pertama kenalkan pada putting susu Ibu (ada di Inisiasi Menyusu Dini), bayi butuh ASI bukan karena lapar tapi bayi perlu Colostrum. Colostrum mempunyai sifat melebur didinding usus bayi yang masih belum kuat dan bolong-bolong. Bayi dengan colostrum sebagai makanan pertamanya bolong-bolong tersebut akan ditutup dan mempercepat pertumbuhan sel. Bayi jadi tidak gampang terserang penyakit atau bakteri jahat. Karena colostrum pada hari-hari pertama kehidupan adalah sebagai obat bukan makanan.

Mengapa ASI Ekslusif sampai usia 6 bulan?
Faktanya adalah bahwa enzim-enzim pencernaan baru benar-benar siap menerima makanan selain ASI pada usia 6 bulan. Kok dulu katanya hanya sampai 4 bulan?
Ternyata sejak dulu dunia sudah tahu ASI Ekslusif hendaknya sampai 6 bulan, tapi belum sepakat. Pada Deklarasi Innocenti 1990 negara-negara dunia terbagi 3 kelompok,yaitu ada yang sampai 6 bulan, ada yang 4-6 bulan dan selebihnya tidak ikut sama sekali. Dan Indonesia mengikuti 4-6 bulan. Hingga sekitar tahun 1999 UNICEF merilis angka 6 bulan untuk ASI Ekslusif, dan dunia menyepakatinya, termasuk Indonesia.

Samakan suara, ASI Ekslusif artinya hanya ASI saja.
Tanpa makanan dan minuman apapun, air putih sekalipun.

Yang belum kusepakati adalah pernyataan ini:
ASI mu hanya cocok untuk anakmu. Pernyataan ini sering kubaca.
Masih penasaran ketika dulu sekali pernah baca, ada seorang Ibu, Bidan profesinya,
ia tidak pernah melahirkan, tapi mempunyai 4 anak adopsi yang disusui langsung sendiri.
Argumenku yang lain,Muhammad bin Abdullah, Rosulullah,SAW bahkan punya Ibu Susu.
Ingat Sirohnya? Halimatus sa'diyah nama Ibu susu Sang Junjungan.
Kalaulah kalimatnya adalah ASImu adalah yang paling cocok untuk anakmu, tentu aku sepakat. Beda 'kan ya kata "hanya cocok" dengan kata "paling cocok". Boleh tidak setuju denganku untuk yang satu ini.


***
Moment ini dipersembahkan oleh para Pejuang Cinta di Sukabumi, Bumi Allah yang Ceria.

  Posyandu Punjul Agung dan Merbuan.

Tentang Bahaya NAPZA, di Aula Kecamatan.
Seri PHBS dan UKS di SDN 1 Trimuharjo.

CJH yang lagi happy, semoga jadi Haji Mabrur. 
Tips dan Triks sehat selama Haji , di Masjid Agung Kabupaten Way Kanan.
Aku suka sekali penyuluhan....
Semoga apa yang pernah aku sampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.
Aku paling gagap kalau diminta penyuluhan tentang masalah vaksinasi, maaf ya Bu Menkes :(  Jangan dibilang aku pengkhianat bangsa ya.... hanya karena kedepan aku justru menghindari vaksinasi pada anak-anakku. Dulu waktu mau nikah dan hamil aku juga ogah divaksin, hiiii.....
Saat detik-detik perpisahan dengan keluarga besar Puskesmas Sukabumi semakin kurasa.

Untuk semua Ibu Hebat di Seantero Jagad, semoga selalu bersemangat....
Untuk para Ibu yang penuh kasih, semoga selalu bertasbih....

6 komentar:

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

Wah memang Asi itu baik banget bun buat Anak, wah ini tar aku bilangin sama darlingku biuat baca artikel ini.....hehehehehe

Yunda Hamasah mengatakan...

Wach betul itu, pas buanget karena sesuai kebutuhan. Karena kalau kita tahu teorinya akan lebih mudah prakteknya.

Salam ya untuk darlingnya :)

warsito mengatakan...

mba silahtuarminya ane terima salam persahabatan

Yunda Hamasah mengatakan...

Thanks Pak, moga makin barokah dan salam untuk keluarga kecilnya :)

Lyliana Setianingsih mengatakan...

Mba mau nanyaaa...
Hmm, aku jg pernah baca Ibu asuh yg menyusui... nah, kalau tidak pernah melahirkan, apa mungkin ada ASInya?? Bagaimana cara produksinya? Apa ada hormon tertentu atau makanan tertentu?

Daaan, dulu ASIku sempat berlimpah, ingin donor ASI tapi nggak tau harus kemana dan gimana, akhirnya dibuat siram pohon, hehehe...

Alhamdulillah aku berhasil menyusui sampe 2 tahun... eh... lebih deng... nah kalo kelebihan gimana Mbaaa...? hehe... tengkyu ya Mba...

Yunda Hamasah mengatakan...

Iya aku juga ndak dapat satupun teori yang mendukung kisah ini. Tapi ya apa yang tidak mungkin bila Allah sudah berkehendak, tinggal KUN FAYAA KUN maka terjadilah....wallahu'allam.

Wech boleh tu ide buat nyirem tanaman :) Termasuk yang sangat beruntung, yang sering kudenger malah ASI nya kurang :(

Kalu lebih ya paling setelah 2 tahun manfaat ASI tak signifikan lagi ya, sama aja seperti minuman lainnya buat anak, karena kan jelas tu di Al Qur'an Surat Al Baqoroh Ayat 233, menyempurnakan susuan sampai 2 tahun.
Artnya 2 tahun saja sudah sempurna, jadi buat apa ditambah :) Tapi paling tidak jangan sampai kurang dech....rugi !!!