Tampilkan postingan dengan label Ragam Aktivitasku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam Aktivitasku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2013

Sebuah Pertemuan

Tahun 2013 sudah membuka gawang, semoga gol-gol kesuksesan mampu kita masukkan kesana sesuai dengan usaha dan do'a-do'a yang optimal tentunya. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun yang berlalu telah menoreh banyak catatan dalam hidup kita, dalam banyak hal, ada yang membuat kita nyaris sesak karena gembira, ada juga yang membuat kita tersenyum getir atau bahkan ada yang sampai membuat kita menitikkan air mata haru. Seperti yang aku alami pada tahun 2012 lalu, betapa banyak yang tak terduganya. Alhamdulillah secara keseluruhan semuanya mampu kulewati dengan baik, meski ada sedikit gejolak *gayamu rek...

Khusus dalam aktivitas ngeblog, jumlah postingan di tahun 2012 jelas mengalami penurunan. Yang sebelumnya mencapai 201 postingan, ternyata pada tahun lalu hanya mampu 166 tulisan saja yang berhasil kuposting dalam blog ini. Itupun banyak berupa catatan pekerjaan yang aku pindahkan, tak tega melihat blog ini melompong, jadi sedikit maksa ngisinya, itupun masih banyak yang tak sempat terekam. Namun bila dibandingkan dengan tahun 2010 saat awal aku ngeblog, yang hanya menghasilkan 61 tulisan saja, maka tahun lalu masih jauh lebih banyak. Capaian yang dari segi kuantitas layak untuk disyukuri.

Pertambahan sahabat blog ditahun 2012 tampaknya kurang mengembirakan, ada staknasi yang nyata dari tahun sebelumnya. Ini berbanding lurus dengan ajang kontes dan event GA para sahabat yang aku ikuti, masih lebih banyak di tahun sebelumnya. Tak hendak mengajukan alasan atau dalih, tapi memang lingkungan kerjaku yang sekarang membuatku terkaget-kaget dalam beradaptasi, semoga tahun ini semuanya lebih terkendali, cieee... Yang juga kusayangkan pada Muharram tahun lalu, aku sempat menggelar GA keroyokan bareng Thia, Bundanya Vania, tapi pada Muharram tahun ini tak ada GA yang sempat aku gulirkan. 

Sebenarnya untuk mengisi 1 Januari 2013 ini aku ingin menulis tentang satu kejadian tak terduga diakhir tahun 2012 yang membuatku terkesan. Ceritanya bermula saat ada seorang rekan kantor, yang mendadak harus di operasi karena ada gumpalan darah beku di rongga kepalanya. Dari awal keluhan aku mengikuti persis, karena Bella (lebih muda dariku) berulangkali menyampaikan keluhannya padaku. Bella mendadak dibawa ke UGD RSI Khodijah karena keluhan sakit kepala hebat, yang tak tertahankan, membuatnya pingsan dan saat sadarpun Bella sampai berteriak-teriak kesakitan. Hasil rontgen dan laboratorium semuanya aman, tak ada penyakit yang ditemukan. Lima hari dirawat Bella pulang ke rumah. 

Berita selanjutnya, setelah sehari di rumah, Bella tak bisa tidur karena keluhan sakit kepala yang ternyata muncul lagi. Aku dihubunginya via telfon untuk minta bekam, dengan mobil kantor dan beberapa orang rekan kami ke rumahnya, dan hari itu sukseslah aku membekamnya. Malamnya beliau bisa tidur. Syukurlah batinku. Keesokan harinya, saat sore menjelang Bella ternyata kena serangan sakit kepala lagi, dan langsung dilarikan ke UGD RSMH. Oleh SpS yang menanganinya di RSMH, Bella langsung di SCAN, hasilnya membuat kami terhenyak. 

Yupss, sore itu juga Bella harus segera di operasi, karena ada gumpalan darah beku yang mulai menekan ke cerebrum atau otak besarnya. Tak boleh menunda sampai besok pagi, CITO istilahnya sebab segala kemungkinan bisa terjadi dalam hitungan menit bahkan detik. Alhamdulillah bisa pakai ASKES, kalau tidak butuh dana belasan juta untuk operasinya ini, yang awalnya dikatakan bakal dicraniotomy ~ tulang tengkoraknya dibelah pakai peralatan perang, bergidik aku membayangkan. Segera berkemas meluncur ke RSMH. Ternyata terlambat, Bella sudah di ruang operasi. Padahal tadinya aku berharap bisa bertemu dengannya sebelum pelaksanaan operasi, atau syukur-syukur bila diizinkan masuk ke ruang operasi mendampingi Bella, biasanya diizinkan kalau kita mengenalkan diri sebagai teman sejawat. Di ruang tunggu BEDAH CENTRAL RSMH, sudah banyak keluarga Bella yang berkumpul dan beberapa orang rekan kantorku juga terlihat hadir dengan wajah sendu. Mamanya Bella adalah orang pertama yang aku temui, mencoba menghiburnya walau dengan kata-kata yang aku sendiri masih harap-harap cemas.

Operasi dimulai jam setengah tujuh malam, dan biasanya untuk craniotomy paling cepat memakan waktu sekitar empat jaman, maka pada jam tujuh malam itu kami mengkondisikan Mama Bella untuk makan malam, namun beliau menolak. Aku mencoba menghubungi seorang adik tingkat yang sedang residen dibagian OBGIN untuk mendapatkan informasi siapa saja residen senior dibagian BEDAH saat ini, karena biasanya merekalah yang menangani operasi CITO bagi pasien ASKES. Akupun mendapat nama seorang adik tingkat lengkap dengan nomor hpnya. Langsung aku kontak, nyambung dan diangkat. Oooch kok suaranya lain, laki-laki, penjelasannya kemudian membuatku sedikit tenang.

"Ini dengan siapa? Silakan tinggalkan pesan, dr. Euisnya sedang memimpin operasi bedah syaraf darurat", begitu kira-kira.

Aku tak gentar, bertanya "Nama pasiennya Bella ya?", suara keheranan disebrang membenarkan. Tepat sasaran.

Akhirnya setelah mendapat informasi berharga tersebut, aku ditemani seorang rekan turun mau beli pulsa, hanya sekitar setengah jam kami sudah kembali ke BEDAH CENTRAL, dilift kami berpapasan dengan sosok yang tak asing buatku, adik tingkatku dr. Euis yang tadi dikhabarkan memimpin operasinya Bella, kami berpelukan hangat. Tak bisa kusembunyikan salutku padanya, sangat tak kusangka, 'sosok lembut'nya berani terjun ke BEDAH yang terkenal ekstrim tantangan.

Percakapan berikutnya tentu tentang Bella. Ahhhaaa, ternyata bukan craniotomy, hanya pemasangan selang saja, makanya operasinya hanya satu jam. Dugaan Euis, bekuan darah di kepalanya Bella adalah akibat benturan keras yang terjadi sekitar sebulan terakhir. Ini mengejutkanku, sebab setahuku dalam sebulan terakhir Bella tak pernah kecelakaan. Pesan Euis, kedepan Bella dilarang banyak begadang, tak boleh beraktivitas berat, dan menghindari stress karena dikhawatirkan ada pembuluh darah yang akan kembali pecah. Tak lama dr. Euis pamit karena ada order lain katanya, aku segera menghampiri Mamanya Bella, beliau juga ternyata sudah mendengar khabar sejuk itu, berkurang jauh dech wajah cemasnya, seperti juga kami.

Segera aku menuju pintu kamar operasi, tampak dibalik pintu kaca, beberapa orang residen Bedah junior yang tak kukenal berseliweran, aku melambai. Dan merekapun membukakan pintu, setelah memperkenalkan diri sebagai Kakak tingkatnya Euis aku diizinkan masuk, tanya ini itu sambil mencari celah bisa masuk ke ruang RR (ruang pulih pasca operasi), yess akhirnya diizinkan, secara aku menjual nama seniornya, dengan syarat: tidak berisik. Suaraku yang volumenya sudah diminimalkan ternyata masuk kategori 'ribut' disekitaran RR yang hening tiada tara tersebut. Saat mau pamit keluar menjemput Mamanya Bella untuk masuk bersamaku, suara seseorang memanggil namaku. Beliau menghambur setengah berlari dari dalam. Aku berbalik, melihat sosok yang meneriakiku itu, walaupun wajahnya tertutup masker aku langsung yakin. Itu Mbak Dy kami. Luar biasa sebuah pertemuan yang tak pernah aku sangka terjadi malam itu, pada Medio November 2012 lalu.

Kami berangkulan lama, sejak tamat kuliah di awal 2004 aku pulang ke Way Kanan, Lampung dan Mbak Dy ke Belinyu Bangka, kami putus kontak. Tak pernah ada khabar berita tentang beliau, era facebook mempertemukanku dengan banyak sahabat dari SD sampai kuliah, tapi Mbak Dy seperti hilang ditelan bumi. Tak ada yang mengetahui beritanya. Padahal kami sekost lama semasa kuliah dulu. Sejak zaman preklinik di Inderalaya, kami satu atap, kami sering masak dan makan bersama. Kami punya kenangan manis saat panen singkong dari kebun belakang rumah kontrakan, kami sering berpacu lari pagi dari Komplek Serumpun Indah ke Wartel Telkom Inderalaya mengejar tenggat waktu diskon untuk interlokal ke kampung halaman. Kebersamaan kami berlanjut sampai masa klinik, saat coass di RSMH sampai aku menikah pertengahan tahun 2002. Awal ngeblog cerita tentang ini termasuk yang paling nyenyes ~ seru aku tulis.

Setelah delapan tahun tak bersua, kami masih saling mengenali :D
Foto jadul, perawan di Kebun Singkong.
Tebak mana diriku dan mana Mbak Dy?
Aku lupa siapa yang menjebret foto ini, asli. Sebuah tanda-tanda penuaankah? :D

Ya pada tulisan Mei 2010 diantara sekian sahabat karib saat kuliah, Mbak Dy adalah yang paling ingin aku ketahui khabarnya. Kami bahkan tak tahu dengan siapa beliau menikah, sementara yang lain aku dan yang lain jelas tahu beritanya, nomor hpnya dan sesekali facebook menjadi ajang kami bersilaturahim. Sementara Mbak Dy, hampir delapan tahun kami tak pernah bertemu walau hanya di maya. Maka malam itu adalah sebuah pertemuan yang manis buat kami. Ternyata menurut penuturan selanjutnya, Mbak Dy yang sekarang residen Anastesi (jadi Mbak Dy yang menganestesi ~ membius Bella), saat mendengar suaraku beliau langsung mengenaliku. Dan aku melihat sosok jangkungnya dengan masker langsung berteriak yakin bahwa itu adalah Mbak Dy. Hebat bukan? Bayangkan setelah hampir delapan tahun lho, bahagianya bertemu dan bisa mengurai rindu, sejenak kembali pada kenangan indah masa muda jaya gadis kami dulu, lebay, glek-glek, biarin, hihiiii...

Obrolan kamipun berlanjut usai menengok Bella. Bertukar kisah dan alamat, ternyata Mbak Dy tinggal disekitaran kostan kami dulu, masih di depan RSMH, berpisah dengan suami dan dua putri cantiknya yang baru masuk SD di Belinyu untuk sementara waktu, demi cita-cita menjadi SpAn, sepenuh do'a kuhaturkan: semoga lancar dan sukses ya Mbak... Dan sejak malam itu kami sudah bertemu sekali lagi. Meski belum banyak yang bisa kami bahas tapi tetap sebuah kemajuan yang aku nikmati.

Dan tentang Bella, selesai operasi sempat di rawat di RSMH sekitar seminggu, bedrest di rumah sekitar dua mingguan dan awal Desember lalu Bella sudah masuk kantor lagi dengan penampilan barunya yang lebih mempesona. Bagaimana tidak, sekarang Bella berjilbab, bukan hendak menutupi kepala plontos bekas bocor operasi katanya. Tapi lebih kepada kesadaran, bahwa kejadian kemarin adalah cara Allah menegurnya, teguran sayang katanya. Jadi Bella ingin lahir sebagai sosok yang lebih baik. Tentu aku ikut bahagia, cius :D Alhamdulillah...

Juga buatku, sakitnya Bella kemarin sudah membukakan aku jalan untuk bertemu dengan seorang sahabat yang (ternyata, baru nyadar) sejak dua tahun lalu pernah kumenuliskan harapan untuk bisa mengetahui khabarnya. Ternyata Allah baru menjawabnya setelah lebih dua tahun berlalu, dengan cara yang tak pernah terbayangkan olehku.

Jadi sahabat... bila ada cita-cita, mimpi atau do'a kita yang belum terlaksana di tahun 2012 lalu jangan pernah berhenti berharap, terus bergerak, tetap berprasangka baik pada-Nya. Lakukan lewat usaha, kerja keras, keikhlasan dan do'a, semoga 2013 ini saatnya terealisasi. Dan saat ini ada satu fokus kerja kedepan yang ingin serius aku garap, sebagai konsultan anti aging, mohon do'a dari semuanya. Ada yang ingin tahu, atau malah berminat? Nantikan kisah selanjutnya yaaaa...
 

Kamis, 14 Juni 2012

Kalau Nanti

Kalau nanti aku punya usaha
Aku maunya memberikan layanan terbaik pada pelanggan
Tak akan kubiarkan orang ngantri kelamaan
Apalagi sampai ada yang menyerobot antrian

Kalau nanti 'warung'ku sudah buka
Aku mau berbuat adil pada pelanggan
Semampuku memberikan keringanan saat mereka penuhi kewajiban diawal
Tak hanya bisa narik denda saja bila ada keterlambatan

*curcol dulu, daripada dipendam bikin mangkel, jadi walau secuil semoga ada hikmahnya, biar makin terasa berkahnya ngeblog...

Tulisan singkat ini kutujukan pada sebuah 'instansi', sebut saja namanya VIV, mestinya aku 'selesai' dibulan 'September', karena ada rizky maka kulunasi hari ini. Dari pagi antri, lajur 'kiri' lancar tapi lajur 'kanan' belum juga buka, saat sudah dibuka ada pula yang menyalip antrianku yang sejak awal ada diposisi pertama pada lajur 'kanan' *mana aku sudah telat ngantor. 

Saat dikeluarkan rincian, ternyata ada denda sebesar 'tujuh puluh lima ribu rupiah' atas keterlambatan beberapa hariku dibulan Maret lalu. Ya dech konsekuensinya aku bayar, saat menanyakan diskon karena aku bayarnya lebih cepat dari tanggal malah diketawain. Iya sich memang tak ada dalam perjanjian, tapi logikanya masuk akal dong. Kita telat kena denda, kita bayar cepat harusnya dapat diskon juga, iya nggak? 

Ini menurutku lho, dikaupun boleh berbeda pendapat :D

*maaf Ri, tak pantaslah tulisan 'asal' ini kuposting di WeBe...

Senin, 11 Juni 2012

Menuju Pengakuan PDHMI

Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), ada yang pernah dengar nama ini? Aku juga baru tahu :D

Prof. Totong sesaat setelah dilantik sebagai ketua PDHMI.

Kamis kemarin (07/06) Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat (LKTM) yang berkantor di lorong sebelah mengundangku untuk menghadiri acara Seminar Herbal dan pelantikan pengurus PDHMI Sumatera Selatan, bertempat di Grand Duta.

Aku yang penasaran hadir dong... 

Acaranya Sabtu (09/06), dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta. Seminar herbalnya sangat menarik, banyak ilmu baru yang kudapat, termasuk didalamnya tentang pemanfaatan getah gambir hasil penelitian Prof. Ringgit yang sekarang sudah dipatenkan Malaysia. Ada beberapa orang dosenku yang tampak sangat antusias dalam forum diskusi. 

Disesi pelatikan pengurus ada kejutan lagi, mosok namaku disebut. Ini pasti kerjaannya Ibu dr. Solilul Hulwan, Kepala LKTM yang sudah mengenalku, lantaran waktu baru pindah di BTKL PP aku sempat bersilaturahim kekantornya, dan beliau sangat antusias mengajakku pindah ke LKTM. 

LKTM sendiri sebuah UPT Kementrian pusat yang sama kedudukannya dengan BTKL PP, dan untuk saat ini baru ada 2 di Indonesia, Palembang dan Makassar, begitu khabar yang kudapat dari Ibu Solilul. Diajak pindah ke LKTM aku ya mau Bu, sesuai dengan minat dan habitat *tapi apa pantas, wong di BTKL PP aku baru 2 bulan ini, sabar kata banyak 'suara' minimal harus 2 tahun dulu...

Oyyaa, balik ke acara pelantikan PDHMI ya...

PDHMI Sumatera Selatan diketuai oleh orang yang tepat, beliau adalah Guru Besar Farmakologi FK UNSRI, salah satu dosen favoritku. Prof. DR. M.T Kamaluddin, biasa disapa Prof. Totong dari huruf T yang ada dinamanya. Beliau sosok yang karismatik. Dalam sepatahkata sambutannya, beliau menyampaikan niat untuk membuka S2 Herbal di FK UNSRI. Dan tak ayal lagi, aku bersama seorang rekanku menemuinya usai acara. Kami menyampaikan dukungan atas niatan beliau membuka S2 Herbal, dan kami siap menjadi muridnya diangkatan pertama *mungkin ini jawaban do'aku yang ingin Sekolah lagi, sementara suami keberatan kalau harus di kota lain, suamiku malah maunya aku ambil spesialis saja, aaacchhh tak sanggup aku, tak berminat...

Nach kok malah kemana-mana ya...

Balik ke PDHMI, ternyata belum dapat pengakuan IDI lhoo.. Sebab pada Muktamar IDI 2009 di Palembang lalu PDHMI belum lahir. Jadi untuk sementara ini PDHMI masuk dalam PDSm dulu. PDSm adalah Perhimpunan Dokter Seminat yang sudah diakui IDI. Dan pada Muktamar IDI tahun ini di Makassar rencananya PDHMI baru akan diupayakan agar dapat pengakuan. Yang kuingat salah satu syarat untuk itu PDHMI harus beranggotakan minimal 50 orang *rasanya kemarin sudah lebih dech... Jadi semoga saja perjuangan di Makassar nanti bisa sukses, walau tampa kehadiranku. Hallaahh, emang siape? Dan aku juga kalau diajak berangkat pasti mau dong...

Pengakuan pada keberadaan PDHMI penting adanya, agar ke depan para dokter yang berminat dipengobatan herbal mendapat tempat di hati khalayak, sehingga tak dianggap saingan para dukun lagi...

Kamis, 26 April 2012

Manggar-Gantung

Hari ketiga di Belitong. Perjalananpun dilanjutkan ke Kabupaten Belitong Timur. Sebuah kabupaten pemekaran dengan Manggar sebagai Ibukotanya. Manggar? Pernah dengar kan ya... Itu lho tempat Ikal ditugasi Ibu Mus membeli kapur di film Laskar Pelangi. Di Pulau Belitong hanya ada 2 kabupaten,  BBelitong dan Belitong Timur. Adapun Belitong ibukotanya Tanjung Pandan. Dari Tanjung Pandan-Manggar dapat ditempuh 1,5 jam dengan kecepatan sedang.


Apa yang bisa kuceritakan tentang Manggar? Sebab kemarin aku tak banyak bisa berpetualang disana. Manggar yang dulu kota kecamatan sekarang sudah jadi kota Kabupaten. Kompleks perkantoran dan bangunanan perumahan baru dimana-mana. Sementara perumahan exs. Perusahaan Timah juga menyebar dibanyak penjuru, memburuk tak terpakai. Kasian ya... Aku sempat lewat dan ditunjuki pasar ikan lokasi syuting Laskar Pelangi, SMA Nasional yang dulu disulap jadi SMA Negeri Manggar tempat sekolahnya Ikal dkk.  

Saat melintasi 2 taman kota di Manggar yang ada patung kudanya, aku jelas heran dong... Membuatku bertanya pada Pak Kusir Sopir, apa di Manggar ada kuda? Jawabnya ternyata tak ada. Di Manggar adanya Pelanduk atau sejenis Rusa. Nach lho, mana ada Rusa mirip Kuda, hehe... Waktu teramat sempit untuk melanjutkan tugas menuju Gantung, 30 menit waktu tempuh dari Manggar. Gatung atau Gantong, tempat SD Muhammadiyahnya Laskar Pelangi.

Awalnya aku membayangkan, serunya perjalanan Manggar-Gantong serasa meyusuri jejak Laskar Pelangi. Tapi semua tak bisa berjalan sesuai yang kita impikan, tugas tetap tugas, itu yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Semua harus dinikmati walau dengan aroma rasa yang berbeda *edisi menghibur diri...

Belum Selesai...

Selasa, 24 April 2012

Belitong, Aku Datang

Sampailah aku di pulau ini. Pulau cantik yang makin tersohor sejak syuting film 'Laskar Pelangi'. Aku ya baru pertama kali kemari. Dan perjalanan dinas ini mengantarkanku dan 2 orang rekanku kemari, dari Senin sampai hari Jum'at pagi. Perjalanan dinas pedana di kantor baruku. Senang dong...

Kami sampai di Bandara Tanjung Pandan jam 12.35 WIB setelah menempuh perjalanan dengan Sky Air selama lebih kurang 1 jam 10 menit. Adapun Sky Air, sebuah pesawat yang kecil hanya bermuatan sekitar 60 orang, jadwal penerbangannya hanya ada 2 kali dalam 1 pekan. Mungkin karena pesawatnya kecil, jadi kemarin aku agak kaget juga saat merasakan guncangan yang lumayan keras, maklum baru pertama kalinya naik pesawat serupa ini.

Dan saat sampai di bandara kami langsung dijemput menuju ke Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, seperti yang tertulis dalam surat tugas kami. Tapi sepanjang jalan, papan nama yang kubaca tertulis Belitong lho, hmmm... jadi ingat yang dikisahkan dalam Laskar Pelangi, Andrea Hirata menyebut tempat ini dengan nama Belitong, bukan Belitung.

Apapun namanya, namun yang kutangkap secara fisik kota ini sangatlah damai, tentram tapi panas. Kalau saja kemarin diukur suhunya mungkin mencapai 39 lebih. Kalau hujan suhu bisa terasa dingin yang menggigit. Sebuah kondisi suhu yang tergolong ekstrim. Tentang kondisi lalu lintas, kota kecil ini sangat anti macet, ya iya lah... tapi apa penyebabnya? Salah satunya di kota ini tak ada angkot. Hanya ada ojek, itupun jarang, tak tampak juga pangkalan ojek resmi. Katanya dulu angkot pernah ada, tapi hanya bertahan sebentar, sepi. Ndak laku, karena penduduk Belitong rata-rata punya kendaraan pribadi.

Singkat cerita selesailah prosesi lapor-melapor kami di pada Senin siang (23/4), sedangkan ke lokasi akan dilanjutkan hari ini, Selasa (24/4). Kamipun berburu mencari hotel, syukurnya dapat yang murah persis di bibir Pantai Tanjung Pendam, masih di kisaran pusat kota. Mau cari makan atau jajanan semuanya dekat. Pas dech pokoknya. Ba'da ashar kamipun diajak jalan ke sebuah pantai yang dulu pernah dipakai syuting Laskar Pelangi itu lho...

Arah keluar kota, sekitar 30 menit waktu yang kami butuhkan untuk mencapainya. Terletak di desa Tanjung Tinggi, inilah juga yang membuat pantai ini dikenal juga dengan nama Pantai Tanjung Tinggi. Sebenarnya sepanjang jalan banyak juga pantai lainnya, ada yang namanya Tanjung Kelayang, Bukit Berahu. Tapi mungkin, lagi-lagi karena promosi berbau 'Laskar Pelangi' kami langsung saja dibawa ke Tanjung Tinggi.


 

Kamipun disambut oleh sebuah panorama senja yang sulit kulukiskan dengan kata-kata. Apalagi dengan foto-foto yang aku ambil hanya dengan kamera hp ini, sangat tak mewakili. Aku tahu. Tapi ya itu, aku hanya ingin bercerita. Aku bahagia. Serasa bermimpi aku bisa sampai ke tempat ini. Segala puji hanya bagi-Mu... Semoga suatu saat bisa liburan keluarga ke pantai semenawan ini. Teringatku kata Bang Andrea di Endensor "Tuhan akan memeluk mimpimu", maka jangan pernah berhenti bermimpi...

Minggu, 15 April 2012

Semuanya Hebat

Sabtu dan Ahad adalah hari liburnya anak-anakku, termasuk aku. Kalau tidak keluar rumah, melakukan ragam aktivitas bersama adalah acara favorite kami. Belakangan Hamaspun mengalokasikan jatah nonton TV hari liburnya untuk nonton pertandingan sepakbola. Ya tampak dia sudah bisa menikmati. Entah menurun siapa, Abinya bahkan tak pernah hobby nonton bola.

Sore kemarin Hamas menyaksikan PERSISAM vs PERSIRAM, riuh teriakannya saat GOL pertama dari PERSISAM. Coba kuusik dengan tanya,

Ummi   :  "Hebat ya Eka . R yang mengolkan?"
Hamas belum bergeming. Aku mulai lagi,

Ummi   : "Aach bukan, ternyata yang hebat pelatihnya"
Hamas mulai menoleh.

Hamas : "Semuanya hebat Mi, yang buat gol tak bisa main sendiri. Pelatih juga, tak bisa hebat kalau tak ada yang lain"


Aku mesem.

Ummi   : "Ohhh gitu ya!!!"
Belagak baru tahu.
Saat yang sama tampak dilayar TV para pemain cadangan.

Ummi   : "Wach ini yang jadi cadangan nggak main, berarti ndak hebat dong"


Hamas  : "Bukan karena tak hebat mereka jadi cadangan, tapi belum waktunya mereka main. Semua mereka hebat kok Mi, makanya sudah dipilih masuk tim"

Ummi   : "Ooo..."


Obrolan terhenti, aku ya kagum juga mendengar penuturan Hamas. Berarti sejauh ini begitu ya pemahamannya, syukur dechhh...

Kamis, 22 Maret 2012

Mendadak Pelatihan

Sebenarnya masa kerja 8 jamku di kantor depan Kodam baru akan dimulai 1 April 2012 tapi memang SK Menkes selaku pegawai pusat sudah sejak 1 Februari lalu. Hanya terkait masalah administrasi. Waktu yang sangat aku nikmati.

Mau kemana kita?

Namun ternyata, di kantor baru ada sebuah pelatihan yang melibatkan seluruh awak kantor, jadilah aku diminta bisa ikut serta. Duchhh bahagianya, sebab itu artinya aku bisa berkenalan lebih dekat dengan saudara 8 jamku, dan pada saat masuk kerja nanti aku tak seperti orang nyasar lagi dong ^^

Jumat, 09 Maret 2012

Lenggang Panggang & Orang Pusat

Mari kutambahkan satu info makanan khas Palembang lainnya. Lenggang panggang namanya. Bahan dasarnya sama dengan pempek. Ikan dan sagu. Cara makannyapun sama, pakai cuko. Sepengamatanku yang paling terasa asli adalah LENGGANG PANGGANG di Sudi Mampir, atau juga dikenal dengan nama PEMPEK SAGA. Ikannya asli gabus, dipadukan dengan telur bebek. Cukonya kental dan pas dilidah banyak orang *udah kayak promosikah? hehe... Konon dulu tempatnya bekas bioskop SAGA. Lokasinya strategis di Jantung Kota, persis di depan Kantor Walikota. Pokoknya kalau ke Palembang mudah nyarinyo ;) pake baso Palembang tanyo be, hehe... geser sedikit dari Bundaran Masjid Agung.

Seporsi LENGGANG PANGGANG Rp. 15.000,-

Jujur tak sering kami sekeluarga kemari, karena selain ramai juga lumayan jauh dari rumah. Lagian rasanya yang mirip pempek membuatku sudah biasa membuat tiruannya di rumah. Mudah saja, pempek lenjer dipotong-potong, dicampur dengan telur kemudian digoreng. Lenggang goreng kami menamainya. Makannyapun pakai cuko, srrreppp tak kalah eunaknya dengan yang di SUDI MAMPIR. 


Soal ke SUDI MAMPIR, kami ke sana biasanya kalau ada kerabat atau sahabat yang datang dari jauh. Yuuuppss semacam menyambut tamu. Seperti kemarin. Ada seorang sahabat kami yang datang dalam rangka kunjungan dinas. Kamipun mengajaknya mencicipi kekhasan LENGGANG PANGGANG, tapi sayangnya beliau masih penasaran dengan KAPAL SELAM. Jadilah aku dan suami saja yang ber-LENGGANG-ria :lol: 


Ami Jaya dan Abinya Hamas.
Lokasi di Benteng Kuto Besak, tepian Musi.
Sesaat setelah sampainya Ami Jaya di Palembang.

Sahabat kami tersebut adalah seorang dokter yang pernah PTT di Puskesmas Sukabumi dulu. Masih junior 4 tahun dariku. Namanya dr. Jaya Supriyanto, alumni FK UNPAD. PTT setahun, selesai tahun 2008 akhir. Tak berapa lama kemudian ternyata beliau diterima sebagai PNS di Kementrian Kesehatan, langsung mendapat tugas di bagian Penanggulangan Krisis dan Bencana. Kami di Puskesmas dulu menjulukinya ORANG PUSAT. Kerjanya keliling nusantara, seputar Indonesia bahkan sampai luar negeri terkait pelatihan atau sebagai tim. Masih sering kami bersilaturahim via sms. Kadang khabarnya sudah di Papua, atau malah pernah Iedul Fitri harus dilaluinya di Thailand. Cerita petualangnya membuatku iri. 

Tapi lepas dari itu semua, kami sekeluarga merasa dengat dengannya, termasuk istrinya. Sayang kali ini kami hanya bertemu Ami Jaya saja. Kamis beliau datangnya, bertemu sebentar, beliau menginap di Hotel atas biaya dinas sampai Sabtu pagi. Jum'at malam baru kami bisa bertemu lebih lama. Yunda dan Hamaspun pada pertemuan di River Side semalam masih akrab, langsung ramai bercerita ini itu ;) Serangkaian kisahpun mengalir bebas kemana-mana. Maklum sejak perpishan 2008 lalu, Yunda dan Hamas baru kali ini bertemu lagi. Adapun aku dan suami pernah bertemu April 2010 lalu di Kantornya dalam rangka mengurusi SK Mutasiku. 

Dan sampailah pada satu khabar gembira, ya tepat hari Kamis (8/3) lalu SK MENKES atas kepindahanku sudah dalam genggaman. Senangnya. Mulai 1 April 2012 nanti aku sudah mulai berkantor di depan KODAM. Kantor Badan Tekhnik Lingkungan (BTKL) Palembang. Kantor Unit Kementrian Kesehatan yang ada di Palembang. Ahhaaa, ternyata akupun bakal jadi ORANG pegawai PUSAT  juga :D Namun sayangnya wilayah tugas hanya meliputi Bengkulu, Bangka dan Belitung. Bukan seluruh Indonesia, hikss... Khabar tak seberapa penting. Tapi serius, tolong do'akan aku bisa menjalani tugas baru ini dengan enjoy dan mampu segera beradaptasi dengan damai ya...

Minggu, 04 Maret 2012

Martabak HAR dan BBC

Martabak HAR yang khabarnya salah satu kuliner khas Palembang ini, ternyata asal namanya dari pemilik cikal bakal usaha ini, HAR singkatan dari Haji Abdul Rozak. Seorang tokoh pengusaha  muslim yang sucses asal India. Tapi memang sudah lama bermukim di Palembang. Beliau meninggal tahun 2001 *aku belum kenal dong sama Abinya Hamas, nggak ada yang nanya... Semasa hidupnya beliau salah satu klien tetapnya Ayah mertuaku. Dan dari 7 anaknya yang masih ada sekarang, hanya si Bungsu yang masih akrab dengan keluarga kami meski beliau tinggal di Jakarta, Kak Aman begitu kami biasa memanggilnya.

Balik ke martabak HAR, syukurnya sejak Almarhum Haji Abdul Rozak meninggal, usaha martabak HAR tak ikut gulung tikar, bahkan saat ini banyak warung yang memasang nama MARTABAK HAR juga, meski bukan termasuk jaringan asli keturunannya. Setahuku yang asli HAR di warungnya selalu memasang foto beliau. Sekedar melengkapi info, usaha Almarhum Haji Abdul Rozak ini banyak dan beragam, bukan hanya Martabak HAR saja. Hanya nama Sang Martabaklah yang memang paling fenomenal melekat langsung memakai singkatan namanya.

Foto Almarhumah Haji Abdul Rozak,
yang menandakan MARTABAK HAR asli.
Tapi apakah yang tak asli rasanya berbeda?  Aku kurang faham. Seingatku rasa martabak HAR relatif sama. Martabak berbahan dasar telur dan gandum ini makannya pakai kuah kare kambing yang ditambah irisan cabe dan cuka. Rasanya khas sekali. Berbeda sedikit dengan yang namanya MARTABAK MESIR. Dan jujur sejauh ini aku belum pernah membuatnya sendiri di rumah, padahal ada seorang teman yang punya resepnya :P kapan-kapan aku bakal belajar, hehe... 

Diseantero kota Palembang ada berapa cabang MARTABAK HAR asli atau yang tak asli. Tapi kalau ditanya ada berapa dan dimana saja, maaf, akupun belum pernah menghitungnya. Yang tak asli tapi namanya tetap MARTABAK HAR, ada satu di Simpang Pakjo arah rumah kami. Namun sayangnya kami sekeluarga justru belum pernah mampir kesana. Biasanya merk MARTABAK HAR yang tak asli justru lebih meriah, seperti tampak difoto asal sekali lewat dibawah ini, pake kamera hape ;)


Berbeda dengan merk MARTABAK HAR asli yang ada di Sudirman atau cabang lainnya, biasanya cenderung mirip, menurutku lebih terkesan sederhana. Kecuali yang ada di Simpang Sekip, mungkin pusatnya ya, jadi lebih WAH dan besar. Tapi sayang aku tak punya fotonya, jarang mampir kesana, sebab selalu ramai dan berada dikawasan yang padat, jadi kami malah merasa kurang cocok dengan MARTABAK HAR pusat.

Salah satu HAR di Jl. Sudirman.
Masalah merk gambang membedakannya, kalau penampakan MARTABAK HAR menurut hematku justru sulit dibedakan, cenderung sama rupa dan sama rasa. Seperti ini ;)

Uuuppppsss, maaf fotonya kurang okey...
Jadi kalau suatu saat 'sanjau' atau nyasar di Palembang, silakan mencicipi kuliner khas yang satu ini. Dijamin tak akan menyesal. Harganyapun standart saja, satu porsi sekitar Rp. 15.000,- Murah dan merakyat ya? Mau? Silakan mampir.

Hmmm, mumpung bisa nulis sekalian ya...
Cerita dikit tentang toko buku dulu dech :D

Suasana di BBC suatu hari.
Masih disekitaran kawasan Martabak HAR Sudirman, banyak toko buku murah di Palembang. Toko Buku Imam Bonjol bahkan persis disampingnya, terus geser jalan sedikit lagi ada Toko Buku Diponegoro, bukunya banyak, bermutu, okey :P dan murah-murah juga lho... Dan ada satu lagi toko buku favorite anak-anakku disana, namanya BBC, Bandung Book Centre. Kok bukan PBC saja ya, Palembang Book Centre? Entah ya mengapa, aku belum tahu sejarahnya, jadi belum bisa cerita tentang ini.

Minggu, 26 Februari 2012

Makin Sehat dengan Ngeblog

Ngeblog banyak manfaatnya, itu pasti, sudah banyak yang mengakuinya. Bagaimana tidak, dengan ngeblog kita bisa saling berbagi cerita. Baik pengalaman, mimpi, juga curhatan. Dengan aktif ngeblog juga bisa saling mengenal, menambah sahabat yang menghangatkan hati. Ada beragam acara yang diadakan sahabat maya diblognya, unik, seru dan tentu saja banyak hadiahnya, kalau menang atau beruntung. Tapi ingat jangan jadikan hadiah sebagai tujuan utama kita ngeblog ya... Pokoknya ngeblog saja dengan bahagia, itu yang membuat hati kita secerah mentari dan hari kita berwarna pelangi, cie...

Tapi jangan salah, ada juga lho yang setelah ngeblog jadi bete, kurang tidur, kerjaan terbengkalai, silaturahim ke tetangga jadi langka dan ada beberapa keluhan lainnya yang masih dalam batas kewajaran sich sebenarnya, misal mata lelah atau berair. Maka untuk kondisi yang seperti ini, aku sarankan kegiatan ngeblognya dievaluasi lagi, ditinjau ulang sejenak :mrgreen: Mungkin ada yang kurang pas. Sebab sejatinya (menurutku) ngeblog itu justru bisa membuat kita para 'Emak Hebat' makin sehat, asal benar cara pemanfaatan ngeblognya.

Menurutku yang baru ngeblog sejak akhir Mei 2010, tapi baru terlibat aktivitas BW sejak April 2011 ini sesungguhnya ngeblog itu adalah sarana efektif bagi para 'Emak Hebat' agar makin sehat. Asalkan memperhatikan keseimbangan 3 potensi dasarnya. Apa sajakah ketiga potensi dasar tersebut?

Potensi Fisik
Secara umum fisik kita perlu makanan seimbang juga minuman yang sehat. Maka saat ngeblog agar makin sehat kitapun tak boleh lupa makan, kurang minum. Selanjutnya mata tak boleh terlalu dekat dengan monitor, posisi duduk juga harus benar, tegak lurus, jangan membungkuk. Batasan jam ngeblog menurutku sangat relatif, yang penting istirahat kita tak sampai terganggu alias kurang tidur.

Dan ngeblog justru bisa membuat kita makin sehat secara fisik, karena dengan BW kita bisa mendapatkan sharing ilmu gizi seputar makanan, wisata kuliner dari dalam sampai luar negeri. Banyak rupa dan ragamnya. Sesekali memungkinkan lho untuk kita praktekkan resepnya di rumah.

Selanjutnya info kesehatan seputar pengalaman minum madu dan herbal, tips untuk bugar bagi keluarga juga bisa kita dapatkan diblog para sahabat. Info sehat ini bisa kita dapatkan dengan gratis, tampa membayar jasa konsultasinya. Menyenangkan bukan?

Potensi Akal
Bagaimana cara menyehatkan akal kita, apakah kita harus selalu minum suplemen agar tak gampang pikun? Atau kita harus terus belajar mengejar gelar S sampai kita bergelar profesor? Benar, akal yang sehat adalah yang selalu dipakai untuk belajar, karena dengan belajar akal kita aktif untuk berfikir.  Sehingga otak kita terstimulasi menyimpan memori dengan baik. Dengan ngeblog artinya kita terbiasa mencerna ulasan dalam banyak tulisan, kita juga terpacu untuk terus menuliskan apa yang ada dalam fikiran kita. Menulis itu bisa membuat kita terhindar dari kepikunan lho...

Bahkan kata Ali bin Abu Thalib, ra
"Ilmu itu ibarat kuda, dan menulis itu ibarat tali kekangnya. Maka ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya". 
Menulis diblog salah satu cara termudah yang bisa kita lakukan. 

Potensi Jiwa
Jiwa yang sehat adalah yang terbiasa berbagi, punya fikiran positif yang optimal dan pandai bersyukur. Dengan ngeblog kita dilatih untuk itu semua.

Saat membaca curhat sahabat yang sedang tertimpa musibah, lahirlah syukur dalam jiwa kita, selanjutnya kitapun juga bisa mendo'akan sahabat tersebut. Ach indahnya saling berbagi sayang lewat do'a-do'a kita yang mengangkasa. Saat ada sahabat yang sedang berbagi pengalaman, kita bisa diingatkan pada pengalaman kita sehingga kitapun terpanggil untuk ikut berbagi, ketok tular dalam berbuat baik, bahagianya. Saat ada sahabat yang sedang emosi kita upayakan tetap berprasangka baik, menghidupkan iklim untuk terus berfikiran positif, demi sehatnya jiwa kita.

Adalagi yang namanya potensi tambahan, sebut saja potensi finansial. Nach pada tingkatan profesional aktivitas ngeblog bisa diberdayakan untuk membangun kekuatan finansial. Banyak lho yang sudah memetik hasilnya, mereka yang sudah berhasil mendapatkan cring-cring dari ngeblog. Aku belum bisa membahas tentang ini lebih lanjut sebab belum berpengalaman, semoga dimasa mendatang akupun bisa memberdayakan potensi finansial dengan ngeblog.

Selanjutnya, ngebloglah dengan suka cita. Ngebloglah dengan bahagia. Seimbang dalam semua hal. Terus menulis apasaja yang kita bisa tulis dengan tetap memperhatikan adab kepada sesama blogger. Dan agar makin besar manfaatnya, ngeblog dan menulislah dengan niat ibadah, semoga menjadi tabungan amal kebaikan kita kelak.

Maka marilah ngeblog dengan seimbang, agar makin sehat jiwa dan raga. Emak hebat itu banyak, tapi tak semuanya mau berbagi, atau bisa jadi suka berbagi tapi belum menemukan sarana untuk berbaginya. Adapun menurutku ngeblog adalah sarana efektif untuk berbagi. Kita sudah menemukanya. Maka teruslah berbagi dengan aktivitas ngeblog ini. Kumulai dari diri sendiri dan mengajak emak-emak blogger semua untuk tetap ngeblog dengan sehat dan menyehatkan. Sehat untuk diri sendiri, dan membagi sehat untuk yang lainnya, syukuri bila bisa ikut menyehatkan sekitar kita.

Maka teruslah menjadi Emaks Hebat yang pandai berbagi,
agar hidup kita makin terasa lebih nikmat di dunia dan lezat di akhirat.
Ayo Emaks Hebat berbagi sehat dengan NGEBLOG!!!


Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes "Ngeblog di Mata Perempuan" yang diselenggarakan oleh EmakBlogger"

Senin, 06 Februari 2012

Liburan Sehat tampa ke Mall

Liburan tiba, semua gembira...
Ayo sambut dengan suka cita...
Tak perlu mahal...
Dan tak usahlah pergi ke Mall...
Episode liburan singkat, tapi tetap semangat...
Buat anak-anakku yang sudah masuk sekolah dasar, Sabtu-Ahad adalah hari yang dinanti. Karena mereka sekolah di SDIT yang liburnya 2 hari dalam sepekan. Lumayan. Libur akhir pekan bersama keluarga, boleh ngegames2 dan juga nonton TV, inipun ada batasan waktunya. Ooooh... ya seperti yang tertuang dalam kesepakatan, yang telah dibuat bersama. Enjoy aja... toch masih banyak buku-buku bagus untuk dibaca, main dengan teman-teman kompleks juga tak kalah menyenangkan. Atau bisa dengan menciptakan mainan sendiri, seru dan kreatif bukan?


Dan bila hanya libur 2 hari setiap akhir pekan, tak mungkin dong dipakai buat keluar kota, maka menikmati apa yang ada di dalam kota saja menjadi pilihan nan bijaksana. Adalah Palembang, kota kami memang gudangnya wisata kuliner tapi tidak disertai dengan apiknya tempat wisata. Alamnya jelas tak seeksotis Negeri Laskar Pelangi atau Banda Aceh. Wisata budayanya juga tak semenawan Bali ataupun Lombok. Belakangan, mall justru dibangun susul menyusul. Terakhir yang masih dalam tahap perampungan adalah Under Mall yang kontroversi itu, bukan saja karena dikhawatirkan tak bersahabat dengan alam, tapi juga karena nyata melawan adat budaya mayoritas riligi di Bumi Darussalam. Tentang ini, jujur aku hanya bisa prihatin. Dan semua ini tentu tak dapat dijadikan alasan bagi kami para orangtua untuk menciptakan libur akhir pekan yang sehat dan tetap seru.

Buat kami sekeluarga, libur akhir pekan tetap terasa lezat, walau hanya berekreasi ke pinggiran Sungai Gerong, disebuah Kompleks PERTAMINA, gratis tentu saja. Biasanyapun anak-anak heboh bersama para sepupu.Memang sepupu dari pihak Abi semuanya tinggal di Palembang, 11 orang. Pas untuk satu tim sepakbola.


Pernah juga ikut acara liburan cerdas yang digagas oleh sebuah lembaga. Dikemas segar oleh para panitia, seru suasana kompetisi khas anak-anak. Anandapun ceria bersama sejumlah permainan dan berkenalan dengan teman-teman baru.


Sekali waktu kami juga pernah ke Komplek PUSRI, lebih sejuk dan terasa nyaman karena berdekatan dengan masjid. Kami memang kerap kali mengisi libur akhir pekan dengan acara bergizi di masjid, anak-anak akan tetap bahagia karena disaat itu pula mereka bertemu dengan teman sepermainan.


Yang tak kalah berwarna adalah bila jadwal libur akhir pekan bertepatan dengan latihan renang. Anak-anakku pasti selalu menanti dan mengingatkan. Entah mengapa renang memang selalu menyenangkan buat mereka, apalagi bersama guru renang favorite mereka, siapa lagi kalau bukan mantan jawara renang Sungai Musi, Abi tercinta. Gratis, jadi makin sedaaappp... 


Bisa di kolam renang mana saja yang tersebar diseantero Palembang hangat *pinjam bahasa reporter PALTV, tak mesti di waterboom. Dan ini sudah nyata membuahkan hasil, sekarang ananda bahkan sudah mahir berenang. Alhamdulillah...


Tapi tentu sesekali ke waterboom menjadi agenda yang sangat dinanti. Mereka akan rela menabung dari uang saku sendiri demi biaya masuknya yang lumayan tinggi. Makin mahal diakhir pekan.

Satuhal yang kusayangkan, saat libur akhir pekan, perpustakaan di kota kami tutup, padahal berkunjung keperpustakaan adalah salah satu bentuk kegiatan menarik buat anak-anakku. Bagaimana dengan perpustakaan di kotamu? Sama kaleee ya... Jadi sebagai gantinya liburanpun dialihkan ke toko buku, ini juga jadwalnya hanya sebulan sekali. Maklum walau ananda sudah membuat daftar buku, Umminya yang sering kalap dan terpancing kalau sudah lihat buku berlebel diskon, hiikkss, semoga tak menurun pada ananda ya...


Oya hampir lupa, aku pernah mengajak anak-anakku naik BUSWAY, Trans Musi pada liburan akhir pekan bulan desember lalu. Berkeliling saja, mengambil satu rute, pengalaman perdana bagi ananda yang tak akan terlupakan. Mereka sampai heboh saat harus berdiri, tak kebagian tempat duduk, tak tampak takut atau gugup. Sebaliknya mereka begitu menikmati. Suka sekali aku dengan ekspresi riang mereka, sayang foto-fotonya tak kutemukan, mungkin lain waktu bisa kulengkapi.
Episode liburan panjang, yang selalu dikenang...
Liburan panjang memang selalu dinanti, tak hanya buat berekreasi tapi juga bersilaturahim, terlebih buat anak-anakku yang punya Nenek-Kakek di kampung, tepatnya didaerah Lampung dan Om Tante di Jogyakara. Ke Jogya lewat jalur darat, sebuah perjalanan panjang yang penuh pertualangan, sangat berkesan buat kami sekeluarga. Bisa mampir-mampir ke Bogor, Garut juga Jakarta. Di kota-kota itu biasanya aku dan suami akan menghubungi para karib saat masa kuliah dulu. Bertemu dan saling memperkenalkan ananda. Terbayang suatu saat sembari kopdar dengan para sahabat blogger. Di candi Prambanan juga boleh seperti gagasannya Teh Hanie, ngarep.com acara ini bisa terlaksana, saat liburan sekolah tentunya.

Senangnya bisa berwisata bersama keluarga ke tempat-tempat bersejarah, seperti candi Borobudur juga Tugu Monas, seperti yang pernah kutulis disini. Atau sekedar mampir di Istana Bogor, memberi makan rusa-rusa, sembari menyampaikan pesan moral pada ananda "Sayangi hewan dan alam sekitar ya Nak..."

Ada sebuah edisi liburan, yang sangat berkesan dihati anak-anakku, saat suatu kali liburan ke Jogya, kerumah Om Tantenya. Kami ramai-ramai berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka.


Dan juga, berkesempatan main ke taman pintar. Tentang taman pintar, idenya sederhana tapi menurutku sangatlah luar biasa. Menempatkan lokasinya di pusat kota makin menambah nilai plus dihatiku, terbayang suatu saat taman pintar serupa hadir di kota kami, Palembang. Grastis, merakyat tapi mampu menceriakan anak-anak dengan cara cerdas.


Daya khayal khas umak-umakku membumbung, suatu saat di Benteng Kuto Besak atau di bawah jembatan AMPERA ada taman pintar seperti yang ada di Jogya, gratis tapi yaaa... Aku jamin lokasi ini jauh lebih berarti dibanding bila hanya dijadikan ajang narsis tempat nongkrong dan berfoto-ria.

Sebenarnya ada sebuah tempat wisata rakyat di Palembang, Punti Kayu namanya, semacam hutan buatan dan kebun binatang seadanya, tapi ya karena di Palembang adanya hanya itu, maka bisa dipastikan saat weekend tempat ini justru ramai. Belum lagi masuknya pakai bayar, jadi jujur anak-anakku makin tak simpati. Intinya masih mengharap adanya wahana liburan anak yang gratisan di pusat kota, paling tidak sekelas taman pintarnya Jogyakarta. Semoga suatu masa beneran terwujud. Ayo siapa yang mau jadi sponsor? Ya, semoga juga Pak Gubernur membaca tulisan ini, ngarep tingkat tinggi ala gue...

Terakhir menurutku, liburan kemanapun baik singkat ataupun panjang, akan terasa sehat buat ananda bila bersama kedua orangtua. Bersama lho ya, bukan disela oleh kemesraan laptop kedua orangtua. Artinya orangtua wajib terlibat aktif dalam setiap moment liburan bersama ananda, bukan sebagai penyandang dana saja lalu membiarkan ananda seru berlibur sendiri. Sementara orangtua masih sibuk dengan kerjaan kantor atau bisnisnya. Ada tapi tak membersamai. Liburan macam apa? Boleh tidak setuju denganku tentang yang satu ini, tapi semoga kita semua bisa menyepakati bahwa liburan yang sehat adalah tampa ke mall, sehat buat fisik, jiwa dan akal ananda terlebih juga buat kantong orantuanya.



Kisah liburan ini aku tulis untuk meramaikan hajatan 

Selasa, 31 Januari 2012

Eloknya Lahat, Kota Kelahiranku

Lahat adalah nama sebuah kabupaten di Propinsi Sumatera Selatan. Berjarak sekitar 276 km dari Palembang. Dulu kabupaten ini sangatlah luas sekarang sudah dipecah lagi menjadi beberapa Kabupaten pemekaran, diantaranya Kabupaten Pagar Alam dan Empat Lawang. Meski lahir di kota ini tapi aku tak begitu mengenal kota ini. 

Tulisanku kali ini bermaksud mengabadikan kenangan tentang sebuah kota kelahiran yang beberapa waktu lalu pernah kusambangi untuk satu keperluan. Sedihnya di kota ini, tak ada lagi rumah Kakek Nenek leluhur Mamaku, semuanya sudah terjual, berpindah tangan. Mungkin juga karena Nek Anang (Abahnya Mamaku) sudah lama ikut kami hijrah ke Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung. Meninggal dan dimakamkan Bandar Lampung, dikomplek pemakaman Rajabasa dekat rumah Pamanku pada 07 Mei tahun 2009. Pamanku ini adalah adik bungsu Mamaku yang sudah sejak lama ikut kami sejak SMP dulu, dan sekarang 2 anak gadisnya sudah kuliah. Dan mungkin ini pula yang menyebabkan kami sekeluarga tak lagi mudik ke Lahat kalau lebaran. 

Pusat Kota Lahat,
Standart seperti Kabupaten lain di Sumatera Selatan.
Pasar yang ada dipusat kota Lahat namanya Pasar Belande, lucu ya namamya... sayang aku ternyata lupa memotonya. Banyak masjid disepanjang jalan protokolnya. Ada juga patung pahlawan dibeberapa pojok jalan. 

Patung Pahlawan, tak jauh dari kantor PEMDA Lahat.
Belok lagi arah ke Bonbin  Ribang Kemambang.
Menurutku, yang menonjol dari kota ini adalah pemandangan alam yang indah dan sejuk, sangat jauh berbeda dengan Palembang. Mungkin karena Lahat dikelilingi perbukitan, bahkan ke arah Pagar Alam ada gunung tertinggi di Sumatera Selatan, gunung Dempo namanya. Gunung Dempo mempunyai dua puncak. Diatas puncak kedua yang lebih rendah terdapat sebuah kawah yang mengeluarkan batu belerang. Kawah ini terletak ditengah lapangan pasir dan bebatuan yang biasa dipergunakan para pendaki untuk beristirahat dan berkemah. Pendakian dari Pabrik teh ke puncak ini membutuhkan paling tidak 6 jam perjalanan. Ya didaerah ini memang banyak sekali kebun teh yang menghampar.

dempo
Gunung Dempo, gunung tertinggi di Sumatera Selatan.
Foto dari http://djaloe.wordpress.com
Adapun bukit yang paling terkenal di Lahat adalah Bukit Serelo, atau banyak juga yang menyebutnya bukit tunjuk, dan ada juga yang menamainya gunung jempol, meski mereka tahu ini hanyalah bukit bukan gunung. Letaknya 20 km dari pusat kota Lahat. Tapi tampak menawan bila kita lihat dari kejauhan, mungkin karena puncaknya yang khas, seperti menunjuk ke langit.

Bukit Serelo dari arah berbeda, asal foto situs pemkab Lahat.
serelo
Bukit Serelo, sama dengan nama hotel terbesar di Kota Lahat.
Foto dari http://djaloe.wordpress.com
Dibawahnya terdapat sebuah kompleks area untuk menjinakkan, melatih dan mendidik gajah. Sekitar 40 ekor sudah dijinakkan di tempat ini, namun baru sebagian yang dapat diandalkan untuk para pengunjung. Anda dapat juga membuat foto dengan gajah-gajah itu. Tinggal berikan tips sebesar Rp. 5.000,- kepada pawang dan anda dapat berpose sepuasnya. Tempat ini juga cocok untuk berrekreasi dan berkemah. Cerita orang lho, sebab aku belum pernah kemari. 

Lahat juga banyak dialiri sungai, yang terbesar adalah Sungai Lematang. Berarus deras dan banyak bebatuan alam yang besar-besar disepanjang aliran sungainya. Sangat cocok menjadi tempat wisata alami, atau sekedar tempat lomba rakit tradisional dalam rangka 17 Agustusan. Dan karena banyaknya sungai di kota ini, maka jembatan gantung banyak kita temui. Di pinggir kota ada 2, di pusat kota juga ada, bahkan dipinggir pasar.

Salah satu jembatan gantung dipinggiran kota Lahat,
Berlatar Bukit Serelo.
Air terjun disekitar kota Lahat juga banyak dan bangus-bagus. Diantaranya air terjun bidadari, air terjun lawang agung dan tebat sekedi. Tapi aku belum pernah kesana juga. Ini foto yang kudapat dari situs pemda kota Lahat.

Air terjun BIDADARI, sekitar 8 km dari kota Lahat.
Terletak di desa Karang Dalam, kecamatan Pulau Pinang.
Komplek perkantorannya menyebar, dan rata-rata berupa bangunan lama yang masih terawat baik. Adapun Rumah Sakit di pusat kota Lahat, aku sempat melihat Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit DKT yang letaknya berdampingan, persis di depan Hotel Bukit Serelo tempatku menginap.

Penampakan Hotel Bukit Serelo,
*dari hasil bidikan yang seadaku...
Hotel Bukit Serelo, bukan satu-satunya hotel besar di Lahat. Hotel-hotel yang lain tidak kalah bagus lho ya, ada hotel Nusantara di pinggir jalan protokol, ada juga hotel Grand Zuri yang baru diresmikan akhir tahun 2011 lalu.

Komoditi andalannya kota Lahat juga tidak kalah banyak dan beragam. Ada kopi, kelapa sawit, penangkaran bibit tanaman kayu dan bibit perkebunan. Belum lagi ada komoditi lain yang terkenal seperti marmer.

Kota Lahat juga terkenal dengan buah-buahannya. Seperti durian, duku, dan rambutannya. Walaupun semuanya belum ada yang dibudidayakan secara khusus, masih mengandalkan cuaca, musim dikendalikan oleh keadaan alam. Tapi jangan salah, durian Lahat terkenal ranum dan murah. Apalagi kalau sedang musimnya.


Demikianlah cerita singkatku tentang kota Lahat, kota tempat dimana aku dilahirkan, sekedar mengobati rasa rindu dihati. Sekarang saatnya mengumumkan jawaban dari pertanyaanku diposting sebelumnya, sesuai janjiku. Ya, tentang jembatan gantung. Jembatan gantung tempatku bergaya adalah jembatan gantung dipinggir kota Lahat, tampak Bukit Serelo dilatarnya. Sedangkan jembatan gantung tempat suamiku mengabadikan senyum adalah dipusat kota Lahat, dekat pasar, itulah mengapa latarnya tampak banyak rumah-rumah penduduk. Terima kasih untuk semua sahabat yang sudah menyertaiku napak tilas sejenak di Lahat dan memamerkan serangkaian aksi di jembatan gantung.

Dari 5 sahabat yang jawaban yang kucatat, yaitu Thia, -ka, nafi, Ummi Nabil dan Uni Evi maka setelah melalui proses 'pengundian' hadiah kali ini diperuntukkan kepada Umminya Nabil. Silakan kirimkan alamatnya ke kekemuhir@gmail.com, karena ada cindramata sedikit dariku, sekedar pengikat hati dalam persahabatan ini. Semoga barokah ya... Buat Jiah al Jafara dan Mbak Anazkia yang jawabannya sangat apik, maaf kali ini belum beruntung karena datang terlambat, hehe... Dapat senyum aja ya :lol: dan sekaligus undangan makan model langsung ke Palembang dengan tiket PP tidak disiapkan 


Sampailah kita dipenghujung Januari 2012, semoga hari esok selalu lebih baik  ya...