Rabu, 30 Juni 2010

Untuk Sahabat, ikut lomba euy.....

Sahabat mengajakku mengalir bagai air, terus walau terhalang.  
Sehat, menyehatkan dan memberi hidup bagi sekitar.

Filosofi air sehat adalah terus mengalir
selalu mendapatkan celah untuk terus 'bergerak'.
Agar tak ada jentik nyamuk atau bibit penyakit lainnya.
Dan ingatlah bila air tak ada. 
Apa yang akan terjadi pada banyak kehidupan ?

Sahabat, terus lah mengalir, semua menyukaimu.... 

Sahabat-sahabat jiwaku .....

Selasa, 29 Juni 2010

Cilandak, 28 Juni-02 juli 2010

Hari ke-2 Pelatihan
Jadwal sampai j 22.00 WIB dan ternyata selesainya jam 21.45 WIB
Sungguh menguji stamina.


29 Juni 2010 jam 07.02 WIB dilaksanakan test Intelegensia
Pertama kali, katanya tahun ini yang pertama pakai sistem gugur.

Khauf dan Raja' membumbung tinggi....

SEMANGAT.....
Semoga jadi berangkat menjalankan amanah sebagai TKHI sekaligus menjadi tamu-Mu di Baitullah

Minggu, 27 Juni 2010

Agenda Akhir Tahun Ajaran

Tentang Raport
Agenda akhir tahun ajaran sekolah, bagi raport.

Di SIT Bina Ilmi
”Sekolah para bintang yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia”
tempat anak-anakku sekolah, lengkap dengan pentas seni juga outbond.
Outbond SDIT BI kali ini dilaksanakan di Areal Museum Bala Putra Dewa.



Tanggal 9 Juni yang lalu, sekalian pembagian hadiah lomba antar kelas
dari mengarang sampai lari Estafet.
Seru....rameee....

Yunda bagi raport tanggal 19 Juni kemarin,
sebelumnya ada pentas seni.
Spesial persembahan siswi kelas Yunda, Kelas I Ibnu Sina
Puisi Untukmu Bunda dan Persaudaraan.
KerEeeen....mampu membuat mata kami para orangtua berkaca-kaca.

Raport Yunda?? Alhamdulillah.....Nilai rata-ratanya 90,
tertinggi dikelasnya 91, rata-rata kelas 85.
Ndak dapat rangking, karena di BI tak ada rangking alias peringkat.

Tentang rata-rata kelas, ada yang kucatat dari Bunda Aspi,
Kepsek SDIT Bina Ilmi, pada sambutannya sesaat menjelang bagi raport,
Ternyata mendatang Raport dari Diknas tidak lagi mencantumkan rata-rata kelas.
Karena memang tidak perlu, imbuh beliau.Tidak mewakili.
Dan tidak bisa seorang siswa dilihat
dengan rata-rata semua siswa yang ada dikelasnya.
Lebih jelas dicontohkan, misal nilai Hadist seorang anak 87
sedangkan rata-rata kelas 88,
kasian sekali kalau sampai orangtua siswa tersebut bilang
”Nilai Hadist Anakku dibawah rata-rata kelas”
Seolah nilai tersebut dibawah standar,
padahal semua orangtua akan sepakat bahwa nilai 87 itu sudah sangat bagus.
Ada beberapa siswa dikelas tersebut yang mendapat nilai 80 atau malah 75
Tapi karena ada 2 anak yang mendapat nilai 100 dan ada juga 90-an
Maka nilai rata-rata kelas menjadi 88.
Jadi alangkah tidak mewakilinya ya....
Bunda Aspi melanjutkan jadi yang penting dicantumkan diraport
Dan menjadi perhatian orangtua sebenarnya adalah KKM.

KKM ~Kreteria Ketuntasan Minimal,
misal untuk Hadist KKM di SDIT Bina Ilmi adalah 55.
Wah...wah jadi jauh ya nilai 87 dari KKMnya.
Maka bila KKM yang jadi acuan,
tak ada lagi lontaran kecewa orangtua siswa yang nilai rata-rata anaknya 70-an.
”Ya....kok nilai anakku dibawah rata-rata kelas semua ya....”
tak kan ada lagi...

Karena bila dicermati KKM kebanyakan 55, 56, 60
tertinggi 67 untuk Seni Budaya dan Keterampilan.

***

Adapun TKIT Bina Ilmi bagi raport tanggal 22 Juni hari selasa.
Perpisahan TK dan pentas seni sudah hari ahad tanggal 20 Juninya.
Hamas tahun depan masih TK B,
tapi ya tetap hadir perpisahan TK dengan full semangat.
Ada pembagian piala untuk semua siswa,
sesuai dengan keunikannya masing-masing
Hamas dapat piala dengan gelar Imajenatif
Wooow....SeeEEeenengnya !!!
Entah apa makna menurutnya, yang penting happy, bahagiaaaaa.....


Isi raport ?
Semua membanggakan, yang paling menonjol tentang SENI.
Meningkat sangat, terutama ditunjang oleh kretifitas dan imajenasi.
Semoga selalu di Jalan-Nya ya Kang....

***

Dirumah kami, selain Yunda dan Hamas, Mbak Endang juga bagi raport.
Baru hari ini, 26 juni 2010, Alhamdulillah juga bagus semua.
Naik kelas 3 SMU, bersiap dengan ujian kelulusan.
Apapun namanya nanti.

Hari ini juga selesai mendaftar sekolah Mb Nyai ke SMU 11,
Semoga bisa lulus test tanggal 1 Juli nanti.
Mb Nyai?
Nama aslinya Helmi Safitri, karena orang sunda dipanggil Nyai.
Dan anak-anakkupun memanggilnya Mb Nyai :)

Mbak Nur lagi nunggu pembagian ijazah,
Pengumuman SMU-nya yang lalu, jujur membuatku gugup.
Terkenang bagaimana dulu Pakle-Bulenya menitipkan saat pindah tugas ke Lampung.
Bermodalkan persaudaraan dan kepercayaan.
Sang Pakle-Bule adalah kawan seperguruan Abinya Hamas di Pe Ka eS.
Mb Nur naik kelas 2 SMU, tanggung kalau mau ikut pindah.
Bukan hanya masalah kepercayaan yang membuatku gugup,
saat menanti khabar kelulusannya,
lebih karena diakhir masa SMU Mb Nur sempat terserang ’Virus Pink’,
Ya Alhamdulillah semua dalam batas kendali,
Semoga selanjutnyapun akan baik-baik saja.....

Tentang Liburan.......
* akan dilanjutkan lain waktu, InsyaAllah

_____


"Bersyukurlah karena engkau tidak memiliki semua yang diinginkan,jika engkau memiliki semuanya,apa lagi yang hendak dicari?
Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu,karena itu memberi kesempatan kepadamu untuk terus belajar,
Bersyukurlah atas masa2 sulit yang engkau hadapi,karena salama itulah engkau tumbuh menjadi dewasa,
Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau milki,karena itu memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri,
Bersyukurlah atas steiap tantangn baru,karena hal itu akan membangun kekuatan dan karaktermu,
Jika engkau memliki 1 alasan untuk mengeluh,maka ada 1000 alasan untuk bersyukur..."
( kiriman Evie pas lagi buat note ini)

Minggu, 20 Juni 2010

KKM

Kreteria Ketuntasan minimal

Gerimis Petang ini


Gerimis petang yang mampu hadirkan bahagia
menderaskan syukurku....
meski tak ada indah pelangi setelahnya
bukan juga karena bau debu yang menguap basah menyatu

....lebih karena datangnya bersama khabar yang lama kunanti
semua terjawab bersama rinainya
meluruh senja dengan juang yang memang belum usai
semoga pertanda barokah

Ya Robb, Yang Maha Kuasa
Kuasakan daku untuk sebuah tugas mulia
menjadi tamu-Mu di Baitullah
adalah satu diantara sekian pinta
tak peduli mesti sebagai apa
Aku hanya ingin Ridha....

***
note 15 Juni 2010
sesaat setelah berita pelatihan tkhi
ada gerimis petang ini dihatiku

Senin, 14 Juni 2010

^- Mujahidku genap 5 tahun -^



Tepatnya tanggal 18 Juni 2010 ini
Ditengah bergolaknya perang di Gaza, 
Dan berlangsungnya Munas II Pe Ka eS
Mujahidku, Muhammad ‘Abid Hamasah genap berumur 5 tahun
Akang Hamas, mujahid Ummi dan Abi....
Selamat Hari Lahir ya....

”Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan kembali” 
QS. Maryam: 15
Kelas Abu Bakar, TK B di TKIT Bina Ilmi,
senang mewarnai dan gemar membaca
Kan lebih baik gemar membaca ya….daripada pandai membaca
Kartini’s Day kemarin Akang juara 3

Akang Hamas juara 3
Berkat busana daerah Nyai Anim yang dipilihkan oleh Nyai Sundari.
“Hebat kan” , kata Yunda  *padahal blangkonnya kekecilan lho...


Cerita tentang mewarnai,
Hamas pernah dapat bingkisan lho
Pringkat ke 4, lomba mewarnai disekolahnya
Akang Hamas penggemar Naruto
Suka Upin Ipin juga
Dulu favoritnya Power Rangers
Tentang Power Rangers, dulu Akang bilang
bahwa Hamas itu adalah Power Rangers Palestina
ada-ada saja :)
Suatu hari 22 Maret 2010
Hamas senang banget saat diajak Aksi ”SAVE PALESTINE”
Jalan sepanjang Gedung DPRD Prop s/d Bundaran Air Mancur
jadi saksi semangatmu Nak....
*Walau banyak dibopong Abi, tak akan mengurangi debur HAMASAH





Besoknya jadi cover Sumeks
Kau khabari Yai, Nyai, Datuk, Jidah dll dengan rasa bangga

”Akang masuk Koran”


Olahraga yang menjadi hobbynya adalah RENANG

Renang bareng Yunda
Hampir bisa.....

Tentang renang, ada cerita seru saat Hamas menjelang 4 tahun
karena lupa pakai pelampung dan langsung terjun dikolam 1 meter
blep...blep...timbul tenggelam
semua orang yang ada menburu, semua berseru....
"Wach...jagoan, pinter berenang"
"Hebat!!!....Pinter!!!"
Menghibur...menenangkanmu yang masih terbatuk diselingi tangis
Ummi langsung memelukmu
Jangan sampai ada trauma, semua berharap
Lantang kau berteriak

"Akang ni tenggelem, bukan pinter berenang....huuuu...."

Tangismu lepaasss
Pelukan Ummi mengencang
Tapi.....reda tangismu
langsung nyebur lagi
Alhamdulillah tak ada secuil trauma

....dan baru sekarang suka Sepakbola

Akang lebih mirip Jidah dalam banyak hal,
Bentuk wajah, senyumnya terutama
Suka ngingaunyapun sama
Kalu sudah sebulan ndak ketemu Jidah mesti mimpi tentang Jidah

”Jidah mangil-mangil Akang,
Jidah datang bawa Manggis,
Jidah ngetok rumah Akang pake baju Unggu
Jidah belikan Akang baju baru”

Pokoknya semua tentang Jidahnya
Jidah buat Akang bagai sosok Opah dalam Upin Ipin

Iedul Adha 2009, bareng Datuk Muhir dan Jidah Off
Hamas umur 2 tahun saat Avig, sepupunya lahir
Sudah buat panggilang sendiri
Jangan panggil Kakak, Abang juga ndak mau
Maunya dipanggil Akang
*mungkin maksudnya gabungan antara Abang dan Kakak ya...

Akang Hamas sosok yang romantis
Senang mencium dan dicium, senang memeluk dan dipeluk
Dan pandai mengungkapkan rasa sayang

”Akang Sayang Ummi, Muachhh....”

***

Akang Hamas hampir selesai IQRO 2 tinggal 2 halaman lagi
Lama macetnya....
Cerita Bunda Lili tentang ”satu baris” saja menurutmu :)
Ada-ada saja !

Jadi inget waktu Hamas tamat IQRO 1
Semua orang terdekat dikasih woro-woro
” Ya Kang, baru tamat Iqro 1, bukan tamat Iqro”
Comment Yunda gariing :(
Dan komentar Yundapun tak menyurutkan HAMASAHmu



***

Apa dan bagaimanapun dikau Nak...
Kau tetap yang terbaik
Kau selalu membanggakan
Dikau anak Sholeh
Mutiara jiwa
Penyejuk mata
Abadi dalam do’a

Selamat Hari Lahir Nak....


Kamis, 10 Juni 2010

Lingkaran Bidadari



Dinda….
Adamu menceriakan
Khabarmu kunantikan
Ceritamu menguatkan
Cerahkan hati, menghiasi jiwa
Walau daku bukan siapa
Tapi sosok dirimu satu dari sekian
….yang mampu memainkan dawai sukma



Dinda….
Langkahmu santun menggetarkan
Candamu segar tiada dusta
Semoga….
Bersama kita mengukir hari
Saling menjaga
Kokohkan pijakan
Terus menghangatkan
Berbagi saling mengurai lara
Meski jarang menghapus sempurna
Paling tidak, tak menjadi kesah yang sia
Curhat sehat sana sini
Harap bisa digiring bantu
Bila belum mampu biar lega merekah 


 
         










Dinda....
Dalam bersama banyak pilihan
Bukan semata pada bibit atau sayap
Ada hama ada cuaca
Ada angin juga badai
Disini juga lengkap dengan ketahanan
Imunitas juga stamina
Namun kita si penentunya
 Bermunajat, gemakan dalam keseharian


Dinda....
Keberadaanmu semua ada arti, sendiri menempati relung
Bukan karena tak hadirmu yang membuat gurat kecewa
Bukti beragam aktivitas
Hak raga untuk istirahat kala tak fit terlebih sakit
Tak ada beritamu yang mampu membuatku cemas
Apa tak sampai surat pekan ini
Atau tak nyaman bersua diri 
   


Dinda....
Dikau laksana bidadari dunia
Adalah perhiasan terindah  
yang bermimpi tak biasa  
bukan hanya sebatas pangeran berkuda
Mulia bertahta keluhuran
Orbit jejak berbentuk lingkaran
Semoga selalu ringan langkah kaki
Hadirkan energi kebajikan


 
Dinda sayang....
Ingatlah.....
Bertumbuh dan mengepak adalah sebuah keniscayaan
Tak peduli seperti apa rupa dan warna
Dalam bertumbuh butuh ikhlas
Ikhlas disebar, ikhlas dipindah
Ikhlas bertahan, ikhlas berbenah
Ikhlas berbuah :)
Menanam nilai, meretas generasi
Tentang mengepakpun juga butuh ikhlas
Ikhlas bersinkroni, ikhlas mengayun
Ikhlas membumbung, ikhlas berpetualang
Ikhlas bersama-sama :)



Dalam menjalin pita cinta
Bersama menembus cakrawala
Bersama melintas zaman menoreh cemerlang
Bersama menebar wangi kesturi
Disepanjang aurora warna pelangi
Dalam nyata bukan maya
Bersama....
....dalam Lingkaran Bidadari

   
***
 
untuk adeks yang wisuda hari ini, 
kemarin dulu dan besok-besok
teruslah bertumbuh dan mengepak bersama dalam lingkaran bidadari
kekal dalam rabithah, persiapan menyebar 
goresan cinta 10 juni 2010   

 

Tentang Mirip

Menilik status fb terbarunya suamiku…tanggal 01 Mei 2010

“Jemput Kando Pertama pulang Umroh. 
Ini kali ke-2nya menginjakkan kaki ke Tanah Suci, yg pertama haji. 
Menurut beliau, wajahku paling sering melintas selama disana 
*bukan hanya kerena kami mirip saja, bisa jadi ikatan hatilah penyebabnya. 
Ya Allah izin kan lah aku menjadi tamu-Mu di Baitullah, 
betapa harap dan rinduku.”

Jadi pengen comment, tapi biar special dibuat note aja ya…
Bukan tentang rindunya (rindu kami_tepatnya.com) ke Tanah Suci,
yang ini dilain waktu, Insya Allah akan kubuat khusus ^*

Ini tentang mirip







Mirip euy..............












Adalah suamiku, anak ke 4 dari 8 bersaudara, 6 laki-laki.
Kata banyak orang, terutama yang kenal tapi jarang bertemu,
sangat mirip dengan Kakak pertamanya, beda umur mereka 6 tahun.
Keluarga jauh sering salah menyebut nama.
Sering kali bila ada acara kondangan suamiku dipanggil
untuk sambutan mewakili Ayahanda dengan nama Taufik, kakaknya,
sudah tradisi biasanya nama anak sulung lah
yang di kenal dikalangan keluarga besar, walau tidak semuanya.
Keluarga akan langsung mengenali bila melihat istri yang mendampingi,
karena jelas sangat tidak mirip.
Bukan itu saja, saudara seperguruanpun sering salah mengenali keduanya.
Saudara seperguruan?
Iya, PKS ~ Perguruan Keadilan Sejahtera *^
Tapi kalau buat orang-orang yang sering berinteraksi, sudah tafahum,
sangat jelas ketidakmiripan itu, apalagi buatku sebagai istrinya,
tidak akan mungkin ketukar dach…

Buat yang lain, sah-sah saja mau bilang mirip atau tidak :)































Generasi Mirip Aisyah binti Taufik Saiman dan Khodijah binti Ridwan Saiman

Masih tentang mirip

Uniknya ini berlaku juga padaku dengan adik perempuan ke-3,
dengan selisih umur 5 tahun. 
Kami berdua mirip, kata banyak orang.
Aku sulung dari 5 bersaudara, 3 perempuan dan 2 laki-laki.
Almarhum Kakek kami sering sekali salah panggil.
“Ke, mana adikmu?” padahal yang ditanya justru si-adik.
Belum lagi pasienku yang sering bingung.
Pernah dengan keheranan seorang pasien bilang,
“Bu, tadi barusan ketemu dijalan kok sekarang sudah ada disini, trus bajunya kok lain ya?”
Nah lho…
Tapi buat orang yang sangat mengenal kami atau yang sudah tafahum,
jelas kami sangat tidak mirip.
Apalagi soal keahlian memasak, kami berbeda,
bagaimana tidak, adikku seorang alumni akademi Gizi,
jadi selain hobby, dia sangat piawai masak.
Sementara aku? Suka masaknya baru tahap coba-coba.
Ya beda tipis lah… ^^

***

H. M Taufik Saiman, Fauzan Muslim Saiman dengan putrinya Alexa Tiara Lutfiani, dan M Ridwan Saiman

Anggun B A Muhir bersama putra sulungnya, Muhammad Avignam Raya Bin Arief Radigusman


Aku dan Anak keduaku, Muhammad 'Abid Hamasah bin M. Ridwan Saiman

  ***

Tulisan ini kudidikasikan 
untuk membuat yang mengenal kami menjadi lebih "dekat", 
Eehmm... masih berada di Area Tafahum.
note tanggal 22 mei 2010

Senin, 07 Juni 2010

Marjo Oh Marjo

 
Kata banyak orang aku berbakat jadi Makelar Jodoh,  alias Marjo. Pasalnya, ada beberapa sahabat dan kerabat, yang sukses kupertemukan, hingga berakhir dipelaminan. Paling fenomenal adalah kedua iparku.
Ayuk dan adik perempuan suamiku. Untuk Ayuk hanya terpaut setengah tahun dari pernikahanku.
Berkat rajin curhat sehat. Aku dapat info ada seorang adik yang berniat mencarikan Kakaknya istri.
Cerita pun berkembang, mekar kemana-mana. Tanya umur, kreteria sampai pengalaman masa lalu sang Kakak. Pertemuan perdanapun dirancang. Singkat cerita tak sampai sebulan mereka menikah. Sekarang sudah punya dua anak. Bahagianya...aku jadi semakin disayang mertua. Anak gadisnya yang nyaris berkepala tiga. Dapat pria idaman, pengusaha euy...

Beberapa tahun berselang, giliran adik ipar perempuanku yang kujodoh-jodohkan. Keluarga suamiku mulai resah, usia iparku yang ini hampir 28 tahun. Ada saja celah yang kumasuki. Teman di Bis yang tetap sholat diperjalanan. Pedagang langganan dipasar yang sudah terbukti kejujurannya, semua aku tanyai. Mana tahu ada saudara yang lagi cari istri. Terkesan ngotot ya...Dan ini membuahkan hasil.
B E R H A S I L !!! Sekali lagi aku berhasil. Kebayangkan betapa senangnya mertuaku. Terlebih iparku kali ini dapat orang kantoran, sesuai harapan Ibu mertuaku.



***

Waktu terus belalu, wara-wiri dengan rutinitas. Aku makin sering jadi perantara jodoh atau Makelar Jodoh.
Teman kuliah dulu, bahkan teman SMU dan SMP. Sejawat ditempat kerja, lengkap dengan handai taulannya.
Kawan arisan. Sepupu kiri kanan. Jiran tetangga, samping, depan, juga belakang, satu RT bahkan satu RW.
Senangnya bisa membantu. Walau tak selamanya sukses, tapi tak apalah....Yang namanya jagoan tak kan pernah menyerah. Gagal sekali dua. Tak kan ada artinya dengan harapan sukses yang berlipat-lipat. Yang pasti niatku membantu.

Entah karena sudah sering sukses. Aku makin ketagihan. Lebih dari itu namaku mulai naik daun. Walau belum sepopuler Gayus si Makelar kasus. Wadau...Aku pun mulai diburu banyak orang.

”Aku pria mapan berpendidikan, umur 29 tahun, muslim dan Aku tahu reputasimu dari seorang wartawan.”

Nach lho...kok mulai lebay. Aku kan tak pernah pasang iklan, and than...aku tak buka biro jodoh. Tapi namanya usaha, siapa tahu aku bisa.

”Kreterianya apa Mas ?” tanyaku simpatik, jujur heran.

Kok tidak minat ikut Take Me Out atau sejenisnya di TV ya...

“ Seiman, bisa jadi Ibu yang baik nantinya, itu saja.”

Rasanya aku bisa membantu, itukan simple sekali. Aku langsung ingat guru ngaji privat anakku. Kan masih perawan ting tong. Manis, sabar, menutup aurat dengan rapi. Cukup modal sebagai Ibu yang baik menurutku.
Seminggu yang lalu saat berkesempatan ngobrol dengan sang guru, alasannya belum menikah pada usia 31 tahun, hanya karena belum ada yang mau. Wach... kesempatan emas dong :) Jarang lho ketemu yang mudah gini. Biasanyakan yang minta carikan suami. Jauh lebih sulit, bahkan ada biro jodoh yang menutup keanggotaan untuk peserta wanita sudah bludak bok...melebihi kuota jamaah haji, daftar tunggunya antri tri.
Hmm...Benakku langsung penuh rencana pertemuan. Ada yang bisa nebang endingnya seperti apa?
Belum apa-apa si-Mas langsung nolak. Kurang pas katanya ringan, selidik punya selidik, dia kecewa dengan kerjaku.

”Mestinya lihat pendidikannya, minimal selevel, S2 gitu”, serunya angot sambil berlalu.

Huuuu....capee dech, kok gitu sich :(

***

Dan belakangan aku sering dihadapkan dengan yang model ini. Bilang awalnya yang perting sama agamanya.
Ech.... tak tahunya mau yang PNS, mesti satu Suku lah....Minta yang kulitnya putih, hidung bangir, senyumnya manis. Hahay...padahal aku tak pernah punya koleksi drakula, karena bukan kah cuma drakula yang senyumnya menyerigai. Ada-ada saja....Pernah ada seorang wanita tambun berumur 28 tahun yang datang padaku, minta carikan suami yang tinggi semampai. Saat melihat aku tersenyum, dia langsung berdalih
untuk perbaikan keturunan katanya. Ya...ya....sah-sah saja.

Tapi aku tetap masih semangat dengan profesi sampinganku, walau tak ada gaji bin pesangon, ’kan niatku mau membantu, itu saja. Tapi jujur makin hari aku lebih suka yang jelas dari awal. Sebut kreteria sampai berlembar kertas. Tak apalah walau akupun semakin sulit mencarikan yang pas. Ya paling tidak tak mengada-ada. Sulitnya dari awal. Bukan yang tampak mudah tapi justru menyulitkan. Seolah simple ternyata sungguh reeeepot :(

Walau jujur, kalau semakin ribet aku makin menikmatinya. Suatu kebahagiaan tersendiri bila membuat orang yang kita kenalkan berjodoh. Jikapun belum berjodoh, paling tidak menambah kenalan baru.

***

Ada-ada saja pengalaman riuhku sebagai Marjo belakangan ini. Dan baru saja lewat kejadian yang membuatku makin antusias menjadi Marjo. Seorang wanita paruh baya yang santun sengaja menemuiku,

”Aku kemari mau minta tolong Nak...aku tahu tentangmu dari Bu Walikota”


Ay...ay...reputasiku sampai dikalangan istri pejabat. Tak tanggung-tanggung, Istri Walikota gitu lho!!!
Padahalkan aku belum pernah bertemu muka dengan beliau, batinku bangga :)  Pergilah jauh-jauh kesombongan, karena kulihat dia mulai rajin menggodaku. Sejenak kutata hatiku, meluruskan niat yang mulai mengat-mengot. hiks...hiks


”Aku minta carikan WIL untuk anakku”, lanjutnya tegas.

”Haaa...enggak salah Bu...kok bisa??” tak bisa kusembunyikan kagetku.

”Tenang Nak...maksudku begini,  anak saya karena sibuk bekerja belum juga mau menikah,
alasannya kalau jodoh nanti akan datang sendiri, lagian aku takut tak ada yang seperti Mami katanya, sekarang sudah 35 tahun. Jadi ternyata diam-diam dia mengidamkan sosok wanita seperti saya, Maminya”, curhat Sang Ibu panjang.

Oalaaaah...ternyata itu maksudnya WIL tadi, Wanita Idaman Lain selain Ibunda.

”Kemarin dia baru selesai S3 di Jepang, biasiswa. Kusambut kedatangannya dengan sukacita, 
bangganya menjadi Maminya. Hingga aku sulit bicara hingga malam. Dia, anakku itu menemuiku dengan raut muka sedih, Mami kenapa tanyanya, lidahku kelu, aku ingat Almarhum Papinya. Ternyata dia menebak lain. Mami pengen punya mantu ya? Ya sudah, mulai besok Mami carikan untukku, kalau Mami suka, aku akan menikahinya. Itu lah mengapa aku datang kepadamu Nak...
aku sangat butuh bantuanmu.”

Aku sangat ingin bisa membantunya, ’berkerudung’ sosok yang disyaratkannya. Sederhana tampaknya, itulah satu yang membuatku antusiasku berkobar.Andai semua anak laki-laki memahami....Betapapun seorang Ibu bangga mempunyai seorang anak lelaki yang begitu menomor satukannya, si Ibu akan tetap berharap ada WIL dalam hidup anaknya tersebut. Lebih jauh antusiasku sengaja kuundang datang...Karena menurutku lebih mudah mencarikan istri ketimbang suami. Optimis ku pupuk dengan riang. Bagaimana menurutmu?

***

Akulah Marjo. Beda lho dengan Makcomblang. Paling tidak menurutku, kalau Makcomblang kan biasanya  untuk orang pacaran. Malah sering kejadian ujung-ujungnya Makcomblangnya yang dinikahi. Sekali lagi aku Marjo, aku sudah menikah dan memfasilitasi orang yang juga mau menikah, bukan sekedar berniat pacaran.
Tapi plizzzs.... jangan panggil aku Marjo ya...karena Marjo bukan namaku. 
Marjo Oh Marjo...

***


Pernah kukirim ke suatu kontes, tak ada predikat.  Untuk semua yang baca ini, jangan bingung-bingung, janji ndak ketawa ya....ini cerita fiktif belaka, bila ada kesamaan tokoh atau latar hanya kebetulan yang disengaja, hak cipta dilindungi :)

Minggu, 06 Juni 2010

Yunda






Nama lengkap
Khodijah Auliya Tsabitta
Kelahiran 
25 Oktober 2003 
di Klinik Mama Palembang





Khodijah panggilan spesial Abi, dari nama yang memang disematkannya.
Wanita Penghulu Syurga, 
istri yang selalu dikenang dan teramat dicintai Sang Idola.
Yang dari rahimnya lahir wanita penghulu Syurga juga, Fatimah Az Zahra.

Aku dan keluarga lain awalnya memanggilnya Tsabitta
berasal dari kata Tsabat ~ Teguh, kokoh

Tapi sejak mempersiapkannya untuk punya adik
diusianya yang belum genap 2 tahun
Kami menganugrahkannya panggilan sayang Yunda
Yunda  artinya sama dengan  Ayunda ~ Ayuk ~ Kakak Perempuan










Dan semua keluarga ‘dekat’ pun ikut memenggilnya Yunda
Dan sejak di TK ada banyak kawan dan Bunda gurunya
Yang ’nyaman’ ikut memenggilnya Yunda


Yunda sendiri?
Sebenarnya aku sangat yakin sulungku menyukai nama sapaannya tersebut,
dan ternyata lebih dari suka, sebab kemarin saat aku kesekolahnya,
usai semesteran dan bertemu dengan Bunda Narti, guru Yunda
yang bercerita bahwa anakku selalu menuliskan namanya
bahkan disemua kertas ujian semester juga
hanya dengan Y  U  N  D  A

Oaaalaa....nak, Nak....tak kusangka sejauh itu :)
Pada waktunya nanti tentu dikau akan mengerti Nak...

Sekarang Yunda kelas 1 SD di SDIT Bina Ilmi, Palembang
"Sekolah Para Bintang, Cinta Al Qu'an
Berakhlak Mulia"

Ujian Nasional kelas 6 SD masih 5 tahun lagi, 
*kata Abi, UN sudah dihapus....dibatalkan oleh MK
Karena menurutku, bukan karena dirimu tak menyukai nama aslimu
Tapi mengapa mesti menuliskan yang panjang
Kalau nama Yunda saja dapat mewakili


Bergaya bak Marinir, inilah Mujahidah.....


Tentara Allah.

 Semesteran Yunda

Yunda baru selesai semesteran kenaikan kelas
Mata pelajaran kemarin jum’at, 
4 Juni 2010 hari terakhirnya, 
Bahasa Arab dan PKN.
Persiapan semesteran Yunda? 
Belajar, tapi ya...tentu full bermain
Tak mengapa Nak....toch setiap hari juga dikau sudah belajar
Belajar kan bukan hanya buat nilai semesteran saja
Misalnya untuk Bahasa Arab
Yunda hanya perlu bernyanyi, ya....nyanyi-nyanyi
Lagu-lagu Bahasa Arab, satu kucuplikan

)*Dengan lirik Lihat Kebunku
    Mufrodat: Hewan Penyebar Penyakit

Ba’uudoh  Nyamuk
Dzubaabun  Lalat
Sur Suur  Kecoa
Qittun itu Kucing

                    Kalbun itu Anjing
                    Fa’run itu Tikus
                    Nama-nama hewan
                    Penyebar penyakit




Cita-Cita Yunda

Pakai toga Ammah Evi.


















Cita-cita Yunda masih suka berubah-ubah
dulu pernah bercita-cita jadi Dokter
Pernah juga Pengacara

Jangan tanya mengapa ya, jawabannya sangatlah beragam,
panjang dan masih suka berubah
Tapi belakangan Yunda selalu sebut G U R U sebagai cita-citanya
bahkan ditulis pada formulir Jarimatika

Aku sempat pernah membayangkan Yunda kalau jadi Guru
kira-kira seperti apa ya ???
*aku sibuk membayangkan sosok para guru yang kukenal
dari guruku TK sampai para dosen saat kuliah
hingga sadarku mengungkap
bukankah hakikatnya kita semua adalah guru

Melebur segenap do'a...

                       Semoga Yunda jadi guru yang handal
                       Guru yang mengajarkan cinta
                       Guru yang mewariskan kebaikan
                       Guru yang menapaki jejak kemuliaan

                       Guru yang mendidik
                       Guru yang menempa dengan Generasi Robbani
                       Guru yang mencerahkan
                       Guru sebuah peradaban Agung

 Serba-serbi tentang Yunda



Yunda suka kartun Srowberry dan Upin Ipin
Hobby renang dan manjat-manjat, motorik menonjol
 
Sahabat sekarang Yasmin, lainnya banyak
Tamat Iqro di Usia 5 tahun lebih 7 bulan, akhir TK B
Bisa membaca awal TK B, usia 5 tahun 1 bulan
Cakap berjalan umur 11 bulan
Kata banyak orang pemalu, tapi menurutku Yunda pengamat ulung

Cucu pertama dari Datuk dan Jidah Blambangan
A N D A L adalah nama dari Datuk
*Orang Lampung punya nama sendiri untuk cucunya
Cucu keempat dari Nyai Yai Palembang,yang punya mata istimewa menurut Yai,
siratkan bakat cerdas lagi cemerlang


***

Yunda shalihat
Anak Ummi da Abi
Penyejuk mata
Abadi dalam do'a


***

Semoga kelak yunda baca ini, dengan inginnya sendiri, dan jazakillah Nak...sudah ajak Akang Hamas mandi sendiri saat Ummi buat 'note' ini ;)

Jumat, 04 Juni 2010

Biar bisa S3













Di Kampus suamiku, menemaninya setor ini itu untuk ujian tesis.

Semoga dimudahkan, melewati semuanya dengan indah.
Siapa yang tak ingin S2 selesai tepat waktu, tapi semua tentu punya ceritanya sendiri.
Aku, suamiku salah satunya.

Allah beri kesempatan untuk S2, kami gunakan dengan memohon keberkahan-Nya.
S2...S3....atau S bon-bon sekalipun, bila ini untuk tujuan agar dapat memberikan manfaat lebih banyak lagi untuk ummat, minimal untuk orang-orang terdekat, harus siap kita lakoni.

Buat suamiku berkiprah di dunianya, jalur Yudikatif ada satu mimpi besar yang ingin diwujudkannya, mengambil peran strategis ditengah carut marut hukum negeri ini
Satu syarat yang harus dipenuhi..... ya harus DR dibidang Hukum.
Peluang beasiswa sudah mulai dijajaki, optimis tentu ada.
Dukungan dari orang-orang terkasih berdatangan, full menyemangati.

BISA....BISA, harus BISA !!!














Maka untuk merealisasikannya hanya ada satu cara,
selesaikan S2 :)
Maju ujian tesis yang sudah lama tertunda.
Iya kan? Gimana mau S3 kalu S2nya aja belum.
Jadi perjuangan hari ini bukan hanya sekedar untuk tamat S2,
tapi lebih dari itu, biar bisa S3 :)

Satu yang pasti, keyakinan bahwa orang yang berilmu dinaikkan derajatnya sesuai janji Allah, Pemilik Semua Ilmu.

***

palembang darussalam diwaktu dhuha
semoga diluruskan niat....awal juni 2010
dan kamipun memohon do'a

Mandi hujan lagi


Ba'da Ashar, hujan deras yang menawan
mengundang hasrat anak-anakku untuk mandi hujan.

"Ummi....mandi hujan ya !!!"  
Yunda mulai  mewakili.

"Iya miii...telfonin Abi dong, 
Abi dah janji lho mau mandi hujan bareng"
Akang tak mau kalah menimpali.

Hmm....betul, Abi memeng ada janji mau mandi hujan bareng anak-anak.
Segera kutelf, ternyata lagi menunggu sidang, asli tak bisa kali ini
Tapi sungguh.....
tak mengurungkan niat Yanda dan Akang untuk mandi hujan.
Hujan yang deras namun indah,
akupun tak ada alasan melarang mereka

Mandilah Nak....
GPL ya....





Riang.....
Seruuuu....







Seeeeegeeeeerrrrrrrrrrrr......








Penuh sensasiii......





Mandi hujan memang menghadirkan sensasi tersendiri, 
hampir semua anak menyukainya.
Walau tak semua orangtua mengizinkan anaknya 
untuk mandi hujan, dengan beragam alasan


Awalnya aku termasuk yang tak begitu antusias dengan 'acara' ini,
mengingat kedua anakku ada bakat Ashma sepertiku,
namun semakin usia mereka melampaui >4 tahun
aku seolah berdamai dengan kekhawatiranku
Dulu waktu kecil aku sering dilarang mandi hujan
karena suka kambuh Ashma setelah mandi hujan
sementara mau berobat dokter tak selalu ada
ini tak berlaku untuk anak-anakku
Dokter mereka selalu siap

Kalaulah ada yang harus diperhatikan adalah:
  • hujan tak disertai badai, angin kencang, petir menyambar dan fenomena alam sejenisnya :)
  • ada batas waktu yang disepakati*meski tak selalu efektif
  • hujannya bukan hujan gerimis alias hujan kecil apalagi hujan panas    
Seperti sore ini, mereka mandi hujan dengan riangnya,
entah sampai berapa lama melampaui menit-menit yang disepakati
biarlah.....
sakitkan bukan milik hujan
toch....mereka begitu menikmatinya

Susu hangat menyambut mereka


Untuk anak-anakku ini mandi hujan yang kesekian,
tapi selalu menghadirkan suasana gembira yang menyengat.
Yang pasti baru kali ini diabadikan foto-fotonya,
meski tak begitu memuaskan,
pas kamera lagi tak ada dirumah

Dan mereka masih menyimpan harap, 
besok-besok bisa mandi hujan (lagi) bareng Abi.

 ***

hujan deras dipetang kamis, 03 juni 2010
irigasi, GIP blok B7, pakjo

Rabu, 02 Juni 2010

Dari dirimu, kubelajar banyak hal...

Sorot mata tajam bernyali menyiratkan semangat yang berkobar. Semangat yang tak pernah bisa dipadamkan oleh serangkaian penindasan, penyiksaan bahkan pembinasaan. Hidup abadi hanyalah di Syurga-nya, jadi tak pernah ada gentar, tak ‘kan ada kata takut mati . Kesyahidan justru dirindu, dipuja, bahkan diburu. Kalaupun ada sirat kebencian, itu semata untuk Zionis Israel, Yahudi laknatullah…

Senyummu damai, penuh cinta. Cinta perdamaian, tapi jelas lebih cinta kemerdekaan, merdeka menjadi hamba-Nya. Meski dalam semua belenggu penjajah yang menghalang, membatasi setiap gerak kakimu ke Sekolah, kau tetap berjaya. Bahkan untuk menjadi hafidz, tak perlu tempat ‘nyaman’.
Dari berita kubaca (eramuslim.com):
Sesaat usai Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Alquran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid, mengalahkan yang ingin syahid lainnya. Betapa kami terlampaui, kalah telak.

Katamu tulus, sarat makna dan pengharapan. Riang berkata, cukup Allah penolong kami. Yang dengan kalimat itu, kau sapa dunia dengan keyakinan bahwa bendera Palestina akan terus berkibar walau nyawa taruhannya.

Tangan dan kakimu, terampil menunjukkan ketangguhan, keperkasaan. Tanpa tempaan permainan serupa layang-layang atau gobak sodor. Karena medanmu, medan berlatih dengan ranjau, mengelak dari desingan peluru juga mesiu. Dan medanmu adalah tempat bertempur dengan batu, kerikil juga katapel.

Mimpimu, adalah mimpi besar, mimpi peradapan. Janji Allah di Al Qur’an. Kemenangan hanya soal waktu, tapi bagimu tak ada celah untuk berpangku tangan, berleha tak ada dalam kamus fikirmu.

Ibumu adalah wanita hebat pengukir sejarah. Wanita yang mungkin tak dikenal media, tersembunyi, terbenam bersama perjuangan membina generasi pejuang. Mereka tidak populer, tapi selalu membisikkan spirit kepahlawanan ke telinga-telinga putera-puteri tercinta...

"Nak, kehidupan abadi itu di surga. Kemuliaan itu senantiasa harus ditebus dengan tetes darah dan derai air mata"!

Setiap zaman ada sejarahnya. Dan setiap sejarah mencipta pahlawannya sendiri. Begitu pun tanah Palestina. Tak terhitung jumlahnya mereka yang syahid. Dan setiap darah yang mengucur dari luka perih yang mengucur deras, seolah menjadi penyubur lahirnya generasi yang siap syahid berikutnya. Tak harus orang dewasa, bahkan semangat kepahlawanan anak-anak Palestina tumbuh lebih cepat.


Wajahmu mengalihkan duniaku* korban iklan :(


...Aach, semua tentang dirimu membuatku harus belajar banyak hal.
Belajar menempa dan membina generasi sepertimu, anak-anak Palestina...

***

membaca eramuslim.com bersama Nanda, tentang anak-anak Palestina, bagaimana mereka dalam penjara, tentang sosok Ibu, wanita-wanita Palestina juga sekolah di Palestina. satu tanya dari mereka, siapa guru-guru di Palestina?


 Foto-foto semua dapat pinjem di Google.

Seperti Fatimah Az Zahra

Inilah wanita-wanita Tangguh Palestine.

***

Banyak teman, rekan, sanak,dulur dan seterusnya (pokoknya orang-orang terdekat dalam hidup kita) yang menjalani hari-hari sebagai Ibu skaligus istri, merasa kewalahn saat harus mengurus rumah tampa bantuan seorang khadimat* pembantu bahasa kerennya.

"Kerjaan jadi lama dan kita jadi capek banget, banyangin kayak orang dikejar-kejar maling, terengah. Akhirnya kita sulit meluangkan waktu untuk tilawah atw sekedar baca buku. BeTe, dan membuat kita jadi jutek ke anak-anak, suami juga jadi kena getahnya", 
ini curhat seorang rekan yg IRT dengan 3 anak BALITA suatu ketika.

"Boro-boro mau beres, mana kita mau pergi kerja juga. Jadi kasian anak-anak kadang berangkat sekolah gak sempat sarapan, sering ya Mie lagi Mie lagi, padahal dah bangun sebelum subuh lho", 
cerita seorang sanak yang memang wanita karier dg 4 anak yang maslh SD-TK.

"Kalu saya masih sempat masak, anak-anak kan mau bawa bekal ke Sekolah, tapi ya itu, kami pegi pagi-pagi meninggalkan rumah yang seperti kapal pecah. Pulang kerja dah sore, capek jadi boro-boro sempat beberesan, paling ya ngosok baju untuk kerja suami, saya dan sekolah anak-anak besok." kata seorang ibu pekerja dg 2 anak lainnya.


Di suatu kesempatan seorang saudara yg IRT tulen bercerita dengan riangnya 
bahwa sudah seminggu ini dirumahnya ada yang bantu.
"Duch senengnya jadi gak perlu jadi si-Inem lagi", 
katanya dengan wajah sumbringah.
Dan kala itulah ada seorang saudara lain menimpali dengan nada protes.

"Jangan dbilang kayak Inem dong Mbak, tapi kayak Fatimah aja :) "
Menyadarkan ku bahwa pontang-pantingnya kita sebagai IRT yang tampa khadimat 
itu adalah mulia dan terhormat seperti Fatimah Az-Zahra binti Muhammad SAW.
Duhai Robby izin kan kami sepertinya...

***

Fatimah Az-Zahra binti Muhammad SAW
(Puteri-puteri Teladan dalam Islam)
________________________________________

Fatimah adalah "ibu dari ayahnya." Dia adalah puteri yang
mulia dari dua pihak, yaitu puteri pemimpin para makhluq Rasulullah
SAW, Abil Qasim, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim.
Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan perhatiannya pada
ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlaq, adab,
hasab dan nasab.

Fatimah lebih muda dari Zainab, isteri Abil Ash bin Rabi' dan
Ruqayyah, isteri Utsman bin Affan. Juga dia lebih muda dari Ummu Kul-
tsum. Dia adalah anak yang paling dicintai Nabi SAW sehingga beliau
bersabda :"Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga
menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku." [Ibnul
Abdil Barr dalam "Al-Istii'aab"]

Sesungguhnya dia adalah pemimpin wanita dunia dan penghuni
syurga yang paling utama, puteri kekasih Robbil'aalamiin, dan ibu dari
Al-Hasan dan Al-Husein. Az-Zubair bin Bukar berkata :"Keturunan Zainab
telah tiada dan telah sah riwayat, bahwa Rasulullah SAW menyelimuti
Fatimah dan suaminya serta kedua puteranya dengan pakaian seraya ber-
kata :"Ya, Allah, mereka ini adalah ahli baitku. Maka hilangkanlah
dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya." 
["Siyar A'laamin Nubala', juz 2, halaman 88]

Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :"Datang Fatimah kepada
Nabi SAW meminta pelayan kepadanya. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya :
"Ucapkanlah :"Wahai Allah, Tuhan pemilik bumi dan Arsy yang agung.
Wahai, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu yang menurunkan Taurat,
Injil dan Furqan, yang membelah biji dan benih. Aku berlindung kepada-
Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai nyawanya. Engkau-
lah awal dan tiada sesuatu sebelum-Mu. Engkau-lah yang akhir dan tiada
sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang batin dan tiada sesuatu di bawah-
Mu. Lunaskanlah utangku dan cukupkan aku dari kekurangan." (HR. Tirmidzi)

Inilah Fatimah binti Muhammad SAW yang melayani diri sendiri
dan menanggung berbagai beban rumahnya. Thabrani menceritakan, bahwa
ketika kaum Musyrikin telah meninggalkan medan perang Uhud, wanita-
wanita sahabah keluar untuk memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin.
Di antara mereka yang keluar terdapat Fatimah. Ketika bertemu Nabi SAW,
Fatimah memeluk dan mencuci luka-lukanydengan air, sehingga darah
semakin banyak yangk keluar. Tatkala Fatimah melihat hal itu, dia
mengambil sepotong tikar, lalu membakar dan membubuhkannya pada luka
itu sehingga melekat dan darahnya berhenti keluar." 
(HR. Syaikha dan Tirmidzi).

Pemimpin wanita penghuni Syurga Fatimah Az-Zahra', puteri Nabi
SAW, di tengah-tengah pertempuran tidak berada dalam sebuah panggung
yang besar, tetapi bekerja di antara tikaman-tikaman tombak dan pukulan-
pukulan pedang serta hujan anak panah yang menimpa kaum Muslimin untuk
menyampaikan makanan, obat dan air bagi para prajurit. Inilah gambaran
lain dari pute sebaik-baik makhluk yang kami
persembahkan kepada para pengantin masa kini
yang membebani para suami dengan tugas yang tidak dapat dipenuhi.

Ali r.a. berkata :"Aku menikahi Fatimah, sementara kami tidak
mempunyai alas tidur selain kulit domba untuk kami tiduri di waktu
malam dan kami letakkan di atas unta untuk mengambil air di siang hari.
Kami tidak mempunyai pembantu selain unta itu." Ketika Rasulullah SAW
menikahkannya (Fatimah), beliau mengirimkannya (unta itu) bersama satu
lembar kain dan bantal kulit berisi ijuk dan dua alat penggiling gandum,
sebuah timba dan dua kendi. Fatimah menggunakan alat penggiling gandum
itu hingga melecetkan tangannya dan memikul qirbah (tempat air dari kulit)
berisi air hingga berbekas pada dadanya. Dia menyapu rumah hingga berdebu
bajunya dan menyalakan api di bawah panci hingga mengotorinya juga. Inilah
dia, Az-Zahra', ibu kedua cucu Rasulullah SAW :Al-Hasan dan Al-Husein.

Fatimah selalu berada di sampingnya, maka tidaklah mengherankan
bila dia meninggalkan bekas yang paling indah di dalam hatinya yang
penyayang. Dunia selalu mengingat Fatimah, "ibu ayahnya, Muhammad", Al-
Batuul (yang mencurahkan perhatiannya pada ibadah), Az-Zahra' (yang ce-
merlang), Ath-Thahirah (yang suci), yang taat beribadah dan menjauhi
keduniaan. Setiap merasa lapar, dia selalu sujud, dan setiap merasa payah,
dia selalu berdzikir. Imam Muslim menceritakan kepada kita tentang keuta-
maan-keutamaannya dan meriwayatkan dari Aisyah' r.a. dia berkata :

"Pernah isteri-isteri Nabi SAW berkumpul di tempat Nabi SAW. Lalu
datang Fatimah r.a. sambil berjalan, sedang jalannya mirip dengan jalan
Rasulullah SAW. Ketika Nabi SAW melihatnya, beliau menyambutnya seraya
berkata :"Selamat datang, puteriku." Kemudian beliau mendudukkannya di
sebelah kanan atau kirinya. Lalu dia berbisik kepadanya. Maka Fatimah
menangis dengan suara keras. Ketika melihat kesedihannya, Nabi SAW ber-
bisik kepadanya untuk kedua kalinya, maka Fatimah tersenyum. Setelah itu
aku berkata kepada Fatimah :Rasulullah SAW telah berbisik kepadamu secara
khusus di antara isteri-isterinya, kemudian engkau menangis!" Ketika Nabi
SAW pergi, aku bertanya kepadanya :"Apa yang dikatakan Rasulullah SAW
kepadamu ?" Fatimah menjawab :"Aku tidak akan menyiarkan rahasia Rasul
Allah SAW." Aisyah berkata :"Ketika Rasulullah SAW wafat, aku berkata
kepadanya :"Aku mohon kepadamu demi hakku yang ada padamu, ceritakanlah
kepadaku apa yang dikatakan Rasulullah SAW kepadamu itu ?" Fatimah pun
menjawab :"Adapun sekarang, maka baiklah. Ketika berbisik pertama kali
kepadaku, beliau mengabarkan kepadaku bahwa Jibril biasanya memeriksa
bacaannya terhadap Al Qur'an sekali dalam setahun, dan sekarang dia
memerika bacaannya dua kali. Maka, kulihat ajalku sudah dekat. Takutlah
kepada Allah dan sabarlah. Aku adalah sebaik-baik orang yang mendahului-
mu." Fatimah berkata :"Maka aku pun menangis sebagaimana yang engkau
lihat itu. Ketika melihat kesedihanku, beliau berbisik lagi kepadaku,
dan berkata :"Wahai, Fatimah, tidakkah engkau senang menjadi pemimpin
wanita-wanita kaum Mu'min atau ummat ini ?" 

Fatimah berkata :"Maka aku pun tertawa seperti yang engkau lihat."

Inilah dia, Fatimah Az-Zahra'. Dia hidup dalam kesulitan, tetapi
mulia dan terhormat. Dia telah menggiling gandum dengan alat penggiling
hingg berbekas pada tangannya. Dia mengangkut air dengan qirbah hingga
berbekas pada dadanya. Dan dia menyapu rumahnya hingg berdebu bajunya.
Ali r.a. telah membantunya dengan melakukan pekerjaan di luar. Dia ber-
kata kepada ibunya, Fatimah binti Asad bin Hasyim :"Bantulah pekerjaan
puteri Rasulullah SAW di luar dan mengambil air, sedangkan dia akan men-
cupimu bekerja di dalam rumah :yaitu membuat adonan tepung, 

membuat roti dan menggiling gandum."

Tatkala suaminya, Ali, mengetahui banyak hamba sahaya telah
datang kepada Nabi SAW, Ali berkata kepada Fatimah, "Alangkah baiknya
bila engkau pergi kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya." Kemudian
Fatimah datang kepada Nabi SAW. Maka beliau bertanya kepadanya :"Apa
sebabnya engkau datang, wahai anakku ?" Fatimah menjawab :"Aku datang
untuk memberi salam kepadamu." Fatimah merasa malu untuk meminta kepadanya,
lalu pulang. Keesokan harinya, Nabi SAW datang kepadanya, lalu bertanya :
"Apakah keperluanmu ?" Fatimah diam.

Ali r.a. lalu berkata :"Aku akan menceritakannya kepada Anda,
wahai Rasululllah. Fatimah menggiling gandum dengan alat penggiling
hingga melecetkan tangannya dan mengangkut qirbah berisi air hingga
berbekas di dadanya. Ketika hamba sahaya datang kepada Anda, aku me-
nyuruhnya agar menemui dan meminta pelayan dari Anda, yang bisa mem-
bantunya guna meringankan bebannya."

Kemudian Nabi SAW bersabda :"Demi Allah, aku tidak akan memberikan
pelayan kepada kamu berdua, sementara aku biarkan perut penghuni Shuffah
merasakan kelaparan. Aku tidak punya uang untuk nafkah mereka, tetapi aku
jual hamba sahaya itu dan uangnya aku gunakan untuk nafkah mereka."

Maka kedua orang itu pulang. Kemudian Nabi SAW datang kepada mereka
ketika keduanya telah memasuki selimutnya. Apabila keduanya menutupi kepala,
tampak kaki-kaki mereka, dan apabila menuti kaki, tampak kepala-kepala
mereka. Kemudian mereka berdiri. Nabi SAW bersabda :"Tetaplah di tempat
tidur kalian. Maukah kuberitahukan kepada kalian yang lebih baik daripada
apa yang kalian minta dariku ?" Keduanya menjawab :"Iya." Nabi SAW bersabda:
"Kata-kata yang diajarkan Jibril kepadaku, yaitu hendaklah kalian mengucap-
kan : Subhanallah setiap selesai shalat 10 kali, Alhamdulillaah 10 kali
dan Allahu Akbar 10 kali. Apabila kalian hendak tidur, ucapkan Subhanallah
33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan takbir (Allahu akbar) 33 kali."

Dalam mendidik kedua anaknya, Fatimah memberi contoh : Adalah
Fatimah menimang-nimang anaknya, Al-Husein seraya melagukan :"Anakku
ini mirip Nabi, tidak mirip dengan Ali."

Dia memberikan contoh kepada kita saat ayahandanya wafat. Ketika
ayahnya menjelang wafat dan sakitnya bertambah berat, Fatimah berkata :
"Aduh, susahnya Ayah !" Nabi SAW menjawab :"Tiada kesusahan atas Ayahanda
sesudah hari ini." Tatkala ayahandanya wafat, Fatimah berkata :"Wahai,
Ayah, dia telah memenuhi panggilang Tuhannya. Wahai, Ayah, di surfa Firdaus
tempat tinggalnya. Wahai, Ayah, kepada Jibril kami sampaikan beritanya."

Fatimah telah meriwayatkan 18 hadits dari Nabi SAW. Di dalam
Shahihain diriwayatkan satu hadits darinya yang disepakati oleh Bukhari
dan Muslim dalam riwayat Aisyah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Tirmi-
dzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud. Ibnul Jauzi berkata :"Kami tidak mengetahui
seorang pun di antara puteri-puteri Rasulullah SAW yang lebih banyak me-
riwayatkan darinya selain Fatimah."

Fatimah pernah mengeluh kepada Asma' binti Umais tentang tubuh
yang kurus. Dia berkata :"Dapatkah engkau menutupi aku dengan sesuatu ?"
Asma' menjawab :"Aku melihat orang Habasyah membuat usungan untuk wanita
dan mengikatkan keranda pada kaki-kaki usungan." Maka Fatimah menyuruh
membuatkan keranda untuknya sebelum dia wafat. Fatimah melihat keranda
itu, maka dia berkata :"Kalian telah menutupi aku, semoga Allah menutupi
aurat kalian." [Imam Adz-Dzhabi telah meriwayatkan dalam "Siyar A'laamin
Nubala'. Semacam itu juga dari Qutaibah bin Said ...dari Ummi Ja'far]

Ibnu Abdil Barr berkata :"Fatimah adalah orang pertama yang
dimasukkan ke keranda pada masa Islam." Dia dimandikan oleh Ali dan
Asma', sedang Asma' tidak mengizinkan seorang pun masuk. Ali r.a.
berdiri di kuburnya dan berkata :

Setiap dua teman bertemu tentu
akan berpisah
dan semua yang di luar kematian
adalah sedikit kehilangan satu demi satu
adalah bukti bahwa teman itu
tidak kekal

Semoga Allah SWT meridhoinya. Dia telah memenuhi pendengaran,
mata dan hati. Dia adalah 'ibu dari ayahnya', orang yang paling erat
hubungannya dengan Nabi SAW dan paling menyayanginya. Ketika Nabi SAW
terluka dalam Perang Uhud, dia keluar bersama wanita-wanita dari Madinah
menyambutnya agar hatinya tenang. Ketika melihat luka-lukanya, Fatimah
langsung memeluknya. Dia mengusap darah darinya, kemudian mengambil air
dan membasuh mukanya.

Betapa indah situasi di mana hati Muhammad SAW berdenyut
menunjukkan cinta dan sayang kepada puterinya itu. Seakan-akan
kulihat Az-Zahra' a.s. berlinang air mata dan berdenyut hatinya
dengan cinta dan kasih sayang. Selanjutnya, inilah dia, Az-Zahra',
puteri Nabi SAW, puteri sang pemimpin. Dia memberi contoh ketika
keluar bersama 14 orang wanita, di antara mereka terdapat Ummu
Sulaim binti Milhan dan Aisyah Ummul Mu'minin r.a. dan mengangkut
air dalam sebuah qirbah dan bekal di atas punggungnya untuk memberi
makan kaum Mu'minin yang sedang berperang menegakkan agama Allah SWT.

Semoga kita semua, kaum Muslimah, bisa meneladani para wanita mulia
tersebut. Amiin yaa Robbal'aalamiin.


Wallahu a'lam bishowab.

________________________________________
Sumber: "Tokoh-tokoh Wanita di Sekitar Rasulullah SAW"
Terjemahan dari buku "An-Nisaa' Haula Ar-Rasuul"
Disusun oleh Muhammad Ibrahim Salim.