Sabtu, 30 April 2011

Promosi Buku

Karya Jerry D. Gray seorang Mualaf asal Amerika

Buku ini kudapat saat acara KPJ HPA di Asrama Haji 17 April yang lalu.
Dibaca kebut saat mau isi acara FORSIMA (Forum Silaturrahim Majelis Taklim Sebrang Ulu) tanggal 22 April 2011 dengan tema pengobatan alternatif, tapi baru tuntas semalam. 
Subhanallah, aku merasakan betul manfaat baca buku ini. Diantaranya yang bisa kubagi:
  • Agar kita tergerak hati menerapkan pengobatan cara Nabi.
  • Bila sudah menjalankannya jadi bertambah yakin.
  • Selebihnya belajar beberapa kiat pengobatan yang bisa kita gunakan dalam keseharian dengan mengambil tanaman yang ada disekitar.
  • Jadi lebih tahu kisah dibalik jargon sehat ala pengobatan modern.
  • Vaksinasi? Ternyata mengerikan.
  • Trus kalu kita sakit jadi lebih tenang, berusa untuk mengobati sendiri dengan panduan yang ada dibuku ini, jadi lebih hemat kan, tidak buru-buru pergi ke dokter.
  • Kembali menyemangati diri dengan keyakinan, bahwa Rasulullah adalah suri tauladan disemua bidang termasuk pengobatan.
Sebenarnya lebih banyak lagi, makanya walau tak dibayar aku rela promosikan buku ini.
Beli, baca, fahami dan praktekkan.

Dan dalam rangka mempraktekkan isi buku ini akupun mewajibkan diri belajar BEKAM, bareng temanku Pipit Smart, seorang PNS guru di SMA Olahraga yang sudah punya anak 4 dalam usianya yang belum genap 34 tahun. Ini foto pas selesai acara :


Emak-emak semangat belajar BEKAM.
Sharing materi Thibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), temanya kuganti sendiri, tak jadi tentang pengobatan alternatif. Ini rangkumanku untuk FORSIMA, simak ya....

Misi kenabian Rasulullah di bumi membawa rahmat bagi seluruh kaum Muslim secara khusus. Ya, Nabi tak hanya menanamkan pengetahuan tentang Keesaan Tuhan, tapi ia juga membawa pengetahuan soal kedokteran. Di antaranya Nabi menganjurkan menerapi diri lewat al-Qur’an dan madu. Nabi juga mengenalkan air Zamzam dan kurma sebagai penyembuh segala penyakit. 

Jenis yang kedua adalah penyakit badan (organ tubuh). Sakit pada fisik terkait dengan kondisi hati. Jika hati dalam keadaan galau dan waswas akan berdampak pada tubuh fisik. Kesehatan tubuh juga terkait dengan kecukupan asupan pada tubuh. Selama kebutuhan asupan terpenuhi, tubuh dalam kondisi normal.

Yang harus kita yakini adalah setiap penyakit pasti ada obatnya.
Allah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya, diketahui oleh yang mengetahui dan tidak akan diketahui oleh orang yang tidak mengerti. (HR. Bukhari dan Muslim)


Dalam praktiknya, pengobatan menyangkut dua bagian itu, yakni tubuh dan mental. Terapi cara Nabi tidak hanya mengandalkan doa, apalagi hanya mengeksploitasi ayat al-Qur’an menjadi jampi-jampi dan takhayul. Proses pengobatan cara Nabi juga menyertakan tindakan yang bersifat medis, meskipun sederhana. Di antara tindakan medis yang diyakini sebagai warisan Nabi adalah bekam. 



Maka letakkanlah sesuatu itu secara proporsional. “Nabi juga memang menggunakan doa maupun ayat-ayat al-Qur’an dalam menyembuhkan. Ia pernah menyembuhkan sahabatnya yang menderita suatu penyakit, dengan meminumkan air putih yang telah dibacakan al-Fatihah. Pada intinya, kedua macam pengobatan tersebut digunakan. 

Berbeda dengan pengobatsn alternatif.
Ada perbedaan mendasar antara pengobatan alternatif dan pengobatan Islami. Pengobatan alternatif di Indonesia berhubungan dengan kebudayaan dan agama yang diyakini oleh masyarakat seperti jamu dan dukun di masyarakat Jawa. Sedangkan pengobatan cara Nabi adalah bentuk pengobatan Islami yang merujuk pada tradisi nabi seperti terapi hijamah(bekam), madu, air zamzam, minyak zaitun, kurma dan jintan hitam (habatussauda) sebagai pengobatan Islami. 

Pengobatan islami adalah pengobatan modern dengan sistem evidence based medicine dan dipraktikkan dengan kaidah-kaidah islami. Sekarang dipopulerkan dengan istilah Thibbun Nabawi. Pengobatan alternatif berbeda dengan pengobatan islami.

Tentang penobatan dengan Bekam.
Dari berbagai hadits diketahui bahwa Rasulullah biasa berbekam. Dan Rasulullah boleh dikata tidak pernah sakit kecuali ketika sakarotul maut.
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra: Bahwa Nabi saw. pernah berbekam dalam keadaan sedang ihram. (Shahih Muslim No.2087)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra: Nabi bersabda: Sebaik-baik obat yang kamu gunakan adalah berbekam, atau: Berbekam adalah obat yang paling baik bagimu. (Shahih Muslim No.2952)

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra: Dari Ashim bin Umar bin Qatadah bahwa Jabir bin Abdullah menjenguk Muqanna`, kemudian berkata: Aku tidak akan pulang sebelum engkau mau berbekam sebab saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di dalam berbekam itu terdapat pengobatan. (Shahih Muslim No.4085)

Selain bekam, Nabi juga biasa meminum madu untuk menjaga stamina dan kesehatan. Madu kalorinya sangat tinggi sehingga menjadikan tubuh kita kuat dan berenergi. Selain itu madu juga bisa untuk menyembuhkan luka baik di luar tubuh mau pun di dalam.
Firman Allah dan Sabda Nabi: Madu itu Obat!
“..Dari perut lebah itu ke luar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” [An Nahl:69]

Dari Ensiklopedi MS Encarta:
Madu lebah merupakan makanan diet penting bagi banyak binatang seperti beruang dan badger dan banyak digunakan oleh manusia. Sebagai contoh beruang tahan hibernasi (tidur tanpa makan) berbulan-bulan dengan memakan madu sebelumnya tanpa kehilangan tenaga.

Berobat dengan cara meminum Madu
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra, ia berkata:
Ada seorang lelaki datang kepada Nabi saw. lalu berkata: Saudaraku merasa mual-mual perutnya. Rasulullah saw. bersabda: Minumkanlah madu! Setelah orang itu memberi minum madu kepada saudaranya, dia datang lagi kepada Nabi saw. dan melapor: Aku telah meminumkannya madu tetapi dia malah bertambah mulas. Kejadian itu berulang sampai tiga kali. Pada kali yang keempat Rasulullah saw. tetap bersabda: Minumkanlah madu! Orang itupun masih saja melapor: Aku benar-benar telah meminumkannya madu tetapi dia malah bertambah mulas, maka Rasulullah saw. bersabda: Maha benar Allah (dalam firman-Nya, surat An-Nahl ayat 69) dan ada yang tidak beres dengan perut saudaramu itu (madunya tidak diminum). Akhirnya Rasulullah saw. sendiri yang meminumkannya madu dan saudara orang itupun sembuh. (Shahih Muslim No.4107)

Minumlah madu “Asli” 1-2 sendok makan 3x sehari (pagi, siang, dan malam)
Jika panas, Nabi menurunkannya dengan air (kompres), Hadis riwayat Ibnu Umar ra:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Panas demam itu berasal dari didihan api neraka Jahanam. Karena itu dinginkanlah derajat panasnya dengan air! (Shahih Muslim No.4093)

Hadis riwayat Rafi` bin Khadij ra. ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya panas demam itu adalah panas yang berasal dari api neraka Jahanam. Karena itu dinginkanlah panas itu dengan air. (Shahih Muslim No.4099)

Berobat dengan jintan hitam / Habbatussauda
Hadis riwayat Abu Hurairah ra:
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya pada jintan hitam itu terdapat obat untuk segala macam penyakit kecuali kematian. (Shahih Muslim No.4104)
Biasanya di rumah Herbal Islami Habbatussaudah ini banyak dijual, pastikan tidak bercampur zat kimia.

Ketika sakit orang biasanya diberi makan bubur karena pencernaannya kurang baik.
Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw.:
Bahwa apabila salah seorang anggota keluarganya meninggal dunia maka berkumpullah para wanita kemudian mereka berpisah lagi kecuali keluarga dan kerabat dekatnya lalu ia menyuruh diambilkan seperiuk sup terigu kemudian dimasak untuk dijadikan bubur talbinah tersebut lalu dituangkan ke atas periuk tadi, ia pun berkata: Makanlah bubur ini! Sesungguhnya, aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Bubur Talbinah itu dapat menyegarkan hati orang yang sakit dan dapat mengurangi sebagian rasa sedih. (Shahih Muslim No.4106)

Ketika ada penyakit menular/wabah harus diisolasi hingga tidak terjadi penularan.
Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra, ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Sampar itu siksa yang dikirimkan kepada Bani Israel atau orang-orang yang hidup sebelum kalian. Apa bila kalian mendengar adanya sampar itu di suatu daerah, maka janganlah kalian datang ke sana. Dan kalau sampar itu berjangkit di suatu daerah, sedangkan kalian berada di sana, maka janganlah kalian keluar untuk melarikan diri darinya. (Shahih Muslim No.4108)

Apabila terjadi dalam satu negeri suatu wabah penyakit dan kamu di situ janganlah kamu ke luar meninggalkan negeri itu. Jika terjadi sedang kamu di luar negeri itu janganlah kamu memasukinya. (HR. Bukhari)

Obatnya itu pasti sesuatu yang halal. 
Bukan yang haram.
Allah tidak menjadikan obat dengan apa yang diharamkan bagi kamu. (HR. Al-Baihaqi)

Kesehatan adalah hal yang penting setelah Iman.
Oleh karena itu hendaknya kita jaga:
Mohonlah kepada Allah kesehatan (keselamatan). Sesungguhnya karunia yang lebih baik sesudah keimanan adalah kesehatan (keselamatan). (HR. Ibnu Majah)

Cara memelihara kesehatan, ikutilah cara Rasulullah, diantaranya :  
  • Bekam tiap bulan, utama setiap tanggal 17/19 atau 21 bulan komariah. 
  • Tidur miring ke kanan, bangun sebelum fajar. 
  • Jangan tidur sesudah subuh dan sesudah ashar. 
  • makan saat lapar, berhenti makan sebelum kenyang. 
  • Puasa sunnah. 
  • Mengunyah makanan 33x.  
  • Jaga kebersihan dengan wudhu, mandi, bersiwak/sikat gigi dan potong kuku. 
  • Banyak bersedekah.

Jum’at, 22 April 2011 di Masjid Musyawarah, Kertapati SU I 
edited by dr. Artineke A. Muhir

Jumat, 29 April 2011

Yunda dan Akang pisah Kamar

Pernah dengar hadist bahwa pemisahan tempat tidur pada anak laki-laki dan perempuan harus sudah mulai dilatih sejak usia menjelang 5 atau 6 tahun, tapi sudah beberapa hari ini kucari belum dapat lagi. Ada yang bisa bantu mencarikan? Aku tunggu ya.....

Langsung dapat dari blog-nya Mbak Irly, matursuwoon ya Mbak.....
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila pada usia sepuluh tahun tidak mengerjakan shalat, serta pisahkanlah mereka di tempat tidurnya.”
(Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan).

Tapi yang jelas aku sepakat bahwa anak-anak, saat mulai memasuki usia pra-sekolah, sekitar 5 tahunan layaknya, harus mulai dilatih untuk tidur terpisah dari kedua orangtuanya. Selain melatih kemandirian, ini penting juga untuk mulai memahamkan adab islami dalam keseharian, sejak usia dini. Termasuk adab meminta izin masuk kamar orangtuanya diwaktu-waktu tertentu. Artinya kalau mereka masih tidur sekamar dengan kita, orangtuanya, mereka akan merasa ini kamar mereka juga, jadi mengapa harus minta izin? 

Dulu waktu usia mereka menjelang 4 tahun, saat masuk TK, aku mulai mengkondisikan mereka untuk pisah kamar dariku dan suami. Diawali dengan sedikit menata kamar sesuai ingin mereka, akhirnya terlaksanalah satu kondisi Yunda dan Akang tidur sekamar berdua. Yunda dikasur yang atas dan Akang di kasur bawah yang bisa ditarik-dorong. Menjelang tidur ditemani, sesekali masih juga suka pindah kamar malam-malam. Sampai akhirnya berhasil untuk tahapan ini. 

Tapi bukan kah Yunda Akang berbeda jenis kelamin, artinya harus ada langkah selanjutnya. Setelah mereka terbiasa tak lagi tidur sekamar dengan Ummi Abinya, sekarang giliran memisahkan mereka dikamar masing-masing. Dimulai saat Yunda sudah kelas 2 SD usianya menjelang 8 tahun dan Akang, Juni nanti 6 tahun, menjelang masuk SD.  Akang hampir SD, ini yang selalu dibanggakannya. Maka tak ada salahnya memanfaatkan momment ini untuk membuatnya berani tidur sendiri. Pengkondisianpun diatur. Untuk Yunda tak begitu sulit karena menyiapkan 2 kamar untuk mereka artinya menggabungkan penghuni kamar lain, Ohtie Lindanya (sepupuku) ke kamar Yunda dan kamar yang selama ini dihuni sepupuku tersebut jadi kamar Akang. Ya, sedikit perlu perombakan, tapi tak apa untuk sebuah kebaikan kita memang harus berjuang. Akhirnya dengan iming-iming bahwa punya kamar sendiri itu jauh lebih enak, karena kita bebas berkreasi dikamar kita tanpa ada yang protes, Akang yang memang suka beda minat dengan Yunda pun sepakat. Sedangkan Yunda tidur sekamar dengan Ohtie-nya.
"Akangkan mau masuk SD, jadi harus berani tidur sendiri", begitu katanya bangga.

Rada ribet kalu pas keduanya lagi manja, minta ditemani tidur sama Umminya saat yang bersamaan, wach....asli heboh, kadang sampai ada acara ngambek dan mewek dikit. Tapi belakangan sudah ketahuan selanya jadi lebih mudah. Ajak Akang pergi tidur duluan, bacakan cerita sementara Yunda muroja'ah dulu bareng Mbak Endang. Biasanya Akang cepat pulasnya, jadi waktuku bersama Yunda lebih longgar. Ritual tidur yang paling kusuka. Tapi tak selamanya berjalan mulus. Kalau mati lampu, wow akan lain ceritanya, biasanya Akang minta ngungsi ke kamar Yunda. Atau saat Jidah dan Datuknya datang dari Lampung, ini perlu penataan ulang. Biasalah.....

Tapi dari semua kondisi tak stabil, yang terparah untukku adalah saat aku harus berangkat TKHI. Masa 4o hari, bukan waktu yang singkat. Aku harus mempersiapkan mental anak-anakku saat mereka harus tanpa aku lebih dari 1 bulan. Karena Jidah (Neneknya dari Lampung, maksudnya Mamaku) sudah janji untuk menemani mereka saat aku berangkat maka perasaan beratku meninggalkan anak-anak sedikit berkurang.
Dan ternyata karena adikku melahirkan bayi kembar di Lampung, Jidahpun harus pulang meninggalkan Yunda dan Akang saat belum lagi selesai tugas TKHI-ku. Sebenarnya ada Nyai Sun (Ibu dari Abinya Hamas) yang sesekali menginap di rumah kami, tapi tak bisa sering-sering juga karena Nyai ada adik Alisa (sepupunya Yunda dan Akang) yang mesti dimomong.
Ternyata inilah cara Allah menunjukkan bukti bahwa suamiku memang Abi siaga, beliau sangat bisa diandalkan menjaga anak-anak saat Umminya tak di rumah. Akang malah sempat kena diare berat, sampai hampir dirawat. Dan Abilah yang pontang-panting mengurusi semuanya. Thanks ya Abi sayang....
Ada Mbak Endang, ada Ohtie juga ada Mbak Helmi di rumah, bahkan saat itu masih ada Mbak Ria yang jago masak, tapi ya namanya anak-anak....kalau ada Abi dirumah, yang lain lewat :) Kecuali kalau ada Ummi, hehe.....

Alhasil sepulang aku bertugas selama 42 hari (aku berangkat tanggal 01 November 2010), bisa nebak ndak saudara-saudara?
Yuuppss, acara pisah tidurnya anak-anak mengalami kemajuan total. Yunda dan Akang jadi bergabung lagi di kamar utama, kamar Ummi dan Abinya. Gitu dech.....akhirnya sejak pertengahan Desember 2010 yang lalu latihan pisah kamarpun diremedial. Sebulan lebih sejak aku pulang tanggal 13 Desember 2010, sampai Januari 2011 tak tega rasanya pisah tidur dari mereka, secara aku juga masih kangen :) Baru sekitar Februari kami mulai lagi.
Syukurnya jauh lebih mudah. Sekarang sudah stabil, makanya aku bersedia berbagi cerita ini.

Boleh ngintip kamar Yunda, tapi tanpa Penghuninya :

Pintu kamarnya aja cewek banget :)

Lemari buku bagian atas isinya boneka masa kecil Yunda hadiah dari Ju Shinta.

Ada seperangkat alat sholat ya....Yunda memang sudah biasa sholat 5 waktu kecuali ketiduran.

Sisi dinding di kamar Yunda, rapi tanpa coretan.

Pink lagi, cewek banget lho.....
Beda donk.... dengan kamar Akang Hamas. Ini dia kamar bujangku:
Ya iya lah, tipe kepribadiannya juga beda. Apalagi jenis kelamin, jelas bedanya :)
Nach....kalau kamar Akang boleh buka-bukaan, foto ini diambil bahkan saat penghuninya sedang tertidur pulaszzz.
Zona kamarnya Akang, narsis juga ya :)

Ini mainan yang masih sangat di SUKA-nya.

Ada tempelan yang sering digonta-ganti, biasanya hasil kreasinya di Sekolah.

Sisi dinding yang penuh warna.

Ini baru aja terlelap, bentar lagi gulingnya melayang.

Sekali lagi, biar lebih jelas, tidur aja ekspresif :)
Banyak juga sahabatku yang tahu cerita bahwa Akang sudah berani tiduk dewek yang bertanya, kok bisa? Gimana caranya? Memangnya mudah ya?
Ada lagi yang bertanya apa tak takut  jatuh, apa nanti idak nangis. Yang paling bikin senewen ada juga yang ngomong, kok tega nian, kan masih kecik?
Jawabanku. Tak mudah, butuh perjuangan, aku bangun malam sedikitnya 2 kali untuk menengoknya, merapikan posisinya atau paling sering memungut gulingnya yang jatuh. Kadang kakinya sudah menjuntai, ini awal-awal dulu, makin kesini Akang makin rapi tidurnya. Dan yang pasti, paginya dikomunikasikan padanya bahwa semalam Ummi nengok Akang tidur, dengan bahasa-bahasa yang membuatnya bangga.
Bahkan ini kukomunikasikan juga pada gurunya di Tk, hingga Akangpun menuai pujian : Akang hebat, sudah berani bobo sendiri. Begitulah, namanya usaha :)
Hasilnya, ya sejauh ini bagus, walau sekali dua tengah malam Akang masih suka pindah kamar juga. Tak apa, sekali lagi inilah yang namanya usaha.
Soal tega karena masih keci, aku pernah diskusi dengan beberapa ahli, cie....tentang konsep pendidikan anak, sampai umur berapa anak sudah bisa kita ajarkan pada nilai baik dan buruk, benar dan salah?
Jawabnya: sejak anak-anak tamyiz (ini istilahnya Awy, sahabat fb-ku yang hafidz sekarang sedang S2 di Ummul Quro' Mekkah, Baba dan Umminya punya pondok pesantren di Jawa Timur), saat mereka sudah bisa membedakan mana tangan kanan dan mana tangan kiri. Ayooo....para ibu, ingat-ingat lagi, umur berapa?

Ini Satu Kisah yang membuatku Terinspirasi :
Perhatikan kedua tanaman dalam pot ini, ini gambar bunga yang aku ambil sekitar Juli 2010 yang lalu (saat aku masih bertugas di Puskesmas Sukabumi, Way kanan, Lampung) setelah mengamati dengan keheranan, hanya tasbih dan tahmid semata yang layak terucap.
Betapa tidak, ini bunga yang kusemai dari bijinya. Sebenarnya tak begitu kuamati saat awal 2 biji bunga itu mulai tumbuh, anak-anak di Puskesmas pada minta.
"Ini nanti aku minta ya Bu....Nanti yang satu buatku ya...." kira-kira begitu, akupun boleh-boleh saja. Hingga suatu waktu ada pot kecil kosong, aku isi tanah dan salah satu dari bibit bunga yang masih kecil itupun aku pisah. Jujur lagi-lagi tak begitu kuperhatikan pertumbuhannya, sampai ada yang komentar.
"Lho....ini kok anak bunganya tinggal 1 ya, yang 1 mana?"
Menanyakan isi pot awal (gambar sebelah bawah).
Dan kala itulah aku tersadar, alangkah jauh beda pertumbuhan kedua anak bunga tersebut (aku tak tahu ini namanya bunga apa, tapi banyak yang suka, aku dapat bunga ini dari rumah Mamaku).
Mari saksikanlah, jauh berbeda bukan?
Bunga yang kupisah, yang kusiangi kedalam pot sendiri, pertumbuhannya sangat pesat. Lebih besar dan lebih subur. Sampai banyak yang keheranan, nyaris tak percaya, tapi ini nyata, ini asalnya dari biji yang seumur, menyemainyapun bersamaan. Bukti Maha Kuasanya sang Pemilik Hidup.

Anak bunga yang kupisah, ternyata tumbuh lebih subur.
Anak bunga yang masih bergabung dengan induknya, cenderung kerdil.
Mungkin analogi cerita tentang 2 anak bunga ini lebih tepat diibaratkan dengan seorang yang merantau dengan yang tidak merantau, ingat cerita Alif Fikri dalam Negeri 5 Menara dan Tanah 3 Ranah? Dalam buku itu juga ada penguatan tentang keutamaan merantau dari Imam Syafe'i. Tapi aku saat ini tetap terinspirasi untuk pemisahan kamar tidur buat kedua anakku. Masalah nya anak-anakku belum usia siap merantau. Adalah aku dulu juga pernah merasakan sebagai seorang perantau ulung (kapan-kapan ya ceritanya).

Kajian Ilmiah sebagai Pelengkap :
Bahwa pada usia 5 tahun kebawah, serabut meylin pada otak manusia belum sempurna terbentuk, hingga memory yang dilihat dan dialami tak sempurna diingat. Tapi ketika usia 5 tahun keatas, serabut tersebut mulai sempurna, itulah mengapa kita lebih mudah mengingat kenangan masa SD keatas ketimbang sebelumnya. Inilah mengapa, saat usia 5 tahun adalah usia yang sudah seharusnya anak tak lagi tidur sekamar dengan orangtuanya. Agar anak tak merekam apa yang seharusnya tak ia lihat.
Ada lho temansku yang cerita bahwa anaknya pernah tak sengaja melihat "ibadah" khusus Ayah dan Ibunya. Hmm.....ngertikan maksudku? Ambil hikmahnya, ya memang tak sengaja, tak mungkinkan kalau disengaja? Tapi artinya kita harus lebih hati-hati lagi.
Salah satunya dengan mengajarkan adab minta izin masuk kamar kedua orangtuanya, atau dengan mulai memisahkan kamar tidur mereka saat sudah memungkinkan, dan memang harus diawali dengan latihan dan butuh perjuangan.

Mungkin pernah baca berita, ada kakak kandung yang memperkosa adiknya sendiri, atau bahkan seorang Ayah yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri karena tergoda saat melihat si adik/anak gadis sedang tertidur? Pernah bacanya atau nonton di TV? Ternyata saat ditanya memang mereka tidurnya bersama-sama, tak ada kamar di rumahnya, karena memang mereka sangat miskin. Oh....benar ternyata bahwa kemiskinan bisa mendatangkan kemaksiatan. Ada orang miskin mencuri karena lapar. Begitulah....walau tak semua orang miskin berbuat maksiat. Banyak juga orang miskin yang tetap menjaga kemuliaannya.


Semoga juga menginspirasi.
Tadinya aku lagi cari-cari bahan tulisan untuk ikut lomba di blog FLAST-nya Bayu, sebagai hadiah Milad untuk istrinya, tapi kok malah nge-lebay nulis ini ya....Next aja dech ikutan lombanya, semoga masih ada waktu :)

Rabu, 27 April 2011

Waspadai Cacingan pada Anak

Cacingan?
Infeksi Cacing atau biasa disebut dengan penyakit cacingan termasuk dalam infeksi yang di sebabkan oleh parasit. Parasit adalah mahluk kecil yang menyerang tubuh inangnya dengan cara menempelkan diri (baik di luar atau di dalam tubuh) dan mengambil nutrisi dari tubuh inangnya. Pada kasus cacingan, maka cacing tersebut bahkan dapat melemah kan tubuh inangnya dan menyebabkan gangguan kesehatan.

Cacingan biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran akan kebersihan baik terhadap diri sendiri ataupun terhadap lingkungannya. Cacingan dapat menular melalui larva atau telur yang tertelan & masuk ke dalam tubuh.

Cacing merupakan hewan tidak bertulang yang berbentuk lonjong & panjang yang berawal dari telur/larva hingga berubah menjadi bentuk cacing dewasa. Cacing dapat menginfeksi bagian tubuh manapun yang ditinggalinya seperti pada kulit, otot, paru-paru, ataupun usus/saluran pencernaan.

Rupa-ragam Cacingan
Ada berbagai jenis cacing yang dapat mengganggu kesehatan, tetapi umumnya cacingan yang menyerang manusia disebabkan oleh jenis-jenis berikut ini :

Cacing Kremi


Cacing kremi atau biasa disebut juga dengan cacing kerawit merupakan cacing yang sering menginfeksi anak-anak. Cacing ini berukuran sangat kecil (sekitar 1 cm), berwarna pucat, biasanya menginfeksi organ usus. Infeksi cacing kremi biasanya melalui telur cacing yang terambil oleh jari anak-anak saat bermain. Telur cacing tersebut dapat bertahan di kulit anak-anak selama berjam-jam & dapat bertahan hidup selama 3 minggu pada pakaian, mainan & tempat tidur. Apabila jari yang ada telur cacing tersebut masuk ke dalam mulut, maka telur cacing akan ikut masuk ke dalam tubuh.

CacingGelang


Cacing gelang merupakan cacing yang berukuran besar, dapat menginfeksi manusia ataupun binatang (kucing/anjing), bentuknya menyerupai cacing tanah & hidup di dalam usus besar serta dapat berpindah ke organ lain termasuk paru-paru.

Cacing Pita


Cacing pita dapat ditemukan pada hewan seperti pada sapi/babi. Berbentuk pipih panjang seperti pita. Bisa ditemukan pada daging yang tidak dimasak dengan sempurna. Cacing pita ini menutupi organ lain seperti otot, kulit, jantung, mata & otak. Iinfeksi cacing pita dapat terjadi melalui konsumsi makanan/daging yang terdapat telur/larva cacing pita atau melalui makanan, air atau tanah yang terkontaminasi dengan feses yang mengandung telur/larva cacing tersebut.

Cacing lain


Cacing lainnya adalah sejenis cacing yang berbentuk pipih seperti cacing pita.


Gejala Cacingan
Pada umumnya cacingan mempunyai gejala sebagai berikut :
  • Cacing kremi : Gejalanya adalah rasa gatal di sekitar daerah anus atau vulva (kemaluan wanita). Gejala ini akan memburuk di malam hari ketika cacing kremi biasanya akan keluar dari permukaan tubuh untuk menaruh telurnya di sekitar anus/vulva. Cacing juga biasanya dapat terlihat di feses.
  • Cacing gelang : Biasanya tidak menimbulkan gejala, meskipun untuk jenis toxocara canis dapat menyebabkan masalah penglihatan apabila terdapat di mata karena menimbulkan radang & luka pada retina mata. Cacing gelang ini juga dapat berpindah ke bagian paru-paru menyebabkan timbulnya batuk & asma, serta menimbulkan bengkak di organ tubuh lain.
  • Cacing pita : Dapat menimbulkan rasa sakit di daerah perut. Cacing pita dapat menutupi daerah otot, kulit, jantung, mata & otak.
Gejala lain yang mungkin timbul :
  • Rasa mual
  • Lemas
  • Hilangnya nafsu makan
  • Rasa sakit di bagian perut
  • Diare
  • Turunnya berat badan karena penyerapan nutrisi yang tidak mencukupi dari makanan
Pada infeksi yang lebih lanjut apabila cacing sudah berpindah tempat dari usus ke organ lain, sehingga menimbulkan kerusakan organ & jaringan, dapat timbul gejala :
  • Demam
  • Adanya benjolan di organ/jaringan tersebut
  • Dapat timbul reaksi alergi terhadap larva cacing
  • Infeksi bakteri
  • Kejang atau gejala gangguan syaraf apabila organ otak sudah terkena
Pengobatan Cacingan
Obat yang mempunyai efek sebagai anti parasit dapat digunakan untuk pengobatan cacingan ini, ada 2 jenis obat yang biasa digunakan yaitu :
  • Pyrantel pamoat
    Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya adalah :
    Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal
  • Mebendazole
    Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya, sama dengan dosis diatas, yaitu:
    Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal
  • Atau bila ingin lebih aman konsultasikan pada dokter keluarga anda.
Apabila ada anggota keluarga yang terkena cacingan, sebaiknya pengobatan juga diberikan untuk seluruh anggota keluarga untuk mencegah/mewaspadai terjadinya penularan cacingan tersebut. Selama masa pengobatan hindari penularan cacingan ke anggota keluarga lain dengan cara mencuci tangan dengan sabun setiap habis ke toilet atau sebelum menyentuh makanan, hindari juga untuk menyentuh mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Pencegahan lebih Utama

Menjaga kebersihan diri adalah salah satu kunci untuk mencegah timbulnya cacingan kembali. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu :
  • Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan/setiap habis dari toilet.
  • Jagalah selalu jari kuku untuk selalu bersih & terawat.
  • hindari kebiasaan menggigit kuku/menggaruk bagian anus (terutama untuk infeksi cacing kremi).
  • Biasakan untuk selalu mandi di pagi hari (terlebih apabila mengalami infeksi cacing kremi).
  • Biasakan untuk membuka jendela kamar sepanjang hari, karena telur cacing sensitif terhadap sinar matahari (terutama untuk cacing kremi).
  • Jagalah selalu kebersihan makanan yang dikonsumsi
  • Biasakan untuk selalu mengkonsumsi daging yang telah dimasak dengan sempurna 
  • Sebaiknya anak-anak diberi obat cacing setiap 6 bulan sekali 
Berani kotor itu HEBAT

Yang penting cuci tangan ya Nak.....

    Dari banyak sumber, terbanyak dari Bekti-medicastore.com  
           
    Contoh Resep Herbal untuk mengatasi Cacingan:

    Resep 1.
    15 gram biji pinang kering di tumbuk + 60 gram biji labu kuning yang kering ditumbuk + 15 gram kulit delima kering. Semua bahan direbus dengan 600 cc air (dengan api kecil) hingga tersisa 200 cc, disaring, setelah dingin airnya diminum. (untuk semua jenis cacing).

    Resep 2.
    Biji wudani disangrai sampai matang, lalu dimakan dengan dikunyah ½ jam sebelum makan. Anak kecil 3-15 biji sehari, dewasa 15-30 biji sehari, dibagi untuk 3 kali makan. Lakukan berturut-turut selama 15 hari (satu keur). Setelah satu bulan dimakan satu keur lagi. (untuk cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk).

    Resep 3.
    20 gram temu giring segar + 15 gram temu hitam segar + 2 siung bawang putih, dicuci dan dihaluskan atau diblender dengan menambahkan 100 cc air hangat, disaring, diminum pada pagi hari setengah jam sebelum makan. (untuk cacing kremi dan cacing gelang)

    Catatan : pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. untuk perebusan gunakan panci enamel, peruk tanah, panci kaca/pyrex. SuaraMedia.Com

    Resep dari sumber lain www.KabariNews.com

    Biji papaya
    Siapkan satu mangkuk biji pepaya, jemur bijinya sampai kering, kemudian tumbuk sampai benar-benar halus.
    Aturan minumnya :
    Untuk usia anak-anak 10-12 tahun : Campurkan ½ sendok teh bubuk dengan 2 sendok air putih atau susu. Diminumkan 2 jam setelah makan malam.
    Untuk usia anak-anak 7-9 tahun : Campurkan 1/4 sendok teh bubuk dengan 1 sendok air putih atau susu. Diminumkan 2 jam setelah makan malam.

    Buah lamtoro
    Buah lamtoro buahnya mirip dengan buah petai, namun ukurannya jauh lebih kecil dan berpenampang lebih tipis, biasanya buah ini sering dijuluki petai cina.
    Siapkan beberapa buah lamtoro yang sudah kering, kupas dan ambil isinya, kira-kira terkumpul sampai satu sendok makan penuh. Sangrai sebentar sampai berubah warna kehitam-hitaman, dan tumbuk sampai benar-benar halus. Selanjutnya seduh bubuk biji lamtoro dengan ½ gelas air panas. Setelah dingin minumkan pada anak yang menderita cacingan, pada malam menjelang tidur. 

    Wortel
    Campurkan  1 cangkir air perasan wortel dengan santan kental, perbandingannya 1:1.
    Beri sedikit garam, aduk rata. Kemudian minumkan pada anak. Ramuan ini bisa dikonsumsi setiap hari sampai cacing keluar dengan sendirinya.

    Jujur, aku baru mau mencobanya, belum dipraktekkan. 
    Karena sudah lama anak-anak tidak minum obat cacing.

    Sejenak Belajar Cinta

    Pada Kidung Cinta para Mujahid

    Lelaki ini adalah Khalifah ke empat, Ali bin Abi Thalib,ra.
    Suatu ketika, ia memandang seorang bocah perempuan. Di pelataran rumah seorang sahabatnya. ‘Aisyah binti Thalhah. Nama bocah perempuan itu.

    Maka berkelebatlah kenangan. Tentang sahabatnya itu, Thalhah. 
    Pada perang Uhud, Thalhah lah lelaki yang mengatakan ;
    “Khudz bidaamii hadzal yauum, hattaa tardhaa.”
    “ Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu hingga Engkau ridha.”
    Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh dibiarkannya, dipeluknya badan sang Nabi seolah tak rela seujung bulu pun terpapas.

    Dan ketahuilah, ia juga yang pernah membuat Arsy Allah bergetar dengan perkataannya. Maka Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat 53 surat Al Ahzab.
    Ini di sebabkan, ketika Thallhah berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya.
    Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak nyaman pertanda tak suka. Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik.
     Wajah Thalhah memerah seketika. Ia undur diri bersama gumam dalam hati;
    “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”
     Maka langitpun bergetar.

    “Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.” (QS Al Azhab 53)

    Dan saat ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya.

    Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan nama ‘Aisyah. Ya dialah ‘Aisyah binti Thalhah’.
    Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abu Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

    Cinta tak harus memiliki. Thalhah bin Ubaidillah, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk syurga sudah mengajarkan ini. 

    ) 8 (

    Lelaki ini adalah otak staretegi perang “Perang Parit”
    Di Madinah seorang Muslimah, telah mengambil hatinya. Bukan sebagai kekasih. Tapi sebagai sebuah pilihan untuk pendamping hidup. Pilihan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci. Menikah.  

    Iya hanya ingin menikahinya, jalan ibadah menggenapkan setengah agama baginya. Sedangkan Madinah adalah tempat asing untuknya. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang.  

    Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah. Berbicara mewakilinya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.

    ”Subhanallaah,  wal hamdulillaah”, girang Abud Darda’ mendengarnya.
    Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di tengah penjuru kota Madinah.

    Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

    ”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni sesuai harapan Salman.

     ”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah.
     ”Menerima anda berdua, sahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

    ”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya.
    ”Tetapi karena anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

    Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar dari pada pelamarnya.
    Itu mengejutkan dan ironis. Tapi sungguh menurutku juga indah karena satu alasan, reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hatinya. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran, bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

    ”Allahu Akbar!”, seru Salman.
     ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

    Duhai cinta, Salman Al Farisi sudah meninggalkan jejak agungnya pada kemuliaan. Tak ada istilah pagar makan tanaman disini. Beliau bahkan turut bersuka cita untuk kebahagiaan sahabatnya.

    ) 8 (

    Pada Thalhah.
    Pada Salman.
    Pada sahabat yang dikasihi Rasulullah nan Agung aku ingin belajar cinta.
    Lelaki yang bukan menyerahkan isi hatinya untuk seorang kekasih.
    Tetapi untuk satu pilihan, pernikahan.

    Aku ingin menjadi seperti Salman, yang memenjarakan keinginannya sehingga saat terbaik dalam dia memilih. Dan ia justru penjarakan lagi keinginannya demi saudaranya tercinta.
    Kalau lelaki biasa, pasti akan hancur. Pasti akan binasa dan mendendam. Tapi Salman tahu. Salman faham. Lelaki mu’min tak kan pernah kalah oleh emosi.
    Bahkan dengan sangat indah, ia sanggup tepikan rasa hatinya karena saudaranya lebih dipilih wanita yang semula dipilihnya. Salman tahu dan faham, itulah arti persaudaraan.

    Aku ingin menjadi Thalhah.
    Thalhah yang sadar pada khilafnya.
    Bahwa kesucian sudah diukir disetiap desah nafasnya. Tak adalagi rasa yang salah, semua telah ia lebur dalam kemuliaan.

    ) 8 ( ) 8(

    Saat hati merenung resah pada banyaknya fenomena remaja putus cinta dan mengakhirinya dengan kekerdilan jiwa. Lagu cinta yang terbelenggu nafsu, hingga tak menyisakan sedikitpun kemuliaan.  Semoga anak-anakku kelak dapat kembali meneladani kisah cinta para sahabat, belajar cinta pada kidung hidup para mujahid.  Meneladani cinta sejati dari siroh manusia pilihan.

    Award Perdana

    Nge-blog jujur sangat kunikmati, karena aku bisa mencurahkan apa saja yang ada di kepala. Merekam jejak, walau kadang jumpalitan tak cantik, hikkkzss.....
    Tak mengapa, aku menganggapnya sebagai sebuah usaha untuk mulai menulis lagi. Memulai, bukan kah ini jauh lebih maju dari hanya sekedar berniat.

    Jujur aku sebetulnya hanya tahu cara buat blog dasar-dasarnya saja, itupun dulu diajari oleh adik-adik tingkat di UNSRI yang rutin bertemu sepekan sekali, aku pernah bercerita tentang mereka di "Lingkaran bidadari atau tentang Marhabban di Rumah kami" belum sampai taraf mahir kamipun harus berpisah, sekarang mereka sudah berpencar melanjutkan langkah. Jadilah blogku begitu lugu. Ingin juga buat yang apik, lengkap menunya seperti yang sering aku intip or kunjungi. Tapi sampai saat ini baru inilah jadinya, seadanya. Walau jujur aku justru lebih pede menulis di sini, lebih tertutup, lho? Iya....belakangan makin kusadari bahwa ternyata aku sebenarnya sosok yang pemalu :)

    Ceritanya begini, aku heran awalnya sejak mulai pandai berbicara diusianya yang belum genap 1,5 tahun, Yunda kok pemalu ya...padahal aku kan orangnya supel banget, ramah gitchu.... Abinya, apalagi, hahay....muji sendiri, kapan lagi :) Nach saat menganalisa dan mengingat-ingat, ternyata waktu kecil aku memang termasuk kategori pemalu. Bahwa pergaulanlah yang akhirnya bisa membuatku jadi lebih pede.

    Sejak SMP aku suka menulis, kadang puisi tapi biasanya curhatan suara hati hingga menghabiskan banyak buku diary. Saat kuliah yang lumayan padat di Kedokteran Unsri-pun aku masih suka menulis. Bahkan beberapa tulisanku sempat mejeng di Mading Rohis atau Majalah MEDIFKA, majalah khusus anak fakultas. Bahkan dulu pernah sempet dapat hadiah stiker dari almarhumah Melly * semoga Allah menerima amal ibadah dan menggampuni semua dosamu dinda,  saat itu beliau sebagai PJ Mading dan tulisanku dimuat di 3 edisi berturut-turut. Sedangkan  untuk fokus menekuni dunia kepenulisan seperti ajakan beberapa orang teman jujur saat itu aku tak sempat. Caiila gayamu Ke'....hmmm, maksudnya kan kalau mau nulis yang profesional kudu belajar, nach untuk semua acara yang berlebel "pelatihan nulis" kala itu, aku sungguh tak pernah bisa ikut, ada saja acara yang bersamaan dan akupun tak pernah berhasil memprioritaskan latihan menulis tersebut. Jadinya kemampuan menulisku hanya otodidak, cuma untuk diri sendiri dan orang-orang yang kuanggap dekat. Tak pernah kupublikasi tulisan-tulisanku secara terbuka, alasan utamanya M A L U. 

    Nach.... era awal kenal fb, aku malah berkesempatan ikut lombanya UNSA (group Untuk Sahabat yang dimotori Dang Aji) dan lolos seleksi 10 besar untuk kategori puisi, dan langsung dibukukan. Judul puisiku dalam buku ini Delapan tahun denganmu, bersama Meraih Ridho, sebuah tulisan buat suamiku di milad pernikahan kami yang ke 8 tahun.
    Ini buku antalogi yang jadi pemacu semangat menulisku.
    Bersama Mbak HTR di Mekkah.
    Sebagai salah satu yang karyanya masuk dalam buku ini, aku mendapat hadiah buku Selaksa Makna Cinta ini gratis. Senangnye :) Tapi belum lagi buku ini sampai dirumah aku harus berangkat TKHI (sebuah perjalanan dinas yang paling berkesan dan tak  akan bisa kulupakan sepanjang hidupku).
    Penasaran jeee....dan saat itu semangat menulisku sedang mengepul. Dan Allahpun menskenariokan mempertemukanku dengan sosok yang luar biasa, seorang penulis wanita Indonesia yang sudah go Internasional, Helvy Tiana Rosa, dalam sebuah acara workshop kepenulisan yang diadakan oleh FLP Saudi Arabia di Mekkah, Kami bahkan bisa ngobrol dan foto-foto akrab dengan Mbak HTR.
    Ada pesannya yang sangat membekas, menulis itu pekerjaan mulia. Kita bisa menebar beragam kebaikan pada banyak orang tanpa perlu bertemu mereka satu persatu, dan dalam menulis yang paling penting adalah memulai. Bakat atau semangat saja tidak akan cukup. Jadi tunggu apalagi, mulai saja. Setelah tulisannya jadi jangan dipendam sendiri, woro-woro kan pada saudara, handaitaulan agar semakin banyak yang bisa merasakan manfaatnya. Berhentilah hanya menyimpan tulisan-tulisanmu di laci. Publikasikan saja, jangan takut jelek atau tidak ada yang membacanya. Hahay.....tersindirlah daku :(

    Aku terkesan sekali, sampai aku masih ingat acara itu tanggal 02 Desember 2010, sehari sebelum keberangkatanku mengawal jama'ah kloter 31 JKG ke Madinah.
    Allah semua yang merekayasa pertemuan spesial nan langka ini lewat perantara seorang saudara maya di fb, Awy Ameer Qulawun. Mahasiswa S2 Ummul Quro', Mekkah yang juga seorang penulis handal. Salah satu karyanya juga ada di buku Selaksa Makna Cinta. Dan sejak tergabung dalam group UNSA itulah kami berkenalan. Adapun aku sering menanyakan info kondisi terkini di Mekkah menjelang musim haji 2010/1431 H. Bekal sebagai petugas kan harus menguasai medan. Silaturrahim yang membawa barokah.

    Lanjut, sejak serangkaian peristiwa itu akupun bertekad untuk terus menulis. Akan tetapi ternyata seringkali rasa malukupun datang, malu untuk mempublikasikan tulisan-tulisanku. Malu bila tak bagus, malu bila isinya amburadul, malu bila ternyata tulisanku tak 'bergizi', pokoknya malu yang terkadang hilang timbul tak jelas. Dan ketika malu yang malu-maluin ini kerap menyergap, aku lebih memilih untuk menulis diblog-ku ini. Karena bila posting di fb aku malu kalau dibaca banyak orang (teman fb-ku > seribu). Sedang bila diblog Semua Indah pada Masanya ini tak banyak yang membacanya. Begitulah salah satu alasanku senang ngeblog, kadang aku menjelajah ke beberapa blog dan pulang membawa suka cita karena banyak mendapat ilmu baru tapi suka malu juga bila membandingkan dengan isi dan tampilan diblog- ku yang apa adanya ini.

    Hingga suatu ketika, Allah mengizinkanku berkenalan dengan seorang  saudara di blog, Lyliana Setianingsih, seorang dokter gigi. Dalam beberapa kunjungannya, aku sangat terkesan dengan nuansa persahabatan yang ditawarkannya, begitu kental, seolah saudara seperguruan yang lama tak jumpa. Aku yang mengaku suka berkebun, jadi malu bila membaca aktivitas dan hasil kebunnya yang begitu memukau, selayak kebun yang aku idamkan. Dan lebih terperangah lagi saat dipertemuan kami yang kesekian, ia memberiku award ini. Tersanjung, sampai sulit berkata-kata. Sekian waktu belum juga tuntas kisahku tentang award ini. Apa pantas? Hikksszzz.....

    Hantu malu-kupun banyak yang menggoda. Duch.....dapat award mau dong, senang malah, tapi kok malu. Btw, untuk pemilik Neko Chan's Diary kuhaturkan buaaanyak terima kasih. Ini sudah pede kupajang awardnya :)

    Award perdana, pasti berkesan, dapat 2 sekaligus. Hitam dan hijau.
    Menguatkan dan menyejukkan.


    Tugas? 
    Iya ya....kan bersama award ini ada tugas yang merangkai. Boleh lah sebagai pelengkap terima kasihku akan kutunaikan tugas ini.
    Menuliskan 8 hal tentang diriku dan memberikan award ini kepada 5 blogger lainnya.
    Inilah 8 hal tentang diriku:
    1. Sangat tidak suka rokok.
    2. Sangat kasian pada perokok.
    3. Sangat menghargai apapun alasan seseorang untuk berhenti merokok.
         (Nach lho....kok tiga-tiganya tentang rokok ya......tak apa kan?)
    4. Mengaku suka berkebun :) Ini sejak belia lho.....tapi kok kebunnya seadanya ya.....masih harus banyak belajar dan bersungguh-sungguh lagi.
    5.  Hobby menulis, nulis apa saja. Wach ini juga sepertinya ngaku-ngaku ya.....jadi double malu. Aku pernah memposting khusus tentang ini di tentang menulisku.
    Intinya begini,
    Adapun aku? 
    Aku baru mulai (lagi) menulis, walaupun dengan segala keterbatasan.
    Dan aku mulai menulis, bukan karena ranah bicaraku kehabisan kata, akau dibungkam penguasa. 
    Bukan. Bukan pula karena medan gerakku disekap atau dikebiri, sungguh bukan karena itu semua.
    Aku (mulai) menulis karena aku makin meyakini bahwa hanya dengan menulislah aku akan terus hidup.
    6. Seorang yang mengaku sanguinis tapi pemalu :(    Hehe....dilarang ketawa ya.....
    7. Seorang PNS yang lebih enjoy jadi IRT.
    8. Seorang dokter yang berusaha menghindari diri dan keluarga dari konsumsi obat kimia. Bahkan sekarang sedang menggalakkan konsep pengobatan ala Nabi dalam bingkai Thibbun Nabawi bersama HPA. Karena HPA bukan semata MLM, tapi juga mengajarkan metode pengobatan cara Nabi yaitu Bekam dan beberapa metode diagnosa dan therapy praktis yang sangat aplikatif.

    Kepada 5 orang blogger yang ingin kuberi award ini, jujur aku mesti memikirkannya dulu. Karena sebenarnya ingin memberikan kepada adik-adik yang dulu mengajariku ng-blog, tapi sekarang tak lagi aktif ngeblog karena kesibukannya. Tak mengapa akan kuseleksi saja.

    Kuputuskan memilih 5 bogger ini:
    1. Lela Mustafa. Dokter yang sekarang PTT di Timika. Ayoo dek....aktifkan blogmu lagi!
    2. Tia Sabrina. Yang sekarang lagi padet dan ribet coass di OBGIN. Semangat ya dek....
    3. Rosmiati Basri. Kak Ros, mana ini blog-nya kok jadi seperti rumah kosong.
        Mari bareng nulis lagi.
    4. Tri Lego Indah. Teruslah berkarya....
    5. Anazkia. Lama tak bersua.....

    Semoga barokah.....Lyli, ini tugasnya baru kelar :)

    Selasa, 26 April 2011

    Seputar Antibiotik

    Tahukah Anda bahwa pilek, flu, sebagian besar radang tenggorokan dan bronchitis disebabkan oleh virus? Dan tahukah juga Anda bahwa antibiotik tidak membantu melawan virus?
    Ya, benar. Bahkan, meminum antibiotik ketika kita atau anak kita terserang virus bisa lebih banyak dampak buruknya daripada baiknya. Meminum antibiotik ketika anak kita tidak memerlukannya justru dapat meningkatkan resiko terkena infeksi di masa yang akan datang, yang mana infeksi ini tidak mempan lagi dilawan dengan antibiotik.
    Baiklah, untuk lebih memahami pemakaian antibiotik yang tepat, sepertinya ada beberapa hal mendasar yang perlu kita ketahui. 

    Pertanyaan Seputar Bakteri, Virus dan Antibiotik
    T: Apa itu bakteri dan virus?
    J: Bakteri adalah organisme bersel tunggal yang biasa ditemui dimana-mana, baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh kita, kecuali dalam cairan darah dan cairan tulang belakang. Banyak bakteri yang tidak berbahaya. Bahkan, sebagian bakteri menguntungkan bagi kita. Namun begitu, bakteri penyebab penyakit bisa juga memicu timbulnya penyakit seperti penyakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptokokus dan beberapa jenis infeksi telinga.
    Adapun virus, ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak bisa bertahan hidup di luar sel tubuh kita. Dia menyebabkan penyakit dengan cara menyerang sel-sel yang sehat dan bereproduksi.

    T: Apa saja jenis infeksi yang disebabkan oleh virus dan tidak boleh diobati dengan antibiotik?
    J: Infeksi yang disebabkan oleh virus yang tidak boleh diobati dengan antibiotik termasuk:
    1. Pilek
    2. Flu
    3. Sebagian besar jenis batuk dan bronkhitis
    4. Radang tenggorokan (kecuali untuk radang tenggorokan yang disebabkan bakteri streptokokus)
    5. Sebagian infeksi telinga
    T: Apa itu antibiotik?
    J: Antibiotik, juga dikenal sebagai antimicrobial drugs (obat antikuman) yang melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pada tahun 1927, Alexander Fleming menemukan antibiotik yang pertama, yaitu penisilin. Setelah digunakan dalam dunia medis sejak tahun 1940-an, antibiotik terbukti membantu mengurangi serangan berbagai penyakit.

    Pertanyaan Seputar Resistensi Antibiotik
    T: Apa itu resistensi antibiotik?
    J: Resistensi antibiotik (antibiotic resistency) merupakan kemampuan bakteri atau kuman lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap pengaruh antibiotik. Seringkali masyrakat kita menyebutnya dengan ‘kebal terhadap antibiotik’. Ini terjadi ketika bakteri berubah sedemikian rupa sehingga mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali efektifitas obat-obatan yang dirancang untuk mengobati atau mencegah terjadinya infeksi. Bakteri tersebut mampu bertahan hidup dan terus berkembang, sehingga menjadi lebih berbahaya.

    T: Kenapa kita harus memahami masalah resistensi antibiotik?
    J: Resitensi antibiotik saat ini sudah menjadi salah satu masalah besar dalam dunia kesehatan di seluruh dunia. Hampir semua jenis bakteri telah menjadi lebih kuat dan semakin tidak merespon terhadap perawatan antibiotik ketika sangat diperlukan. Bakteri yang ‘kebal’ ini bisa menyebar dengan cepat ke anggota keluarga yang lain, teman sekolah, teman kerja – sehingga mengancam orang banyak dengan rantaian penyakit menular baru yang akan lebih sulit untuk diobati dan lebih mahal juga tentunya.
    Resitensi antibiotik dapat menyebabkan bahaya serius bagi anak-anak dan orang dewasa yang terkena infeksi biasa yang dulunya mudah diobati dengan antibiotik. Kuman dapat membentuk perlawanan terhadap obat-obatan tertentu. Nah, kesalahpahaman yang umum terjadi adalah banyak orang mengira bahwa tubuh seseoranglah yang menjadi ‘kebal’ terhadap obat-obatan tertentu. Padahal, yang ‘kebal’ itu sebenarnya kumannya, bukan orangnya.
    Selanjutnya, ketika kuman menjadi ‘kebal’ terhadap berbagai obat, akan menjadi sangat sulit untuk mengobati infeksi yang disebabkannya. Lebih lanjut lagi, seseorang yang terkena infeksi dan infeksi tersebut sudah ‘kebal’ terhadap antibiotik, dapat menularkannya ke orang lain. Dengan begini, sebuah penyakit yang sukar diatasi akan tersebar dari satu orang ke orang lain.

    T: Mengapa bakteri menjadi ‘kebal’ terhadap antibiotik?
    J: Sebenarnya penggunaan antibiotiklah yang memancing berkembangnya bakteri yang ‘kebal’ terhadap antibiotik. Setiap kali seseorang meminum antibiotik, bakteri yang sensitif akan terbunuh, namun kuman yang ‘bandel’ akan tetap tersisa dan berkembang dengan pesat.
    Pemakaian antibiotik yang terlalu sering dan tidak pada tempatnya merupakan sebab utama berkembangnya bakteri ‘kebal’ ini.
    Walaupun antibiotik dianjurkan untuk mengobati infeksi bakteri, ia tidak efektif dalam melawan infeksi virus seperti pilek, sebagaian besar radang tenggorokan dan flu. Oleh sebab itulah diperlukan pemakaian antibiotik yang bijaksana.

    Ingat, antibiotik membunuh bakteri, BUKAN virus.
    T: Bagaimana proses bakteri menjadi ‘kebal’ terhadap antibiotik?
    J: Sebenarnya ada beberapa cara yang ditempuh si bakteri. Sebagian bakteri akan membangun kemampuan untuk menetralisir kekuatan antibiotik sebelum menyerangnya. Sebagian bakteri lain memompa antibiotik keluar dengan sporadis. Sebagian lagi bisa mengalihkan daerah yang akan diserang oleh antibiotik, sehingga tidak mempengaruhi fungsi bakteri yang bersangkutan.
    Antibiotik membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri yang mencurigakan. Terkadang, salah satu bakteri ada yang tetap bertahan karena memiliki kemampuan untuk menetralisir atau menyelamatkan diri dari antibiotik. Dari satu bakteri yang selamat ini, ia bisa berkembang dengan pesat sehingga dapat menggantikan jumlah bakteri yang terbunuh.

    T: Bagaimana saya dapat mencegah terjadinya resitensi antibiotik?
    J: Gunakanlah antibiotik HANYA pada kasus tertentu, dimana ia akan bermanfaat.
    Berikut beberapa tips yang mungkin berguna:
    1. Tanyakan kepada dokter apakah antibiotik memang diperlukan untuk jenis penyakit yang diderita anak Anda dan tanyakan juga apa yang bisa Anda lakukan agar si kecil bisa segera sembuh.
    2. Jangan menggunakan antibiotik untuk infeksi virus seperti demam atau flu.
    3. Jangan menyimpan antibiotik yang tersisa dengan pertimbangan untuk digunakan nanti jika Anda memerlukannya lagi. Obat yang tersisa dari pengobatan apa saja yang anak Anda terima sebaiknya dibuang saja ketika masa pengobatannya sudah selesai.
    4. Jika memang diperlukan antibiotik, maka ikuti arahan dokter Anda. Jangan ada dosis yang terlewatkan. Sempurnakan konsumsi obat sesuai yang diresepkan, walaupun anak Anda sudah membaik kesehatannya. Jika pengobatan dengan antibiotik terhenti lebih awal, sebagian bakteri mungkin akan bertahan dan menyerang lagi.
    5. Jangan meminum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain. Tidak setiap antibiotik cocok dengan penyakit anak Anda.
    6. Jika dokter Anda menyatakan bahwa penyakit si kecil bukan disebabkan oleh infeksi bakteri, tanyakan solusi untuk meredakan gejalanya. Jangan memaksanya untuk meresepkan antibiotik.
    Berbagai Fakta Unik Seputar Antibiotik
    1. Anak-anak memiliki rasio tertinggi untuk pemakaian antibiotik.
    2. Tekanan dari orang tua ternyat sangat mempengaruhi pola pemakaian antibiotik di seluruh dunia. Sebuah studi menunjukkan, 62% dari konsultasi dokter akan berakhir dengan resep antibiotik ketika orang tua memaksa dan pada kasus dimana orang tua tidak mengaharapkan penggunaan antibiotik, angkanya menurun drastis menjadi 7%.
    3. Antibiotik terdapat dalam resep dari sekitar 68% pemeriksaan penyakit saluran pernapasan dan dari angka tersebut, menurut aturan, 80% diantaranya sebenarnya tidak perlu.
    Satu catatan penting, walaupun artikel ini membahas penggunaan antibiotik untuk anak-anak, namun semua peringatan di atas juga berlaku untuk kita.

    sumber tipsbayi.com

    Sabtu, 23 April 2011

    Balada Seorang Arifinto

    Sharing Info tentang seorang Aleg yang Tegar

    Kiriman email ini dari seorang saudara ke Abinya Hamas, sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu, akupun tak begitu menyoalkan karena aku jelas tak terpengaruh issu ini. Tapi saat ada seseorang yang bertanya lagi dan lagi apa pendapatku tentang kasus Arifinto, aku seolah tersadar, ternyata masih banyak yang penasaran dengan kisah Aleg Pe Ka eS yang satu ini.
    So, kuputuskan membuat tulisan ini, ya anggaplah sekedar sharing info dan memuaskan rasaku, cie....

    Coba cermati foto ini, sungguh tidak kah kita bisa membedakan bahwa ini gambar yang jelas berbeda? Atau ingatlah kata si-wartawan, ia mengambil banyak foto lainnya, sampai puluhan foto, sekarang mana? Mengapa tidak dipublikasikan juga?

    Setidaknya ada 8 perbedaan nyata pada gambar ini. Silakan ditambahkan bila ada yang lainnya.
    Apapun, seberapa buruknya pemberitaan media tentang kasus ini, bahkan tentang kasus-kasus lain sebelum ini, tak akan mengubah dukunganku pada partai yang selalu berusaha terus 'bergerak' untuk sebuah eksistensi dakwah. Bukan....semata-mata karena Abi kami sekarang jadi Sekum DPD Pe Ka eS Kota Palembang lho...

    Tapi lebih kepada karena itu lumrah dalam perjalanan dakwah...tak perlu kaget apalagi sampai putus asa.....kullu bani adam khotoun wakhoiru khotoiinn attawwabun (setiap anak anak Adam pasti punya kesalahan dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yg segera bertobat). Jangankan zaman sekarang yang nonton (tak sengaja pula, karena membuka sebuah kiriman email) zaman Rasulullah bahkan ada sahabiyah yg berzina (berzina lho.... bukan cuma nonton) akan tetapi ini diakuinya, Rasulullah memerintahkan untuk menunggu sampai bayinya lahir dan sampai ia menyempurnakan penyusuannya selama dua tahun, kemudian ia dihukum sesuai syariat. Ketika orang mencacinya, Rasulullah yang mulia bersabda: janganlah engkau mencaci wanita itu, sesungguhnya taubatnya mencukupi taubat seluruh penduduk madinah ini. 
    Ketika ada sahabat yg berzina, mencuri, menyebar fitnah atau murtad sekalipun, apakah dakwah Rasulullah jelek? Apakah ada yang salah dari risalah yang dibawanya?
    Oooo.... tentu tidak bukan?
    Apakah lantas kita keluar dari barisan dakwah ini? 
    Ooooccchhh..... TIDAK BISA !!!!
    Tetap semangat dan terus berjuang.....bersama :)

    ***

    Selanjutnya beberapa hari setelah gencarnya pemberitaan media yang membabi buta tentang kasus ini, Ust. Arifinto menyatakan mundur sebagai Aleg DPR RI, tak ada kemarahan pada si-wartawan atau kemurkaannya pada publik yang mau begitu saja percaya pada berita yang direkayasa, yang ada hanya sebuah ketegaran. Pelajaran berharga tentang tegar, sebuah aplikasi dari ketangguhan aku dapatkan darinya.