Senin, 31 Desember 2012

Radiasi Pengion pada Kesehatan

Abstrak

Radiasi tidak dapat dilihat ataupun diketahui keberadaannya oleh tubuh. Pemanfaatan berbagai sumber radiasi harus dilakukan secara cermat dan mematuhi ketentuan keselamatan kerja. Seseorang yang bekerja dengan menggunakan radiasi harus selalu sadar bahwa aktivitas yang sedang dilakukannya dapat menimbulkan efek yang merugikan baik bagi dirinya maupun lingkungannya bila terjadi kecelakaan akibat kesalahan yang dilakukan. Radiasi pengion ialah radiasi yang dapat menimbulkan ionisasi dan eksitasi pada materi yang ditembusnya. Radiasi pengion sangat erat kaitannya dengan Sinar-X. Sinar-X  adalah radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang mempunyai daya tembus tinggi.  Dimana, Sinar-X merupakan radiasi pengion yang dihasilkan oleh transisi elektron dalam kulit atom akibat tumbukan elektron berkecepatan tinggi dengan atom logam berat, misalnya Pb atau Cu. Berdasarkan letak sumber radiasi, efek radiasi dibedakan atas efek eksterna dan interna. Efek eksterna terjadi bila sumber radiasi berada di luar tubuh manusia. Efek radiasi interna timbul bila sumber radiasi yang menempel pada tubuh dan/atau masuk ke dalam tubuh. Efek yang dirasakan karena radiasi ini bisa terjadi di seluruh tubuh, pada DNA, kromosom, sel, dan organ tubuh seperti mata, kulit, tiroid, paru, organ reproduksi, sistem pembentukan darah, dan janin.

Kata kunci : Efek Radiasi, Efek Radiasi Pengion, Radiasi Pengion, Radiasi Pengion pada Kesehatan

Abstract
 
Radiation can not be seen or known to exist by the body. Utilization of various sources of radiation should be done carefully and comply with safety. Someone who works with the use of radiation should always be aware that the activity was doing to cause harmful effects both for themselves and their environment in the event of an accident caused by mistakes made. Ionizing radiation is radiation that can cause ionization and excitation to penetrate the material. Ionizing radiation is closely related to X-rays. X-rays are electromagnetic radiation in the form of waves that have a high permeability. Where, X-rays are ionizing radiation produced by electron transitions in atomic shell electrons due to a high-speed collisions with atoms of heavy metals, such as Pb or Cu. Based on the source of radiation, radiation effects divided into external and internal effects. External effects occur when the radiation source is outside the human body. Internal radiation effects arise when the radiation source is attached to the body and / or entry into the body. Perceived effects of radiation can occur throughout the body, the DNA, chromosomes, cells, and organs such as the eyes, skin, thyroid, lungs, reproductive organs, blood formation system, and the fetus.

Keywords: Effects of Radiation, Ionizing Radiation, Ionizing Radiation Effects, Ionizing Radiation on Health.



Pembahasan
Pajanan radiasi dosis cukup tinggi pada seluruh tubuh akan menimbulkan sindroma radiasi akut (Acute Radiation Syndrome) yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Kematian terjadi sebagai akibat kerusakan dan kematian sel dalam jumlah yang banyak dari organ dan sistem vital tubuh. Seseorang yang terpajan radiasi seluruh tubuh akan mengalami sindroma prodromal atau gejala awal yang umumnya berupa hilang nafsu makan, rasa mual, muntah, lelah, letih, sakit kepala dan diare. Untuk beberapa lama gejala ini akan hilang, yang kemudian akan timbul gejala atau sindroma sistemik sesungguhnya yang bergantung dosis yang diterima.
Berdasarkan pendekatan yang hati-hati tersebut, lembaga internasional untuk proteksi radiologi telah merekomendasikan batas dosis individu untuk sejumlah radiasi tambahan (di atas radiasi latar) : batas Dosis bagi masyarakat umum adalah 50 mSv per tahun, dosis batas untuk praktisi yang bekerja dengan sumber radiasi 20 mSv per tahun rata-rata diatas lima tahun, dengan batasan 50 mSv dalam satu tahun. Atau untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini:



     PANDUAN PAPARAN RADIASI PENGION


Tipe Paparan


Nilai Ambang

Dosis Efektif:
a). Per 1 tahun
b).Rata-rata diatas 5 tahun

Dosis yang diperbolehkan:
a). Lensa mata
b). Kulit, tangan dan kaki

Dosis Kumulatif yang Efektif:

Embirio atau Fetuss tiap bulan

Radon dan Senyawa Radon lainnya



50 mSv(millisievert)
20 mSv per tahun


150 mSv
500 mSv

10 mSv x usia dalam tahun

0,5 mSv


4 Tingkat Kerja Tiap Bulan (WLMP)
 



Kesimpulan
 
Radiasi pengion ialah radiasi yang dapat menimbulkan ionisasi dan eksitasi pada materi yang ditembusnya. Apabila radiasi pengion menembus suatu materi, maka materi tersebut akan mengalami ionisasi atau eksitasi dengan menyerap energi radiasi. Radiasi a, b (elektron atau positron), g, dan neutron ialah radiasi pengion yang dihasilkan dari inti atom yang mengalami transformasi inti.  
Efek radiasi dapat dibedakan atas efek genetik dan efek somatik. Efek genetik atau efek pewarisan adalah efek yang dirasakan oleh keturunan dari individu yang terkena paparan radiasi. Sebaliknya efek somatik adalah efek radiasi yang dirasakan oleh individu yang terpapar radiasi. Kerusakan sel akan mempengaruhi fungsi jaringan atau organ bila jumlah sel yang mati/rusak dalam jaringan/organ tersebut cukup banyak. Semakin banyak sel yang rusak/mati, semakin parah perubahan fungsi yang terjadi sampai akhirnya organ tersebut akan kehilangan kemampuannya untuk menjalankan fungsinya dengan baik.




Daftar Pustaka

ACGIH, 2011. Threshold Limit Values for Chemical Substances and Physical Agents and Biological Exposure Indices. Ionizing Radiation. 176-177.

Alatas, Zubaidah. 2006. Efek Pewarisan Akibat Radiasi Pengion. Batan : Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir. 

Alatas, Zubaidah. 2006. Efek Radiasi Pengion dan Non Pengion pada Manusia. Batan: Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir.

Committee on the Biological Effects of Ionizing Radiation, National Research Council, 1990. Health Effects of Exposure to Low Levels of Ionizing Radiation  (BEIR V), National Academy Press, Washington, DC.

Emergency Personel. Training Course REAC/TS, Oak Ridge TN USA. Managing Radition Emergencies

Hall, E.J.2000. RadiobiolomSv for the Radiologist. 5th ed. Lippincott Wlliams & Wilkins, Philadelphia.

Hall, E.J. 2003. The Bystander Effect. Health Physics 85: 31-35.

Hall, E.J and Giaccia, A.J. 2006. RadiobiolomSv for the Radiologist. 6th ed. LippincottnWilliams & Wilkins, Philadelhia.

Henriksen, T. dan Maillie, H.D. 2003. Radiation and Health. Taylor & Francie, London.

International Atomic EnermSv Agency. 2001. Cytogenetic Analysis for Radiation Dose Assessment. Technical Reports Series No. 405, IAEA, Vienna.

International Atomic EnermSv Agency. 1998. Health Surveillance of Persons Occupationally Exposed to Ionizing Radiation: Guidance for Occupational Physicians. Safety Reports Series No. 5, IAEA, Vienna.

International Atomic EnermSv Agency. 1998. Health Effects and medical Surveillance. Practical Radiation Technical Manual, IAEA, Vienna.

International Commission on Radiological Protection. 1990. Recommendations of the International Commission on Radiological Protection, Publication 60, Pergamon Press, Oxford.

Mettler, F.A. and Upto, A.C. 1995. Medical effects of Ionizing Radiation. 2nd. W.B. Saunders Company, Phladelphia.

Morgan, W.F. 2003. Non-targeted and Delayed Effects of Exposure to Ionizing Radiation: I. Radiation-Induced Genomic Instability and Bystander Effects In Vitro. Radiation Res. 159. 576-580.   

National Research Council. 2006. Health Risks from Exposure to Low Levels of Ionizing Radiation. BEIR VII Phase 2. the National Academies Press, Washington, DC.

Parmanto dan Irawan Dimas, 2006. Mengenal PLTN dan Prospeknya di Indonesia. Pusat diseminasi nuklir BATAN.

Robert H. wagner MD, Robert J. Henkin MD, James R. Halama PhD. 2006.  The Medical Management of Radition Accident.

United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation. 2001. Hereditary Effects of Radiation. Then UNSCEAR Report to the General Assembly with Scientific Annex. New York, United Nations.  

United Nations, 1998. Sources, Effects and Risks of Ionizing Radiation (Report to the General Assembly), Scientific committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR), UN, New York.

United Nations Environment Programme. 1991. Radiation: Doses, Effects, Risks. 2ed. Balckwell Publishers, UK.

WHO-IAEA. 2006. Planning the Medical Response to Radiological Accident. Safety Series Report.

Yapas, Kemala Z. 2007. Panduan Penanggulangan Kecelakaan Radiasi. Batan : Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir.

Hanya sebuah cuplikan, untuk mengenang perjuangan meng'goal'kan jurnal ini 

Sabtu, 29 Desember 2012

Diet pada Syndrom PraMenstruasi

Pernah dengar tentang PMS atau Pramenstruasi Syndrome?

Pramenstruasi Syndrome merupakan suatu kondisi di mana wanita lebih sensitif terhadap perasaan dan tubuhnya. Gejala yang ditimbulkan bisa ringan hingga berat tergantung personnya. Syndrome ini dapat menyerang baik secara psikologis (mudah cemas, depresi, insomnia, bingung) maupun fisik (pusing, sakit kepala, nyeri sendi, sembelit hingga pingsan).

Terdapat lebih dari 150 gejala yang berkaitan dengan syndrome ini. Kondisi ini disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan hormon estrogen don progesetron di dalam tubuh. Gejala-gejala yang ditimbulkan mulai nampak ketika 10 hingga 12 hari menjelang menstruasi dan biasanya hilang sendiri setelah datang bulan. Lantas bagaimana cara mengatasi syndrome pramenstruasi? Syndrome ini dapat diatasi dengan cara mengkonsumsi makanan yang tepat yang dapat menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

Makanan yang dianjuran untuk dikonsumsi pada PMS:
• Mengkonsumsi air minum dalam jumlah yang cukup, idealnya > 2 liter atau >8 gelas per hari.
• Mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi dan sereal.
• Mengkonsumsi kacang-kacangan seperti bubur kacang hijau dan sayur buncis.
• Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.
• Mengkonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak seperti minyak ikan dan kacang-kacangan.
• Mengkonsumsi Vitamin B kompleks yang dapat membantu menjaga tubuh dari tekanan stress.

Perhatikan juga:
  • Batasi kosumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah(sapi dan kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda.
  • Kurangi rokok atau berhenti merokok.Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang). 
  • Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-biji-bijian sebagai sumber protein. 
  • Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya. 
  • Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng. * Meningkatkan konsumsi sayuran hijau. 
  • Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran. 
  • Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA). Di samping diet, perhatikan pula hal-hal berikut ini untuk mencegah munculnya PMS.

  • Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur. 

  • Menghindari dan mengatasi stres. 

  • Menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita PMS.

  • Catat jadwal siklus haid, serta kenali gejala PMS-nya. 

  • Perhatikan pula apakah sudah dapat mengatasi PMS pada siklus-siklus datang bulan berikutnya.
Jadi, dengan mengkonsumsi makanan yang tepat seperti di atas diharapkan dapat mengatasi syndrome pramenstruasi yang umumnya menyerang hampir sebagian besar wanita yang masih dalam masa suburnya.


Semoga bermanfaat ya...

Sumber:  

Jumat, 21 Desember 2012

Habibie Ainun: Sarat Cinta & Perjuangan

Aku bangga bisa berkesempatan nonton film Habibie Ainun kemarin, Kamis (20/12/2012) bareng suami tercinta. Ini memang sebuah agenda kebersamaan yang sejak awal sudah kami rencanakan, bahkan sejak usai membaca Novel Habibie & Ainun hadiah dari Pakde Cholik Maret lalu. 


Cover belakang Habibie & Ainun, hadiah sebagai Model BlogCamp Januari 2012
 
Yang tak terduga adalah karena kami justru bisa mendapatkan tiket pada hari pertama penayangannya, jelas sesuatu buat kami. Biasanya, kami bisa menonton dihari-hari terakhir penanyangannya, atau paling tidak saat sudah seminggu tayang, seperti saat menonton Negeri 5 Menara ataupun Laskar Pelangi. Sungguh, aku terhasut juga dengan anggapan, usahakan menonton film-film terbaik di 3 hari pertama penayangannya, karena saat itu pihak Produser sedang melakukan evaluasi, apakah film ini layak diperpanjang atau malah dipersingkat masa edarnya, salah satu indikator tentu dari banyaknya tiket terjual. 

Singat cerita, dari kacamataku yang bukan ahlinya, film Habibie Ainun layak untuk disandingkan dengan film Ayat-ayat Cinta yang fenomenal itu. Nilainya malah lebih tinggi, karena film ini diangkat dari kisah nyata dari salah satu Putra Terhebat Negeri ini. Film yang diangkat dari tulisan karya pribadinya Bapak Habibie ini, jujur awalnya sempat membuatku hilang minat. Soal pemain yang menurutku tak cocok. Aku sampai komentar, apa tak ada yang lebih mirip? Karena sosok Pak Habibie kan masih hidup dan dikenal luas oleh rakyat Negeri ini. 

Tapi ternyata saat menonton film kemarin, 'rasa' itu berganti dengan antusias dan pujian. Betapa Reza Rahardian dan BCL berusaha total memerankan kedua sosok yang mereka lakoni. Terutama pada Reza yang belakangan aku baru tahu, mendapat pengakuan sangat 'jelas' dari Pak Habibie, bahkan cucu beliaupun mengakui kemiripan acting Reza dengan Eyang mereka. Mantaplah pokoknya, layak mendapat penghargaan.

Secara umum jalannya cerita dalam film ini sangat bisa dinikmati, full romantis namun tetap masih menjunjung tinggi adab ketimuran, khas Indonesianya dapat kurasakan. Namun bila pertanyaannya apakah anak-anak SD boleh diajak menonton film ini, jawabanku sebaiknya tidak. Meski tak ada adegan yang perlu disensor dalam film ini, tapi alangkah baiknya bila kita budayakan menonton film sesuai dengan kategori umur. Berbeda dengan film Laskar Pelangi atau Negeri 5 Menara yang berlaku untuk semua umur. 

Adapun adegan yang membuatku terharu adalah kala tinggal di Jerman saat awal menikah dulu pasangan ini pernah melewati masa-masa penuh perjuangan di sebuah kota kecil, sampai Pak Habibie harus berjalan kaki sejauh belasan kilometer untuk menghemat pengeluaran, saat dikantongnya uang yang tersisa bahkan tak cukup untuk ongkos angkutan umum, sampai kakinya lecet dan sepatunya terkelupas. Satu gambaran sebuah perjuangan bukan? 

Yang kusayangkan dari film ini adalah tak adanya adegan yang menggambarkan pemberian Pak Habibie pada Bu Ainun saat ulangtahun pernikahan pertama mereka, saat beliau menghadiahkan mesin jahit SINGER. Padahal dalam novelnya menjahit adalah salah satu kegiatan Bu Ainun selama mendampingi Pak Habibie dulu. Aku sampai terkagum-kagum, dan menginspirasiku membuat sebuah tulisan tentang Bu Ainun disini. Ahaaa, sekali lagi ini hanya tentang penilaianku pribadi, tak mengurangi penghargaanku pada film ini, secara Pak Habibie saja tak protes kok ya, hmmm...

Kalaulah ada yang janggal dari film Habibie Ainun berdasarkan catatanku, hanya masalah iklan sponsor yang terkesan dipaksakan. Syrup Pohon Pinang yang muncul dibeberapa adegan, sampai saat upacara pernikahan Pak Habibie - Bu Ainun tahun 1962, belum lagi kotak Chochollatos yang ikut bertengger di meja makan, hadeeeh, jadi tampak tak sopan, heheee... Eh kenapa mesin jahit SINGER tak ikutan nimbrung sebagai sponsor juga sekalian ya? *tueng-tueng, teuutep...

http://2.bp.blogspot.com/-SWOdk_j9ctM/Td7bljjJfTI/AAAAAAAAA7U/21AuMgEAapU/s1600/terpopuler+sepekan-ainun-habibie-berpulang-10.jpg
Ini foto pasangan Habibie - Ainun favorit yang kudapatkan dari Google
Kelak kalau Buku Habibie - Ainun dicetak ulang, semoga foto ini yang dijadikan covernya :D

Puisi Bapak Habibie untuk Almarhumah Ibu Ainun:

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan,calon bidadari surgaku.

BJ.Habibie

Pokoknya buat para istri yang belum nonton, ayo ajak para suami untuk nonton bareng ya...