Segala sesuatu yang berhubungan dengan kata-kata membaik, pastilah melegakan dan membawa bahagia. Betul? Karena memang membaik berarti setelah menjalani suatu keadaan yang sebelumnya buruk, keadaan yang tak sedap, atau tak nyamanlah pokoknya. Maka ketika semuanya sudah terasa baik kembali, kelegaan yang mendominasi rasa hati. Itu yang kualami dua hari terakhir.
Alhamdulillah, atas izin-Nya Hamas sudah tak demam lagi. Meski memang makan dan aktivitasnya masih harus yang diawasi ekstra ketat. Terbukti saat Kamis siang Hamas sudah main bola di rumah Nyainya, malamnya Hamas demam lagi. Kamis siang Hamas memang minta diantar kerumah Nyainya, bosen tak sekolah katanya. Mana lagi di rumah Nyai para sepupu kecil yang belum sekolah sedang berkumpul, karena rencananya Jum'at Nyai akan mengadakan syukuran. Karena demamnya masih kambuhan, maka saat pagi Jum'at Hamas minta sekolah aku membujuknya untuk tetap tinggal di rumah saja.
Mengantisipasai Hamas dari semua aktivitas yang menguras energi seperti memanjat, bermain bola, atau sekedar ciat-ciat, maka aku mengizinkannya untuk nonton TV dan main games. Hamas heran dong? "Kok boleh Mi? Inikan baru hari Jum'at" Ya betul, sebab memang jatahnya bermain games dan juga nonton hanya ada di hari Sabtu dan Ahad. "Karena Hamas belum terlalu sehat, jadi Ummi kasih bonus dech" jawabku nyengir. Padahal mach biar Hamas tak lompat-lompit dulu, heheee...
Perkara makanpun aku harus berstrategi, bubur atau makanan lunak Hamas tak mau. Jadi ya mengunyahnya yang harus dilamakan, itu harus diingatkan selalu. Buah dipagi hari aku kurangi porsinya. Pendek kata melihatnya sehat adalah sebuah kelegaan besar buatku. Mana lagi kabut asap di Palembang sejak Sabtu kemarin sudah menipis, diusir hujan yang diturunkan oleh Sang Pembuat Hujan. Alhamdulillah... Lega rasa. Kelegaan yang membahana disemua sudat ruang hatiku.
Ini puisinya Hamas, sebuah untaian kata sederhana yang diciptanya, tapi mampu membuatku bahagia. Melebihi rasa legaku pada langit yang tak lagi berjelaga *lebayyy...
Matahari dan Awan
Setiap hari aku melihat matahari dan awan
Kalian kadang menjadi hujan
Kadang juga kalian tidak hujan
Karya Muhammad 'Abid Hamasah
Sebait saja, tapi sudah cukup membuatku lama tertegun, Akang bilang ini puisi pertamanya. Hmmm... Jadi ingat puisinya Yunda. Kok keduanya bercerita tentang keadaan alam dan lingkungan sekitar ya... Celoteh mereka tentu mewakili kejujuran rasa hatinya, itu yang aku yakini...
Semoga kelak mereka menjadi anak-anak yang cinta lingkungan. Karena lingkungan yang sehat, yang membaik dari segala kondisi memprihatinkan saat ini adalah tanggung jawab kita bersama, agar hidup nyaman anak cucu kita kelakpun bisa tercipta. Bila saja itu terjadi, anak cucu kita bisa kembali menikmati bermain di alam yang sejuk, berteduh dibawah pohon rindang, bermain bola dilapangan yang berumput hijau dan menghirup udara yang segar, pastilah kita akan merasa lega, selega-leganya. Hayuuuu ajak anak-anak kita merintis kelegaan itu dari hal-hal kecil dan dimulai dari sekarang.
Ini puisinya Hamas, sebuah untaian kata sederhana yang diciptanya, tapi mampu membuatku bahagia. Melebihi rasa legaku pada langit yang tak lagi berjelaga *lebayyy...
Matahari dan Awan
Setiap hari aku melihat matahari dan awan
Kalian kadang menjadi hujan
Kadang juga kalian tidak hujan
Karya Muhammad 'Abid Hamasah
Sebait saja, tapi sudah cukup membuatku lama tertegun, Akang bilang ini puisi pertamanya. Hmmm... Jadi ingat puisinya Yunda. Kok keduanya bercerita tentang keadaan alam dan lingkungan sekitar ya... Celoteh mereka tentu mewakili kejujuran rasa hatinya, itu yang aku yakini...
Semoga kelak mereka menjadi anak-anak yang cinta lingkungan. Karena lingkungan yang sehat, yang membaik dari segala kondisi memprihatinkan saat ini adalah tanggung jawab kita bersama, agar hidup nyaman anak cucu kita kelakpun bisa tercipta. Bila saja itu terjadi, anak cucu kita bisa kembali menikmati bermain di alam yang sejuk, berteduh dibawah pohon rindang, bermain bola dilapangan yang berumput hijau dan menghirup udara yang segar, pastilah kita akan merasa lega, selega-leganya. Hayuuuu ajak anak-anak kita merintis kelegaan itu dari hal-hal kecil dan dimulai dari sekarang.














