Judul tersebut tak hendak mengatakan bahwa selain Jum'at boleh tidak semangat lho ya
Aku memang sengaja menjadikannya 'pokok' karena ada kejadian penting yang ingin kurekam *Sssstttss, maksudnya penting menurutku... Ya, ba'da Ramadhan kemarin, baru hari Jum'at ini (7/9) Hamas mau berangkat sholat subuh dengan berjalan kaki. Biasanya ritual sholat subuh dilewatinya seperti yang kuceritakan beberapa hari lalu. Yang paling bersyukur akan kemajuan ini tentu saja Abinya Hamas, "Jadi bisa sholat subuh tampa terengah-engah lagi," katanya. "Bukannya jadi ndak dapat pahala tambahan lagi?" gurauku. "Cari pahala tambahan lain saja" jawabnya yakin.
Dan ada satu lagi kejadian Jum'at lalu (31/8) yang membuat kami tergelak, masih tentang Hamas. Kali ini seputar sholat Jum'atnya. Jadi ceritanya berawal karena Abinya tak bisa menjemput Yunda dan Hamas ke Sekolah, terhalang oleh satu pekerjaan dadakan. Biasanya sich bisa dan mereka akan langsung pulang, sholat Jum'at di Masjid Al Ikhlas yang dekat rumah kami, atau kadang kala sholat di Masjid As Shaff yang ada di Kompleks Sekolah mereka, SIT Bina Ilmi. Dan Jum'at itu Yunda dan Hamas dititipkan pada Wak Taufik, kakak sulung Abinya Hamas.
Sebenarnya hal yang biasa titip-menitip seperti itu, kadangpun sebaliknya. Anak-anaknya Wak Taufik yang ikut Abinya Hamas. Tapi ternyata kejadian Jum'at lalu menjadi berbeda, karena Kakak Zaky, sepupunya Hamas kini sudah SMP dan pulang sore. Artinya yang dijemput hanya bertiga, yaitu Hamas, Yunda dan Aisyah (anak kedua Wak Taufik, yang sebaya Yunda, sama-sama kelas IV) dan dibawa ke rumahnya dulu. Rencananya nanti ba'da sholat Jum'at baru dijemput Abinya Hamas. Kami lupa mewanti-wanti Wak Taufik untuk mengajak Hamas sholat Jum'at. Sehingga setelah menurunkan mereka bertiga, Wak Taufik langsung bergegas ke Masjid yang memang jauh dari rumahnya. Hamas yang juga lupa, ngoyor saja ikutan Yunda dan Aisyah masuk rumah.
Setelah beberapa saat Hamas baru ingat bahwa itu hari Jum'at dan iapun bergegas siap-siap hendak berangkat ke Masjid. Ada dibeberapa kesempatan sholat Jum'at Hamas pergi sendiri ke Masjid dekat rumah kami. Bahkan saat aku dan Abinya tak ada di rumah, dia tetap semangat, bergegas wudhu dan sebelum pergi ke Masjid ganti baju koko dulu.Tapi sekarangkan di rumah Wak Taufik. Sempat bingunglah Hamas. Hamaspun meminta Yunda mengantarkannya sholat Jum'at. Yunda dan Aisyahpun langsung 'ragap', bawa mukena dan mereka berangkat bertiga. Ke mana? Ke mushola yang dekat rumah Wak Taufik. Sampai disana sudah bisa ditebak dong... Ya, Musholanya kosong, tak ada jama'ah sholat Jum'at disana. Ya iya lah... Mereka bertigapun sempat rembukan, mau ke Masjid kok ya jauh, mana sudah adzan pula.
Dan balada sholat Jum'at itupun harus terjadi. Mereka sholat bertiga saja.
Aku yang mendengar penuturan Yunda pertama kali dengan nada yang penuh pembelaan kepada adiknya, nyaris tak bisa menyembunyikan tawa. Geli aku. Kenapa Yunda merasa harus melakukan hal itu, kata Yunda "Ummi, Akang tetap sholat Jum'at kok Mi. Kami lupa ngomong sama Wak Taufik untuk ngajak Akang. Wak Taufik juga lupa dan buru-buru perginya. Akang minta temani ke Masjid, tapi jauh Mi. Jadi ndak sempat mana kata Aisyah dia juga belum pernah ke Masjid itu" Pada Abinya Yunda berlaku sama. Hamas? Tenang-tenang saja, baginya yang penting dia tetap sholat Jum'at. Itu yang baru dimengertinya, tentang rukun dan adab rupanya belum setarap Yunda ilmunya.
Achh Nak, Abi dan Ummi tak akan marah kok
Justru kami bangga, kalian sudah berusaha.