Rabu, 28 Maret 2012

Geliat Batik Palembang

Saat ikut kontes Batikkan Harimu, aku baru tahu kalau ternyata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan tanggal 02 Oktober sebagai 'Hari Batik'. Pak SBY mencanangkan hari batik tersebut saat mengunjungi masyarakat korban gempa Padang Pariaman, di Balaikota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (2/10/2009). Dalam kesempatan tersebut Pak SBY pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak melupakan batik dan memakai batik minimal tiap tanggal 02 Oktober.


Dan tepat setahun berikutnya, duniapun mengakui batik sebagai hak milik Indonesia melalui United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO). Penghargaan juga langsung diberikan UNESCO di Abu Dhabi, 02 Oktober tahun 2010 lalu.  
“Kalau kita sudah mendapatkan hak tersebut, pertama kita syukuri. Kedua, mari kita lestarikan, paling tidak dengan memakai batik tiap tanggal 02 Oktober,” himbau Presiden SBY.(detik com)
Pengakuan ini memang layak diapresiasi sebagai kebanggaan atas kemenangan  batik indonesia sebagai warisan budaya nasional Indonesia. Sebab, batik adalah salah satu komoditas yang juga sudah mulai diproduksi oleh negara tetangga, Malaysia.


Jadi tidak ada salahnya kita memperingati 'Hari Batik' tanggal 02 Oktober tiap tahunnya, apalagi batik merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan agar tak punah oleh zaman dan yang tak kalah penting agar tidak diakui oleh bangsa lain. Apalagi sekarang ini, batik sudah dijadikan beberapa model pakaian yang cukup modern dan keren untuk di pakai. Seperti jaket bernuansa batik, kaos, kemeja, topi maupun sepatu yang ada unsur batiknya juga. Bahkan sekarang sedang marak batik bola, semoga bukan euporia sesaat. Jadi bisa dipastikan batik akan mengikuti perkembangan mode lifestyle zaman. 



Batik Indonesia bahkan sudah dijadikan seragam haji.


Perdana pada musim haji tahun 1432 H/2011 M lalu, jama'ah haji asal Indonesia menggunakan batik sebagai seragam resminya. Melalui proses yang cukup panjang. Diawali dengan lomba penentuan seperti apa motif batik yang akan dipakai, akhirnya pada musim haji 1431 H yang lalu Menteri Agama mengumumkan bahwa motif beraneka ragam corak bunga dari berbagai penjuru Nusantara yang terpilih sebagai pemenangnya. Karena memang Arab Saudi tak menghendaki adanya motif binatang pada pakain jama'ah haji. 


Dengan demikian batik indonesia makin dipandang dunia, sebagai sebuah kekayaan budaya bangsa. Maka pertanyaan berikutnya batik indonesia yang mana dulu? Apakah semua batik daerah sudah dikenal. Menurutku jawabannya, belum semua. Salah satunya adalah batik Palembang, masih belum banyak dikenal. Padahal harganya tak mahal. Pesonanya? Mari sejenak kuceritakan.

Batik Palembang sebagai khasanah kekayaan batik Indonesia.

Batik Indonesia itu sangat beragam corak dan motifnya. Kali ini aku coba kenalkan pada keistimewaan batik Palembang. Mengapa batik Palembang yang aku pilih? Karena aku tinggal di Palembang dan sepengamatanku masih sangat minim orang yang mengetahui betapa mempesonanya batik Palembang. Selama ini orang hanya tahu songket Palembang. Orang tahunya Palembang merupakan salah satu kota di Sumatera Selatan yang terkenal dengan ragam kuliner khas seperti pempek dan kroni-kroninya. 

Dibalik itu semua, ternyata Palembang juga menyimpan kekayaan seni batik yang tidak kalah rupawan dengan daerah lain di Indonesia. Tapi sayangnya, batik Palembang belum seterkenal batik lain di Nusantara, sebut saja batik Pekalongan, batik Solo, batik Madura atau batik Papua yang sudah tersohor sampai mancanegara. Aku bahkan pernah membaca berita di ANTARA.NEWS Sumatera Selatan tanggal 19 Februari 2012 lalu, disinyalir batik Palembang terancam punah, baru beberapa tahun terakhir ada upaya pelestariannya, sebab menurut para pengrajin mulai banyak orang yang berminat dengan batik Palembang. 

Aku pribadi sejujurnya baru tahu ada batik Palembang, mungkin sejak batik Palembang mulai bangkit, menggeliat lagi. Batik Palembang memang masih jarang terlihat dipakai dalam berbagai produk, bahkan untuk baju-baju sekalipun. Apalagi perabot rumah tangga seperti sprei kasur, bantal kursi, sprei meja makan, hordeng dll. Itu menandakan batik Palembang masih kurang promosinya dibanding dengan batik indonesia lainnya. Padahal Batik Palembang punya ciri khas tersendiri. Berbeda dengan batik pada umumnya, batik Palembang nampak lebih ceria karena menggunakan warna-warna terang dan masih mempertahankan motif-motif tradisional setempat.


Batik Tulis: Motif Songket.
Batik Tulis: Motif Serat Kayu.
Batik Cap: Motif Blogsong.
Batik Cap: Motif Jumputan-Pelangi.
Batik Cap: Motif Jumputan-Prada.
Batik Cap: Motif Songket-Brongsong.
Batik Cap: Motif Jumputan-Pelangi.

Konon khabarnya, motif batik Palembang tidak ada yang bergambar binatang hal ini karena pengaruh ajaran Islam yang melarang simbol manusia dan binatang untuk dijadikan hiasan. Motif batik Palembang yang terkenal adalah motif Lasem dan motif Bunga Teh. Motif Lasem ramai dihiasi dengan simbol tanaman atau bunga dan dihiasi pula dengan garis-garis simetris, sedangkan motif Bunga Teh kainnya dipenuhi dengan gambar bunga teh. Tapi belakangan aku sudah sering menemukan batik Palembang dengan motif songket, motif jumputan, motif blogsong, motif pelangi, sisik ikan, kerak montong dan juga serat kayu.


Dalam pembuatannya batik Palembang sedikit berbeda dengan pembuatan batik di Jawa pada umumnya. Kalau di Jawa kain yang akan dibatik cukup disampirkan kemudian dibatik tetapi kalau batik Palembang kainnya dibentangkan dengan kencang baru kemudian dibatik. Secara umum batik Palembang dibuat dengan dua cara, dicap dan ditulis. Sama dengan tekhnik membatik pada umumnya. 

Pengrajin batik Palembang saat ini masih sedikit sulit untuk ditemui. Karena itu, perlu dukungan beberapa pihak untuk tetap melestarikan seni budaya batik ini. Lokasi pengrajin batik Palembang bisa ditemui di sepanjang Jl. Aiptu Wahab Palembang sedangkan toko-toko yang sekarang banyak menjual batik Palembang banyak tersebar di daerah Pasar 16 Ilir baru, komplek Hero, di samping Ramayana. 


Batik Cap yang sudah jadi baju ^^
Batik Palembang, diperagakan oleh model,
 koleksi dari toko sepupuku ^^
Aku tahu karena salah satu toko di sana milik sepupuku. Harga batik Palembang beragam. Untuk yang batik cap relatif murah, satu kain batik Palembang yang belum terjahit harganya Rp. 35.000,- kalau yang sudah di jahit blus wanitanya berkisar Rp 60.000,- Murah saja. Adapun untuk batik tulis, motif serat kayu saja misalnya harga bisa mencapai Rp. 250.000,- untuk satu potong baju pria dewasa. 
Jadi bagaimana, setelah menikmati ceritaku tantang khasnya batik Palembang, apakah sudah bisa melihat pancaran pesonanya? Menurutku batik Palembang tak hanya cocok dibuat daster rumahan, atau seragam pelayan restoran, tapi batik Palembang juga layak untuk dibawa ke acara resepsi pernikahan, ke lokasi syuting, jadi seragam kantoran juga buat kunjungan ke luar negeri sekalipun. Bagaimana? Bila masih kesulitan mendapatkan koleksi batik Palembang, silakan menghubungi aku, akan siap kubantu dengan senang hati, anggap saja ikut mendukung geliat batik Palembang, semoga menjadi sebuah warisan budaya yang lestari dimasa depan.


Tulisan ini disertakan pada lomba Blog Entry bertema Batik indonesia, kerja sama Blogfam dan www.BatikIndonesia.com.

24 komentar:

nicamperenique mengatakan...

cantik2 batiknya mbak
lebih cantik lagi klo dikirim 1 ke sini xixix

good luck kontesnya ya mbak Keke :)

Ita mengatakan...

Cantiknyaaaa..
Bener2 kelihatan bahwa indonesia itu sebenarnya kaya. Batiknya aja ada buanyaaakkk :)

Btw ikutan mbak nike ah, lbi cantik kalo dikirim 1 kesini, 2 juga gpp deh :D
Hahahaha

ellieshilton mengatakan...

Great post, you have pointed out some superb details, I will tell my friends that this is a very informative blog thanks.
IT Company India

catatan kecilku mengatakan...

Bagus juga ternyata batik Palembang mbak... aku sebenarnya ingin ikut kontes ini tapi sepertinya aku tak punya banyak waktu utk itu. Sayang sekali.

Goodluck utk kontesnya, semoga berhasil. Aku suka tulisannya mbak :)

Diandra mengatakan...

Indonesia memang kaya ya...?

aq suka songketnya lho...
pernah dibawain oleh2 dari Alm.Bapak yg sedang dinas di Palembang

Evi mengatakan...

Suka sekali memandangi motif dan warna-warna cerahnya dari batik Palembang ini Mbak..Buaya kita emang kaya...Semoga sukses dengan kontesnya :)

Rohis Facebook mengatakan...

ternyata motif batik masing2 daerah berbeda2 ya bunda..., btw smg sukses ya dgn lombax...,klo bunda berkenan kita tukaran link ya.., terima kasih. *smile

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

seadnainya ada yg mengirimkan batik cap bentuk baju kesini :-D
ooops baru bangun dari mimpi nih mbak saya

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

yg jumput pelangi dan serat kayu keren.

dhenok habibie mengatakan...

dhe katik batik Palembang yundo, hahahhahaha.. kalo kain songket ado, tapi men batiknyo nian caknyo belum ado.. peh peh, galak dhe men di kasih sikok.. :D

Indra Kusuma mengatakan...

Setiap daerah memiliki karya batik yang unik dengan nilai karya yang besar. Semoga sukses dalam lombanya Mba.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

Anak Rantau mengatakan...

Batik palembang beda samakain songket ya mbak?

semoga sukses kontesnya ya mbak:)

Niar Ci Luk Baa mengatakan...

batik nya bagus2 bunda... yang jumputan pelangi keren tuh, mau dung bund :D

alaika abdullah mengatakan...

batiknya unik-unik ya mba... keren deh. Betapa kayanya negeri ini ya... andai kemiskinan tak semakin menghimpit, betapa akan indah berwarna Indonesia tercinta ini... #eh kok malah curhat...

Sukses untuk GAnya mba..... :)

Seagate mengatakan...

Saya termasuk salah satu orang yang suka pake baju batik mbak, sepertinya batik palembang punya ciri khas tersendiri ya...dari contoh yang digambar sepertinya warnanya tampil berani hehe

Hany Von Gillern mengatakan...

benar mbak, yg lebih dikenal memang songket, tapis, saya juga baru tahu ini setelah baca postingan mbak. semoga menang ya mbak, informatif sekali!

Shine mengatakan...

cantik2 yah bun... nanti suatu saat klo aku ke Palembang, pengen kopdar dech sama bunda, hehe... InsyaAllah :)

Pemilik Restoran Suroboyo mengatakan...

Pakaian palembang yang saya miliki adalah jumputan warna biru, stelan dengan Ipung. Sempat saya pakai berdua ketika sekolah di India tahun 1994. Mereka kagum kami pakai baju kembaran.

Ipung kayaknya juga punya songket.

Semoga berjaya dalam kontes. Saya malah gak tahu ada kontes batik lagi.
Ke TKP dulu ach, siapa tahu bisa ikut.

Salam hangat dari Surabaya

hanny mengatakan...

Ayuk.. Saya tertarik pengen mesen batik palembang motif lasem, tp ngga tau mesen kemana? Bisa bantu infonya? Tlg ke bbpin 2965E9BA aja..
Thanks b4

Arif Chasan mengatakan...

waah.. emang keren yaa...
lucu tapi tetep unsur batiknya cukup kental.. :D

Mugniar mengatakan...

Keren ya, kelihatannya beda sama batik Jawa .... jumputan itu sudah sering liat, sy malah punya kalo motif jumputan tapi dalam kain sutra khas Bugis.

Mugniar mengatakan...

Keren ya, kelihatannya beda sama batik Jawa .... jumputan itu sudah sering liat, sy malah punya kalo motif jumputan tapi dalam kain sutra khas Bugis.

anom mengatakan...

niec info yang menarik gan.,
kunjungan balik blog saya juga gan ?

Hipnoterapi surabaya mengatakan...

motifnya aku suka banget :D