Minggu, 04 Maret 2012

Martabak HAR dan BBC

Martabak HAR yang khabarnya salah satu kuliner khas Palembang ini, ternyata asal namanya dari pemilik cikal bakal usaha ini, HAR singkatan dari Haji Abdul Rozak. Seorang tokoh pengusaha  muslim yang sucses asal India. Tapi memang sudah lama bermukim di Palembang. Beliau meninggal tahun 2001 *aku belum kenal dong sama Abinya Hamas, nggak ada yang nanya... Semasa hidupnya beliau salah satu klien tetapnya Ayah mertuaku. Dan dari 7 anaknya yang masih ada sekarang, hanya si Bungsu yang masih akrab dengan keluarga kami meski beliau tinggal di Jakarta, Kak Aman begitu kami biasa memanggilnya.

Balik ke martabak HAR, syukurnya sejak Almarhum Haji Abdul Rozak meninggal, usaha martabak HAR tak ikut gulung tikar, bahkan saat ini banyak warung yang memasang nama MARTABAK HAR juga, meski bukan termasuk jaringan asli keturunannya. Setahuku yang asli HAR di warungnya selalu memasang foto beliau. Sekedar melengkapi info, usaha Almarhum Haji Abdul Rozak ini banyak dan beragam, bukan hanya Martabak HAR saja. Hanya nama Sang Martabaklah yang memang paling fenomenal melekat langsung memakai singkatan namanya.

Foto Almarhumah Haji Abdul Rozak,
yang menandakan MARTABAK HAR asli.
Tapi apakah yang tak asli rasanya berbeda?  Aku kurang faham. Seingatku rasa martabak HAR relatif sama. Martabak berbahan dasar telur dan gandum ini makannya pakai kuah kare kambing yang ditambah irisan cabe dan cuka. Rasanya khas sekali. Berbeda sedikit dengan yang namanya MARTABAK MESIR. Dan jujur sejauh ini aku belum pernah membuatnya sendiri di rumah, padahal ada seorang teman yang punya resepnya :P kapan-kapan aku bakal belajar, hehe... 

Diseantero kota Palembang ada berapa cabang MARTABAK HAR asli atau yang tak asli. Tapi kalau ditanya ada berapa dan dimana saja, maaf, akupun belum pernah menghitungnya. Yang tak asli tapi namanya tetap MARTABAK HAR, ada satu di Simpang Pakjo arah rumah kami. Namun sayangnya kami sekeluarga justru belum pernah mampir kesana. Biasanya merk MARTABAK HAR yang tak asli justru lebih meriah, seperti tampak difoto asal sekali lewat dibawah ini, pake kamera hape ;)


Berbeda dengan merk MARTABAK HAR asli yang ada di Sudirman atau cabang lainnya, biasanya cenderung mirip, menurutku lebih terkesan sederhana. Kecuali yang ada di Simpang Sekip, mungkin pusatnya ya, jadi lebih WAH dan besar. Tapi sayang aku tak punya fotonya, jarang mampir kesana, sebab selalu ramai dan berada dikawasan yang padat, jadi kami malah merasa kurang cocok dengan MARTABAK HAR pusat.

Salah satu HAR di Jl. Sudirman.
Masalah merk gambang membedakannya, kalau penampakan MARTABAK HAR menurut hematku justru sulit dibedakan, cenderung sama rupa dan sama rasa. Seperti ini ;)

Uuuppppsss, maaf fotonya kurang okey...
Jadi kalau suatu saat 'sanjau' atau nyasar di Palembang, silakan mencicipi kuliner khas yang satu ini. Dijamin tak akan menyesal. Harganyapun standart saja, satu porsi sekitar Rp. 15.000,- Murah dan merakyat ya? Mau? Silakan mampir.

Hmmm, mumpung bisa nulis sekalian ya...
Cerita dikit tentang toko buku dulu dech :D

Suasana di BBC suatu hari.
Masih disekitaran kawasan Martabak HAR Sudirman, banyak toko buku murah di Palembang. Toko Buku Imam Bonjol bahkan persis disampingnya, terus geser jalan sedikit lagi ada Toko Buku Diponegoro, bukunya banyak, bermutu, okey :P dan murah-murah juga lho... Dan ada satu lagi toko buku favorite anak-anakku disana, namanya BBC, Bandung Book Centre. Kok bukan PBC saja ya, Palembang Book Centre? Entah ya mengapa, aku belum tahu sejarahnya, jadi belum bisa cerita tentang ini.

20 komentar:

Tebak Ini Siapa mengatakan...

Sepertinya martabak HAR itu terkenal banget ya mbak hehe.
Belum pernah coba aku :D

nique mengatakan...

harganya kok murah? 15rb berapa telur itu mbak? :D
tar deh klo sanjau ke Palembang, udah bisa mbedain mana yg asli dan yg palsu. Asal ada foto HAR baru asli kan? hehehe
wah tempatnya strategis dong, selesai makan, bisa belanja buku. Tinggal siapin isi kocek yg banyak aja klo gitu yak

emon mengatakan...

jd ngiler pengen makan martabak har nih.hihi :p

Fahrie Sadah mengatakan...

Atas nama martabak aku suka..^^ Tapi yang ini belum nyoba

HP Yitno mengatakan...

Wah pengen nyoba martabak har. Kok pakai kuah kare kambing sob. Setahuku martabak sama cuka atau kecap cabe gitu. Ciri khas banget ya sob martabak har di palembang.

Mami Zidane mengatakan...

saya juga suka banget sama martabak har ini mbak, kebetulan di batam juga ada beberapa gerai martabak har juga.

Mami Zidane mengatakan...

mbak yunda...ada yang mau saya bagi nih...mampir di http://omahkecil.blogspot.com/2012/03/award-pertamaku.html

semoga berkenan untuk menerimanya ya mbak...

Ririe Khayan mengatakan...

jadi inget dah lama banget gak makan martabak...#dasar

Aiinizza anggriani mengatakan...

jadi lapar bun pas liat foto martabak har nya.. tapi loh kok di kota manado sini ngk ada cabangnya yah... -_-

dhenok habibie mengatakan...

kalo rute dhe ya yundo biasanya, makan martabak HAR di depan mesjid agung, udah tu trus shalat di masjid agung dan kemudian langsung ke BBC.. kapan2 makan HAR bareng yuk, mau gk?? hari apa yundo bisa?? kalo jadwal dhe sekarang agak santai dan banyak liburnya..

Andy mengatakan...

kirain jalan sudirman di jakarta,kalau ada di jakarta mungkin aku pasti beli tapi kalau di palembang kagak bisa cicip mba

Ummi Nabil mengatakan...

wah, kalo abinya dinas ke palembang, minta oleh2 ini ah...

Ilham mengatakan...

aku malah ngiler liat toko bukunya.. :D
martabaknya relatif murah ya dibandingkan martabak mesir. pasti enak tuh anget2, dicocol pake kuah cuka-kecapnya.

Pemilik Restoran Suroboyo mengatakan...

Saya sekeluarga termasuk penggemar martabak HAR. Dulu bahkan ada yang seminggu beberapa kali mengirim kerumah.wah....asyik banget.
Mudah2an ada waktu lagi untuk jalan2 ke Palembang.
Salam hangat dari urabaya

jiah al jafara mengatakan...

aduh~
laparrrrr ^^

aditya wulandari mengatakan...

assalamualaikum salam kenal mba,
sy dulu pernah tugas di palembang & pernah makan martabak HAR
cuma gak tau apa arti HAR di belakangnya itu
sekarang jd tau hehe
makasih infonya mba

Bunda Kanaya mengatakan...

martabak har termasuk makanan dipalembang yg jadi favoritku ummi... aku pernah ulas juga disini http://www.episodekanaya.blogspot.com/2011_09_01_archive.html

Sundul mengatakan...

Rasanya pasti enak ....

mimi RaDiAl mengatakan...

nnt kalo mimi sowan ke palembang, ajak mimi ya yunda kesini heeeee

Oca Aziz mengatakan...

Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh , hai mba kebetulan googlein nih nemu ini dan baca, kebetulan aku cucu nya dr HAR , Abah itu anaknya 8 yg terakhir perempuan yg bungsu kebetulan beliau yg di Palembang, Kak Aman itu yg 7, cara bedain martabak HAR yg asli dan gak gampang kok, setiap yg asli ada foto HAR mya dominan merknya warna merah skrg semua uda seragam merek nya, semoga ttp terus jadi pelanggan setia HAR yah dear, kiss kiss from Palembang ������