Selasa, 06 Maret 2012

Blogger Semusim Bukan Pilihanku

Bukan blogger semusim, itu tema kontes Pakde hari ini. Pasti Pakde punya alasan memilihnya. Mungkin sepengamatan beliau sudah banyak yang terkategori blogger semusim ini. Aku jangan dimasukkan ya Pakde :D Akukan blogger sejati, gaya sok kepedean... Biarin wong ini mengamalkan ilmunya Pakde kok, lebih baik pede dari pada minder. 

Blogger semusim vs blogger sejati. Setidaknya ini yang ada dibenakku, dilarang protes. Mau pilih kubu yang mana? Aku sebenarnya nyadar ya kalau masih jauh dari kategori blogger sejati, yang sudah punya blog berdomain dan sudah bisa menghasilkan cring-cring. Blogku masih yang gratisan, menghasilkan uang juga belum. Untuk buat posting tiap hari saja belum berhasil. Tapi jujur aku sudah banyak menuai manfaat dari blog tercinta ini. Kenal dengan seleb blog sekeliber Pakde adalah salah satunya. Berbagi ilmu dan dapat rupa-rupa hadiah dari kontes para sahabat adalah karunia. Sungguh menyenangkan. Maka dari itu meski sebagai blogger sejati aku belum bisa, akupun mengaku bukan blogger semusim. 

Blogger semusim menurut hematku adalah blogger yang belum menemukan kebahagiaan dari aktivitas ngeblog ini. Padahal kalaulah mereka tahu rahasia bahagia dengan ngeblog, aku yakin mereka akan menyempat-nyempatkan waktunya untuk ngeblog. Andai karena satu atau banyak hal mereka terhalang untuk ngeblog, aku yakin mereka akan sedih dan merasa seolah ada yang kurang dalam dirinya. Adapun aku, sejujurnya aku sudah menemukan kebahagian dengan aktivitas ngeblog ini, maka aku katakan dengan lantang aku tak mau jadi blogger musiman. Aku bukan blogger semusim, kali ini tak hanya sebatas pengakuan. Tapi pilihan.

Duhai sobats blogger semua :D bila dirimu masih ragu untuk memilih menjadi blogger sepanjang musim, maka cobalah kendalikan musim itu. Saat musim hujan, biasanya kita banyak di rumah jadi rajin-rajinlah ngeblog. Kalau sedang kemarau malas jalan keluar rumah, ngeblog kembali jadi pilihan yang menyenangkan. Dan ternyata saat musim berganti, kita sudah terlanjur bahagia dalam ngeblog, dengan sendirinya bukan blogger semusim jadi pilihan sadar kita. Pilihan sadar untuk terus ngeblog.

Cobalah dengan mengendalikan musim untuk tetap seimbang, jangan dikendalikan musim adalah salah satu kiat sukses untuk tidak menjadi blogger semusim. Ini yang sudah aku rasakan. Bagaimana langkahnya? Seperti yang sudah pernah aku kemukakan, ngebloglah dengan bahagia, jangan jadikan beban. Seimbangkan diri dan bijak dalam banyak hal. Jangan hanya ikut-ikutan atau terpengaruh musim. Artinya berusahalah tak memaksakan diri menulis bila raga kita memang sedang butuh istirahat. Bila masih mungkin untuk membaca maka silakan membaca tulisan sahabat, bertebaran hikmah disana.  Dengan hanya membaca saja, kita seringkali mendapat ide dan motivasi untuk menulis lagi dan lagi. Berkah dari BW sama dengan bersilaturahim kan ya? Semoga sama :D bila ada keikhlasan disana.

Selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah dengan menaklukkan musim, jangan ditaklukkan musim.  Contoh mudah adalah bila sedang musim kontes silakan kita nikmati untuk ikut kontes, tak perlu minder. Dan jangan hanya mengejar menang, kalau kalah jadi kecewa. Niatkan saja untuk latihan menulis, kalau menang ya bersyukur. Rizky namanya. Dan bila sedang tak ada kontes ya kita usahakan terus menulis, membaca dan menyapa sahabat ke blognya masing-masing. Atau bisa jadi kita yang mengadakan kontes, sekalian buat pengalaman jadi penyelenggara kontes. Pasti beda rasanya saat jadi peserta. Tapi bila semuanya sedang tak memungkinkan ya minimal kita tetap punya niatan untuk terus ngeblog. Tapi ingat sebatas niat saja tak bisa membuktikan bahwa kita bukan blogger semusim. 

Bukan blogger semusim adalah pilihan sadarku, akan kuwujudkan dengan aksi nyata, tak hanya sebatas niat saja. Bila nanti aku lupa, sapa dan ingatkanlah aku ya :D karena aku bukan blogger semusim berkat dukunganmu juga. 

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Tiga Kata Bukan Blogger Semusim di BlogCamp. 

21 komentar:

Fahrie Sadah mengatakan...

Aku juga mau jadi blogger sepanjang musim.. ^^ Sukses ya..

Susi Susindra mengatakan...

Mau... mau... mau jadi blogger sepanjang musim...
TFS ya mbak. Semoga menang...

Pakde Cholik mengatakan...

Saya telah membaca dengan seksama artikel sahabat.
Akan segera didaftar.
Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam KOTAK.
Salam hangat dari Surabaya

bunda Lily mengatakan...

Yunda pastinya bukan blogger semusim kayak bunda ginih ....heheh... :oops:
yang bener2 mulai lumuten blognya... :(

semoga sukses diacaranya Pakdhe ,Yunda.....
salam

nh18 mengatakan...

Betul Banget Bu ...

Yang jelas ...
walaupun tidak setiap hari posting ...
tetapi diusahakan ... untuk kontinyu posting ...

Salam saya Bu

Orin mengatakan...

Aamiin..semoga kita tetap menjadi blogger di segala musim ya Mi :D

Nia mengatakan...

sama mbak...aku juga ngga mau jadi blogger semusim...tp kalo aku ngga kerja lagi ngga tau juga nech masih bisa ngeblog apa ngga heheh....

vizon mengatakan...

Menjadi blogger sejati tidak identik dengan blog berbayar lho Mbak..
Yang penting, ngeblog itu bisa menimbulkan kebahagiaan dan manfaat buat kita dan sekeliling kita, itu sudah membuat kita sebagai blogger sejati kok.. :)

Semoga Pakde berkenan memilih tulisan ini sebagai pemenang ya... :)

Atma Muthmainna mengatakan...

mantaf nih anjuran mbak yun hehee

iya mbak,atma juga ga mau koq jadi blogger musiman mending jadi blogger sejati ya mbak ya??

sukses mbak buat GA-nya

VITOnews mengatakan...

saya ikutan juga buat jadi blogger setiap musim... :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tapi banyak banget blogger semusim ya. giliran sudah disimpan linknya dan sudah difollow malah pada kabur. blognya gak update lagi. hehhee

cik awi mengatakan...

semoga menjadi pendongkrak motipasi para blogger postinganya.

the others... mengatakan...

Aku juga tak rela disebut sbg blogger semusim/blogger musiman mbakku.. :)

Walau aku juga bukan blogger yg bisa update tiap hari (tapi, dulu aku bisa lho update tiap hari #bangga). Walau blogku juga masih pakai yg gratisan dan belum juga menghasilkan cring2 spt Pakde Cholik... aku juga gak mau disebut blogger semusim aja.

Pokoknya aku gak mau disebut blogger musiman/semusim aja... #ngeyel
Hahaha...

Apa kabar mbakku sayang... maaf banget baru bisa mampir sekarang. #peluk

kakaakin mengatakan...

Walau badai menghadang, blogging tetap jadi pilihan ya...
Semoga nantinya tak ada komentar seperti ini yang masuk ke blog kita... "Loh, belum update juga ya?" hehe...

Indra Kusuma mengatakan...

Kalau saya blogger yang selalu melewati deua musim Mba, yaitu musim hujan dan musim panas. He....x9

Semoga sukses dan menang dalam kontesnya.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

jiah al jafara mengatakan...

Aku bukan blogger semusim, kali ini tak hanya sebatas pengakuan. Tapi pilihan....

aku suka ini ^^
harus melewati banyak musim nih :D

HP Yitno mengatakan...

Blogger semusim?
Awal-awalnya blogger sejati ane yakin pasti melalui juga proses blogger semusim ini. Salah satu alasannya seperti yang sobat kemukakan, belum menemukan kebahagiaan dengan ngeblog. Kebanyakan blogger musiman adalah blogger yang cenderung memikirkan materi atau adsense. Jika sudah susah dan tidak seru lagi, biasanya akan males atau enggan menulis di blog. Apalagi blogwalking.

anazkia mengatakan...

Mari menjadi blogger sejati.. wehehehehe

umahnya fityanakifah mengatakan...

blogger semusim? gue banget kali ye..musim mangga menulis rambutan, musim tawuran nulis pemilu...nyambung ga? ^_^...pengennya tidak musiman seperti di negeri orang tapi ingin seperti di negeri sendiri selalu musim semi...bunga2 selalu bermekaran tak perlu nunggu musim semi...halah ngutip taujihnya qiyadah :)
menyesal masih suka musiman...hiks

sukses mba kontesnya, mana emailnya?kutunggu:)

Andy mengatakan...

kalau saya entah sampai kapan mau ngeblog,tapi saya akan berhenti nulis & ngeblog kalau anak muda indonesia saat ini sudah cinta & peduli sama budaya & nilai2 sosial'a bangsa ini
dan kagak pernah terlintas untuk mengraup uang dari ngeblog,padahal udah beberapa kali ada tawaran tsb tapi aku tolak

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

semoga kita bukan blogger musiman ya mbak