Rabu, 25 Januari 2012

Selembar STR di Negeriku

Negeriku memang bukan Negeri para malaikat
Negeri dimana, orang korupsi trilyunan bisa melenggang bebas ke Luar Negeri
Negeri yang sempat heboh dengan pencurian sendal
Negeri yang pejabatnya kerap terlambat berbuat saat ada TKWnya kena gantung

Negeriku bukan juga Negeri Peri dicerita donggeng
Negeri yang katanya subur tapi petani banyak yang tak punya lahan sendiri
Negeri dimana para pemain bolanya saja masih banyak yang import
Negeri yang pernah menorehkan cerita mendadak seleb seorang Briptu Norman

Negeriku bukan Negeri para bedebah
Setidaknya aku tak mau menyebutnya begitu
Meski di Negeriku kini banyak limbah, tapi tetap saja sebenarnya bisa diolah
Dan satu lagi, alangkah banyaknya manfaat lebah yang juga hidup di Negeriku

Negeriku sebenarnya kaya raya, itu pasti
Karena di Negeriku banyak sumber daya alamnya
Tapi nyata juga, disetiap pulau Negeriku ada saja hutannya yang gundul
Dan dihembusan angin berita, selalu ada saja tema tentang kelaparan

Negeriku yang masih terseok bangkit dari kepungan hutang Negara Asing
Meski begitu, anak bangsanya begitu mempesona. Pandai berwibawa, bijak wijaksana
Sungguh sosok Laskar Pelagi atau Shohibul Menara dalam Negeri 5 Menara itu ada
Para pemuda yang gempita mengejar mimpi-mimpi

Negeriku sangatlah berbudaya
Hingga budaya korupsi, sangat kental membudaya
Dan ilmu sosial budaya begitu jarang diminati
Budaya malu juga makin terkikis, meringis miris diusir senyuman sinis

Negeriku, sangatlah lengkap kisahnya
Dari kisah Mahabarata sampai kisah Mesuji
Kisah pendidikan yang masih jauh dari berkarekter
Pun kisah dunia industri yang hanya minoritas memihak usaha kecil

Negeri yang marak dagelan politiknya
Saat ramai-ramai orang bincang politik padahal tak ada ilmunya
Saat politik hanya untuk kepentingan pribadi saja
Saat politik bagai jualan kacang rebus di atas kereta ekonami

Di Negeriku ini juga banyak cerita tentang kesehatan
Pengobatan gratis katanya untuk membantu rakyat jelata agar sehat
Tapi benarkah? Mengapa orang miskin justru sulit sekali masuk RS
Entahlah, apa ada hubungannya dengan pelaku dunia kesehatan?

Lalu, adahkah kau tahu, kisah sedih dibalik selembar STR di Negeriku?
Ya untuk langgeng berpraktek seorang dokter harus punya STR ini
STR berlaku selama 5 tahun, selanjutnya harus diperpanjang lagi
Jangan tanya syaratnya, banyak dan njlimet 



Masih tentang STR di Negeriku
Sebenarnya tujuannya baik hati dan tidak sombong
Agar para dokter terus belajar dan berbenah diri
Sebab yang dihadapi adalah sesosok makhluk bernyawa yang katanya paling mulia

Tapi dan tetapi STR justru jadi ajang bisnis tak berujung
Tujuan tinggal tujuan, para dokter banyak yang memilih memalsukan data
Hanya ngaku-ngaku ikut pelatihan, atau kalaupun sungguhan ikut
Biayanya yang membumbung dibebankan pada perusahaan obat
Ujung-ujungnya mencekik si sakit yang sekarat

STR oh STR
Miris hatiku mengingatmu, STR milikku memang sudah ditangan Agustus 2011 lalu
Tapi aku masih harus prihatin dengan banyak kisah seputar STR para sejawat
Akhirnya dengan sangat menyesal sedih kukatakan,
"Berfikir ulanglah bila ingin menjadi dokter di Negeriku"


* STR = Surat Tanda Registrasi, semacam SIM untuk praktek dokter.

***

Untuk Trio Mak Cebong, ini kisah sedihku. Hampir lewat aku diambang DL, tapi demi  kuingat salah satu syarat penulisannya boleh dalam bentuk puisi, pantun, gurindam atau apa saja dengan tak ada batasan panjang pendeknya, maka untuk memperjuangkan cintaku pada sahabat, sengaja kutulis kisah sedih ini.
Nyata tak pakai bulu air mata buaya palsu.



Maka dengan ini, aku 'Umminya Hamas' menyatakan bahwa tulisan yang tak selebar daun kelor dan tak sedalam lautan biru ini diikutkan dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia”. Disponsori oleh : “Jeng AnggieDesa BonekaKios108

29 komentar:

alaika abdullah mengatakan...

ternyata oh ternyata.... di dunia kedokteranpun ada surat sakti yang njilimet tak berperi ya mba.....

bagaimana mau ikhlas membantu si lemah, jika untuk memperoleh STR para dokter harus mengeluarkan modal yang tak terkira, tentunya setelah STR diperoleh, gerakan pertama adalah mengembalikan modal....

tercekiklah si lemah yang memang sudah sekarat....

bukannya menuduh, kuyakin tak semua begitu... banyak dokter berhati mulia..... tapi logikanya mungkin begitu ya mba... kembalikan modal, itu harus... maka beginilah wajah negeriku....

mba..sukses untuk kontesnya ya....

Pakde Cholik mengatakan...

Di negeri ini memang begitu
Lulusan gak jelas sok tahu tentang perlu tidaknya beli tank (ujung2nya setuju juga)
Dulu di kampungnya ngebom di sungai sekarang minta toilet yang jutaan.
Dulu di kampungnya lesehan di tikar sekarang minta kursi yang jutaan.
Getol menyerang pemberantasan korupsi, giliran dianya mau dipanggil langsung ngambek....takut terseret nich yeeee.

ach...
semoga berjaya dalam kontes bersama saya

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

seharusnya kesehatan itu dipermudah ya mbak. ada beberapa rumah sakit besar didekat rumah, suamiku hanya pilih 1 rumah sakit saja kalau anak2 sakit(jarang kerumah sakit kalau tidak serius). kenapa rumah sakit itu yg dipilih karena agak berkeprimanusiaan katanya, karena kita membayar diakhir. tidak seperti rumah sakit yang satunya kita daftar langsung membayar biaya dokter. kesannya tidak percaya kita bisa membayar. jadi kasihan bagi mereka yg tidak mampu

-ka mengatakan...

jadi kalo mo praktek mesti punya sim sjenis str itu y mb, baru tau kalo mesti seribet itu..padahal kan nolong orang itu gak perlu izin apapun,

inilah negeriku*lemparponi*

RanggaGoBloG mengatakan...

knapa negri ini perasaan gak ada yg beres

jiah al jafara mengatakan...

untuk dpt itu susah, ....
kayaknya org atas suka bikin susah :(

Tarry KittyHolic mengatakan...

Ternyata bukan hanya rakyat kecil yg dibikin susah, tapi dokterpun juga dibikin repot dengan aturan2 pemerintah :).

Semangat mabk :)

umahnya fityanakifah mengatakan...

ah akhirnya aku bisa komen disini...

hmm maka berpikirlah lagi utk menjadi dokter^_^, untung udah jd dokter ya mba^^
hmmm ada award untukmu di rumahku, ambil ya :)

Mak Cebong 2 mengatakan...

Ya ampyun mbak...bener2 baru tahu kalo ternyata begitu kenyataannya...pdhal utk jd dokter aja biaya kuliahnya udah mahal...trus mo ngurus ijin praktek mahal dan ribet urusannya...dan trnyata itu cuma berlaku 5 tahun...oalahhh...sampai kapan yach negeri ini berubah menjadi lebih baik.....hiks

terimakasih mbak keke atas partisipasinya...sdh tercatat sbg peserta....terimakasih sdh ikutan 3 kategori...

Asep Saepurohman mengatakan...

Baru tahu sama STRitu dapet info lagi, ternyata STRitu sering disalahgunakan ya mak?hmm

ketty husnia mengatakan...

o gitu ya mbak..aku baru tau, betapa njelimetnya utk bikin praktik..:(

Della mengatakan...

Bukannya asal tau link yang tepat aja, Yunda? Kakakku nggak pernah ada masalah tu, hehehe..
Aku juga alhamdulillah nggak pernah ada masalah dengan dokter maupun rumah sakit. Semoga segalanya dipermudah ya.. ^___^

al kahfi mengatakan...

Negeri yang marak dagelan politiknya,sepertinya memang begitu,miris sekali.....Meski begitu, anak bangsanya begitu mempesona. Pandai berwibawa, bijak wijaksana.....

Lozz Akbar mengatakan...

Meski negeriku dedel duwel setidaknya saya masih bangga mbak Yunda. Punya sahabat yang mempunyai jiwa pengabdian tinggi terhadap dunia kesehatan macam anda..

Una mengatakan...

Eh baru tahu loh ada begituan.
Sedihnya negeri ini, bikin kayak gitu aja dipersulit :(

lizafathia mengatakan...

kakak...
liza juga lagi persiapan UKDI untuk mendapatkan STR. mohon doanya yaa

Edy KarangGo mengatakan...

hadir aja dari org bodoh, tapi aku pengen juga pintar dan cerdas seperti org2 yg comen d atas. Dan seperti yg punya blog ini.

Edy KarangGo mengatakan...

buk dr. Dokter itu kan ada spesialis bagian nya kan? Klo buk dr spesialis apa?

Orin mengatakan...

Ugh...speechless Ummi... terbayang saat mengurus perpanjangan passport kemarin, sepertinya (hampir) semua sistem di negara tercinta ini menyesakkan dada ya, hiks.

Gudlak ngontesnya Ummi ;)

Bunda Kanaya mengatakan...

waah ummi... sampai speechless bacanya

Mama Olive mengatakan...

Ooh begitu ya..
baru tau..
Yang penting Jempol buat Mba Keke atas pengabdiannya..
Sukses ya Mba..

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah mesti ada STR toh...harusnya jgn dipersulit ya. negara ini kan butuh dokter.

Edy KarangGo mengatakan...

hadir untk yg ke 2x nya untk hari ini.

Lyliana Thia mengatakan...

mbaaaak... aku ngurus STR 6 bulan lamanya baru jadi... *ngelap keringet*
sekarang baru mau bikin SIP-nya.. doooh ... semangaaat! :-D

HEЯRY mengatakan...

Semangat terus ya, semoga apa yang diingini bisa tercapai ^^





hiakuherry

Mak Cebong 3 mengatakan...

Mbaaaa, maap Mak Vcebong 3 baru datang. Tadi sampannya hanyut ke Sungai Ciliwung hiks!

Doohhh sekarang semuanya udah jadi binsis. Pendidikan, kesehatan, semuanya lah. entah kapan kita bisa maju kalo begini caranya

Hah?? Jadi itu SIM cuma berlaku 5 taun? *maklum olrang utan jadi ga paham dunia kedokteran hehehe*

Makasih Mbakyu udah menyapu bersih semua kategori. Lop yu pul deh pokonya. Mmmuuaacchh *sun sayang dari Double Zee untuk Aunty Keke, bukan dari Om Zul loh* :-)

Bintang mengatakan...

Ah, sampai segitunya ya...
Semoga semangat itu tak pernah padam.
Karena sesungguhnya hanya kita yang bisa meluruskan keadaan.

Agak idealis, tapi memang itu yang harus terus kita lakukan.
Salam hangat, mbak Yunda :)

Foredi mengatakan...

Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!

kondom fiesta mengatakan...

Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!