Rabu, 08 Februari 2012

Kiriman Lidya dan Award

Ternyata tak muncul ya, jadi ingin malu...


Tak apalah, silakan klik disini, semoga tak salah alamat ^^
http://list-tetangga.blogspot.com/2012/02/test-puisi.html


Selanjutnya mau pasang award dulu ya...


Dari Mbak Reni, The Others
Dari Pak Indra, Ejawantah's Blog

Terima Kasih banyak ya, dengan ini semua semoga aku makin semangat ngeblog...
Februari Ceria ^^

Selasa, 07 Februari 2012

Cool and Smart Blogger

Menurut Ustadz Syafe'i Antonio disalah satu episode 'Da'i Muda Pilihan' yang baru usai digelar, cool termasuk ranahnya beauty. Adapun smart itu jelas wilayahnya braint. Jadi ingat kontes putri dan miss-miss itu ya...  Terkenang beauty, braint dan behavior alias 3B yang tersohor itu. 

Maka bila diartikan dari permukaan, aku akan menerjemahkan cool sebagai tampilan yang enak dilihat, cantik, nyaman, keren dan juga menawan. Adakah seorang blogger yang masuk kreteria cool dalam benakku? Ada, banyak bahkan. Aku sungguh terkagum-kagum dengan penampilan blognya. Kadang akupun bertanya dalam hati, bagaimana ya cara membuatnya? Bertanya langsung, sudah beberapa kali kulakukan pada mereka yang sudah aku kenal. Tapi seringnya tak bisa juga kulakukan, untuk beberapa hal aku memang tipe orang yang harus belajar dengan pendampingan langsung, tutorial kadang tak nyambung. Gaptek kelas kakap. Tapi tak apalah, semoga saja tak sampai merugikan orang lain.

Smart menurutku secara harfiah adalah pandai atau tepatnya cerdas. Siapakah blogger yang terkategori smart menurut pengamatanku? Ada banyak, dengan karakternya masing-masing. Ada yang cerdas dalam mengelola blognya sehingga mampu menghasilkan kepingan-kepingan uang, ada yang pandai membagi ilmu dengan cara yang tak menggurui, ada rajanya kontes yang selalu berbagi dengan cara-cara yang kreatif, ada yang pandai menulis dengan gaya bahasa yang khas sehingga bila membaca tulisannya orang akan langsung mengenali sosok smart tersebut. 

Dan saat ini ada sebuah acara yang sedang digelar diblognya seorang blogger kondang, karsini tajuknya. Ayo ada yang tahu siapa pemilik blog yang kumaksud? Pasti tahu dong, wong ada linknya juga... Jujur aku terpukau, mengagumi dirinya secara diam-diam. Ide yang luar biasa. Dan sungguh acara tersebut membuatku tersadar, melawan rasa hati agar tak minder, walau sulit. Sebab aku begitu terhenyak, alangkah tak berkarakternya tulisanku. Sampai aku begitu yakin, bila aku mengirimkan tulisanku kesana, pastilah tak ada orang yang akan mengenalinya. Tulisan yang asal nemu. Siapapun bisa membuatnya. 

Tapi satuhal yang aku jadikan panduan, apa tujuanku ngeblog? Mau cari bahagia bukan? Maka tidak usah dijadikan beban, ngeblog saja dengan ceria Berbagi dengan yang bisa kulakukan, dan menuai sebanyak mungkin yang bisa aku petik. Dan kulakukan sebisaku saja. Berbenah diri dalam aktivitas blogging itu memang kusadari, tapi menurutku yang lebih utama adalah menyeimbangkan dunia maya dengan dunia nyata. Bersilaturahim ke blog para sahabat itu baik, tapi jangan sampai lupa menyambangi rumah tetangga rumah kiri dan kanan. Menuliskan kebaikan diblog apalagi sampai ada yang ikut mengamalkannya itu hebat, tapi lebih utama  melakukannya dulu dinyata sebelum mengajak orang lain lewat tulisan. 

Dan tak kalah menariknya lagi, ilmu apa saja yang kita dapatkan dari blog tak akan banyak mengubah diri kita bila tidak kita praktekkan langsung. Misalnya saja posting smart Pakde dalam  bawang merah anti flu tidak akan bisa menyehatkan bila tak langsung kita lakukan di rumah nyata, percuma saja bilang, "terima kasih infonya Pakde" tapi setelah itu lupa. Aku langsung terapkan lho Pakde, ujicoba dengan lima siung bawang merah di kamar tidurku, sekalian mengamati sampai berapa hari reaksinya bertahan. Hasil yang langsung adalah reaksi spontan Hamasku "Kok kamar Ummi bau masakan ya?" Tuuing-tuiing, aroma therapy jawabku, dasar emak-emak pinter ngeles, hehe...  

Baru nyadar, emang dari tadi pingsan... mengapa belakangan aku jadi membahas prilaku ya, seolah sengaja ingin melengkapi behavior, agar mampu bersanding dengan kontes miss-miss itu ya, hehe... Apapun, yang ada dalam tulisan ini tak ada maksud menyinggung siapa-siapa kok, hanya mengungkapkan rasa hati, syukur pada-Nya bahwa sampai hari ini aku merasa bahagia dengan ngeblog. Punya sahabat-sahabat baru, dapat hadiah dan ilmuku bertambah. Menulis apa yang bisa kutulis walau kadang hanya ala kadarku, tak pernah menargetkan berapa pengunjung blogku, siapa saja yang mau membaca tulisanku. Yang penting aku berusaha bahagia melakukannya, semoga posting orang yang bahagia ini (baik tulisan asli atau kutipan yang kubuat sumbernya) juga tertangkap positif oleh yang berkenan membacanya. Membacanya? Ya, yang membacanya.

Jujur, aku lebih menghargai orang yang membaca postingku utuh walau tak tinggalkan jejak, dibanding yang rajin memberi jejak tampa diawali membacanya dulu. Adapun buatku, membaca tulisan para sahabat blog mampu membuatku bersyukur, menginstrospeksi diri dan tak jarang membangkitkan semangatku. Posting yang katanya galau sekalipun, justru tak jarang mampu membuatku bangkit mengebah diri agar tak rapuh.  Maka perkara berbagi ilmu atau curhat galau diblog, buatku silakan saja, dan aku akan menikmati dengan caraku. Jadi ngeblog yuk dengan bahagia, soal keren apalagi beken itu tak penting, jadi cerdas itu juga bagus asal tak bablas menganggap diri tercerdas.

9 Rahasia Cool and Smart Blogger

Artikel ini disertakan pada Cool and Smart Blogger Giveaway 

yang diadakan oleh KakaAkin.


Senin, 06 Februari 2012

Liburan Sehat tampa ke Mall

Liburan tiba, semua gembira...
Ayo sambut dengan suka cita...
Tak perlu mahal...
Dan tak usahlah pergi ke Mall...
Episode liburan singkat, tapi tetap semangat...
Buat anak-anakku yang sudah masuk sekolah dasar, Sabtu-Ahad adalah hari yang dinanti. Karena mereka sekolah di SDIT yang liburnya 2 hari dalam sepekan. Lumayan. Libur akhir pekan bersama keluarga, boleh ngegames2 dan juga nonton TV, inipun ada batasan waktunya. Ooooh... ya seperti yang tertuang dalam kesepakatan, yang telah dibuat bersama. Enjoy aja... toch masih banyak buku-buku bagus untuk dibaca, main dengan teman-teman kompleks juga tak kalah menyenangkan. Atau bisa dengan menciptakan mainan sendiri, seru dan kreatif bukan?


Dan bila hanya libur 2 hari setiap akhir pekan, tak mungkin dong dipakai buat keluar kota, maka menikmati apa yang ada di dalam kota saja menjadi pilihan nan bijaksana. Adalah Palembang, kota kami memang gudangnya wisata kuliner tapi tidak disertai dengan apiknya tempat wisata. Alamnya jelas tak seeksotis Negeri Laskar Pelangi atau Banda Aceh. Wisata budayanya juga tak semenawan Bali ataupun Lombok. Belakangan, mall justru dibangun susul menyusul. Terakhir yang masih dalam tahap perampungan adalah Under Mall yang kontroversi itu, bukan saja karena dikhawatirkan tak bersahabat dengan alam, tapi juga karena nyata melawan adat budaya mayoritas riligi di Bumi Darussalam. Tentang ini, jujur aku hanya bisa prihatin. Dan semua ini tentu tak dapat dijadikan alasan bagi kami para orangtua untuk menciptakan libur akhir pekan yang sehat dan tetap seru.

Buat kami sekeluarga, libur akhir pekan tetap terasa lezat, walau hanya berekreasi ke pinggiran Sungai Gerong, disebuah Kompleks PERTAMINA, gratis tentu saja. Biasanyapun anak-anak heboh bersama para sepupu.Memang sepupu dari pihak Abi semuanya tinggal di Palembang, 11 orang. Pas untuk satu tim sepakbola.


Pernah juga ikut acara liburan cerdas yang digagas oleh sebuah lembaga. Dikemas segar oleh para panitia, seru suasana kompetisi khas anak-anak. Anandapun ceria bersama sejumlah permainan dan berkenalan dengan teman-teman baru.


Sekali waktu kami juga pernah ke Komplek PUSRI, lebih sejuk dan terasa nyaman karena berdekatan dengan masjid. Kami memang kerap kali mengisi libur akhir pekan dengan acara bergizi di masjid, anak-anak akan tetap bahagia karena disaat itu pula mereka bertemu dengan teman sepermainan.


Yang tak kalah berwarna adalah bila jadwal libur akhir pekan bertepatan dengan latihan renang. Anak-anakku pasti selalu menanti dan mengingatkan. Entah mengapa renang memang selalu menyenangkan buat mereka, apalagi bersama guru renang favorite mereka, siapa lagi kalau bukan mantan jawara renang Sungai Musi, Abi tercinta. Gratis, jadi makin sedaaappp... 


Bisa di kolam renang mana saja yang tersebar diseantero Palembang hangat *pinjam bahasa reporter PALTV, tak mesti di waterboom. Dan ini sudah nyata membuahkan hasil, sekarang ananda bahkan sudah mahir berenang. Alhamdulillah...


Tapi tentu sesekali ke waterboom menjadi agenda yang sangat dinanti. Mereka akan rela menabung dari uang saku sendiri demi biaya masuknya yang lumayan tinggi. Makin mahal diakhir pekan.

Satuhal yang kusayangkan, saat libur akhir pekan, perpustakaan di kota kami tutup, padahal berkunjung keperpustakaan adalah salah satu bentuk kegiatan menarik buat anak-anakku. Bagaimana dengan perpustakaan di kotamu? Sama kaleee ya... Jadi sebagai gantinya liburanpun dialihkan ke toko buku, ini juga jadwalnya hanya sebulan sekali. Maklum walau ananda sudah membuat daftar buku, Umminya yang sering kalap dan terpancing kalau sudah lihat buku berlebel diskon, hiikkss, semoga tak menurun pada ananda ya...


Oya hampir lupa, aku pernah mengajak anak-anakku naik BUSWAY, Trans Musi pada liburan akhir pekan bulan desember lalu. Berkeliling saja, mengambil satu rute, pengalaman perdana bagi ananda yang tak akan terlupakan. Mereka sampai heboh saat harus berdiri, tak kebagian tempat duduk, tak tampak takut atau gugup. Sebaliknya mereka begitu menikmati. Suka sekali aku dengan ekspresi riang mereka, sayang foto-fotonya tak kutemukan, mungkin lain waktu bisa kulengkapi.
Episode liburan panjang, yang selalu dikenang...
Liburan panjang memang selalu dinanti, tak hanya buat berekreasi tapi juga bersilaturahim, terlebih buat anak-anakku yang punya Nenek-Kakek di kampung, tepatnya didaerah Lampung dan Om Tante di Jogyakara. Ke Jogya lewat jalur darat, sebuah perjalanan panjang yang penuh pertualangan, sangat berkesan buat kami sekeluarga. Bisa mampir-mampir ke Bogor, Garut juga Jakarta. Di kota-kota itu biasanya aku dan suami akan menghubungi para karib saat masa kuliah dulu. Bertemu dan saling memperkenalkan ananda. Terbayang suatu saat sembari kopdar dengan para sahabat blogger. Di candi Prambanan juga boleh seperti gagasannya Teh Hanie, ngarep.com acara ini bisa terlaksana, saat liburan sekolah tentunya.

Senangnya bisa berwisata bersama keluarga ke tempat-tempat bersejarah, seperti candi Borobudur juga Tugu Monas, seperti yang pernah kutulis disini. Atau sekedar mampir di Istana Bogor, memberi makan rusa-rusa, sembari menyampaikan pesan moral pada ananda "Sayangi hewan dan alam sekitar ya Nak..."

Ada sebuah edisi liburan, yang sangat berkesan dihati anak-anakku, saat suatu kali liburan ke Jogya, kerumah Om Tantenya. Kami ramai-ramai berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka.


Dan juga, berkesempatan main ke taman pintar. Tentang taman pintar, idenya sederhana tapi menurutku sangatlah luar biasa. Menempatkan lokasinya di pusat kota makin menambah nilai plus dihatiku, terbayang suatu saat taman pintar serupa hadir di kota kami, Palembang. Grastis, merakyat tapi mampu menceriakan anak-anak dengan cara cerdas.


Daya khayal khas umak-umakku membumbung, suatu saat di Benteng Kuto Besak atau di bawah jembatan AMPERA ada taman pintar seperti yang ada di Jogya, gratis tapi yaaa... Aku jamin lokasi ini jauh lebih berarti dibanding bila hanya dijadikan ajang narsis tempat nongkrong dan berfoto-ria.

Sebenarnya ada sebuah tempat wisata rakyat di Palembang, Punti Kayu namanya, semacam hutan buatan dan kebun binatang seadanya, tapi ya karena di Palembang adanya hanya itu, maka bisa dipastikan saat weekend tempat ini justru ramai. Belum lagi masuknya pakai bayar, jadi jujur anak-anakku makin tak simpati. Intinya masih mengharap adanya wahana liburan anak yang gratisan di pusat kota, paling tidak sekelas taman pintarnya Jogyakarta. Semoga suatu masa beneran terwujud. Ayo siapa yang mau jadi sponsor? Ya, semoga juga Pak Gubernur membaca tulisan ini, ngarep tingkat tinggi ala gue...

Terakhir menurutku, liburan kemanapun baik singkat ataupun panjang, akan terasa sehat buat ananda bila bersama kedua orangtua. Bersama lho ya, bukan disela oleh kemesraan laptop kedua orangtua. Artinya orangtua wajib terlibat aktif dalam setiap moment liburan bersama ananda, bukan sebagai penyandang dana saja lalu membiarkan ananda seru berlibur sendiri. Sementara orangtua masih sibuk dengan kerjaan kantor atau bisnisnya. Ada tapi tak membersamai. Liburan macam apa? Boleh tidak setuju denganku tentang yang satu ini, tapi semoga kita semua bisa menyepakati bahwa liburan yang sehat adalah tampa ke mall, sehat buat fisik, jiwa dan akal ananda terlebih juga buat kantong orantuanya.



Kisah liburan ini aku tulis untuk meramaikan hajatan 

Minggu, 05 Februari 2012

Tentang Rinduku

12 Rabi'ul Awal
Banyak masjid yang menampilkan sosokmu
Penuh suka cita, semoga bermuara cinta
Meski tak sama cara ungkapkan rasa

Akupun memang bukanlah siapa
Yang bisa ungkapkan cinta dengan cara sempurna
Tapi aku merindumu, meski tak pernah berjumpa
Jauh dimimpi, berharap selalu dekat ke kotamu
Yang merindumu, tak hanya di 12 RA
#ceritanya yang gagal HTML...

Sabtu, 04 Februari 2012

Therapy Istighfar

Ini kisah kontemporer dari negeri Kuwait. Terjadi pada suami istri berkunyah Abu Yusuf dan Ummu Yusuf. Disampaikan langsung oleh sang suami kepada Syaikh Khalid As-Sulthan, seorang syeikh asal Kuwait juga, seusai beliau menyampaikan ceramah tentang fadhilah istighfar, di Mekkah pada suatu musim haji.


Abu Yusuf memulai ceritanya dengan mengatakan: Saya telah menikah, namun cukup lama tidak dikaruniai anak. Saya dan istripun melakukan berbagai upaya dengan mendatangi setiap dokter spesialis yang kami dengar mungkin bisa membantu dalam masalah kami ini. Termasuk kami telah pergi keluar negeri untuk tujuan yang sama. Namun semua usaha itu belum juga menunjukkan hasil yang kami harapkan. Kami tidak berputus asa, dan tetap menyimpan harapan besar kepada Allah. Karena kami yakin Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tapi kami belum menemukan jalan, cara, sarana dan titik terang yang bisa meyakinkan kami demi terpenuhinya harapan indah bagi setiap pasangan suami istri tersebut.


Sampai suatu hari saya menyimak siaran radio Idza’atul Qur’an Al-Karim (dari Arab Saudi), dimana seorang syaikh sedang membaca firman Allah dalam Q.S Nuh: 10–12, dan diantara yang disampaikan oleh beliau saat menjelaskan tentang tafsir ayat tersebut adalah bahwa, istighfar merupakan jalan dan cara terbaik untuk memperoleh keturunan. Kalimat itupun langsung melekat di hati saya. Dan saat sampai di rumah, saya langsung menyampaikan apa yang saya dengar itu kepada istri saya. Lalu kamipun bersepakat untuk menggunakan terapi istimewa ini, terapi istighfar.


Selanjutnya kami pun mulai melantunkan dzikir dan do'a istighfar siang dan malam, dengan pelan dan keras, tanpa henti. Dan subhanallah keajaiban kemaha kuasaan Allah serta merta terjadi. Istri tercinta langsung hamil pada bulan pertama kami memulai istighfar khusus tersebut. Tidak bisa digambarkan betapa bahagia dan syukur kami. Setelahnya peristiwa berjalan normal sampai Ummu Yusuf dengan lancar melahirkan putra pertama yang kami beri nama: Yusuf.


Kisah masih berlanjut. Begitu istri lepas dari masa nifasnya, saya berkata kepadanya: Ya Umma Yusuf, mari beristighfar lagi untuk anak kedua. Dan kamipun mengulang istighfar khusus kami seperti kali pertama. Dan keajaiban terulang kembali. Ummu Yusuf langsung hamil lagi, juga pada bulan pertama dari istighfar khusus kedua kami. Allahu Akbar walillahil hamd. Dan putra keduapun lahir dengan lancar, selamat dan sehat! Kami bersyukur dan memuji-Mu ya Allah!

Namun cerita kekuasaan Allah yang kami alami dan rasakan tetap belum berakhir. Seusai nifas yang kedua ini, saya berkata lagi kepada Ummu Yusuf: Sayang! Mari mulai beristighfar lagi untuk anak ketiga kita. Dan berikutnya, sesuai kesepakatan, kami lalu mengulang bacaan istighfar khusus kami untuk yang ketiga kalinya. Dan lagi-lagi subhanallah, walhamdu lillah, wala ilaha illah, wallahu akbar. Istri langsung hamil anak ketiga, juga di bulan pertama dari istighfar khusus kami untuk kali yang ketiga. Sesudahnya semua berjalan normal seperti biasa. Dan anak ketigapun lahir dengan sehat seperti kedua kakaknya. Maka hampir lengkaplah kebahagiaan kami dengan tiga anak laki-laki yang lahir berurutan dalam rentang waktu kurang dari tiga tahun.

Nach, begitu selesai masa nifasnya yang ketiga, kali ini gantian istri saya yang buru-buru berkata kepada saya: Cukup dulu ya Aba Yusuf! Tolong tahan dan hentikan dulu istighfar-nya yang dengan niat khusus untuk tambahan anak. Tunggu dulu sampai anak-anak gedean dikit! Maka kamipun berhenti sementara dari istighfar khusus kami untuk memperoleh keturunan!

Abu Yusuf masih meneruskan penuturannya kepada Syaikh Khalid As-Sulthan: Dan ketika anak-anak beranjak agak besar, saya berkata kepada Ummu Yusuf istri saya: Alhamdulillah kita sudah dianugerahi tiga orang anak laki-laki. Dan rasanya tidak salah dan tidak berlebihan jika kita masih berharap kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita seorang putri yang cantik! Maka mari memulai istighfar kita lagi dengan niat khusus dan pamrih spesial kepada Allah kali yang keempat ini untuk mendapatkan seorang anak perempuan!
Sesaat Abu Yusuf diam, sehingga Syaikh Khalidpun berkomentar singkat: Semoga Allah segera memberimu anak perempuan, sebagaimana telah mengaruniakan kepadamu tiga anak laki-laki, wahai Saudara-ku!

Tak berselang lama Abu Yusuf lalu menimpali: Perlu saya berbagi kabar gembira ya Syaikh! Sekarang saya disini menunaikan ibadah haji, ketahuilah saat ini juga istri saya sedang nifas yang keempat bersama putrinya yang baru dilahirkannya! 

TAMMAT

Rabu, 01 Februari 2012

Session of The 7th PUIC Conference

Simpang Jakabaring, Palembang.
Setelah dianggap sukses dengan perhelatan SEA GAMES pada akhir 2011 lalu *meski khabarnya menyisakan hutang diman-mana, Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah untuk acara PUIC Conference * ya semoga kepercayaan yang membawa berkah...

Pinjem FOTO ANTARA. Nila Fu'adi,
*pada berita 
makan bersama di pinggiran Sungai Musi "River Side".
PUIC Conference atau Konferensi Parlemen Negara Islam anggota Organisasi Kerja sama Islam tersebut berlangsung dari 24-31 Januari 2012 *artinya sudah usai kemarin. Membahas beberapa tema utama, yaitu politik, ekonomi, dan hak perempuan serta hak azasi manusia dan menghasilkan deklarasi serta rekomendasi. Dihadiri oleh 40 negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dari 51 anggota yang ada, beserta 10 utusan negara peninjau.

Sejauh mata memandang yang dapat aku simpulkan, kemacetan selama PUIC Conference tak begitu terasa, tak sebanding saat SEA GAMES dulu. Para pedagang tak ada yang berjualan maskot PUIC *emang ada ya? atau jualan baju-baju bergambar PUIC. Pemberitaan media seputar berlangsungnya PUIC juga kurang. Bahkan wong kito banyak yang tak tahu ada acara sebesar PUIC di kotanya. Mengapa ya? Entahlah, jangan tanya padaku... Adapun tentang hasil dan rekomendasinya apa, sejauh mana kebijakannya berdampak pada Negeri  kita Indonesia, aku belum tahu. Termasuk apakah para tamu parlemen selama di Palembang makan model, Mpekpek dkk atau tidak, sungguh akupun tak tahu. Jadi maaf ya, ceritanya memang cuma bisa segini... 

Selasa, 31 Januari 2012

Eloknya Lahat, Kota Kelahiranku

Lahat adalah nama sebuah kabupaten di Propinsi Sumatera Selatan. Berjarak sekitar 276 km dari Palembang. Dulu kabupaten ini sangatlah luas sekarang sudah dipecah lagi menjadi beberapa Kabupaten pemekaran, diantaranya Kabupaten Pagar Alam dan Empat Lawang. Meski lahir di kota ini tapi aku tak begitu mengenal kota ini. 

Tulisanku kali ini bermaksud mengabadikan kenangan tentang sebuah kota kelahiran yang beberapa waktu lalu pernah kusambangi untuk satu keperluan. Sedihnya di kota ini, tak ada lagi rumah Kakek Nenek leluhur Mamaku, semuanya sudah terjual, berpindah tangan. Mungkin juga karena Nek Anang (Abahnya Mamaku) sudah lama ikut kami hijrah ke Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung. Meninggal dan dimakamkan Bandar Lampung, dikomplek pemakaman Rajabasa dekat rumah Pamanku pada 07 Mei tahun 2009. Pamanku ini adalah adik bungsu Mamaku yang sudah sejak lama ikut kami sejak SMP dulu, dan sekarang 2 anak gadisnya sudah kuliah. Dan mungkin ini pula yang menyebabkan kami sekeluarga tak lagi mudik ke Lahat kalau lebaran. 

Pusat Kota Lahat,
Standart seperti Kabupaten lain di Sumatera Selatan.
Pasar yang ada dipusat kota Lahat namanya Pasar Belande, lucu ya namamya... sayang aku ternyata lupa memotonya. Banyak masjid disepanjang jalan protokolnya. Ada juga patung pahlawan dibeberapa pojok jalan. 

Patung Pahlawan, tak jauh dari kantor PEMDA Lahat.
Belok lagi arah ke Bonbin  Ribang Kemambang.
Menurutku, yang menonjol dari kota ini adalah pemandangan alam yang indah dan sejuk, sangat jauh berbeda dengan Palembang. Mungkin karena Lahat dikelilingi perbukitan, bahkan ke arah Pagar Alam ada gunung tertinggi di Sumatera Selatan, gunung Dempo namanya. Gunung Dempo mempunyai dua puncak. Diatas puncak kedua yang lebih rendah terdapat sebuah kawah yang mengeluarkan batu belerang. Kawah ini terletak ditengah lapangan pasir dan bebatuan yang biasa dipergunakan para pendaki untuk beristirahat dan berkemah. Pendakian dari Pabrik teh ke puncak ini membutuhkan paling tidak 6 jam perjalanan. Ya didaerah ini memang banyak sekali kebun teh yang menghampar.

dempo
Gunung Dempo, gunung tertinggi di Sumatera Selatan.
Foto dari http://djaloe.wordpress.com
Adapun bukit yang paling terkenal di Lahat adalah Bukit Serelo, atau banyak juga yang menyebutnya bukit tunjuk, dan ada juga yang menamainya gunung jempol, meski mereka tahu ini hanyalah bukit bukan gunung. Letaknya 20 km dari pusat kota Lahat. Tapi tampak menawan bila kita lihat dari kejauhan, mungkin karena puncaknya yang khas, seperti menunjuk ke langit.

Bukit Serelo dari arah berbeda, asal foto situs pemkab Lahat.
serelo
Bukit Serelo, sama dengan nama hotel terbesar di Kota Lahat.
Foto dari http://djaloe.wordpress.com
Dibawahnya terdapat sebuah kompleks area untuk menjinakkan, melatih dan mendidik gajah. Sekitar 40 ekor sudah dijinakkan di tempat ini, namun baru sebagian yang dapat diandalkan untuk para pengunjung. Anda dapat juga membuat foto dengan gajah-gajah itu. Tinggal berikan tips sebesar Rp. 5.000,- kepada pawang dan anda dapat berpose sepuasnya. Tempat ini juga cocok untuk berrekreasi dan berkemah. Cerita orang lho, sebab aku belum pernah kemari. 

Lahat juga banyak dialiri sungai, yang terbesar adalah Sungai Lematang. Berarus deras dan banyak bebatuan alam yang besar-besar disepanjang aliran sungainya. Sangat cocok menjadi tempat wisata alami, atau sekedar tempat lomba rakit tradisional dalam rangka 17 Agustusan. Dan karena banyaknya sungai di kota ini, maka jembatan gantung banyak kita temui. Di pinggir kota ada 2, di pusat kota juga ada, bahkan dipinggir pasar.

Salah satu jembatan gantung dipinggiran kota Lahat,
Berlatar Bukit Serelo.
Air terjun disekitar kota Lahat juga banyak dan bangus-bagus. Diantaranya air terjun bidadari, air terjun lawang agung dan tebat sekedi. Tapi aku belum pernah kesana juga. Ini foto yang kudapat dari situs pemda kota Lahat.

Air terjun BIDADARI, sekitar 8 km dari kota Lahat.
Terletak di desa Karang Dalam, kecamatan Pulau Pinang.
Komplek perkantorannya menyebar, dan rata-rata berupa bangunan lama yang masih terawat baik. Adapun Rumah Sakit di pusat kota Lahat, aku sempat melihat Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit DKT yang letaknya berdampingan, persis di depan Hotel Bukit Serelo tempatku menginap.

Penampakan Hotel Bukit Serelo,
*dari hasil bidikan yang seadaku...
Hotel Bukit Serelo, bukan satu-satunya hotel besar di Lahat. Hotel-hotel yang lain tidak kalah bagus lho ya, ada hotel Nusantara di pinggir jalan protokol, ada juga hotel Grand Zuri yang baru diresmikan akhir tahun 2011 lalu.

Komoditi andalannya kota Lahat juga tidak kalah banyak dan beragam. Ada kopi, kelapa sawit, penangkaran bibit tanaman kayu dan bibit perkebunan. Belum lagi ada komoditi lain yang terkenal seperti marmer.

Kota Lahat juga terkenal dengan buah-buahannya. Seperti durian, duku, dan rambutannya. Walaupun semuanya belum ada yang dibudidayakan secara khusus, masih mengandalkan cuaca, musim dikendalikan oleh keadaan alam. Tapi jangan salah, durian Lahat terkenal ranum dan murah. Apalagi kalau sedang musimnya.


Demikianlah cerita singkatku tentang kota Lahat, kota tempat dimana aku dilahirkan, sekedar mengobati rasa rindu dihati. Sekarang saatnya mengumumkan jawaban dari pertanyaanku diposting sebelumnya, sesuai janjiku. Ya, tentang jembatan gantung. Jembatan gantung tempatku bergaya adalah jembatan gantung dipinggir kota Lahat, tampak Bukit Serelo dilatarnya. Sedangkan jembatan gantung tempat suamiku mengabadikan senyum adalah dipusat kota Lahat, dekat pasar, itulah mengapa latarnya tampak banyak rumah-rumah penduduk. Terima kasih untuk semua sahabat yang sudah menyertaiku napak tilas sejenak di Lahat dan memamerkan serangkaian aksi di jembatan gantung.

Dari 5 sahabat yang jawaban yang kucatat, yaitu Thia-kanafiUmmi Nabil dan Uni Evi maka setelah melalui proses 'pengundian' hadiah kali ini diperuntukkan kepada Umminya Nabil. Silakan kirimkan alamatnya ke kekemuhir@gmail.com, karena ada cindramata sedikit dariku, sekedar pengikat hati dalam persahabatan ini. Semoga barokah ya... Buat Jiah al Jafara dan Mbak Anazkia yang jawabannya sangat apik, maaf kali ini belum beruntung karena datang terlambat, hehe... Dapat senyum aja ya :lol: dan sekaligus undangan makan model langsung ke Palembang dengan tiket PP tidak disiapkan 


Sampailah kita dipenghujung Januari 2012, semoga hari esok selalu lebih baik  ya...

Sabtu, 28 Januari 2012

Jembatan Gantung

Pernah melewati jembatan gantung? Aku pernah, walau tak sering.

Beda dengan penduduk di kampung kelahiranku Lahat, dan kampung-kampung sekitarnya, jembatan gantung tersebar dimana-mana. Menjadi salah satu sarana wajib harian, bahkan untuk berjuang menuntut ilmu. Seperti yang diceritakan foto ini.

Sumber BBM seorang sahabat 21/01/2012.
Diberinya judul: Perjuangan menuntut ilmu.
Foto ini kirim seorang sahabat Abinya Hamas yang tinggal di Empat Lawang, nama satu kabupaten di dekat Lahat. Dulu bahkan masuk kabupaten Lahat. Sahabat, apa yang ada dibenakmu saat melihat foto ini, kagum atau miris? Atau ada yang punya pandangan lain? Silakan saja, semoga Pak Menteri Perhubungan atau Menteri Pendidikan ikut urun pendapat :) *ngimpiajakalee...

Tapi ya sudahlah, inilah sisi lain wajah negeriku tercinta...
Daripada sibuk merutuki kegelapan, mendingan menyalakan seberkas sinar, kata orang bijak. So, lakukan yang bisa kita lakukan. Seperti yang tengah dilakukan para sahabat blogger, mengadakan give away atau mengikuti give away, tak penting menang kalah yang utama adalah menjalin persahabatan dengan bahagia di maya, tampa melupakan sahabat dinyata tentunya...

Jangan bingung akan tema bahasanku kali ini, tak begitu sarat makna. Bukan tentang definisi jembatan gantung, atau kreteria jembatan gantung yang aman untuk disebrangi, apalagi cara membuat jembatan gantung yang baik dan benar. Buuukan. Dan bukan pula seputar tips menyeberangi jembatan gantung. Karena jujur, aku bukan ahlinya. Jadi jangan tanya padaku ya :)

Seperti pada An Nahl : 43 "Maka bertanyalah kepada ahlinya jika kamu tidak mengetahui"

Sedangkan aku, kali ini ...

 Dengan gaya tak takut menyebrang...
Akupun tak takut, lihat aku bahkan bisa bergaya...
...hanya ingin mengajak mata latihan meneliti, apakah 2 jembatan gantung dalam 2 foto (foto 2&3) ini sama? Ataukah berbeda? Ceritan sedikit apa alasannya?

Sekedar menyapa,
Selamat berakhir pekan bersama orang-orang tercinta...

Jumat, 27 Januari 2012

Dua Award dari It's Life

Selalu suka kalau dapat hadiah award, kali ini dapat sekaligus dua dari Umahnya fityanakifah.  Sang pemberi award bukan hanya sahabat maya di blog yang baru kukenal, tapi bertahun-tahu lalu kami pernah jalan bersama, merangkai kisah indah di Kampus Inderalaya, Universitas Sriwijaya. Banyak hari kami lalui bersama. Meski beda fakultas dan beda angkatan. Kami pernah berkiprah dalam sebuah wadah yang sama. Dedek, begitu aku biasa menyapanya... Setelah tamat, kami berpisah, tapi kami masih saling menyapa, walau terkadang hanya sekedar sms. Suaminya sejawatku, adik tingkat dari Fakultas Kedokteran UNSRI yang sekarang sedang berjuang menyelesaikan S2 Akupunkturnya di FK UI. Sekarang mereka sekeluarga 'betah' tinggal di Jakarta. Aku pernah bermalam di rumah mereka tahun 2010 lalu, sesaat setelah pelatihan kompetensi TKHI. Kapan ya mereka kunjungan balik 'bermalam' di rumahku, secara mereka kalau mudik juga ke Sekayu kan? Lewat Palembang dong... 
Ditunggu lhooo...
Award berantai dari Sahabat
Selalu meniupkan hawa hangat penuh semangat...

Awardnya warna hijau, auranya sejuk ya...

Dipersembahkan dengan penuh hormat buat:
Lyliana Thia
Ketty Husnia
Alaika Abdullah

Hariyanti Sukma

Orin 
Mama Olive

Bunda Kanaya
Al Kahfi
Indra Ejawantah
 Lozz Akbar 

Della Bubil
Nia PoOh Angga
-ka

Liza Fathia

Semoga berkenan...
Tujuh fakta tentang diriku, meski sudah sering kuungkapkan, tapi tak apa, sisi lainnya masih ada...
1. Lagi seru gabung di kelas menulis non fiksi
2. Ingin bisa nulis buku, rame-rame juga sendiri
3. Lagi ngurus SK Mutasi yang belum juga kelar, mohon do'anya ya...
4. Ingin belajar fotografi
5. Lagi merintis usaha di rumah
6. Ingin rutin berolahraga
7. Sedang sering kesulitan buka email, OL dan sebagainya, sehingga tulis menulis di blog juga agak keleleran, BW belakangan makin parah, maafkan ya sahabat...

Alhamdulillah kelar juga...

Rabu, 25 Januari 2012

Selembar STR di Negeriku

Negeriku memang bukan Negeri para malaikat
Negeri dimana, orang korupsi trilyunan bisa melenggang bebas ke Luar Negeri
Negeri yang sempat heboh dengan pencurian sendal
Negeri yang pejabatnya kerap terlambat berbuat saat ada TKWnya kena gantung

Negeriku bukan juga Negeri Peri dicerita donggeng
Negeri yang katanya subur tapi petani banyak yang tak punya lahan sendiri
Negeri dimana para pemain bolanya saja masih banyak yang import
Negeri yang pernah menorehkan cerita mendadak seleb seorang Briptu Norman

Negeriku bukan Negeri para bedebah
Setidaknya aku tak mau menyebutnya begitu
Meski di Negeriku kini banyak limbah, tapi tetap saja sebenarnya bisa diolah
Dan satu lagi, alangkah banyaknya manfaat lebah yang juga hidup di Negeriku

Negeriku sebenarnya kaya raya, itu pasti
Karena di Negeriku banyak sumber daya alamnya
Tapi nyata juga, disetiap pulau Negeriku ada saja hutannya yang gundul
Dan dihembusan angin berita, selalu ada saja tema tentang kelaparan

Negeriku yang masih terseok bangkit dari kepungan hutang Negara Asing
Meski begitu, anak bangsanya begitu mempesona. Pandai berwibawa, bijak wijaksana
Sungguh sosok Laskar Pelagi atau Shohibul Menara dalam Negeri 5 Menara itu ada
Para pemuda yang gempita mengejar mimpi-mimpi

Negeriku sangatlah berbudaya
Hingga budaya korupsi, sangat kental membudaya
Dan ilmu sosial budaya begitu jarang diminati
Budaya malu juga makin terkikis, meringis miris diusir senyuman sinis

Negeriku, sangatlah lengkap kisahnya
Dari kisah Mahabarata sampai kisah Mesuji
Kisah pendidikan yang masih jauh dari berkarekter
Pun kisah dunia industri yang hanya minoritas memihak usaha kecil

Negeri yang marak dagelan politiknya
Saat ramai-ramai orang bincang politik padahal tak ada ilmunya
Saat politik hanya untuk kepentingan pribadi saja
Saat politik bagai jualan kacang rebus di atas kereta ekonami

Di Negeriku ini juga banyak cerita tentang kesehatan
Pengobatan gratis katanya untuk membantu rakyat jelata agar sehat
Tapi benarkah? Mengapa orang miskin justru sulit sekali masuk RS
Entahlah, apa ada hubungannya dengan pelaku dunia kesehatan?

Lalu, adahkah kau tahu, kisah sedih dibalik selembar STR di Negeriku?
Ya untuk langgeng berpraktek seorang dokter harus punya STR ini
STR berlaku selama 5 tahun, selanjutnya harus diperpanjang lagi
Jangan tanya syaratnya, banyak dan njlimet 



Masih tentang STR di Negeriku
Sebenarnya tujuannya baik hati dan tidak sombong
Agar para dokter terus belajar dan berbenah diri
Sebab yang dihadapi adalah sesosok makhluk bernyawa yang katanya paling mulia

Tapi dan tetapi STR justru jadi ajang bisnis tak berujung
Tujuan tinggal tujuan, para dokter banyak yang memilih memalsukan data
Hanya ngaku-ngaku ikut pelatihan, atau kalaupun sungguhan ikut
Biayanya yang membumbung dibebankan pada perusahaan obat
Ujung-ujungnya mencekik si sakit yang sekarat

STR oh STR
Miris hatiku mengingatmu, STR milikku memang sudah ditangan Agustus 2011 lalu
Tapi aku masih harus prihatin dengan banyak kisah seputar STR para sejawat
Akhirnya dengan sangat menyesal sedih kukatakan,
"Berfikir ulanglah bila ingin menjadi dokter di Negeriku"


* STR = Surat Tanda Registrasi, semacam SIM untuk praktek dokter.

***

Untuk Trio Mak Cebong, ini kisah sedihku. Hampir lewat aku diambang DL, tapi demi  kuingat salah satu syarat penulisannya boleh dalam bentuk puisi, pantun, gurindam atau apa saja dengan tak ada batasan panjang pendeknya, maka untuk memperjuangkan cintaku pada sahabat, sengaja kutulis kisah sedih ini.
Nyata tak pakai bulu air mata buaya palsu.



Maka dengan ini, aku 'Umminya Hamas' menyatakan bahwa tulisan yang tak selebar daun kelor dan tak sedalam lautan biru ini diikutkan dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia”. Disponsori oleh : “Jeng AnggieDesa BonekaKios108

Kelas Menulis Non Fiksi

Haloo, selamat, ya, ini daftar peserta lolos seleksi beasiswa nulis nonfiksi.
Adhi Kristian
Anggraini Adityasari
Dewi Amalia
Eli Kamilah
Evi Oktaviani
Farid Wijaya
Fitri Yanti
Rizki handayani
Suhendri Purnama 

Yunda Hamasah
Firmanawaty Sutan

Para peserta agar meng-add FB Nunik Utami Ambarsari, Erlina Ayu, dan Firmanawaty Sutan dan mention agar kami tahu bahwa kalian adalah peserta workshop.

Nanti akan masuk ke kelas khusus.

Thanks ya...
Nunik, Ayu, Firma


***

Email ini baru bisa dibuka, ketinggalan dech...
Syukurnya masih boleh nyusul :D Thanks for Ila, atas informasinya tentang ini.

Jumat, 20 Januari 2012

Lagak Penjual Duren

Jejak-jejak duren...
Jalan lintas Sumatera, dari Lahat ke Palembang.
Selasa, 17/01/2012.


Alih-alih memenuhi tekad hati untuk menyegarkan blog dengan posting baru setiap harinya, aku malah tak berhasil menayangkan posting terjadwal. Setelah dicek ternyata hanya terstel 'simpan' bukan 'publikasi', ahaaa... ternyata, sederhana saja kesalahannya. Ya sudahlan, buat besok-besok saja. Sekarang masih seputar edisi bernarsis ria. 

Plus...

Khasiat dan kegunaan buah durian sebagai berikut:
- Ekstra kulit dan buah durian, dapat digunakan sebagai obat penyakit kulit dan bengkak.
- Dapat menurunkan kolesterol darah.
- Bila kita mengkomsumsi, kandungan buah durian untuk pembersih darah.
- Sebagai obat herbal mengurai kegelisahan, depresi dan insomnia.
- Menambah kadar serotonim otak.
- Sebagai sumber lemak mentah. 


Sumber Blogiztic