Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Mei 2014

Izinkan Aku Jadi Bidadarimu

Aku ingin menjadi wanita yang menyejukkan pandanganmu
Aku berusaha menjadi wanita yang bertutur kata santun
Aku mau menjadi wanita yang berderma dengan harta halalmu
Aku adalah wanita yang siap menjaga kehormatan dalam balutan iman

Maka ajari aku untuk menjauhi maksiat
Jangan kenalkan aku pada jalan yang sesat
Naungi aku hanya dengan rahmat
Agar selamanya aku tidak menjadi wanita jahat

Yang aku ingin tak hanya menjadi pendamping
Tapi aku juga butuhkan dirimu sebagai pembimbing
Aku butuh cintamu untuk raih cinta-Nya

Aku perlu ridhomu untuk menapak ke Syurga-Nya

Tegurlah bila aku salah
Ingatkan aku ketika khilaf

Tapi jangan lukai hatiku, apalagi menghukumku
Bimbinglah aku ke jalan-Nya agar selamanya aku makmum yang baik


Mencintamu adalah anugerah dari-Nya
Dicintamu sempurnalah anugrah-Nya

Izinkan hanya aku bidadarimu, selamanya


Aamiin ya Rabbal'alamin...





Selamat bertugas ya Abi, do'a kami menyertaimu.
Semoga Allah selalu menjagamu, bahkan dalam lelap tidurmu.

(Jelang Milad Pernikahan ke-12, 07072014)

Senin, 25 Februari 2013

Barokallah 4 Jabar

Badai boleh menerjang
Bahkan berulang dan meluluhlantakkan
Tapi bukan berarti kalah

Saat dihujat tak mesti sekarat
Dihantam tak boleh karam
Dianiaya jangan terpedaya

Karena perjuangan belum usai
Langkah masih harus berderap
Bergerak, sampai rasa lelah itupun lelah menyertai

Dari Jabar tanda kemenangan itu t'lah tampak
Gemuruhkan syukur saudaraku
Do'akan kamipun menyusul

Jumat, 25 Januari 2013

Melengkapi Rasa

Ini tentang rasa yang seharusnya ada
Tapi entah seberapa takaran rasa
Sebab terkadang membuat mata terpijing, seperti keasinan
Sering juga kepala mengeleng, pahit atau asam yang terasa?
Entahlah, namun rasa yang tertolak

Sebab kerap kali rasa yang hadir membuat nyeri
Mampu menyentak, bahkan melinangkan air mata
Walau bukan kepedasan
Ya, adalah ini tentang rasa
Meski bukan rasa pada lidah semata

Tentang sebuah rasa dihati sahaja
Yang selayaknya dimiliki
Untuk pantas dikata mencintai
Rasa yang sejatinya dipunya
Agar kelak syafa'atmu bisa kami dapat

Rasa mencintaimu, rasa menyanjungmu
Rasa mengidolakanmu, rasa merindu, tak sebatas kata
Tapi gerak yang menyerta, melakukan sepertimu
Duhai junjungan kami, tauladan kami
Semoga kami layak menjadi umatmu

Jumat, 19 Oktober 2012

Merilis Rindu

Bila untuk sebuah perjuangan
Tak mengapa dikau pergi
Anak-anak aman bersamaku
Tapi bukan berarti tak boleh ada rindu, bukan?
13 hari cukuplah membuat sebuah rasa mengkristal menjadi rindu
Bukannya aku lupa pada kata gagah sang khalifah, Omar
Yang membatasi 4 bulan untuk menuntaskan rindu seorang mujahid
Tapi sungguh, saat ini aku merindumu

Bukan untuk melemahkanmu
Bukan pula ingin memintamu pulang sebelum waktu 
Hanya ingin mengurai rindu
Pada seorang yang memang boleh kurindukan 

Rabu, 18 Juli 2012

Pada Hariri BlogCamp

Tak ada rangkaian kata bak pujangga yang dapat kukirimkan
Tak juga senandung merdu yang bisa kulantunkan
Apalagi kado berharga yang kuhantarkan 
Hanya setulus do'a dan satu tulisan ala kadarnya ini
Yang coba mewakili rasa hatiku...



Pencil Sketch: Hormat Graakkk...
*menerapkan ilmu yang diajarkan Sang Komandan ^^


BlogCamp yang kerap kali kukunjungi di maya
Selalu menebar pesona
Gayamu khas, penuh warna-warni membangkitkan dari keminderan
Lengkap dengan bahasa yang mudah dicerna membuatku (merasa) makin pintar

Sering kali aku dibuat terkagum pada ragam tips dari BlogCamp
Cara mengikat tali sepatu
Cara membuat roti, resep sayur lodeh juga tak ketinggalan
Belum lagi tips ngeblog yang menghasilkan, acapkali membuatku manggut-manggut
Dan berjanji dalam hati untuk terus belajar dan belajar *meski belum juga sucses :(

Kalau dikau mengadakan kontes 
Dijamin bakal diserbu peserta *termasuk aku...
Sebab hadiahnya selalu menggairahkan
Temanyapun unik dan keren, membuat banyak yang tertarik 
Dan aku kapok tak ambil bagian, cukup menyesal sekali saja
Tak percaya? 
Masih ingat, Kontes Tumpeng Ngetril 61hampir setahun yang lalu?
Aku terlalu banyak pertimbangan sehingga tak jadi berpartisipasi
Ehhh ternyata, semua yang ikut dapat hadiah

Tak hanya saat kontes, ada banyak kesempatan
Saat kejutan 'tanda cinta' itu membuatku bahagia *aku tahu bukan hanya aku...
Belum lagi kesempatan jadi Model di BlogCamp, membuatku tersanjung
Sejujurnya kukatakan, "Bersyukurnya aku bisa mengenalmu"
Meski belum pernah bersua raga *semoga suatu ketika bisa berjumpa ;)

Belum lagi posting khas hari Jum'at yang selalu kurindu
Sarat makna dan menginspirasi
Dikau memang tak hanya pandai mengolah kata mutiara ataupun meraup dollar
Tapi juga jagonya mengkaji ilmu
Dan menjabar ragam hikmah

BlogCamp memang OKE, mantapnya terasa sampai ke hati
*siapa dulu Komandannya?
Semangat berbagimu membuatku iri
Ditambah lagi dengan indahnya silaturahim yang terjalin di BlogCamp
*menjadi perantara perkenalanku dengan blogger lain
Semoga kedepan BlogCamp, Komandan dan Keluarga besarnya sehat selalu
Makin sejahtera, hingga bisa terus berbagi dan semakin menyala


"Pokoke semoga BlogCamp terus Berjaya !!!"



                             Persembahkan khusus untuk Blogcamp yang sedang berhariri yang ke-3

Selasa, 12 Juni 2012

Seberapa Besar

Seberapa besar dukamu
Kami bahkan tak melihat itu
Sebab kau baluti dengan senyuman ketegaran
Tak ada tempat untuk air mata

Seberapa besar kau mencintainya
Tak akan bisa menahan ia kembali pada Sang Pemilik
Sebab nyatanya hari ini kaupun harus ikut dalam barisan sholat jenazah
Bersama Bunda yang melahirkannya

Seberapa besar ikhlasmu
Tak akan ada yang bisa mengukurnya
Sebab sudah kau buktikan perjuanganmu merawatnya
Dalam 2,5 tahun sakitnya

Seberapa besar kuatmu
Sungguh semua tak akan pernah tahu
Tapi aku yakin kau akan bisa melewati semuanya
Ada Kanza yang masih membutuhkanmu

Untuk seorang sahabat yang suaminya meninggal hari ini
*sang suami sakit sejak anak pertama mereka umur 7 bulan, dan sekarang jelang 3 tahun.
Sakit yang 'tak biasa', maka aku percaya sosokmu sebagai istri yang setia pastilah lebih 'tak biasa'

Rabu, 08 Februari 2012

Kiriman Lidya dan Award

Ternyata tak muncul ya, jadi ingin malu...


Tak apalah, silakan klik disini, semoga tak salah alamat ^^
http://list-tetangga.blogspot.com/2012/02/test-puisi.html


Selanjutnya mau pasang award dulu ya...


Dari Mbak Reni, The Others
Dari Pak Indra, Ejawantah's Blog

Terima Kasih banyak ya, dengan ini semua semoga aku makin semangat ngeblog...
Februari Ceria ^^

Minggu, 05 Februari 2012

Tentang Rinduku

12 Rabi'ul Awal
Banyak masjid yang menampilkan sosokmu
Penuh suka cita, semoga bermuara cinta
Meski tak sama cara ungkapkan rasa

Akupun memang bukanlah siapa
Yang bisa ungkapkan cinta dengan cara sempurna
Tapi aku merindumu, meski tak pernah berjumpa
Jauh dimimpi, berharap selalu dekat ke kotamu
Yang merindumu, tak hanya di 12 RA
#ceritanya yang gagal HTML...

Jumat, 23 Desember 2011

Bersamamu Ibu (Repost)

Membersamai mimpi dengan usaha adalah kunci meraih sucses
Membersamai harapan dengan perjuangan, itu juga harus dilakukan
Dan jangan lupa membersamai semua usaha dan setiap perjuangan dengan do’a karena ini niscaya
Selalu kuingat pesanmu Ibu…
dan sekarang kusemaikembangkan pada anak-anakku

Jidah (Mamaku) dan Yunda di Jogya.

Nyai (Ibunya Abi Hamas) dan si pemilik senyum Strawberry.

Saat aku melangkah, membersamai anak-anakku tumbuh
Tetap ada iringan cintamu yang selalu membersamaiku
Senandung munajat yang senantiasa bisa menginspirasi dan menguatkanku
Itu adalah do’a tulusmu Ibu...
Karena sungguh, ketika aku belajar menjadi seorang Ibu
Akupun harus lebih dulu sucses menjadi seorang anak
Dan aku bisa karena bimbinganmu duhai Ibu
Love U Ibu...
Nyai dan Hamas saat bayi.

Jidah dan Hamas saat 3 tahun.
        
Palembang, 21 Desember 2010  / 14 Muharam 1432 H, 
Jelang hari Ibu 2010

Rabu, 07 Desember 2011

Tak ada yang Abadi

Senja yang tak abadi...

Menikmati senja berdua...

Saat senja belum lagi sempurna 
Sang dewi malampun sudah bersila
Di dunia, tak akan ada yang abadi
Tidak juga senja hari ini, disini 
Lokasi: Pantai Tanjung Pesona Bangka

Kamis, 18 Agustus 2011

Apa Khabar Ramadhanmu?

Aku bersyukur pada Negeriku yang damai
Aku cinta kedamaian itu
Atas nama cinta, akupun cinta kemerdekaan
Karena dengan merdeka kita bisa sejahtera
Akupun bersyukur pada Negeriku yang sudah Merdeka 66 tahun yang lalu
Dengan menghirup udara merdeka, aku bisa jalani setiap Ramadhan dengan indahnya

Tapi apakah semua saudaraku bisa merasakan apa yang aku rasakan?
Ach... apa khabar Ramadhanmu di Palestina?
Karena selain Indonesia, aku juga cinta Negeri yang belum merdeka itu
Setulus do'a untukmu, untuk Ramadhanmu yang penuh makna 

I Love Palestina, Apa Khabar Ramadhanmu?
(Masih seru dengan PhotoFunia-http://photofunia.com) 

Rabu, 13 Juli 2011

Poetry Hujan: Mandi Hujan

Bukan Milik Hujan




Bunda, selalu katakan bahwa hujan adalah rahmat
bagi tumbuhan, bagi hewan, bagi kami juga bagi seluruh alam
Bunda buktikan kata itu lewat sikap
kami selalu diizinkan mandi hujan 
karena kata Bunda, ini adalah wujud mensyukuri rahmat itu
tak ada teriakan atau larangan, tak juga ada khawatir
Bunda justru begitu bahagia melihat kami menikmati sensasi hujan
saat kami mandi hujan, Bunda tak pernah takut kami sakit
karena menurut Bunda, sakit bukanlah milik hujan


Puisi ini diikut sertakan pada Kuis "Poetri Hujan" yang diselenggarakan oleh

Selasa, 12 Juli 2011

Poetry Hujan: Balada Hujan

Jangan Salahkan Hujan




Ketika pagi itu kau tak datang diperhelatanku,
tak mengapa Dinda, walau aku merasa tak lengkap
maafmu sudah lebih dari cukup
tapi Dinda, tolong jangan katakan karena hujan

Saat siang lain ada kajian fiqih
kau lagi tak datang dan tetap salahkan hujan 
Dinda, tolong jangan katakan hujan yang menghalangimu
lihatlah yang lain tetap bisa datang meski bercumbu hujan     

Dan sore ini saat Bu Nyai sakit
hanya ada gerimis hujan disela senja yang indah 
lucu saat kau katakan hujan yang menjadi sebab kau tak datang
padahal yang lain tetap datang karena ingin tunaikan hak Sang Guru

Sebenarnya sedang apa dirimu Dinda? 
aku datangi tapi kau tak ada di rumah
sibukkah? mari, sini kubantu
sedang sulitkah? ayo katakan, kita bisa berbagi
agar tak selalu hujan kau salahkan 
karena sejatinya hujan adalah penyempurna cinta-Nya
jadi bukan alasan untuk tidak tunaikan kebaikan



Puisi ini diikut sertakan pada Kuis "Poetri Hujan" yang diselenggarakan oleh

Jumat, 17 Juni 2011

^- Akang Hamas, genap 6 tahuN -^

Ketahuilah Nak...
Kau adalah anugrah terindah yang terbaik dari-Nya
Kau yang selalu membanggakan
Dirimu anak Sholeh, mutiara jiwa, penyejuk mata
Abadi dalam do’a...
"Selamat Hari Lahir Nak...."

Besok, 18 Juni 2011 Akang Hamas genap 6 tahun
Besok juga bertepatan dengan acara perpisahan TK
Akang termasuk yang pentas lho besok, membacakan surah pendek
Bareng dengan kawan-kawan yang lain sich...
...tapi pesan Bunda Lilik kemarin, Akang harus datang, karena Akang yang paling hafal
Subhanallah ...

Tahun ini, Akang beneran tamat dari TK
yang artinya tahun ajaran depan Akang sudah jadi siswa SD
Alhamdulillah banyak kemajuan pesat yang Akang capai
Sudah bisa membaca dan makin gemar membaca 
* tahu kan ya beda gemar membaca dengan bisa membaca?
Ayo penting yang mana?

Akang baca buku di PUSDA.
Akang juga sudah berani sholat ke masjid sendiri,
tak mesti bersama Abi
*maklumlah jarak masjid dengan rumah dekat tak sampai 100 m
bahkan kubahnya tampak dari halaman rumah
dan sekarang kalau mau ke masjid sudah bisa pakai kain sarung sendiri,
walau seperti mau melorot,
dan entah mengapa tak mau pakai peci

Akang mau ke Masjid.
Akang tetap suka olahraga renang, tapi ada tambahan yang lainnya
Suka bola kaki, suka bulu tangkis * yang ini sedang keranjingan 
dan sudah bisa bersepeda roda 2
Senam juga suka...
Tapi belum ada yang mampu menggeser RENANG sebagai favorite-nya
Tentang renang, ada cerita seru saat Hamas menjelang 4 tahun
karena lupa pakai pelampung dan langsung terjun dikolam 1 meter
blep...blep...timbul tenggelam
semua orang sekitar datang menburu, semua berseru....
"Wach...jagoan, pinter berenang"
"Hebat!!!....Pinter!!!"
Menghibur...berusaha menenangkanmu yang masih terbatuk diselingi tangis
Ummi langsung memelukmu
Jangan sampai ada trauma, semua berharap...
Lantang kau berteriak

"Akang ni tenggelem, bukan pinter berenang....huuuu...."

Tangismu lepaasss
Pelukan Ummi mengencang
Tapi.....reda tangismu
langsung nyebur lagi
Alhamdulillah tak ada secuil trauma


Aksi Akang saat renang, selalu SUKA.
Akang bila kedinginan, naik bentar, menyantap roti atau apa saja.
Lanjut RENANG lagi sampai kirut-kirut.
Yang juga mampu mengalihkan dunianya
bermain di Alam, serasa jadi si-Bolang
dan memang Akang menikmatinya sekali
Langsung ngedepok duduk atau bergaya tidur di Alam terbuka
* ssstttt...yang ini juga sebenarnya dari kecil lho...
Sahabat Alam.
Ini gaya Bolang saat masih di Blambangan.
Akang bisa langsung tiduran dikursi Taman. 

Akang berani kotor.
Cerita tentang mewarnai,
Hamas pernah dapat bingkisan
Pringkat ke 4, lomba mewarnai disekolahnya
Akang Hamas sempat jadi penggemar Naruto
Suka Upin Ipin
Dulu favoritnya Power Rangers
Tentang Power Rangers, dulu Akang bilang
bahwa Hamas itu sebenarnya adalah Power Rangers Palestina
ada-ada saja :)
Tapi sekarang tak begitu jelas tokoh kartun favoritnya,
sekarang kalu lagi ingin saja Akang nonton
Itupun jarang sekali
Kecuali kalau saat berada di rumah Nyai atau Jidah
Nonton bareng sepupu
Sekarang Akang malah makin banyak main di Alam
bareng Genk-nya di Kompleks *nanti kapan-kapan akan kutulis khusus

Aneka mainan Akang yang dikumpulkannya dari sekitar.
Adalah mainan favorite Akang saat ini, namanya Beyblade, cara mainnya seperti gasing.
Gasing masa kini.
Sesekali main game di Laptop Ummi, tapi Sabtu dan Ahad saja
syaratnya maksimal 2 jam *biasanya beberapa kali mainnya
dan harus ada yang dampingi
Akang Hamas senang bila diajak Aksi ”SAVE PALESTINE” atau Aksi Moral lainnya
Jalan sepanjang Gedung DPRD Prop sampai Bundaran Air Mancur 
*terbaru 26 Maret 2011 yang lalu
jadi saksi semangatmu Nak....
hanya sesekali dibopong Abi, makin HAMASAH

Akang saat Aksi SAVE PALESTINE, besoknya jadi cover SUMEKS.
Semua dikhabarinya, "Akang masuk Koran".



Akang lebih mirip Jidah dalam banyak hal,
Bentuk wajah, senyumnya terutama
Suka ngingaunyapun sama
Kalu sudah sebulan ndak ketemu Jidah mesti mimpi tentang Jidah
Pokoknya semua tentang Jidahnya membuatnya SUKA


Hamas umur 2 tahun saat Avig, sepupunya lahir
Sudah buat panggilang sendiri
Jangan panggil Kakak, Abang juga ndak mau
Maunya dipanggil Akang
*mungkin maksudnya gabungan antara Abang dan Kakak ya...

Akang Hamas sosok yang romantis
Senang mencium dan dicium, senang memeluk dan dipeluk
ini salah satu contoh gaya romantisnya
”Akang Sayang Ummi, Muachhh....”

Yang juga sangat kau gemari adalah mandi hujan
serasa menemukan sensasi disetiap kesempatan mandi hujan
bersama Yunda, atau sendiri bareng Genk kompleks

Akang mandi hujan dipancuran depan rumah.

Merasakan sensasi hujan dengan keliling kompleks.
Dan anak laki-laki, 
memang ada yang harus dipelajarinya secara khusus hanya dari Abi
termasuk belajar menyelesaikan masalah secara jantan, ciee...

Akang adu jurus dengan Abi.
Yang biasa dilakukan para lelaki.
Liburan ini Agenda Akang sudah terjadwal ke Bangka 
jalan-jalan ditepi Laut, 
menikmati Ombak dan indahnya pantai
menghabiskan sisa liburan dengan silaturrahim ke rumah Jidah
ketemu adik Kembar
dan disela itulah Akang minta disunat
sebenarnya sejak beberapa bulan terakhir Akang mulai sering minta sunat
mungkin ada pembicaraan dengan banyak teman
bahwa bila masuk SD, sudah mesti disunat.
Ya, ya...makin menyadarkanku bahwa anak laki-lakiku makin bertumbuh 

Bertambah umurmu
bertambah pula syukurku 
...dan memang wajib bertambah syukur kita
 Semoga terkabul semua do'a dan citamu Nak...
”Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan kembali” 
QS. Maryam: 15

Senin, 06 Juni 2011

Jeda Kepergian

Torehan Penuh Cinta untuk Almarhumah dr. Rika Baharuddin,  
Dipenghujung malam, saat kudapat khabar tentangmu
Dinda, akhirnya dirimu pergi
setelah koma 4 hari di ICU
atas indikasi edeme pulpo akut, sepsis post SC,pphd
semoga keberkahan Rajab menghantarkanmu pada khusnul khotimah
Ya, semoga gelar syahidah untukmu Dinda...
...atas perjuangan melahirkan ananda


Dinda, bahkan belum sempat kuhaturkan maaf
belum juga tunai kubesuk dirimu
saat berita masukmu ke ICU, kuharap hanya perlu beberapa hari untuk pulihmu
tak ada kusegerakan langkah menemuimu
dan sekarang, mau kusulam kemana setangkup maaf ini

karena kutahu dibanyak kebersamaan kita dulu
mungkin kataku yang pernah menggores atau bahkan lakuku membuat luka
Akan halnya tentangmu semuanya tak ada setitik noda yang tertinggal
akan kuikhlaskan bila pernah ada

Begitulah Dinda, kebersamaan kita dulu kerap kukenang
lama tak jumpa bukan karena aku tak rindu
setelah sekian lama, kita bahkan baru bertemu sekitar 2 tahun lalu
kita bertukar serpihan cerita hidup dipernikahan sahabat
setelah itu lama jenak berlalu
sampai kulihat ada papan nama praktekmu di pangkal jalan menuju rumahku
dekat, hanya 2 Km
ada beberapa kali hadir hasrat ingin mampir, bertukar sapa
tapi entah belum lagi terlaksana...


Dan sekarang dirimu benar telah tiada
Tinggalkan 3 anak yang masih BALITA
do'aku Dinda, semoga mereka jadi anak yang sholeh/a
agar mereka selalu berarti bagimu
selamat jalan Dinda, semoga Syurga tempat kekalmu

 Innalilahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Allahumma firlaha warhamha waafiha wa'fuanha   Allahumma latahrimna ajraha wala taftinna ba'da ha wagfirlana walaha...

Tentang seorang adik tingkat alumni FK UNSRI '98,
yang meninggal tadi malam di ICU RSMH
seminggu setelah melahirkan lewat opererasi, sudah pulang ke rumah,
tiba-tiba sesak hebat, memang ada batuk ringan sebelum operasi,
jadi awalnya diperkirakan hanya batuk biasa, ternyata...
langsung masuk ICU, serangan jantung pasca melahirkan
dulu saat masih di Kampus pernah jadi adik bimbinganku di Fakultas
Ach...makin kuresapi bahwa hidup ini singkat
untuk pengingat diri, bila ada niat baik untuk silaturrahim, laksanakan segera
jangan ditunda-tunda, karena umur rahasia-Nya semata

Mengukir kenangan indah bersama kalian adalah satu kebahagiaan 
Wajah2 kalian sering terbayang, Dessy, Bibah, Elis, Maya, Lidia, Fely, Metha, Nuri dkk... 
Sungguh Mbak sayang kalian...
Luv U All coz Allah 
Dimanapun kalian semoga kalian selalu dalam Rahmat-Nya...
Keep Istiqomah...
(thanks to Dessy yang dah baca tulisan ini)
 

Kamis, 26 Mei 2011

Bukan karena tak Bahagia

Kita masih di kota ini, saat banyak sahabat kembali ke ranah asal
tetap bangga menyandang status perantau
walau dengan kondisi yang jelas berbeda
dan kita masih rekat seperti dulu, walau hanya sesekali bertemu

Ya, tujuh tahun setelah usai masa kampus kita jarang bersua raga
khabar seperti hembusan angin, ada tapi tak nyata
tapi tak mengapa
bukan kah sekarang banyak kesempatan kita bisa berdialog lagi

Dirimu masih selayak dulu
ceria dalam canda, ceritamu apa adanya
walau gemilang karir telah kau dapat, wakasek di satu SMA ternama
hanya jelas pada gelar pembesar yang kerap kujuluki
....ayo diet, begitu ingatku kerap kali
"biar saja, ini tandanya aku jomblo bahagia" timpalmu tetap dengan tawa

Ach..........
tapi sampai kapan?
tak ada jawaban, tak juga kucela
harapku, esok lebih baik
akan ada cara Allah menjagamu

Sore tadi kau datang dengan 'tak sehat'-mu
maafkan, ternyata sudah kerap kali
"mengapa tak kemari?", sebuah pertanyaan tak patut
apakah aku berhak menggugat, padahal aku bahkan tak pernah ke rumahmu
setulusku, maafkanlah....
"tak mengapa, biar aku yang kemari, aku juga rindu anak-anakmu"

tak ada kabut, ulas senyummu terlalu nyata
dan acara berdarah-darah itupun harus terjadi, akhirnya dirimu ku BEKAM
dan aku masih terus mencoba, membumbuimu agar mau genapkan 1/2 dien
"tolong sadarilah, sakitmu mengisyaratkan,
bahwa dirimu perlu dikuatkan"

hapus kisah pilu masa lalu, masih banyak pria baik untukmu
bukan aku keberatan menjadi labuhan
tapi akan indah untukmu kini dan kelak
usia kita tak lagi remaja
semua ingin lihatmu mendua, dengan orang yang tak mesti sempurna
selalu ada cinta bila kita mau membuka diri
semoga usai episodemu, lalu esok datang dengan lebih cerah
"Allah bantu dirinya, yakinkanlah ia pada yang sering kami bahas dulu"
Semua Indah pada Masanya, bukan karena dirimu tak Bahagia


~ Untuk seorang sahabat yang sedang sakit, Syafakillah. Katakan, SEHAT  ~
Seorang sahabat anugerah-Nya, melukis indah kisah bersama di kost-an walau beda Fakultas.

Kamis, 14 April 2011

Semusim Sudah Berlalu

Tak terasa sudah lewat semusim yang lalu
Saat rasa sedih perpisahan itu nyata
Tak banyak kata
Waktu untuk saling berceritapun sudah enggan menyapa

Ya....semua ternyata sudah hampir setahun yang lalu
Sekarang rasa kehilangan itu sudah berganti
Yang ada hanya kerinduan
Akan kah kita bisa bertemu lagi?

Dirimu satu yang mengajarkan ku untuk selalu TEGAR berdiri
Keberadaan kita harus terus punya arti
Adalah orang lain, hanya bisa menilai
Tapi kita yang lebih tahu, bagaimana seharusnya :0

Saat rindu terkuak kala dikau menelfonku subuh tadi,
hanya untuk konsul kesehatan?
What?
Berapa banyak dokter spesialis yang bisa diajak diskusi di Kota tinggalmu sekang
Akupun semakin tersadar, begitulah caramu memberi arti diri seorang saudara

Tak terasa sudah setahun kita tak lagi bersama sebagai tetangga
Dan ketahuilah, bahwa warisan tanamaman darimu masih kurawat
Bahkan belimbingnya sempat kami panen
Ranum dan lebat buahnya
Pohonnyapun semakin tinggi, semakin terasa sesak halaman mungil kami

Ranum...ini foto belimbing setahun yang lalu, sesaat setelah kepindahan pemiliknya.
Bulan Septenber 2010 sempat berbuah lagi tapi sedikit dan tak terabadikan. Bulan ini buahnya semakin banyak.

Menggok, dak lurus.Pertumbuhan tak optimal.

Ada yang terkena serangan ulat bulu.

Masih ada yang berbungga.
Ulat bulu yang merusak belimbingku
Semoga bukan seperti serangan hama di TV

Tidak banyak, tapi sudah merusak, apa ya solusinya?
Kedondong?
Ternyata belum juga berbuah, hanya pernah berbunga
Dua bunga pudding semakin besar, walau tak subur maksimal
Sepertinya harus segera diganti media (kapan ya?sedih@com)
belum sempat upload fotonya

Sabtu, 05 Februari 2011

Sang Diri

Diri memang tak semulia Khadijah
.....yang dari rahimnya juga lahir seorang wanita penghulu syurga berikutnya
Tak juga setegar Asma binti Abu Bakar
.....yang keberaniannya mengambil andil peran pada hijrah Rosullulah bahkan disaat sedang hamil besar, Jabal Tsur menjadi saksi bahwa beliau memang tiada duanya
Mungkin bahkan diri tak selayak Al Khansa'
....yang menangisnya hanya karena rasa khawatir pada Baginda Nabi, tak ada air mata setelahnya, dan saat khabar syahid keempat putranya tak ada setitik duka, 
hanya tersisa kerinduan tak ada lagi putra berikutnya yang akan menyusul syahid


Pada dekade selanjutnya....diripun sungguh tak mampu sesuci seorang Rabi'ah
....yang menisbatkan hidup hanya dengan Mahabah, tiada lagi segenap harap dan raja' karena yang tersisa hanya cinta pada-Nya
Tak pula seperkasa Zainab Al-Ghazali
.....yang dipenjara karena makna penanya, betapa katanya mampu menggetarkan penguasa, dan anjing-anjing dipenjarapun menjadi saksi jiwanya tak bisa dinista

Ya....setiap masa ada pengukir sejarahnya
Dan semua kita bisa membuat ukiran seindah yang kita mau 
Walau tak semulia Khadijah
Tak setegar Asma
Tak seagung Al-Khansa'
Tak sesuci Rabi'ah
Juga tak seperkasa seorang Zainab dari Mesir
Tapi kita bisa menjadi seuntai awan kecil yang selalu bercita membuat hujan, meski hanya mampu beri tetesan tapi inilah permulaan hijau disebuah gurun nan gersang
S e m o g a . . . . 
Menjadi seuntai awan kecil yang mempunyai visi peradaban
Mina, 1431 H
Aula Kecamatan Buay Bahuga

Penuh Cinta untuk semua saudara seperjuangan di Mesir dan dibelahan bumi lainnya, teruslah mengukir sejarah.

Jumat, 31 Desember 2010

Bicara Kita....

Atas apa kita bicara
Sungguhkah atas nama cinta
tapi mengapa tak berimbas nyata
karena cinta yang tak sempurna, atau sinyalnya yang salah



Atas apa kita bicara
Benarkah atas segenap asa
lalu mengapa masih selalu dilanda galau
bukan karena apa dan pada siapa, tapi asa memang harus tetap ada


 Atas apa kita bicara
Yakinlah tidak bercampur dengan kesumat
sebab tak ada keberkahan yang menyatu dengannya
meski atas dalih apapun
pun ketika semua ragam nestapa menimpa negeri kita
pastikan semua cinta, sebentuk asa tak bersinergi dengan angkara

*** 

Sukabumi, Penghujung Desember 2010


Menuangkan damai jiwa, dan berharap menuangku damaikan jiwa :)

Senin, 26 Juli 2010

Bunda


Oo bunda....
ada dan tiada dirimu kan selalu ada didalam hatiku....

~

Oo bunda ....semoga barokah dan rahmat selalu tercurah padamu
Oo bunda, meski buatku kini ada seorang laki-laki yang kuluruh mengharap ridhonya, tapi kau wanita mulia yang tak tergantikan dalam hidupku....

~

Bunda...
do'akan kami selalu untuk menjadi anak-anakmu yang sholeh
yang pandai menempatkanmu selayaknya dan menempatkan orang lain dalam hidup kami tampa menggantikan atau menggeser tempatmu dihati kami...

~

 Bunda...
kau lah madrasah pertama kami
kau perpustakaan perdana kami
ditelapak kakimu juga ada Syurga itu
Bunda, kau wanita terhebat dalam hidupku
kau wanita mulia
kau abadi dalam do'a kami

~


Bundaku...
ketulusanmu dirasa nyata oleh anak-anakku
bila lama tak bertemu
mimpi rindu mereka menyatu dengan hadirmu
berbagi cerita tentangmu, tak kan ada habisnya
semua tentang kebaikan

~

Ooh bunda....
Izinkan adik-adikku, brothers rahimakillah, memilih bunda terhebat sehebat engkau, semulia engkau untuk anak-anak mereka kelak...
untuk tempat bersemayam Syurga ditelapaknya saat anak-anak mereka lahir...
...dan bila Bunda punya syarat, semoga hanya karena syarat-Nya semata
Aamiin 3x

***


untuk semua 'bunda' disemesta raya
semoga selau bertasbih
ini dariku untuk seseorang, maaf bila ada kesan tendensius
tapi tentang bunda, bait cinta yang tak 'kan usang