Tampilkan postingan dengan label River Side. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label River Side. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2012

Lenggang Panggang & Orang Pusat

Mari kutambahkan satu info makanan khas Palembang lainnya. Lenggang panggang namanya. Bahan dasarnya sama dengan pempek. Ikan dan sagu. Cara makannyapun sama, pakai cuko. Sepengamatanku yang paling terasa asli adalah LENGGANG PANGGANG di Sudi Mampir, atau juga dikenal dengan nama PEMPEK SAGA. Ikannya asli gabus, dipadukan dengan telur bebek. Cukonya kental dan pas dilidah banyak orang *udah kayak promosikah? hehe... Konon dulu tempatnya bekas bioskop SAGA. Lokasinya strategis di Jantung Kota, persis di depan Kantor Walikota. Pokoknya kalau ke Palembang mudah nyarinyo ;) pake baso Palembang tanyo be, hehe... geser sedikit dari Bundaran Masjid Agung.

Seporsi LENGGANG PANGGANG Rp. 15.000,-

Jujur tak sering kami sekeluarga kemari, karena selain ramai juga lumayan jauh dari rumah. Lagian rasanya yang mirip pempek membuatku sudah biasa membuat tiruannya di rumah. Mudah saja, pempek lenjer dipotong-potong, dicampur dengan telur kemudian digoreng. Lenggang goreng kami menamainya. Makannyapun pakai cuko, srrreppp tak kalah eunaknya dengan yang di SUDI MAMPIR. 


Soal ke SUDI MAMPIR, kami ke sana biasanya kalau ada kerabat atau sahabat yang datang dari jauh. Yuuuppss semacam menyambut tamu. Seperti kemarin. Ada seorang sahabat kami yang datang dalam rangka kunjungan dinas. Kamipun mengajaknya mencicipi kekhasan LENGGANG PANGGANG, tapi sayangnya beliau masih penasaran dengan KAPAL SELAM. Jadilah aku dan suami saja yang ber-LENGGANG-ria :lol: 


Ami Jaya dan Abinya Hamas.
Lokasi di Benteng Kuto Besak, tepian Musi.
Sesaat setelah sampainya Ami Jaya di Palembang.

Sahabat kami tersebut adalah seorang dokter yang pernah PTT di Puskesmas Sukabumi dulu. Masih junior 4 tahun dariku. Namanya dr. Jaya Supriyanto, alumni FK UNPAD. PTT setahun, selesai tahun 2008 akhir. Tak berapa lama kemudian ternyata beliau diterima sebagai PNS di Kementrian Kesehatan, langsung mendapat tugas di bagian Penanggulangan Krisis dan Bencana. Kami di Puskesmas dulu menjulukinya ORANG PUSAT. Kerjanya keliling nusantara, seputar Indonesia bahkan sampai luar negeri terkait pelatihan atau sebagai tim. Masih sering kami bersilaturahim via sms. Kadang khabarnya sudah di Papua, atau malah pernah Iedul Fitri harus dilaluinya di Thailand. Cerita petualangnya membuatku iri. 

Tapi lepas dari itu semua, kami sekeluarga merasa dengat dengannya, termasuk istrinya. Sayang kali ini kami hanya bertemu Ami Jaya saja. Kamis beliau datangnya, bertemu sebentar, beliau menginap di Hotel atas biaya dinas sampai Sabtu pagi. Jum'at malam baru kami bisa bertemu lebih lama. Yunda dan Hamaspun pada pertemuan di River Side semalam masih akrab, langsung ramai bercerita ini itu ;) Serangkaian kisahpun mengalir bebas kemana-mana. Maklum sejak perpishan 2008 lalu, Yunda dan Hamas baru kali ini bertemu lagi. Adapun aku dan suami pernah bertemu April 2010 lalu di Kantornya dalam rangka mengurusi SK Mutasiku. 

Dan sampailah pada satu khabar gembira, ya tepat hari Kamis (8/3) lalu SK MENKES atas kepindahanku sudah dalam genggaman. Senangnya. Mulai 1 April 2012 nanti aku sudah mulai berkantor di depan KODAM. Kantor Badan Tekhnik Lingkungan (BTKL) Palembang. Kantor Unit Kementrian Kesehatan yang ada di Palembang. Ahhaaa, ternyata akupun bakal jadi ORANG pegawai PUSAT  juga :D Namun sayangnya wilayah tugas hanya meliputi Bengkulu, Bangka dan Belitung. Bukan seluruh Indonesia, hikss... Khabar tak seberapa penting. Tapi serius, tolong do'akan aku bisa menjalani tugas baru ini dengan enjoy dan mampu segera beradaptasi dengan damai ya...

Rabu, 01 Februari 2012

Session of The 7th PUIC Conference

Simpang Jakabaring, Palembang.
Setelah dianggap sukses dengan perhelatan SEA GAMES pada akhir 2011 lalu *meski khabarnya menyisakan hutang diman-mana, Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah untuk acara PUIC Conference * ya semoga kepercayaan yang membawa berkah...

Pinjem FOTO ANTARA. Nila Fu'adi,
*pada berita 
makan bersama di pinggiran Sungai Musi "River Side".
PUIC Conference atau Konferensi Parlemen Negara Islam anggota Organisasi Kerja sama Islam tersebut berlangsung dari 24-31 Januari 2012 *artinya sudah usai kemarin. Membahas beberapa tema utama, yaitu politik, ekonomi, dan hak perempuan serta hak azasi manusia dan menghasilkan deklarasi serta rekomendasi. Dihadiri oleh 40 negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dari 51 anggota yang ada, beserta 10 utusan negara peninjau.

Sejauh mata memandang yang dapat aku simpulkan, kemacetan selama PUIC Conference tak begitu terasa, tak sebanding saat SEA GAMES dulu. Para pedagang tak ada yang berjualan maskot PUIC *emang ada ya? atau jualan baju-baju bergambar PUIC. Pemberitaan media seputar berlangsungnya PUIC juga kurang. Bahkan wong kito banyak yang tak tahu ada acara sebesar PUIC di kotanya. Mengapa ya? Entahlah, jangan tanya padaku... Adapun tentang hasil dan rekomendasinya apa, sejauh mana kebijakannya berdampak pada Negeri  kita Indonesia, aku belum tahu. Termasuk apakah para tamu parlemen selama di Palembang makan model, Mpekpek dkk atau tidak, sungguh akupun tak tahu. Jadi maaf ya, ceritanya memang cuma bisa segini...