Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Liburan Sehat tampa ke Mall

Liburan tiba, semua gembira...
Ayo sambut dengan suka cita...
Tak perlu mahal...
Dan tak usahlah pergi ke Mall...
Episode liburan singkat, tapi tetap semangat...
Buat anak-anakku yang sudah masuk sekolah dasar, Sabtu-Ahad adalah hari yang dinanti. Karena mereka sekolah di SDIT yang liburnya 2 hari dalam sepekan. Lumayan. Libur akhir pekan bersama keluarga, boleh ngegames2 dan juga nonton TV, inipun ada batasan waktunya. Ooooh... ya seperti yang tertuang dalam kesepakatan, yang telah dibuat bersama. Enjoy aja... toch masih banyak buku-buku bagus untuk dibaca, main dengan teman-teman kompleks juga tak kalah menyenangkan. Atau bisa dengan menciptakan mainan sendiri, seru dan kreatif bukan?


Dan bila hanya libur 2 hari setiap akhir pekan, tak mungkin dong dipakai buat keluar kota, maka menikmati apa yang ada di dalam kota saja menjadi pilihan nan bijaksana. Adalah Palembang, kota kami memang gudangnya wisata kuliner tapi tidak disertai dengan apiknya tempat wisata. Alamnya jelas tak seeksotis Negeri Laskar Pelangi atau Banda Aceh. Wisata budayanya juga tak semenawan Bali ataupun Lombok. Belakangan, mall justru dibangun susul menyusul. Terakhir yang masih dalam tahap perampungan adalah Under Mall yang kontroversi itu, bukan saja karena dikhawatirkan tak bersahabat dengan alam, tapi juga karena nyata melawan adat budaya mayoritas riligi di Bumi Darussalam. Tentang ini, jujur aku hanya bisa prihatin. Dan semua ini tentu tak dapat dijadikan alasan bagi kami para orangtua untuk menciptakan libur akhir pekan yang sehat dan tetap seru.

Buat kami sekeluarga, libur akhir pekan tetap terasa lezat, walau hanya berekreasi ke pinggiran Sungai Gerong, disebuah Kompleks PERTAMINA, gratis tentu saja. Biasanyapun anak-anak heboh bersama para sepupu.Memang sepupu dari pihak Abi semuanya tinggal di Palembang, 11 orang. Pas untuk satu tim sepakbola.


Pernah juga ikut acara liburan cerdas yang digagas oleh sebuah lembaga. Dikemas segar oleh para panitia, seru suasana kompetisi khas anak-anak. Anandapun ceria bersama sejumlah permainan dan berkenalan dengan teman-teman baru.


Sekali waktu kami juga pernah ke Komplek PUSRI, lebih sejuk dan terasa nyaman karena berdekatan dengan masjid. Kami memang kerap kali mengisi libur akhir pekan dengan acara bergizi di masjid, anak-anak akan tetap bahagia karena disaat itu pula mereka bertemu dengan teman sepermainan.


Yang tak kalah berwarna adalah bila jadwal libur akhir pekan bertepatan dengan latihan renang. Anak-anakku pasti selalu menanti dan mengingatkan. Entah mengapa renang memang selalu menyenangkan buat mereka, apalagi bersama guru renang favorite mereka, siapa lagi kalau bukan mantan jawara renang Sungai Musi, Abi tercinta. Gratis, jadi makin sedaaappp... 


Bisa di kolam renang mana saja yang tersebar diseantero Palembang hangat *pinjam bahasa reporter PALTV, tak mesti di waterboom. Dan ini sudah nyata membuahkan hasil, sekarang ananda bahkan sudah mahir berenang. Alhamdulillah...


Tapi tentu sesekali ke waterboom menjadi agenda yang sangat dinanti. Mereka akan rela menabung dari uang saku sendiri demi biaya masuknya yang lumayan tinggi. Makin mahal diakhir pekan.

Satuhal yang kusayangkan, saat libur akhir pekan, perpustakaan di kota kami tutup, padahal berkunjung keperpustakaan adalah salah satu bentuk kegiatan menarik buat anak-anakku. Bagaimana dengan perpustakaan di kotamu? Sama kaleee ya... Jadi sebagai gantinya liburanpun dialihkan ke toko buku, ini juga jadwalnya hanya sebulan sekali. Maklum walau ananda sudah membuat daftar buku, Umminya yang sering kalap dan terpancing kalau sudah lihat buku berlebel diskon, hiikkss, semoga tak menurun pada ananda ya...


Oya hampir lupa, aku pernah mengajak anak-anakku naik BUSWAY, Trans Musi pada liburan akhir pekan bulan desember lalu. Berkeliling saja, mengambil satu rute, pengalaman perdana bagi ananda yang tak akan terlupakan. Mereka sampai heboh saat harus berdiri, tak kebagian tempat duduk, tak tampak takut atau gugup. Sebaliknya mereka begitu menikmati. Suka sekali aku dengan ekspresi riang mereka, sayang foto-fotonya tak kutemukan, mungkin lain waktu bisa kulengkapi.
Episode liburan panjang, yang selalu dikenang...
Liburan panjang memang selalu dinanti, tak hanya buat berekreasi tapi juga bersilaturahim, terlebih buat anak-anakku yang punya Nenek-Kakek di kampung, tepatnya didaerah Lampung dan Om Tante di Jogyakara. Ke Jogya lewat jalur darat, sebuah perjalanan panjang yang penuh pertualangan, sangat berkesan buat kami sekeluarga. Bisa mampir-mampir ke Bogor, Garut juga Jakarta. Di kota-kota itu biasanya aku dan suami akan menghubungi para karib saat masa kuliah dulu. Bertemu dan saling memperkenalkan ananda. Terbayang suatu saat sembari kopdar dengan para sahabat blogger. Di candi Prambanan juga boleh seperti gagasannya Teh Hanie, ngarep.com acara ini bisa terlaksana, saat liburan sekolah tentunya.

Senangnya bisa berwisata bersama keluarga ke tempat-tempat bersejarah, seperti candi Borobudur juga Tugu Monas, seperti yang pernah kutulis disini. Atau sekedar mampir di Istana Bogor, memberi makan rusa-rusa, sembari menyampaikan pesan moral pada ananda "Sayangi hewan dan alam sekitar ya Nak..."

Ada sebuah edisi liburan, yang sangat berkesan dihati anak-anakku, saat suatu kali liburan ke Jogya, kerumah Om Tantenya. Kami ramai-ramai berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka.


Dan juga, berkesempatan main ke taman pintar. Tentang taman pintar, idenya sederhana tapi menurutku sangatlah luar biasa. Menempatkan lokasinya di pusat kota makin menambah nilai plus dihatiku, terbayang suatu saat taman pintar serupa hadir di kota kami, Palembang. Grastis, merakyat tapi mampu menceriakan anak-anak dengan cara cerdas.


Daya khayal khas umak-umakku membumbung, suatu saat di Benteng Kuto Besak atau di bawah jembatan AMPERA ada taman pintar seperti yang ada di Jogya, gratis tapi yaaa... Aku jamin lokasi ini jauh lebih berarti dibanding bila hanya dijadikan ajang narsis tempat nongkrong dan berfoto-ria.

Sebenarnya ada sebuah tempat wisata rakyat di Palembang, Punti Kayu namanya, semacam hutan buatan dan kebun binatang seadanya, tapi ya karena di Palembang adanya hanya itu, maka bisa dipastikan saat weekend tempat ini justru ramai. Belum lagi masuknya pakai bayar, jadi jujur anak-anakku makin tak simpati. Intinya masih mengharap adanya wahana liburan anak yang gratisan di pusat kota, paling tidak sekelas taman pintarnya Jogyakarta. Semoga suatu masa beneran terwujud. Ayo siapa yang mau jadi sponsor? Ya, semoga juga Pak Gubernur membaca tulisan ini, ngarep tingkat tinggi ala gue...

Terakhir menurutku, liburan kemanapun baik singkat ataupun panjang, akan terasa sehat buat ananda bila bersama kedua orangtua. Bersama lho ya, bukan disela oleh kemesraan laptop kedua orangtua. Artinya orangtua wajib terlibat aktif dalam setiap moment liburan bersama ananda, bukan sebagai penyandang dana saja lalu membiarkan ananda seru berlibur sendiri. Sementara orangtua masih sibuk dengan kerjaan kantor atau bisnisnya. Ada tapi tak membersamai. Liburan macam apa? Boleh tidak setuju denganku tentang yang satu ini, tapi semoga kita semua bisa menyepakati bahwa liburan yang sehat adalah tampa ke mall, sehat buat fisik, jiwa dan akal ananda terlebih juga buat kantong orantuanya.



Kisah liburan ini aku tulis untuk meramaikan hajatan 

Senin, 02 Januari 2012

Aksi dan Gaya

Aksinya Hamas

Satu dari banyak aksi dalam foto ini sudah berhasil mengatarkan  Hamas mendapatkan hadiah
di "Ayo Ngakak Sejenak"nya Om Kahfi dan Tante Fanny. Ayo tebak foto yang mana?

Gaya Yundanya Hamas





photo edited for free at www.pizap.com
Yunda saat masih mau bergaya tampa pakai jilbab. Mumpung belum jerawatan ya Nak...
*Sekarang dah nggak mau lagi.



Maaf ini posting narsis bin sok manis, kurang kreatif atau apalah namanya. 
Yach secara mau tetap exis ngisi blog tapi belum bisa cerita banyak... 
Selamat liburan. Happy Blogging!!!

Minggu, 18 Desember 2011

Senyum Strawberry

Segarnya buah Strawberry, aku suka.
Strawberry Shortcake, yang pernah sangat disukai Yunda.
Terutama episode Tatakrama.


Pemilik senyum dengan jilbab Strawberry.


Senyum itu ibadah, senyum itu sedekah, senyum itu...
Senyum adalah satu cara yang mampu mencerahkan jiwa, pada tingkat lebih lanjut, senyum juga mampu mencerahkan semesta.


Yang mau ikutan 
d’BLOGGER | INFO : KLIK DISINI!  masih ada waktu sampai tanggal 7 Januari 2012. 


Dua gambar diatas pinjem di GOOGLE.
Senyum srtawberry ini  diniatkan  tidak diikutkan pada d’BLOGGER | KONTES SEGGER.
Sekedar penyegaran, karena sudah beberapa hari belum punya tulisan baru ^^

Selasa, 13 Desember 2011

Saat Hamas diserang si Cantik

Ini tentang si Cantik alias CACAR BINTIK.
Nama tenarnya Varicella, Chickenpox atau Cacar Air.
Lengkapnya bisa baca di Uwak Wiki  atau disini, medicastore.com

Ini dari blognya Pak Satrio, disini

Cacar air disebabkan oleh virus herpes zoster (juga dikenal sebagai virus Varicella-Zoster)


Biasanya dimulai dengan demam ringan - tinggi, bisa disertai dengan flu atau tidak dan perasaan kurang sehat serta timbulnya ruam kulit secara tiba-tiba *bagai tamu tak diundang...


Ruam tersebut biasanya mulai sebagai bengkak kecil yang menjadi lepuh dan kemudian menjadi krusta atau kropeng. Timbul selama tiga sampai empat hari. Pada satu-satu waktu, lesi ruam mungkin berbeda dalam tahap pengembangannya, ada yang besar ada juga yang hanya berupa bintik kecil tak berair.


Hamas, si Cantik hari ke 3

Umumnya sembuh tanpa komplikasi, tetapi kadang-kadang infeksi tersebut dapat mengakibatkan komplikasi yang parah, misalnya pneumonia dan peradangan otak. Tapi jujur aku belum menemukannya.


Bisa kena 2 kali. Jika sudah pernah terkena cacar air sebelumnya, memang jarang sekali timbul untuk kedua kalinya, akan tetapi hal ini bisa terjadi jika daya tahan tubuh rendah ataupun infeksi pertama kalinya sangat ringan sehingga bisa timbul untuk kedua kalinya meskipun yang kedua kalinya mungkin tidak akan sehebat yang pertama. Dan aku sudah 2 kali terkena, pertama saat SD sekitar kelas 3, kedua saat Hamas belum 2 tahun, jadi masih ASI. Tak bisa dihindari, Hamas tetap kontak denganku, Alhamdulillah tak sampai tertular. Aku ingat ini dulu bersamaan dengan wabah cacar di wilayah kerja Puskesmasku.


Penyakit ini menular, melalui kontak langsung dengan udara yang mengandung droplet virus dari bersin atau batuk seseorang yang terkena cantik. Bersentuhan dengan cairan dalam ruam kulit penderita juga bisa tertular. 


Hari ke 8, mulai ke Sekolah lagi.

Perlakuanku pada Hamas.


Malam pertama, suhu tubuh tinggi, tampa batuk ataupun pilek. 
Hamasku tampak lesuuu.
Esok harinya langsung timbul ruam berisi cairan, kalau tak salah hitung langsung muncul 3 ruam, 2 di kepala dan 1 di bagian perut.
Malam berikutnya, suhu tetap tinggi. Tapi jangan tanya berapa derajat, karena sudah lama sekali aku tak pernah pakai termometer untuk mengukur suhu tubuh, pun ketika anak sakit. Aku jadi inget ekspresi herannya Tia, saat menanyakan berapa derajat suhunya Mbak? Aku hanya pakai ilmu kirologi *sorry Tia, aku hanya kira-kira aja, ini dokter apa dukun sich? #gubrraaaakkk... Padahal termometer ada lho di rumah, jangan ditiru ya... Aku yakin suhunya tinggi karena Hamas sampai mengigau. 


Apa yang kulakukan? 
Terus mengompesnya, menawarinya minum sesering mungkin dan memberinya madu.


Hari kedua, ruam makin bertambah *Bersemi bagai musim bunga... Suhu tubuh sudah normal. Hamas sudah main dan ceria kembali. Makannya juga sudah mau, tapi belum lahap.


Sejak awal aku tetap memandikan Hamas, pakai air hangat dan sabun tapi tampa digosok. 
Ini yang kupakai sebagai panduan:
*Penderita cacar air atau campak boleh mandi.
Hal ini sesuai dengan prinsip medis, dimana pada penderita penyakit cacar air atau campak dengan kelainan pada kulit yang menyeluruh, justru harus menjaga kebersihan kulit dengan mandi lebih sering agar perluasan penyakit dapat dicegah, disamping menggunakan obat.
*Kalau demam boleh mandi.
Dengan mandi ketika demam dapat menurunkan suhu tubuh yang sedang meningkat. Tetapi, kalau demam disertai dengan rasa menggigil, mandi dengan air hangat akan lebih baik atau kompres dengan air hangat
*Satu lagi dalam penanganan demam.
Memakai pakaian tebal / Selimut ketika demam?Ternyata: Pakaian tebal/ selimut akan menaikan suhu tubuh. Suhu yang sangat tinggi (39 derajat atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang. Disarankan untuk mengenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin.
Sampai hari ke 8, Hamas aku rumahkan. 
Hingga Bunda Gurunya bertanya mengapa Hamas lama sekali tidak masuk sekolah? Sebenarnya sudah sejak hari ke 5 atau 6 sudah bisa Hamasku sudah ribut minta Sekolah. Tapi kutahan, mengingat ada beberapa bekas ruam yang kropengnya masih basah, artinya resiko menularkannyapun masih tinggi.


Obat-obat yang kuberikan?
Jujur tak ada. Hanya madu. Karena ini penyebabnya Virus, jadi aku fokus meningkatkan daya tahan tubuhnya saja. Paling obat luar, dioles, seperti biasa aku hanya beri minyak but-but. Sebenarnya banyak juga yang menggunakan bedak talk, tapi pada ruam yang pecah, sangat tidak dianjurkan. 
Bila memungkinkan, hindari menggaruk ruamnya. Pada anak ini agak sulit, termasuk Hamas, biasanya saat tidur Hamas akan menggaruk-garuk, jadi ya diolesi minyak but-but untuk menguranginya.  Syukurnya ruam pada Hamas kemarin termasuk yang minimal, menurutku, dibanding yang sering kulihat pada anak lainnya. 


Yang tak kalah penting, kerena cara penularan penyakit ini, maka sekitar seminggu mencuci pakaian Hamas aku pisahkan dengan yang lainnya. 
Tidurnya memang terpisah. Hanya aku dan Abinya yang bergantian menemani. Untuk Yundanya, kami meminimalisir kontak, walau tak sepenuhnya bisa. Karena saat bermain mereka masih sering bersama. Hamas dan Yunda golongan darahnya sama-sama B, seperti aku *sekedar info, nyadar nggak ada yang nanya...  Alhamdulillah serangan si Cantik di rumah kami, berhenti pada Hamas saja. STOP CANTIK!!! Yeesss.... Dan semoga demikian juga di Sekolah, adalah Hamas sudah yang ke 4 di kelasnya pada periode yang berdekatan.


Ada satu upaya pencegahan untuk penyakit ini, melalui imunisasi pada usia diatas 12 bulan, atau banyak yang melakukannya pada usia 18 bulan bila memang belum pernah terinfeksi cacar air, bisa juga pada usia 12 tahunan, setahuku ini gratis ya...
Tapi anak-anakku tak ada yang kuberi imunisasi ini, artinya juga aku tidak menganjurkan pemberiannya *Sssttttss jangan bilang-bilang Bu Menkes yaaa...


Menghilangkan bekas cantik, dari yang kubaca juga berdasarkan pengalaman beberapa orang sahabat adalah dengan melumurinya parutan jagung. Aku? Jujur belum melakukan hal ini pada Hamas, secara anak laki-laki juga :D:D

Memenuhi requestnya Ketty Husnia
yang didukung oleh Mbak Alaika.  
Semoga berkenan... 

Senin, 12 Desember 2011

Jawaban: Kaidah Baghdadiyah

Ini tentang metode mengajari anakku Hamas mengaji, yang sebelumnya pernah kusinggung sekilas dGurindamku plus 11 di MuharamDan seingatku ada 2 pertanyaan tentang seperti apakah 'Kaidah Baghdadiyah' tersebut. Pertanyaan itu datang dari Mabruri dan Pak Ies.  Maaf ya, baru bisa kujawab sekarang. Sengaja aku buat satu posting khusus agar lebih jelas, semoga bermanfaat untuk yang lainnya.

Cover depannya...
Satu metode yang sebenarnya mirip IQRO, hanya lebih sederhana, disusun oleh Tim Tahsin Markaz Al qur'an, yang editornya adalah H. A Muzzammil MF, Al Hafizh. Aku mengenalnya saat ikut tahsin di LTTQ Al Mukhlis, pernah kuceritakan di Ahad Pagi di LTTQ Al-Mukhlis.

Adapun latar belakang aku menggunakan metode ini, karena sempat kewalahan juga dengan Hamas yang suka menghindar bahkan cenderung berkelit kalau diajak mengaji, jawabnya selalu 'sudah'. Akhirnya dari curhatnya suatu ketika, Hamas suka males kalau disurung mengulang dari IQRO sebelumnya *di SDIT Bina Ilmi, sekolahnya Hamas memang menggunakan metode IQRO...  Jujur awalnya aku sempat tercekat, salahku mungkin yang kurang peka. Selama ini aku menganggapnya biasa saja saat sampai masuk SD, Hamas belum lagi menuntaskan IQROnya, bahkan baru Iqro 3. Mengingat Hamas memang berbeda dengan Yundanya, (Yunda sudah pandai membaca Al Qur'an sejak di TK B) aku ya enjoy saja...

Tapi lama kelamaan aku mulai terusik, mengapa Hamas selalu menghindar kalau kuajak mengaji di rumah? Mengapa Hamas bahkan tampak sangat tidak tertarik bila aku ajak bercerita tentang proses belajar mengajinya di Sekolah? Aku mulai mencari tahu. Dan sampailah pada satu kesimpulan, aku harus temukan cara agar Hamas tertarik belajar mengaji.

Kalau saja ini tentang 'Matematika' aku tak akan sepelik ini, aku akan berfikir sederhana saja dengan membiarkan Hamas berproses sendiri, toch kalau tak pandai matematika banyak pilihan ilmu lain yang bisa ia kuasai, seperti melukis atau menjadi penulis. Tapi ini mengaji Nak, untuk membaca kitab suci kita, Al Qur'an... Akupun berjuang mencari cara, menemukan metode yang disukainya.

Semangatnya yang lebih utama...
Bersyukurnya tak perlu melalui proses yang rumit aku langsung menawarkan 'Kaidah Baghdadiyah' padanya. Alhamdulillah, Hamaspun langsung jatuh hati. Hari pertama tampak sekali ia penasaran sendiri, sampai langsung 6 halaman. Esoknya masih sama. Makin bertambah halaman makin rumit merangkai hurufnya, jadi sampai hari ini sudah hampir 2 pekan berjalan rutin, Hamas sudah sampai halaman 32 dari 45 halaman yang ada. Insya Allah kalau seperti umumnya, selesai halaman ini maka langsung bisa membaca Al Qur'an. Mohon do'anya ya, agar selalu dimudahkan-Nya.

Senin, 28 November 2011

Gurindamku plus 11 di Muharam

Malam datang berhias lentera
Indah cakrawala diatas AMPERA

Muharam sudah datang kembali
Semoga semuanya makin berseri

Juga dalam persahabatan ini
Meski belum pernah bersua diri

Sungguh kebersamaan kita lewat tulisan 
Semarakkan jiwa bagai lukisan


Maaf untuk semua yang kurang berkenan
Tak ada khilaf yang kusengaja lakukan


Makin kumengerti kini bahwa ilmu itu utama
Agar ketidakmengertianku, tak menorehkan lara
***

Foto Keluarga Terbaru
Foto jadul...
Foto keluarga terbaru, di arena SEA GAMES...

Senja ditepian Musi, jelang SEA GAMES...


11 hal terbaru tentang aku dan keluargaku:
1. Anak-anakku sedang senang sekali minum susu kambing. Sehari bisa sampai 3x, padahalkan harganya lumayan juga ya... Jadi sering aku batasi maksimal, hanya 2x/hari saja. Yang binun suamiku. Duluuu aja nawari-nawari anaknya minum susu*Yunda Akang sempat mengalami bosan minum susu sapi...  Eech sekarang merekanya yang suka kok malah dibatesi. Tipe Emak-emak model apakah aku?

2. Sedang senang bin keranjingan main bulu tangkis serumah-rumah. Apalagi si Akang, mana kadang buat aturan sendiri, hikkss... Pengaruh SEA GAMES kah?

3. Baru menemukan metode yang tepat untuk Akang Hamas belajar mengaji. Kaidah Baghdadiyah namanya. Sempet keteteran juga mempolanya untuk bisa belajar pakai metode IQRO. Ada aksi cenderung menghindar. Sempat misuh-misuh juga. Kalau tak suka hingga tak faham matematika tentu akan kubiarkan saja, mungkin bidangnya melukis. Tapi ini ngaji Nak... Leganya setelah menemukan metode yang tepat, disukai dan mudah memahamkannya.

4. Aku memasuki fase suka mencoba resep masakan baru, walau rasanya kadang tak layak tampil. Kadang atau sering?

5. STR, semacam SIM untuk profesi kami, Alhamdulillah sudah keluar. Berlaku sampai 2016. Lumayan, aman 5 tahun kedepan. Sempat ketar-ketir juga, ngurusnya ternyata lebih berliku daripada yang kubayangkan sebelumnya.

6. Baru kelar UTS ditempat ngajar. Sekarang lagi banyak koreksian. Ada yang mau bantu? Monggo...

7. Cita-cita Akang pasca SEA GAMES adalah menjadi pemain sepakbola. Sebelumnya PROFESOR. Khas kanak-kanak yaa...

8. Mbak Endang lagi mudik, dalam rangka buat e-KTP.

9. Aku sedang berjuang menamatkan banyak buku, diantaranya Cleo dan A Cup of Tea : Complicated Relationship. 

10.Suamiku sedang banyak sidang di luar kota. Bangka, Kayu Agung, Sekayu, Sukajadi. Terbaru, baru mau sidang di Lahat lagi. Jauhnya Bangka dan Jakarta terasa dekat dengan teknologi, tapi tidak demikian dengan Sekayu apalagi Lahat. Sungguh sebuah jarak tempuh yang melelahkan. Betapa perjuangan mencari nafkah, penuh peluh yang semoga mampu menghantarkan dirinya  pada keridhoan Illahi.

11. Yunda Akang bersiap menghadapi SEMESTERAN, 5 Desember mulai dengan ujian praktek. Berakhir tanggal 20 Desember, lama yaaa... Iya karena pelajaran di SDIT lebih banyak. Kalau mereka semesteran, Emaknyapun ikut semesteran.

Keterangan Foto:
1. Foto keluargaku, lengkap tetapi jadul. Saat usia Hamas 6 bulanan. Itu latarnya AMBULANS, ditempat tugas pertamaku.

2. Ini foto keluarga terbaru dan lengkap. Tapi bukan foto keluargaku, melainkan keluarga Bunda Lily, gurunya Akang. Kujebret saat berpapasan di Jaka Baring jelang penutupan SEA GAMES.

3. Foto ketiga, terbaru keluargaku, sesaat menjelang SEA GAMES. Tapi tak lengkap. Karena lagi-lagi aku yang menjebretnya...

Pertanyaannya: Manakah skor yang lebih besar dari ke 3 foto tersebut?

** Sedang menikmati menjadi shohibul hajat, jadi 33-nyapun belum kelar-kelar...


Selasa, 15 November 2011

Kenangan SMP

PR kenangan SMP ini awalnya kudapatkan dari Putri Amirilis, belum juga sempat kukerjakan*tak mau membuat-buat alasan pembenaran…


Dibeberapa blog sahabat sudah banyak yang memposting kenangan SMP ini, senyam-senyum saat membacanya. Sayang, tak semua yang kubaca tersebut bisa kukomentari. Apa sebab? Karena belakangan aku suka BW pakai hp dan pengguna WP saja yang bisa sucses kutinggalkan jejak komentar. Yang blogspot dll biasanya hanya membaca saja, sebab suka jadi ANONIM githcu, jadi aneh sendiri rasanya, *maaf curcol dulu ya...

Maka karena aku belum juga membuat PR masa SMP, wajarlah kemarin Abi Sabila kasih aku PR serupa lagi*maafkan ya Pu, kelamaan buat PRnya, jangan dihukum ya, plisss...  


Jujur awalnya hari ini, sudah kuniatkan membuat posting tentang Al Kahfi, karena acara
giveawaynya tinggal sehari lagi, nach setelahnya aku malah sudah mulai mencoret-coret kalkulasi “Anggaran Belanja Bulanan” yang sudah diskenariokan Pakdhe Cholik, secara kontesnya juga mepet cuma sampai Jum'at sore. Baru setelah keduanya, aku berencana memnyelesaikan PR kenangan masa SMP, kan tak ada batasan waktunya *ketahuan mendahulukan giveaway dan kontes-kontesan, apa coba namanya? Tapi aku maunya dibilang banci pejuang kontes aja dech...


Tapi berhubung dan berhubung tadi subuh aku baca kisah merajuk kayu rotannya (ngambeknya) Pakde Cholik karena nggak ada yang mengajaknya mengerjakan PR
masa SD dan secara spontan aku sudah menjanjikan akan meneruskan PR berikut kepada beliau, yo wis... Ubah rencana awal, hari ini juga aku rampungkan PR Kenangan Masa SMPku.

Tiga tahu aku habiskan di SMPN 1 Tanjung Karang yang ada di Rawa Laut. Bandar Lampung. Sejak 1989 sampai tahun 1992. Adakah sahabat blogger yang sealumni denganku? Dan inilah 5 hal yang tak terlupakan saat aku SMP *sebenarnya banyak sich tapi karena cuma diminta 5 saja ya aku kerjakan sesuai petunjuk

1. Pertama kali Merantau
Seperti yang pernah kuceritakan di PR sebelumnya, berkat izin Allah dan dukungan banyak pihak, salah satunya Pak Jufri, aku berhasil mendapatkan NEM SD tertinggi. Entah seperti apa awalnya yang aku ingat Pak Jufri datang menemui Papaku*sebelum NEM resmi dibagikan... Intinya Pak Jufri menyarankan untuk menyekolahkan aku ke SMP di Kota,  mengingat dulu belum ada SMP yang bermutu di Kampungku. Papaku langsung sependapat dan aku tak ingat bagaimana reaksi awal saat aku mendengar khabar mengejutkan itu, sangat tiba-tiba. 

Tapi aku tak mampu menolak lagi, yang masih kuingat Mamaku tampak sangat murung setelah mengetahui keputusan Papa bahwa aku harus mau merantau ke Bandar Lampung demi melanjutkan study. Papaku orang yang sangat tegas, keputusannya adalah hukum yang berlaku dirumah kami, tak ada musyawarah atau tawar-menawar. Dalam banyak hal Mamaku tak punya hak berpendapat, apalagi kami anak-anaknya. Ini hanya masalah tabiat, bukan maksudku mengatakan sifat negatifnya Papaku. Dimata kami, beliau tetaplah sosok Ayah perkasa yang membanggakan.



Sekarang aku suka merenung bila memandangi Sulungku belajar atau saat ia pulas tertidur, rasanya tak akan tega aku bila harus melepasnya merantau setamat SD nanti. Aaacchh... entahlah, mungkin itu juga yang dirasakan Mamaku saat melepas aku merantau dulu. Tamat SD, belum aqilbaligh. Masih jelas dalam ingatan aku suka menangis selepas sholat maghrib, ingat suasana sholat berjama'ah di rumah. Atau bagaimana saat aku pertama kali datang bulan, panik, bingung juga cemas. Nano-nano sekali rasanya. Maka sekarang aku berani berpendapat, sebaiknya anak mulai merantau itu saat sudah melewati masa aqilbaligh, hanya pendapat pribadi, jadi boleh tak sepakat denganku.

2. Tak berhasil masuk SMP favorite
Bayangkan dengan NEM tertinggi di Kampung, aku tetap gagal masuk SMPN 2 Tanjung Karang *dulu inilah SMP terbaik di Bandar Lampung, khabarnya masih tak tertandingi sampai sekarang… NEMku hanya kurang NOL KOMA NOL TIGA saja. Ini justru  membuatku tersadar, bahwa perjuanganku kedepan penuh tantangan, bersaing dengan anak-anak Kota.


Namun ternyata Allah sudah menyiapkan skenario lain untukku, aku masuk SMPN 1 dengan urutan NEM kelas awal, masuk kelas I B, dulu zamanku kelas I A-L ada 12 kelas yang masuknya berdasarkan urutan NEM. Coba dulu masuk SMPN 2, bisa kelas bunjit aku *mungkin juga aku jadi minder…


Selanjutnya bermodal basic berhitungku, membuat PR demi PR Matematikaku selalu jadi rujukan anak sekelas dan inilah salah satu yang mengawali ke PeDe-an ku bergaul dengan anak Kota. Mungkin ini juga kalee ya yang membuat warga kelas mau berteman denganku pada awalnya.  Selanjutnya aku berhasil mendapat rangking 1, dan kelasku berikutnya adalah  II A dan III A, karena terus menerus berdasarkan urutan rangking. Ini berlanjut sampai aku menjadi juara umum se-SMP. Alhamdulillah akhirnya juga berhasil mendapat NEM tertinggi se-SMP.

3. Tinggal di Asrama
Aku tinggal di Asrama Putri Aisyah, Jl. Enggal, samping SMP-SMA Arjuna. Dulu dekat Lapangan Merah, GOR Saburai dan Supermarket Chandra. Jarak ke SMPku sekitar 1 km, yang memudahkan untuk aku jalan kaki ke Sekolah. 


Ibu Asramaku adalah seorang wanita sepuh yang aku panggil Nenek Amnah. Apa khabarmu Nek? Sudah lama aku hilang kontak, karena saat aku masih SMA dan tidak di Asrama lagi, beliaupun tak lagi menjadi Ibu Asrama. Beliaulah yang sering kumintai tandatanggan bila ada tugas atau surat yang harus segera ditandatangani wali murid, sesuai dengan pesan Papaku.


Kami punya ranjang dua tingkat dari besi, yang kalau naik bunyinya berderit-derit. Apalagi ranjangku adanya diatas. Penghuni asrama ± 30 orang, tapi rata-rata sudah SMA, hanya kami ber-4 yang masih SMP. Satu orang malah se-SMP denganku, namun kami tak pernah sekelas sampai tamat. Namanya Yuli Marsilawati. Setahun yang lalu kami jumpa lagi lewat fb. Didialog awal perjumpaan kami semuanya berisi tentang saat-saat di Asrama Aisyah dulu, sebuah masa yang indah untuk dikenangan.

4. Pertama kali pakai Kacamata
Mau tahu rasanya saat itu? Maluuuu... Aku ingat ini terjadi di kelas II SMP, waktu itu lagi tenarnya film SUPERBOY, maka jadilah aku ramai dipangil SUPERGIRL, lebih mirip olok-olok menurutku, gara-gara kacamata baruku pastinya, hikkksss...


Sempat ogah aku memakainya, tapi jadi sulit membaca tulisan dipapan tulis. Sehingga mau tak mau aku harus rela pakai kacamata ala SUPERGIRL tersebut ke mana-mana. Bahkan ke Kantor Guru sekalipun. Oya, saat itu aku memang sering bolak-balik ke Kantor Guru karena aku Sang Ketua Kelas. Saat itu memang masih langka anak SMP yang berkacamata *seingatku lho yaaaa, jadi dilarang protes…

5. Masa Seru Berorganisasi
Kelas II SMP juga adalah masa seru berorganisasi, OSIS dan KIR. Walau tak pernah jadi Ketuanya. Wakil Ketua dan Sekretaris jabatanku. Tapi khusus ketua kelas, aku lumayan lama bertahan, tak bisa menolak hasil musyawarah kelas dan pelototan Wali Kelas, hehe… Semua wali kelas yang dekat denganku. Aku masih ingat, wali kelas I B, Pak Imron Rusadi, guru Matematika. Wali Kelas II A, Ibu Tri Handayani, guru IPS dan kelas III A adalah Ibu Ellyzana, guru Bahasa Indonesia. Kenangan dimarahi Bu Elizana adalah satu dari sekian yang tak terlupakan, karena dimarahinya didepan banyak guru lainnya, gara-gara NEM Bahasa Indonesiaku yang paling kecil dibanding NEM untuk pelajaran lain. Huhuuu, maaf kan aku Bu Elly yaaa… Duh sungguh Ibu, tak ada maksudku mengecewakanmu, aku tentu juga tak pernah berharap begitu. 


***Merasakan jadi anak GANK
Wech... gayaaa pakai ngomong GANK*padahal mach … sengaja biar ada yang penasaran ;) Sudah lebih dari 5 ya? Toleh-toleh, wechwech… ternyata, tapi yang soal GANK ini kapan-kapan akanku posting khusus ya…


Ya sudah, sekarang PR ini kulanjutakan buat, siapa ya? Cek and Ricek dulu dech…
1.    Pakdhe Cholik *sesuai janjiku, walau sudah dapat dari Bu Dey tentang 5 kenangan masa SMP, aku tetap ingin Pakdhe mengerjakan yang berikutnya, gpp ya Pakdhe… Jadi khusus Pakdhe, Kenangan SMP dariku tambahan dari Bu Dey, 6-10 pointnya.
2.    Tia dan Mbak Tarry*mereka yang memberiku PR masa SD dulu, tapi tak ada unsur balas dendam lho, dan ternyata Bunda Vania sudah dapat dari Mbak Lidya. Mbak Tarry dah sampai kah? Sudah banyak yang kangen tulisanmu...
3.     Pak Ies dan Kenia (pemilik blog Ketty Husnia, yang sedang hamil muda, sama kayak Ibu Dini, tadinya inginku Bu Dini juga ternyata beliau sudah dapat dari yang lain) * ternyata Pak Ies sudah dapat dari Ibu Dey juga dan aku tak tega menambahi karena Pak Ies sedang butuh istirahat mata…
4.    Nia Angga*Adek PoOh dan Dedek ESF(pemilik It’s Life)*sekaligus reward karena dulu segera mengerjakan PR masa SD dariku.
5.    6. Mama Ani*bonus ya, nambah satu lagi, ini Ayuk Iparku yang sedang semangat Ngeblog, boleh ya...

Sebenarnya mau nambah lagi sich, Mbak Anaz dan Kak Rose tapi sayangnya mereka belum mengerjakan PR SD dariku dulu, hikkss… Dhenok Habibie juga belum mengerjakan PR SD, tapi Dhe sudah dapat PR masa SMP dari yang lain, jadi buat Dhe yang masih mudik, selamat mengerjakan 2 PR sekaligus yaaa….

Dan buat Pu serta Abi Sabila, silakan diperiksa ya PR ini, aku buat dengan sepenuh hati, tak ada niat pamer atau membanggakan diri *pinjem kata-katanya Mabruri, dan yang tak kalah penting adalah tak ada unsur paksaan lho *hanya maaf ya, tak boleh bisa dikoreksi...

Selamat mengenang masa SMP, yang walaupun sangat indah, masa itu tak akan mungkin terulang lagi. Sebab semua akan indah pada masanya…