Tampilkan postingan dengan label Merekam Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merekam Sosok. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

Kesehatan Reproduksi Remaja

Remaja Oh Remaja
Sebuah resensi persiapan menjelang ananda masuk masa remaja.

Masa remaja adalah merupakan masa peralihan baik secara fisik, psikis maupun sosial dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Remaja adalah aset sumber daya manusia yang merupakan tulang punggung penerus generasi di masa mendatang. Bila dilihat dari komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin, jumlah remaja menempati posisi yang lebih besar dibanding dengan komposisi umur lainnya. 

Besarnya jumlah penduduk usia remaja ini adalah merupakan peluang dan bukan menjadi masalah bagi pemerintah. Pada tahun 1974, WHO memberikan defensi tentang remaja yang bersifat konseptual. Defenisi ini berdasarkan 3 kriteria biologik, psikologik dan sosial ekonomi. Dari segi umur WHO membagi menjadi remaja awal (10 – 14 tahun) dan  remaja akhir (15-20 tahun). PBB menetapkan usia 15-24 tahun sebagai usia pemuda (youth) dalam rengka menetapkan tahun 1985 sebagai tahun pemuda internasional.
  
Di Indonesia, batasan remaja mendekati batasan  PBB tentang pemuda kurun usia   14-24 tahun yang dikemukakan dalam Sensus Penduduk 2010. Menurut sensus ini, jumlah remaja Indonesia adalah 147.338.075 jiwa atau 18,5% dari seluruh penduduk Indonesia. Pedoman umum masyarakat Indonesia untuk menentukan batasan usia remaja yaitu 11 – 24 tahun dan belum menikah. 

Adapun J.J. Rosseau membagi perkembangan jiwa manusia menurut perkembangan perasaannya, yang membaginya menjadi 4 tahap yaitu:
1.      Umur 0-4 atau 5 tahun: masa kanak- kanan (infancy).
2.      Umur 5 –12 tahun: masa bandel (savage stage).
3.      Umur 12 –15 tahun: bangkitnya akal (rasio), nalar (reason) dan kesadaran diri (self consciousness).
4.  Umur 15-20 tahun: masa kesempurnaan remaja (adolescence proper) dan merupakan puncak perkembangan emosi. 

Perkembangan Fisik pada Remaja 


Pada masa remaja seseorang mengalami pertumbuhan fisik yang lebih cepat dibandingkan dengan masa sebelumnya. Ini nampak pada organ seksualnya, dimana biologik sampai pada kesiapan untuk melanjutkan keturunan. Ciri  sekunder individu dewasa adalah pada pria tampak tumbuh kumis, jenggot dan rembut sekitar alat kelamin dan ketiak. Rambut yang tumbuh relatif lebih kasar. Suara menjadi lebih besar, dada melebar dan berbentuk segitiga, serta kulit relatif lebih kasar. Dan pada wanita tampak rambut mulai tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak, payudara dan panggul mulai membesar, dan kulit relatif lebih halus.

Sedangkan organ kelamin juga mengalami perubahan ke arah pematangan yaitu:
a)   Pada pria, sejak usia ini testis akan menghasilkan sperma yang tersimpan dalam skrotum. Kelenjar prostat menghasilkan cairan semen, dan penis dapat digunakan untuk bersenggama dalam perkawinan. Seorang pria dapat menghasilkan puluhan sampai jutaan sperma sekali ejakulasi dan mengalami mimpi basah, dimana sperma keluar dengan sendirinya secara alamiah.
b)  Pada wanita, kedua indung telur (ovarium) akan menghasilkan sel telur (ovum). Hormon kelamin wanita mempersiapkan uterus (rahim) untuk menerima hasil konsepsi bila ovum dibuahi oleh sperma, juga mempersiapkan vagina sebagai penerima penis saat senggama. Sejak saat ini wanita akan mengalami ovulasi dan menstruasi. Pada masa menjelang menstruasi pertama (menarch) remaja putri sangatlah sensitif. Mereka juga seringkali mengalami masa prementruasi syndrome (PMS) yang sangat berat. Silakan baca juga cerita tentang diet yang disarankan untuk PMS disini.


Ovulasi adalah proses keluarnya ovum dari ovarium dan jika tidak dibuahi, maka ovum akan mati dan terjadilah menstruasi. Menstruasi adalah peristiwa alamiah keluarnya darah dari vagina yang berasal dari uterus akibat lepasnya endometrium sebagai akibat dari ovum yang tidak dibuahi.

Perkembangan Psikosial pada Remaja 


Kesadaran akan bentuk fisik yang bukan lagi anak-akan menjadikan remaja sadar meninggalkan tingkah laku anakanaknya dan mengikuti norma serta aturan yang berlaku. Menurut Havigrust aspek psikologis yang menyertainya yaitu:
1.      Menerima kenyataan (realitas) jasmani
2.      Mencapai hubungan sosial yanglebih matang dengan teman sebaya.
3.      Menjalankan peran-peran sosial menurut jenis kelamin sesuaikan dengan norma.
4.      Mencapai kebebasan emosional (tidak tergantung) pada orang tua atau orang dewasa lain.
5.      Mengembangkan kecakapan intelektual serta konsep untuk bermasyarakat.
6.      Memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu pekerjaan  atau jabatan.
7.      Mencapai kebebasan ekonomi, merasa mampu hidup dengan nafkah sendiri.
8.      Mempersiapkan diri untuk melakukan perkawinan.  

Perilaku Seks Remaja yang Berisiko 


Perilaku seks remaja yang tidak sehat akan menimbulkan beberapa manifestasi khususnya di kalangan remaja sendiri. Masalah yang berkaitan dengan kehamilan yang tidak diinginkan yang meliputi:
a)      Pembunuhan bayi karena faktor malu.
b)      Pengguguran kandungan, terutama yang dilakukan secara tidak aman.
c)      Dampak kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja putri baik terhadap masalah gizi dan kesehatan reproduksi lainnya.
d)     Dampak sosial ekonomi dari kehamilan yang tidak diinginkan.
Selain masalah di atas, masalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang meliputi:
1)      Masalah penyakit menular seksual yang lama, seperti siphilis dan gonorheae.
2)      Masalah penyakit menular seksual yang relatif baru seperti chlamidya dan herpes.
3)      Masalah HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome).
4)      Dampak sosial dan ekonomi dari penyakit menular seksual.  

Menurut Ayke SK, Lembaga Demogrfi UI, Tahun 2002-2003 yang meneliti tentang kesehatan reproduksi, jumlah remaja yang berusia 15-24 tahun dan mencakup 20% penduduk Indonesia. Dari waktu ke waktu, mobilitas remaja Indonesia yang meningkat pesat, arus informasi yang sangat kuat, dan semakin bertambahnya remaja yang berperilaku berisiko ikut meningkatkan kasus penularan HIV/AIDS. Menurut laporan Sekretaris Jenderal pada sesi khusus majelis umum PBB mengenai HIV/AIDS bahwa tiap hari ada 6000 remaja yang terinfeksi HIV. 

Sebagian besar dari mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, informasi yang benar, bahkan keterampilan hidup.  Berbagai upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS dan infeksi seksual menular lainnya seringkali tidak tersedia bagi para remaja. Pelayanan kesehatan reproduksi pada umumnya hanya membatasi bagi orang dewasa yang sudah menikah dan tidak menyediakan sarana khusus bagi remaja yang hadir tampa wali. 

Bila tersedia pelayanan kesehatan, banyak faktor yang membuat remaja tidak menggunakannya termasuk kurangnya pelayanan yang bersifat pribadi serta menjaga kerahasiaan, petugas yang kurang peka, lingkungan yang tidak aman dan ketidakmampuan membayar. Karena jumlah orang yang terinfeksi HIV meningkat dengan pesat di kalangan usia 15-24 tahun, maka perlu dilakukan upaya-upaya khusus bagi kelompok tersebut. 

 Agar menurunkan dampak secara keseluruhan, upaya dalam mendidik para kaum muda menjadi sangat penting karena pada intinya, memberdayakan generasi muda untuk melindungi diri mereka adalah langkah pertama untuk mengendalikan HIV/AIDS. Salah satu upaya konkrit adalah kesadaran untuk berperilaku seks yang sehat dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka sendiri. 
  
Pengertian Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD)
  
Istilah kehamilan yang tidak diinginkan atau KTD mengandung arti sebagai kehamilan yang terjadi saat salah satu atau kedua belah pihak dari pasangan tidak menginginkan anak sama sekali atau kehamilan yang sebenarnya diinginkan tapi tidak pada saat itu, dimana kehamilan terjadi lebih cepat dari yang telah direncanakan. Banyak yang berpikir bahwa KTD hanya terjadi pada remaja yaa.. Tapi ternyata tidak juga, karena pada pasangan yang telah menikahpun KTD masih mungkin terjadi, oleh karena kehamilan yang terjadi memang sedang tidak diinginkan. 

Adapun KTD terjadi akibat telah dilakukannya hubungan seksual, baik yang dilakukan secara sengaja ataupun tanpa disengaja. Beberapa kejadian KTD disebabkan oleh karena tindakan perkosaan ataupun kekerasan seksual. KTD juga dapat terjadi karena kegagalan dalam pemakaian alat kontrasepsi, bayi yang trekandung ternyata menderita cacat majemuk yang berat, kondisi kesehatan ibu yang tidak memungkinkan untuk menjalani kehamilan, karena adanya tuntutan karir, kehamilan terjadi karena incest (akibat hubungan antar keluarga), serta oleh karena kehamilan terjadi akibat dilakukan hubungan seksual pra nikah, sehingga dirasa masih belum saatnya untuk terjadi, yang didukung pula oleh karena rendahnya pengetahuan akan kesehatan reproduksi dan seksual.

Artinya secara umum pada remaja, kehamilan tidak diinginkan terjadi karena remaja belum memiliki kesiapan untuk menjalani kehamilan, baik secara psikis, sosial, fisik, ataupun secara ekonomi. Hubungan seks pranikah yang dilakukan remaja cenderung berbanding lurus dengan angka kejadian KTD pada remaja. 

Mengacu pada pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abi Thalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:
  1.    Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.
  2.    Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.
  3.    Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.
Artinya masa remaja berada pada kisaran tahap kemitraan, dimana orangtua hendaklah menjadi sahabat buat mereka. Agar mereka merasa nyaman bertanya dan bercerita tentang apa saja. Sex edukasi yang benar dan dilakukan oleh orang yang tepat (dalam hal ini, sebaiknya dilakukan oleh orangtua) akan membantu para remaja menjalani masa "topan badai" ini, segitunya bangetkah?  

Ya menurut Bapak Psikologi Remaja pada awal Abad-20 Stanley Hall, masa dimana para remaja mengalami banyak masalah dan tekanan, sehingga diistilahkan masa topan badai atau strom and stress.

Sebuah Ringkasan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dari Berbagai Sumber :D 

Selasa, 01 Januari 2013

Sebuah Pertemuan

Tahun 2013 sudah membuka gawang, semoga gol-gol kesuksesan mampu kita masukkan kesana sesuai dengan usaha dan do'a-do'a yang optimal tentunya. Semoga tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun yang berlalu telah menoreh banyak catatan dalam hidup kita, dalam banyak hal, ada yang membuat kita nyaris sesak karena gembira, ada juga yang membuat kita tersenyum getir atau bahkan ada yang sampai membuat kita menitikkan air mata haru. Seperti yang aku alami pada tahun 2012 lalu, betapa banyak yang tak terduganya. Alhamdulillah secara keseluruhan semuanya mampu kulewati dengan baik, meski ada sedikit gejolak *gayamu rek...

Khusus dalam aktivitas ngeblog, jumlah postingan di tahun 2012 jelas mengalami penurunan. Yang sebelumnya mencapai 201 postingan, ternyata pada tahun lalu hanya mampu 166 tulisan saja yang berhasil kuposting dalam blog ini. Itupun banyak berupa catatan pekerjaan yang aku pindahkan, tak tega melihat blog ini melompong, jadi sedikit maksa ngisinya, itupun masih banyak yang tak sempat terekam. Namun bila dibandingkan dengan tahun 2010 saat awal aku ngeblog, yang hanya menghasilkan 61 tulisan saja, maka tahun lalu masih jauh lebih banyak. Capaian yang dari segi kuantitas layak untuk disyukuri.

Pertambahan sahabat blog ditahun 2012 tampaknya kurang mengembirakan, ada staknasi yang nyata dari tahun sebelumnya. Ini berbanding lurus dengan ajang kontes dan event GA para sahabat yang aku ikuti, masih lebih banyak di tahun sebelumnya. Tak hendak mengajukan alasan atau dalih, tapi memang lingkungan kerjaku yang sekarang membuatku terkaget-kaget dalam beradaptasi, semoga tahun ini semuanya lebih terkendali, cieee... Yang juga kusayangkan pada Muharram tahun lalu, aku sempat menggelar GA keroyokan bareng Thia, Bundanya Vania, tapi pada Muharram tahun ini tak ada GA yang sempat aku gulirkan. 

Sebenarnya untuk mengisi 1 Januari 2013 ini aku ingin menulis tentang satu kejadian tak terduga diakhir tahun 2012 yang membuatku terkesan. Ceritanya bermula saat ada seorang rekan kantor, yang mendadak harus di operasi karena ada gumpalan darah beku di rongga kepalanya. Dari awal keluhan aku mengikuti persis, karena Bella (lebih muda dariku) berulangkali menyampaikan keluhannya padaku. Bella mendadak dibawa ke UGD RSI Khodijah karena keluhan sakit kepala hebat, yang tak tertahankan, membuatnya pingsan dan saat sadarpun Bella sampai berteriak-teriak kesakitan. Hasil rontgen dan laboratorium semuanya aman, tak ada penyakit yang ditemukan. Lima hari dirawat Bella pulang ke rumah. 

Berita selanjutnya, setelah sehari di rumah, Bella tak bisa tidur karena keluhan sakit kepala yang ternyata muncul lagi. Aku dihubunginya via telfon untuk minta bekam, dengan mobil kantor dan beberapa orang rekan kami ke rumahnya, dan hari itu sukseslah aku membekamnya. Malamnya beliau bisa tidur. Syukurlah batinku. Keesokan harinya, saat sore menjelang Bella ternyata kena serangan sakit kepala lagi, dan langsung dilarikan ke UGD RSMH. Oleh SpS yang menanganinya di RSMH, Bella langsung di SCAN, hasilnya membuat kami terhenyak. 

Yupss, sore itu juga Bella harus segera di operasi, karena ada gumpalan darah beku yang mulai menekan ke cerebrum atau otak besarnya. Tak boleh menunda sampai besok pagi, CITO istilahnya sebab segala kemungkinan bisa terjadi dalam hitungan menit bahkan detik. Alhamdulillah bisa pakai ASKES, kalau tidak butuh dana belasan juta untuk operasinya ini, yang awalnya dikatakan bakal dicraniotomy ~ tulang tengkoraknya dibelah pakai peralatan perang, bergidik aku membayangkan. Segera berkemas meluncur ke RSMH. Ternyata terlambat, Bella sudah di ruang operasi. Padahal tadinya aku berharap bisa bertemu dengannya sebelum pelaksanaan operasi, atau syukur-syukur bila diizinkan masuk ke ruang operasi mendampingi Bella, biasanya diizinkan kalau kita mengenalkan diri sebagai teman sejawat. Di ruang tunggu BEDAH CENTRAL RSMH, sudah banyak keluarga Bella yang berkumpul dan beberapa orang rekan kantorku juga terlihat hadir dengan wajah sendu. Mamanya Bella adalah orang pertama yang aku temui, mencoba menghiburnya walau dengan kata-kata yang aku sendiri masih harap-harap cemas.

Operasi dimulai jam setengah tujuh malam, dan biasanya untuk craniotomy paling cepat memakan waktu sekitar empat jaman, maka pada jam tujuh malam itu kami mengkondisikan Mama Bella untuk makan malam, namun beliau menolak. Aku mencoba menghubungi seorang adik tingkat yang sedang residen dibagian OBGIN untuk mendapatkan informasi siapa saja residen senior dibagian BEDAH saat ini, karena biasanya merekalah yang menangani operasi CITO bagi pasien ASKES. Akupun mendapat nama seorang adik tingkat lengkap dengan nomor hpnya. Langsung aku kontak, nyambung dan diangkat. Oooch kok suaranya lain, laki-laki, penjelasannya kemudian membuatku sedikit tenang.

"Ini dengan siapa? Silakan tinggalkan pesan, dr. Euisnya sedang memimpin operasi bedah syaraf darurat", begitu kira-kira.

Aku tak gentar, bertanya "Nama pasiennya Bella ya?", suara keheranan disebrang membenarkan. Tepat sasaran.

Akhirnya setelah mendapat informasi berharga tersebut, aku ditemani seorang rekan turun mau beli pulsa, hanya sekitar setengah jam kami sudah kembali ke BEDAH CENTRAL, dilift kami berpapasan dengan sosok yang tak asing buatku, adik tingkatku dr. Euis yang tadi dikhabarkan memimpin operasinya Bella, kami berpelukan hangat. Tak bisa kusembunyikan salutku padanya, sangat tak kusangka, 'sosok lembut'nya berani terjun ke BEDAH yang terkenal ekstrim tantangan.

Percakapan berikutnya tentu tentang Bella. Ahhhaaa, ternyata bukan craniotomy, hanya pemasangan selang saja, makanya operasinya hanya satu jam. Dugaan Euis, bekuan darah di kepalanya Bella adalah akibat benturan keras yang terjadi sekitar sebulan terakhir. Ini mengejutkanku, sebab setahuku dalam sebulan terakhir Bella tak pernah kecelakaan. Pesan Euis, kedepan Bella dilarang banyak begadang, tak boleh beraktivitas berat, dan menghindari stress karena dikhawatirkan ada pembuluh darah yang akan kembali pecah. Tak lama dr. Euis pamit karena ada order lain katanya, aku segera menghampiri Mamanya Bella, beliau juga ternyata sudah mendengar khabar sejuk itu, berkurang jauh dech wajah cemasnya, seperti juga kami.

Segera aku menuju pintu kamar operasi, tampak dibalik pintu kaca, beberapa orang residen Bedah junior yang tak kukenal berseliweran, aku melambai. Dan merekapun membukakan pintu, setelah memperkenalkan diri sebagai Kakak tingkatnya Euis aku diizinkan masuk, tanya ini itu sambil mencari celah bisa masuk ke ruang RR (ruang pulih pasca operasi), yess akhirnya diizinkan, secara aku menjual nama seniornya, dengan syarat: tidak berisik. Suaraku yang volumenya sudah diminimalkan ternyata masuk kategori 'ribut' disekitaran RR yang hening tiada tara tersebut. Saat mau pamit keluar menjemput Mamanya Bella untuk masuk bersamaku, suara seseorang memanggil namaku. Beliau menghambur setengah berlari dari dalam. Aku berbalik, melihat sosok yang meneriakiku itu, walaupun wajahnya tertutup masker aku langsung yakin. Itu Mbak Dy kami. Luar biasa sebuah pertemuan yang tak pernah aku sangka terjadi malam itu, pada Medio November 2012 lalu.

Kami berangkulan lama, sejak tamat kuliah di awal 2004 aku pulang ke Way Kanan, Lampung dan Mbak Dy ke Belinyu Bangka, kami putus kontak. Tak pernah ada khabar berita tentang beliau, era facebook mempertemukanku dengan banyak sahabat dari SD sampai kuliah, tapi Mbak Dy seperti hilang ditelan bumi. Tak ada yang mengetahui beritanya. Padahal kami sekost lama semasa kuliah dulu. Sejak zaman preklinik di Inderalaya, kami satu atap, kami sering masak dan makan bersama. Kami punya kenangan manis saat panen singkong dari kebun belakang rumah kontrakan, kami sering berpacu lari pagi dari Komplek Serumpun Indah ke Wartel Telkom Inderalaya mengejar tenggat waktu diskon untuk interlokal ke kampung halaman. Kebersamaan kami berlanjut sampai masa klinik, saat coass di RSMH sampai aku menikah pertengahan tahun 2002. Awal ngeblog cerita tentang ini termasuk yang paling nyenyes ~ seru aku tulis.

Setelah delapan tahun tak bersua, kami masih saling mengenali :D
Foto jadul, perawan di Kebun Singkong.
Tebak mana diriku dan mana Mbak Dy?
Aku lupa siapa yang menjebret foto ini, asli. Sebuah tanda-tanda penuaankah? :D

Ya pada tulisan Mei 2010 diantara sekian sahabat karib saat kuliah, Mbak Dy adalah yang paling ingin aku ketahui khabarnya. Kami bahkan tak tahu dengan siapa beliau menikah, sementara yang lain aku dan yang lain jelas tahu beritanya, nomor hpnya dan sesekali facebook menjadi ajang kami bersilaturahim. Sementara Mbak Dy, hampir delapan tahun kami tak pernah bertemu walau hanya di maya. Maka malam itu adalah sebuah pertemuan yang manis buat kami. Ternyata menurut penuturan selanjutnya, Mbak Dy yang sekarang residen Anastesi (jadi Mbak Dy yang menganestesi ~ membius Bella), saat mendengar suaraku beliau langsung mengenaliku. Dan aku melihat sosok jangkungnya dengan masker langsung berteriak yakin bahwa itu adalah Mbak Dy. Hebat bukan? Bayangkan setelah hampir delapan tahun lho, bahagianya bertemu dan bisa mengurai rindu, sejenak kembali pada kenangan indah masa muda jaya gadis kami dulu, lebay, glek-glek, biarin, hihiiii...

Obrolan kamipun berlanjut usai menengok Bella. Bertukar kisah dan alamat, ternyata Mbak Dy tinggal disekitaran kostan kami dulu, masih di depan RSMH, berpisah dengan suami dan dua putri cantiknya yang baru masuk SD di Belinyu untuk sementara waktu, demi cita-cita menjadi SpAn, sepenuh do'a kuhaturkan: semoga lancar dan sukses ya Mbak... Dan sejak malam itu kami sudah bertemu sekali lagi. Meski belum banyak yang bisa kami bahas tapi tetap sebuah kemajuan yang aku nikmati.

Dan tentang Bella, selesai operasi sempat di rawat di RSMH sekitar seminggu, bedrest di rumah sekitar dua mingguan dan awal Desember lalu Bella sudah masuk kantor lagi dengan penampilan barunya yang lebih mempesona. Bagaimana tidak, sekarang Bella berjilbab, bukan hendak menutupi kepala plontos bekas bocor operasi katanya. Tapi lebih kepada kesadaran, bahwa kejadian kemarin adalah cara Allah menegurnya, teguran sayang katanya. Jadi Bella ingin lahir sebagai sosok yang lebih baik. Tentu aku ikut bahagia, cius :D Alhamdulillah...

Juga buatku, sakitnya Bella kemarin sudah membukakan aku jalan untuk bertemu dengan seorang sahabat yang (ternyata, baru nyadar) sejak dua tahun lalu pernah kumenuliskan harapan untuk bisa mengetahui khabarnya. Ternyata Allah baru menjawabnya setelah lebih dua tahun berlalu, dengan cara yang tak pernah terbayangkan olehku.

Jadi sahabat... bila ada cita-cita, mimpi atau do'a kita yang belum terlaksana di tahun 2012 lalu jangan pernah berhenti berharap, terus bergerak, tetap berprasangka baik pada-Nya. Lakukan lewat usaha, kerja keras, keikhlasan dan do'a, semoga 2013 ini saatnya terealisasi. Dan saat ini ada satu fokus kerja kedepan yang ingin serius aku garap, sebagai konsultan anti aging, mohon do'a dari semuanya. Ada yang ingin tahu, atau malah berminat? Nantikan kisah selanjutnya yaaaa...
 

Selasa, 06 November 2012

Profesor Gambir

Sekian lama waktu berlalu, banyak peristiwa yang belum sempat terekam disini. Sebab saat ini semua seolah mengejar minta didahulukan, hingga tak kebagianlah waktu untuk bercengkrama diblog ini, gayanya #deuuu...

Tapi begitulah yang terjadi, seperti saat bertemu seorang Prof. hebat dari Kota kami, sepenuhnya diri ini terpesona, alangkah luas ilmunya, betapa berguna hasil penelitiannya, salah satu temuannya tentang gambir yang ternyata punya begitu banyak manfaat, sayangnya hak paten penelitian beliau dibeli negara tetangga, karena Negeri ini seolah (enggan) tak menggubrisnya. Tapi beliau bukan pribadi kemarin sore, jiwanya besar. Dari beliau aku mengambil banyak pelajaran berharga. 

sumber www.foodreview.biz
Prof Gambir, aku menyebut beliau. Padahal nama aslinya Prof. DR. Rindit Pambayun M.P beliau adalah guru besar di Universitas Sriwijaya yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum PATPI yang baru.

Salah satu yang paling berkesan adalah filosofinya tentang ilmu. Betapa bila kita meniatkan sebuah proses belajar untuk mendapatkan ilmu, maka kita pastilah akan mendapat yang lainnya. Apa saja, termasuk wawasan, relasi, bahkan royalti sekalipun. Tapi bila kita meniatkan sebuah proses belajar untuk yang lainnya, niscaya kita tak akan dapat ilmu. Iih bergidik aku membenarkan. 

Teringat pada sebuah kata hikmah yang sejak dulu aku yakini bahwa bila kita menanam padi maka semua jenis rumput akan tumbuh. Dari yang menjalar, yang menusuk, sampai yang seperti bludru. Tapi manakala kita menanam rumput, meski rajin kita pupuk sekalipun maka bisa dipastikan tak akan pernah tumbuh sebatang padi #aaachhh...

Aku sebenarnya mau cerita tentang khasiat gambir lho, tapi kok malah kemana-mana dulu :D Tahu gambir kan ya? Eh ternyata kandungan antioksidannya melampaui teh hijau yang terkenal itu. Selama ini aku hanya tahu gambir untuk makan sirih #beneran... Eh ternyata ya...

Tapi sampai seumur ini, aku belum pernah lho lihat pohon gambir. Ada yang tahu? #boleh ngacung lho...Dan buat yang belum pernah tahu, ini dia penampakan pohon gambir itu:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI2I_UhV4kd8Ea8u5M9nLfMYJuoIK7pp4I90Od6DzRN_gErCq5s_utzC8FhtvzV8s2mBwH2B57Mb7cZDRhqe5QikFLu5qyl0ZdTOPzOOBxvvKLw2wnEw5shbdkNKS1PNPANbqbw0hnXFQ/s1600/gambir.JPG
flora-sutamto.blogspot.com
  • Tanaman Gambir (Uncaria Gambir) banyak tumbuh di Indonesia bahkan khabarnya banyak di Sumatera Barat, tapi mengapa aku tak merasa pernah melihat tanaman gambir ini ya? #heran dech, padahal akukan orang Sumatera juga... Tanaman yang berupa perdu dengan tinggi 1-3 cm dan batang bulat warna cokelat dapat diolah menjadi gambir dalam bentuk tertentu. Gambir mengandung Katekin, kuersetin, zat samak katekin, merah katekin, lendir, lemak, dan malam yang memiliki banyak khasiat.
  • Dalam ilmu kefarmasian, gambir dikenal sebagai sumber antioksidan yang potensial. Ekstrak gambir (dengan kandungan utama katekin) yang telah distandarisasi dapat diformulasi menjadi bentuk sediaan farmasi tertentu yang dapat mengeliminasi hal-hal yang tidak disukai dari sifat ekstrak tersebut, misalnya rasanya yang pahit, atau sifatnya yang sukar larut dalam air.
  • Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa gambir bisa digunakan sebagai astringen dan hemostatik yang menghambat pertumbuhan bakteri. Gambir banyak dipakai sebagai penahan rasa sakit, seperti diare, sakit gigi, gusi bengkak, tersengat lebah atau serangga, suara parau atau sariawan mulut, tertusuk duri, dan luka luar lainnya. Oleh sebab itu maka gambir juga digunakan sebagai bahan campuran untuk menyirih atau menginang bagi sebagian orang.
  • Konon katanya Gambir Sarawak bisa untuk Mengatasi Ejakulasi Dini.  
  • Menurut Profesor Gambirku, salah satu khasiat gambir adalah sebagai pengawet alami, hebatnya tak kalah dengan si formalin yang menghebohkan itu. Tapi jangan tanya takarannya ya sebab kemarin diskusinya belum sampai kesana #malu...
Benar begitu? 
Wallahu'alam    
Tapi kalau katekin juga terdapat dalam teh tahu dong, hehee...

Kamis, 12 Juli 2012

Belajar kepada Musa


Kabayan dapat tetangga baru. Mas Paijo, wong Solo pedagang bakso. Sebagai pendatang baru, Mas Paijo cukup tahu diri. Tak lama setelah pindah, segera ke rumah Kabayan menyampaikan undangan khusus agar datang pada jamuan makan sore di rumahnya untuk mencicipi sop ayam istimewa buatan istrinya yang lezatnya tiada tara.

Di waktu ditetapkan, Kabayan bergegas pergi ke rumah Mas Paijo, rasanya tidak sabar untuk menyantap hidangan sop istimewa istri Mas Paijo. Kebetulan Nyi Iteung nggak bisa ikut karena harus menemani ibunya ke luar kota, sehingga dia berangkat sendiri.

Sampai di rumah Mas Paijo, Kabayan langsung dipersilakan ke meja makan. Kabayan melirik dengan ekor matanya ke atas meja makan, terlihat sayur sop yang masih mengepul dengan sambal cabe rawit yang pedas. Sayur tersebut luar biasa harumnya membuat Si Kabayan beberapa kali harus menelan air liurnya.

Setelah duduk di meja makan, Mas Paijo segera menyodorkan piring dan nasi putih yang pulen kepada Kabayan. Kabayan langsung menyambarnya, dan nasi putih sudah menggunung di atas piring. Dengan sumringah Mas Paijo berkata lagi ,"Monggo Mas iki sambelnya" Kabayan pun langsung mengambil sambel yang ditawarkan Mas Paijo.

Kemudian tangannya terus bergerak ke arah sayur sop yang diincarnya dari tadi, tapi tiba-tiba dia menghentikannya ketika mendengar Mas Paijo melanjutan ucapanya ,"Lha iki JANGAN Mas !" . Hal itu terus berulang-ulang, akhirnya Kabayan cuman makan nasi sama sambal saja sampai matanya berair kepedasan.

Akhirnya Kabayan pulang ke rumah, kebetulan istrinya sudah datang. "Ndak sopan Si Paijo, Akang nggak akan datang lagi ke rumahnya !". "Kenapa gitu Kang", kata istrinya heran. "Masa Akang cuman disuruh makan sambel !”. Sementara itu, di rumah Mas Paijo, setelah Si Kabayan pulang, Mas Paijo berkata dengan penuh keheranan kepada istrinya, "Bu kenapa ya kok Mas Kebayan nggak mau makan sayur sop kita, apa sop kita nggak enak ya Bu ?"

Renggangnya pertemanan, atau pecahnya rasa persaudaraan terkadang disebabkan oleh sebuah permasalahan yang sebenarnya kecil tetapi kurang terkomunikasikan dengan baik. Sebagaimana halnya Kabayan dan Mas Paijo yang mengalami keretakan hubungan karena kegagalan dalam mengkomunikasikan kata “ JANGAN ”. ‘Jangan’ yang dimaksud Mas Paijo adalah sayur itu sendiri, tapi ‘jangan’ yang difahami Kabayan adalah Tidak Boleh.

Allah menciptakan manusia dalam beragam bangsa, suku, bahasa, sifat dan karakter. Dalam keragaman tersebut manusia harus berkomunikasi satu sama lain menyampaikan keinginan, ide, gagasan atau pun hanya untuk sekedar bertegur sapa. Maka setiap hari ada milyaran mungkin trilyunan kata, tulisan, simbol, ataupun isyarat yang disampaikan manusia untuk berkomunikasi satu sama lain. Sehingga terjadinya miss merupakan sebuah kewajaran dalam berkomunikasi bahkan mungkin keniscayaan.

Dalam kehidupan bermasyarakat  yang anggotanya manusia, terjadinya miss adalah juga sesuatu yang mungkin terjadi. Antara sesama tetangga ataupun rekan kerja. Bahkan bisa jadi dengan staff atau atasan di kantor karena berbagai sebab, faktor dan keadaan yang melingkupinya.

Menyadari miss komunikasi itu mungkin terjadi, kita harus terus menerus berusaha untuk memperbaiki cara, pola dan metoda dalam berkomunikasi sehingga mutual understanding (pengertian bersama) yang menjadi tujuan komunikasi bisa tercapai secara efektif atau bahkan mungkin sempurna tak ada miss sedikitpun.

Dalam konteks ini, kita bisa belajar metoda komunikasi kepada Musa as, yang diabadikan Allah di Al-Qur’an.

" Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku supaya mereka mengerti perkataanku” (QS Thoha 25-28).

Walaupun ayat ini secara khusus terkait komunikasi Musa kepada Fir’aun, tetapi secara umum hikmahnya tetap bisa kita petik. Bahwasanya kunci sukses komunikasi menurut ayat ini adalah lapang dada (insyirahu shadri). Ketika dada lapang, urusan akan menjadi mudah (tasirul umur) dan lidah pun akan lancar terbebas dari kekakuan (uqdatul lisan) akhirnya orang akan faham dengan apa yang kita maksud.

Negasinya jika dada sempit, segalanya jadi rumit, urusan menjadi sulit dan lidah pun akan menjadi kaku dan kelu akhirnya orang tidak faham dengan apa yang kita maksud. Saat dada selapang air minum di gelas, nyamuk mati yang masuk ke air akan menjadi masalah besar. Tetapi ketika dada selapang air di Sungai Musi, jangankan seekor nyamuk mati, kerbau mati pun tak kan jadi masalah berarti.

Lapang dada merupakan buah dari kedekatan hubungan kita kepada Allah yang dibangun lewat tilawah yang tak kenal lelah, shalat malam yang tak pernah padam, puasa yang tak pernah jera, dzikir yang tidak kikir dan berbagai ibadah sunnah lainnya yang dicontohkan Rasulullah saw.

Maka, periksa dada kita ketika akan berkomunikasi. Komunikasi apa saja, kepada siapa saja. Terlebih ketika akan mengkomunikasikan hal-hal yang sensitif. Jangan sampai Tragedi “Jangan” antara Kabayan vs Mas Paijo menimpa kita.

Wallahu ‘alam.

***
Disarikan dengan sepenuh hati dari nasehat pekanan.
Sya'ban sebentar lagi, mari sambut Ramadhan dengan suka cita.

Senin, 09 Juli 2012

Perjalanan 10 Tahun

Banyak yang ingin kutulis, tapi situasi dan kondisi sedang tak memungkinkan.
Bahkan posting inipun tertunda 2 hari dari semestinya, sebab sebenarnya 7 Juli 2012 kemarin perjalanan kami tepat 10 tahun.

Jadi maaf bila hanya foto ini yang bisa hadir, memohon do'a sahabat semua...


photo edited for free at www.pizap.com
Mewakili kenangan 10 tahun yang lalu.
*saat diri masih malu-malu...

Lokasi Pemotretan di Pemakaman Puncak Sekuning, 3 hari setelah akad nikah. Dan memang jadwal kami setelah akad nikah berkeliling silaturahim kepada keluarga, dan ziarah ke makam nenek kakek. Sekalian pacaran maksudnya 

Jumat, 29 Juni 2012

Duo Srikandi

Vina dan Ituk, kompak.

Dua perempuan ini sangat diandalkan di kantor kami. Merekalah yang paling pagi datang ke kantor untuk beberes dan bebersih. Setelah selesai dengan acara utama itu mereka akan langsung mendapat tugas beruntun lainnya, seakan tak ada habis sampai jam pulang kantor. Dari mulai dimintai tolong mengantar dan mengambil fotocopy sampai memilah surat menyurat.

Kalau tiba hari Jum'at, tugas mereka lebih seru lagi. Masak-masak. Di kantor kami kalau ada yang syukuran misalnya kenaikan pangkat dll, maka diadakan makan bersama. Biar hemat pengolahan masakannyapun dipercayakan pada 'duo srikandi' ini. 

Sebenernya ada 'laskar' lainnya selain mereka berdua, tapi yang lainnya laki-laki. Mereka kompak dan sangat ramah. 

Balik ke duo srikandi ini. Satu namanya Rusdiati tapi minta dipanggil Ituk. Usia kami sebaya, karena kami lahir pada tahun yang sama. Sudah menikah dan dikarunia 1 orang anak yang umurnya hampir 1 tahun. Yang satunya masih 'ting-ting', namanya Ervina. Biasa disapa Vina, generasi awal 90-an. 

Foto ini diambil hari Kamis lalu, saat usai acara di kantor. Melihat aku yang siap membidik, mereka langsung senyum sumbringah. "Masukkan facebook ya Bu" koor mereka bersamaan. Aku jawab, "Ya nanti dimasukkan ke blogku".

Dan pagi ini mereka ketawa-tiwi melihat foto mereka terpacang disini.

Sedangkan akupun bahagia memenuhi janjiku pada mereka, juga mengingatkan diriku sendiri bahwa sebaik-baik manusia bukan karena jabatan atau pangkatnya sebagaimana hadist berikut:

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Minggu, 24 Juni 2012

Herbal: Melebarkan Vena Jantung

Ramuan obat herbal yang berguna untuk melebarkan pembuluh darah, Vena Jantung:
* 1 gelas sari/ air Lemon
* 1 gelas sari/ air Jahe
* 1 gelas sari/ air Bawang putih
* 1 gelas sari/ air Apple Vinegar.


Cara mengolahnya:
* Campur semuanya dan didihkan secara perlahan-lahan (api kecil).
* Biasanya sekitar 1/2 jam, untuk menjadi 3 gelas.
* Saring dan biarkan menjadi dingin
* Setelah dingin, tambahkan 3 gelas  Madu alami, diaduk sampai rata dan simpan dalam botol.


Anjuran pakai :
* Minum 1 sendok makan setiap pagi sebelum sarapan.


Penyempitan/ sumbatan pembuluh darah Vena Jantung Insya Allah akan terbuka.
Banyak yang sekarang tidak diperlukan lagi operasi jantung Angioplasty atau Bypass.


Prof. Dr. S. Vikineswary, Biotech Division Institute of Biological Sciences University of Malaya,50603, Kuala Lumpur, Malaysia.

Sumber SMS seorang Sahabat.
Tolong sebarkan kabar ini kepada orang yang membutuhkan.


Catatan:
Datuknya Hamas saat kontrol beberapa bulan lalu diindikasikan harus operasi karen pembuluh darah jantungnya makin menyempit, minum ramuan ini sekarang membaik. Saat kontrol Jum'at 22/6 lalu, oleh Prof. Ali Ganie dinyatakan stabil. Perkembangannya akan selalu diobservasi. Alhamdulillah...
Dan tentang sosok Prof. Ali Ganie, sungguh sosoknya patut diteladani, beliau dokter Spesialis Jantung yang sangat menguasai bidangnya dan sangat menjunjung tinggi etik. Semoga Allah selalu meridho'i beliau. Aamiin YRA...