Senin, 03 Oktober 2011

Negeriku Gudang Kerupuk

Serunya habis jalan-jalan ke blognya sahabat, walau tak muter semuanya, tapi sudah berhasil membuatku senyum-senyum dan menghangatkan rasa dihati, sungguh indah berbagi dengan tulisan ;)

Ada banyak cerita yang antri untuk kurangkai, tapi waktu dan kantuk sudah saling sikut menyikut, oke-lah kalau begitu, aku mengalah... yang penting sudah ada niat, agar tak terlalu melompong maka kupakai limit waktu ini untuk pamer foto beberapa hari yang lalu dan sempat membuatku tertegun, selanjutnya mesem-mesem meng-iyakan.

Foto ini kuambil dari pinggir jalan,
aslinya sebuah baliho, tapi aku sendiri lupa isinya meng-iklankan apa...
Terinspirasi juga dari posting diblog Djangan Pakies, tentang kerupuk Cekeremes.

14 komentar:

Djangan Pakies mengatakan...

assalamu'alaikum Mbak,
wah nemu dan sempat juga moto baliho unik. Iklan apaan tuh ya Mbak ?

HALAMAN PUTIH mengatakan...

Tapi betul juga kok, saya sendiri sering melihat kerupuk dijajakan keliling kampung, banyak ragam dan jenisnya. Bahan pembuatannya pun berbeda, tinggal pilih aja mana kerupuk yang disuka sesuai selera.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

krupuk itu enak lho. makan nasi kalo pas ga ada lauk, ya sama krupuk.

Abi Sabila mengatakan...

Sejak ganti catering tiga bulan lalu, menu di kantor tak pernah lepas sekalipun dari ( tambahan ) kerupuk. Awalnya agak 'aneh juga, tapi lama-lama malah ketagihan hingga kadang lauk intinya nda dimakan.

Susindra mengatakan...

Aku penasaran dan ku-googling. Awalnya kukira film terbaru, ternyata asli foto baliho ya, mbak. Hehe... ada2 saja penggagas idenya.

anazkia mengatakan...

Saya pecinta kerupuk sejatiiiii hihihi... Kalau main ke rumah Mbak Yunda, silakan sediakan kerupuk aja yang banyak :D

bunda kanaya mengatakan...

palembang gitu loooh... gudangnya kerupuk... wah lebaran kemaren ga sempet main ke daerah sini ummi.....

Baha Andes mengatakan...

wah PakIes, krupuknya yg kemaren jadi inspirasi euy...

IbuDini mengatakan...

Makan kalau gak ada kerupuk serasa ada yang kurang kata suamiku, jadi kerupuk selalu tersedia di meja makan.

Lyliana Thia mengatakan...

Emang bener banget mbak Kekee... Apalagi Palembang, gudangnya kerupuk deh... hihihi,...

Mbak... maaf baru mampirr...
sebenernya bbrp kali bolak balik kemari tapi gak bisa komen mbak...

mbak boleh nggak usul? gmana kalau setting komennya dibuat yg "popped up window" daripada yg dibawah posting..?
trus nggak usah pake word verification gmana mbak? (emang ada kemungkinan masuk spam sih..)

krn klo pake word verification loadingnya jd hrs 2x mbak... klo lg bewe pake hape, loading yg kedua suka gagal... jd udah ngetik tapi komennya gak bisa tampil... huhuhu...

lumayan bnyk yg terkendala komen krn koneksi mbak, waktu setting komen di blogku dibawah posting jg bnyk yg usul diubah...

aku kalau online pake indos*at nggak bisa komen disini mbak... skrg lg pinjem modem telkomfl*sh nya Papa.. hihihi... ^_^
buru2 BeWe...

Mbak,.. maap jadi curcol begini... hanya usul sj mbak.,.. hehe... met tugas Mbak Keke... :-D

monda mengatakan...

iklan pabrik kemplang ? he..he..

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

hampir tiap hari saya makan krupuk mbak:)

Yunda Hamasah mengatakan...

All:
Aku pastikan semua pengunjung kali ini adalah pecinta krupuk dalam negeri... *Kriiuuukk :)

Mama Ani mengatakan...

hahahha... aku sebagai orang Palembang malah belom lihat tu Baleho... Yes to Krupuk.. cintai produk dalam negeri