Selasa, 20 September 2011

Catatan Perjalanan: Kripik Lampung

Gerbang Kantor Gubernur Lampung,
berhasil kufoto saat kami melintas, lokasinya di Teluk, satu kawasan dengan SMA-ku.
Tanggal 9-10 September yang lalu kami sekeluarga pergi ke Kota Bandar Lampung untuk satu acara seorang sepupu suamiku yang menikah. Rangkaian agenda kami selesaikan dengan sucses.

Rombongan Nyai-Yai berangkat dari Palembang, tak semuanya bisa berangkat jadi hanya semobil. Nyai-Yai, Ami Kiki sekeluarga, Anis-Jihan dan Bundanya, Ami Ika dan Abinya Dzaki. Penuh dan padat, menginap di rumah Uju Ida (adiknya Nyai di Way Kandis). 

Adapun rombongan kami sekeluarga bersama Datuk-Jidah dan Mbak Endang berangkat dari Way Kanan. Karena sejak lebaran ke-2 kami memang masih mudik kesana. Dan kami menginap di rumah adik Jidah, Glora Persada Rajabasa. Berbagi hotel gratisan :P hehe... Rombongan ini rencananya melanjutkan perjalanan ke Jakarta, ba'da maghrib 10 September itu untuk menghadiri sepupu Jidah yang menikahkan anaknya dan sekaligus mengurus SK Mutasiku, mohon do'a semuanya ya, semoga SK ini segera keluar dalam waktu dekat. Aamiin...

Karena banyak foto masih menyebar, yang merangkum tentang acara resepsi pernikahan sepupu, ke pantai dan berwisata kuliner. Maka pada bagian ini hanya akan kutulis tentang sejenak wisata kuliner kripik khas Lampung yang terkenal itu. Rombongan kami sengaja mendatangi pusat pembelanjaan oleh-oleh khas kripik Lampung ini sepulang dari acara resepsi. 

Daerah pusat penjualan Kripik Lampung ini terletak di Jalan PU, dulu waktu aku SMP dan SMA di kota ini belum ada lho... Ya iya lah sudah luaaaama bok, tahun 1989-1995. Belasan tahun yang lalu. Wajar wajah kota ini sudah banyak berubah, membuatku pangling. Syukurnya pemandu wisata kami kali ini amatlah menguasai medan, Uju Ida tahu banyak tentang tempat berburu oleh-oleh yang murah tapi mantap. Dan sampailah kami semua ke lapak ini. 

Sepanjang Jalan PU banyak lapak serupa ini.
Kami hanya memilih ragam kripik pisang saja, karena banyak teman dan kerabat yang minta dibawakan kripik pisang khas Lampung ini. Ada banyak pilihan rasa kripik pisang di sini, dari rasa yang sudah umum seperti rasa keju dan coklat. Di sini juga ada rasa melon, sapi panggang, rumput laut, balado, jagung manis, rumput laut dan lain sebagainya. Belum lagi kripik sukun dan singkongnya juga menggiurkan, sayangnya setelah acara ini aku baru baca tulisan Mbak Kenia(kettyhusnia) tentang olahan dari sukun, jujur aku baru tahu kalau sukun itu banyak kandungan gizinya, kalau tahu dari dulu ya kripik sukunnya aku beli juga. 

Dan ini antara lain pilihan rasa kripik pisang khas Lampung. 

Ragam pilihan rasa kripik pisang khas Lampung.
Senangnya di lapak ini *mungkin di lapak lainnya juga ya... kami diperbolehkan membungkus sendiri, tinggal ditimbang, beres dech :) Jangan lupa tetap dibayar ya... Belum lagi disini bebas mencicipi. Penjualnya juga ramah. 

Ikut turun tangan membungkus sendiri,
biar cepat kelar, katanya.
Jidah juga tak mau kalah  :)
Pokoknya hari ini penuh dengan canda tawa 2 keluarga besar, sekalian bersilaturahim, mumpung masih bulan Syawal. Gerrrr, gerrr-an tak peduli masih di lapak orang. Ramai sekali :P
Yang sesi ini kok tampangnya pada lesu, kecapean ya...
Datuk ditodong Jidah untuk nge-bandari.
Yang tak mau ketinggalan,
bagian pencicipan :P  Duch eunaak tenan...
Soal harga, tenang, ini kripik harganya bersahabat sekali. Kripik pisang Rp. 40.000,-/kg, bisa dibungkus masing-masing 1/4 kg. Satu bungkus sudah pantas untuk oleh-oleh pada seorang teman kerja atau kerabat yang tak ikut serta :)  Sempat nanya harga kripik singkongnya, ternyata beda tipis Rp. 30.000,-/kg, selisih sepuluh ribu.

Ada banyak cerita seru lainnya , semoga lain waktu bisa kutulis. Yang pasti Kota Bandar Lampung menyimpan banyak kenangan bagiku, 6 tahun kuhabiskan di sini, waktu masih kecil dulu *ndak mau bilang: waktu masih muda dulu, ntar dikira sekarang sudah tua, wee... :P Masa pertama kali merantau, jauh dari kedua orangtua.


21 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

kayaknya pernah makan kripik lampung deh. emang enak kok

Djangan Pakies mengatakan...

Assalamu'alaikum
pulau sumatera belum pernah saya datangi Mbak, hanya cerita-cerita seru dari ponakan yang sering saya dengar, karena dia bolak-balik ke Lampung juga Palembang.
wah ternyata pisang bisa dibuat aneka rasa gitu ya Mbak

Lyliana Thia mengatakan...

Asslm Mbaak...
jadi kangen nih sama keripik Lampung...
waktu lebaran tahun2 lalu suami pernah ngeborong keripik pisang dari Lampung utk keluarga di Jakarta...
tapi skrg kalaupun beli jajanan, dia biasa beli pempek Lampung... *lidah gurih*
hhehehehe...
Yunda, bagi dong keripiknya... :-P

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

dijual kah mbak kripiknya disini? :)

dey mengatakan...

keripik pisang lampung emang enak, kebetulan punya klg disana, tiap berkunjung ke bandung selalu bawa oleh2 ini ...

mabrurisirampog mengatakan...

saya paling suka sama kripik,,
tpi blum pernah sekalipun nyicipi kripik lampung... :D

IbuDini mengatakan...

wahhh keripik rasa keju , rumput laut juga ada...saya belum pernah makan.
ibu mertua saya paling suka sama keripik dan kalau ada pisang aja pasti langsung dibuat keripik ...

Nia mengatakan...

wah Mbak postingannya bikin ngiler...aku pernah ngrasain keripik lampung yg rasa coklat....dulu dkasih sm customer yg abis jalan2 ke lampung...klo di jakarta ada yg jual ngga yach? pengen banget yg rasa keju sm coklat......

Yunda Hamasah mengatakan...

Mbak Fanny:
Iya Mbak, nggak salah lagi, emang enak ;)

Pak Is:
Wa'alaikumsalam wr wb
Iya Pak bisa beraneka rasa lho. Semoga suatu hari bisa ke P. Sumatera ya Pak dan kalau ke Palembang jangan lupa mampir...

Tia:
Wass Tiaaa...
Boleh, ini masih ada sebungkus dirumah, mari mampir, hehe...

Mbak Lidya:
Disini cuma dipromosikan Mbak, jualnya di lapak, hehe...

Bu Dey:
Iya Bu enak tenan ;)

Bang Mabrur:
Aku yakin pasti SUKA dengan kripik Lampung ini:)

Ibu Dini:
Iya Bu, rasanya komplet, sayang akupun belum tahu resep buatnya. Mungkin kita bisa buat sendiri ya di rumah ;)

Mbak Nia:
Iya Mbak rasa kripik Laampung memang bikin ngiler, akupun jarang-jarang makannya, hanya kalau dibawakan keluarga or seperti kemarin jalan2 ke sana ;) Di Jakarta? Dimana ya?

Pakde Cholik mengatakan...

saja juga penggemar kripik pisang karena waktu dinas di palembang sering dibawain anggota yang dari Lampung.
Sepertinya kripik pisang aneka gaya dan rasa sudah tersebar sak Indonesia ya, ada dimana-mana, di desa mauoun di kota.
Mutasi kemana bu dokter ? Semoga segera tuntas SKnya.

Salam hangat dari Cimahi.

Cut Maha Ratu mengatakan...

wah... Yunda baru liburan ke Lampung toh....?hehe. Oiya Yunda pernah sekolah di Lampung? jangan2 seangkatan sama alm suami ku ya...beliau angkatan'89, SMA nya di SMA 3. Masa SMP di SMP 2. Salam tuk keluarga ya Yunda..

Penghuni 60 mengatakan...

waduh, bebas mencicipi ya sob...
nanti kalo dicicipi doank tp gak beli gimana tuh..?
^_^
kliatannya sih enak ya.. jd ngiler nih..

Orin mengatakan...

Ummiii.... dulu pernah nyicip kripik pisang lampung ini, memang beda enaknya ya, dan ternyata harganya ga terlalu mahal, baru tahu :)

ketty husnia mengatakan...

mau-mau-mau,...gratis dari Mbak Yunda..:)
kriuk4x hehehe

W i e d e s i g n a r c h mengatakan...

aduh.... aku pengen deh bisa dikirimi dari sana... sekarang kangen beneran setelah bacanya T____T

YOGYAKARTA mengatakan...

wow this really good blog content
visit : http://uii.ac.id

Yunda Hamasah mengatakan...

Pakde:
Kalu Pakde emang jagonya kuliner dech... Mutasi ke BTKL Palembang Pakde *kantornya depan KODAM SRIWIJAYA, kentornya Pakde dulu kan?

Masih di Cimahi ya Pakde, lama juga sambang cucunya, salam ya buat Daksa dan 3 cucu Pakde lainnya ;)

Penghuni 60:
Ya kudu beli dan bayar sob, supaya halal ;)

Orin:
Iya harganya terjangkau dech...

Mbak Kenia:
Boleh barter dengan kue sukun ya, hehe...

Wied:
Hmmm, boleh kalau bisa via email, atau kirim alamat dech, hehe...

YOGYAKARTA:
Terima kasih sudah berkunjung ;)

Tarry KittyHolic mengatakan...

Kreatip sekali ya mbak, kripiknya dibikin berbagai mcm rasa. Tempat saya cm rasa gula tok, alias manis dan gurih hehe

Yunda Hamasah mengatakan...

Mbak Tarry:
Iya kreatif sekali ;) Dulunya memang hanya ada manis atau asin saja...

tiket pesawat murah mengatakan...

kripik yang menawarkan berbagai rasa,,
mau donk,,
kripik sukun di jogja kalah tidak rasanya,,
hhehe

Sitti Rasuna Wibawa mengatakan...

Kripik pisang aku suka yang cokelatt :9 Ah jadi ngebayangin T__T

Btw, salam kenal ya mbak. Aku Una. :)