Membaca review para sahabat blogger seputar SOTOJI awalnya tak begitu kuhiraukan. Paling promosi mie instans, batinku cuek. Tapi karena banyak yang ikut, akupun sulit menahan rasa hati untuk tidak penasaran. Kuseriusilah membaca ulasan Mama Ina tentang SOTOJI. Mulai tertarik. Namun akupun terhenti karena mengetahui harus posting sesaat setelah terima sample SOTOJI. Biasanya khusus Jabotabek dong, aku yang di Palembang, kejauhan kali yaaa...
Tunggu dulu, saat bersamaan, akupun terusik ingin menguji. Seberapa serius pihak promosi dan marketing SOTOJI mau bekerja. Akhirnya aku pelajari cara mendapatkan sample SOTOJI. Mudah, dan akupun langsung kirim data dengan mengisi form pemesanan sampel. Sempat lupa. Tapi ternyata 4 hari berselang sesuai janji, sample SOTOJI datang dengan utuh ke rumah kami. Trio SOTOJI. Kaget dong, tapi suka
![]() |
| Sample |
Aku nyaris 'lewat' tak mengambil foto sample SOTOJI karena buru-buru langsung dimasak. Tak sabar mencicipi rasanya. Bahkan saat mendidihkan air, aku sambil baca cara penyajiannya. Mudah, seperti umumnya masak mie instan. Sambil menunggu, kubaca kandungannya. Ohhh ternyata tinggi serat ya... jelas berbeda dengan mie instan kebanyakan yang minus serat. Langsung aku pelajari disini, lengkap ulasannya. Boleh juga nich batinku mulai tergoda, coba baca langsung kalau nggak percaya.
SOTOJI sesuai yang ada di lebel kemasannya "Soto jamur lezat tinggi kandungan serat dan protein nabati" artinya jelas tak ada protein hewani, maka kalau boleh kusarankan mengkonsumsi SOTOJI sebaiknya bersamaan dengan sepotong daging, bisa juga ikan atau yang paling mudah dengan sebutir telur. Agar ada tambahan kandungan protein hewani, seperti yang sudah dicontohkan pada kemasan SOTOJI. Dan akupun sukses meniru, lihat gambar berikut ini
mirip ya... Bedanya, hasil kreasiku pakai telur mata sapi bukan telur rebus, yang penting tujuannya sama, menambah protein hewani pada semangkuk SOTOJI. Lezaaatnya terasa makin mantap !!!
![]() |
| SOTOJI siap disantap bersama telur ^^ |
Dan saat kucermati, dikemasan bagian belakang tertulis jelas bahwa menikmati SOTOJI sebagai lauk pelengkap nasi. Aku bahkan menganggap SOTOJI juga pantas sebagai alternatif pengganti nasi. Ini cocok sekali di keluargaku terutama untuk Yainya Hamas (Ayah mertuaku) yang sejak tahun 2000 terkena diabetes militus, juga Jidah Hamas (Mamaku) yang sejak tahun 1996 gula darahnya sering diatas normal. Sehingga dalam keseharian sering disarankan untuk mengurangi konsumsi nasi yang tinggi glukosa itu. Aku yakin SOTOJI bisa jadi solusi cerdas untuk kedua orangtuaku tersebut. Mengingat kandungan karbohidrat pada SOTOJI sampai 60 %, paling tinggi dibanding yang lainnya. Maka jujur aku sangat berharap SOTOJI makin melebarkan sayap penjualannya. Gempur sampai ke warung-warung di seluruh pelosok nusantara.
![]() |
| Kemasan belakang dari www. SOTOJI.com |
Yang membuatku makin kesemsem pada SOTOJI adalah rasa bumbunya yang berbeda dengan kebanyakan mie instan lainnya. Biasanya kalau mie instan tenggorokanku yang sensitif akan terasa lekat dan langsung perih. Tapi SOTOJI sangat berbeda. Tenggorokanku aman sampai hirupan kuah terakhir. Senangnya lagi, anak-anakku juga suka. Dan yang pasti sudah ada lebel HALAL dari MUI, jadi tak perlu ragu...
![]() |
| Ekspresi Yunda dan Hamas saat menyantap SOTOJI, Sedaaap :P Siap nambah lagi ^^ |
Rasanya seperti makan soto buatanku, kata mereka kompak. Tersanjung aku jadinya, hehee... Jadi mau dong makan SOTOJI lagi... Tapi sayangnya kok masih online ya, jadi agak sulit kalau harus selalu pesan dulu. Bisa kalah dong bersaing dengan mie instan cs yang merajalela itu. Semoga dimasa depan SOTOJI makin maju, jadi bisa masuk ke pasaran offline dan yang terpenting harganyapun tetap terjangkau.
Terima kasih SOTOJI untuk 3 sample kirimannya
Sehingga bisa mengobati rasa penasaranku. Sekarang rasa penasaran itu sudah berganti dengan rasa ketagihan, hehe... Untuk para sahabat belum tahu silakan kenalan langsung dengan SOTOJI. Sayangnya bila ingin mendapatkan sample SOTOJI sudah terlambat, kemarin aku pesan sample disini. Tapi lomba blognya masih ada waktu, info lomba blog SOTOJI bisa dilihat disini.
Jujur, aku salut pada kreatifitas
yang bekerjasama dengan
sehingga terselenggaranya lomba ini. Semoga sukses selalu menyertai sebuah usaha yang lahir dari kesungguhan.
Jujur, aku salut pada kreatifitas
















