Kamis, 29 Desember 2011

Dua Sehat Tiga Sempurna

Sejak awal sudah meniatkan untuk ikutan Ce I eN Te A ini, tapi entah mengapa selalu tertunda. Belum telat kan ya?  Bicara cinta memang tak ada habisnya, dan aku setuju bahwa cinta sering sulit diungkapkan dengan kata-kata, tapi karena acara ini justru diselenggarakan agar merangkai cinta lewat kata-kata, maka baiklah kutuliskan ini untuk Anis dan Angga.

Mungkin sudah banyak yang cerita bahwa pernikahan tak selamanya harus bermodalkan rasa cinta, dan aku salah satu pelakunya. Kami dikenalkan, merasa cocok. Satu komitment. Bismillah... kamipun menikah. Singkat dan mudah saja, tak sampai 2 bulan waktu untuk mempersiapkan semuanya, juga disaat masa-masa kepanitraan klinikku di Rumah Sakit sedang berjalan, jadi tak sepenuhnya aku bisa ikut terlibat. Bahkan acara lamaran aku tak hadir, keluarga yang menyelesaikan semuanya. Aku ikut saja, tapi saat tanggal pernikahan ditentukan justru jadwalku yang jadi acuan. Karena mempertimbangkan masa 'cuti'ku agar tak terlalu lama. Seminggu menjelang pernikahan baru aku bisa benar-benar fokus. Kami menikah saat aku belum tamat kuliah itu betul, tapi bukan berarti pernikahan dini lho, karena umurku memang sudah selayaknya menikah.

Pada masa setelah menikah inilah kami melewati masa-masa yang orang bilang 'pacaran', belajar bagaimana mengungkapkan rasa hati masih dengan malu-malu. Romantisme kental khas pengantin baru. Haripun berganti, banyak sekali ternyata perbedaan diantara kami. Saat-saat terberat adalah setahun pertama kata banyak orang, itulah kenapa katanya dimasa inilah angka perceraian paling tinggi. Akupun merasakannya. Biasalah egoisme masih sering meraja. Aku yang terkategori parah kalee ya... Masih suka gamang sama yang namanya taat, padahal kudu kan ya... Pernah juga cemburu sama wanita lain, Ibu mertua maksudnya, achh maluuu kalau ingat. Tapi ya itulah, semua ternyata hanya butuh waktu. Disinilah kujawab mengapa aku setuju dengan pendapat bahwa cintapun butuh waktu, aku tulis lebih jelas disini. Tapi kalau bertanyaannya kapan aku mulai jatuh cinta pada suamiku? Sulit aku menjawabnya, bukan nggak mau ngaku lho ya, tapi kalau jatuh apa nggak sakit ya rasanya?*bukannya dijawab, malah balik nanya lagi, ngeles aja... Dalam hal ini aku suka sekali istilahnya "Salim A. Fillah" salah satu pengarang buku favoritku, begini katanya:
Jika kita menghijrahkan cinta, dari jatuh cinta menjadi bangun cinta maka cinta akan menjadi sebuah istana, tinggi menggapai Syurga.
Saat usia pernikahan masuk 5 tahun atau lebih, saat perekonomian sudah mulai stabil. Lahir atau belumnya anak-anak dalam rumah tangga, saat inilah cinta makin menunjukkan eksistensinya. Dan pada masa inilah pernikahanku sekarang bertahta. Anis dan Angga juga kan? Sama ya kita, hanya beda hampir 5 tahun, trus dimana samanya?*simak ya, kan diawal aku sempat bilang  fase 5 tahun atau lebih... Bahasa cinta makin berwarna-warni. Kadang mati gaya karena terjebak rutinitas. Kehangatan jadi barang langka, kejenuhan melanda. Komunikasi jadi hambar. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan?

Yang terpenting adalah bagaimana membahasakan semuanya dengan bahasa cinta kita masing-masing. Kita yang paling tahu pasangan kita. Bukan lagi ribut masalah istri harus taat, suami harus bijak atau siapa yang seharusnya mencari nafkah? Taat seorang istri itu memang seharusnya kan ya? Tapi lantas kalau sebagai istri tak boleh ngomong itu artinya apa hayooo? Ya menurutku solusinya hanyalah masalah komunikasi yang sehat. Apa-apa dikomunikasikan.

Bahkan kakipun bisa bicara...
Cara berkomunikasikah?
Pakai bahasa yang dipahami oleh pasangan ya, jangan pakai bahasanya para peramal atau bahasa isyarat. Kita kepada rekan kerja saja bisa berbahasa dengan manis, santun, humoris, penuh sanjungan mosok sama pasangan ketus bak gunung meletus. Mungkin ada pasangan yang dengan semburan pedas justru bisa romantis, mungkin lho ya, selera pedas kan banyak yang suka... Tapi menurutku, pasangan kita justru adalah orang pertama yang harus kita perlakukan paling manis *semanis madu, atau semanis manggis yang dikasih gula... maksudnya teristimewa gitu lho... Dan kita yang paling tahu caranya. Wong sudah bertahun-tahun bersama juga.

Selanjutnya, aku cuma mau mengingatkan diriku. Bahwa tak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Sang Khalik saja. Maka jangan pernah mimpi punya pasangan yang sempurna. Cukup kiranya kisah ini menjadi perenungan. Dan aku sangat setuju bahasanya Asma Nadia dalam bukunya 'Sakinah Bersamamu',
"Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna"
Demikianlah Anisayang, maka resep andalanku hanya 3 saja, menu favorite tentunya,
Satu: Komitmen yang Sama
Bahwa menikah itu adalah ibadah. Akupun percaya kalau niatnya ibadah, nikah jadi mudah. Jadi menikahlah, bukan untuk cari kekayaan, kepuasan apalagi yang lainnya. Kalau menikahnya seseorang supaya ada yang masakin, silakan cari koki, kalau menikah biar ada yang nyuciin, ya silakan saja menikah dengan mesin cuci*tenang-tenang, kenapa aku tampak sewot  yack...

Dua: Komunikasi yang Sehat
Dengan komunikasi yang sehat semoga mampu kita bangun cinta yang bisa menghantarkan kita bersama ke Syurga-Nya.

Tiga: Menerima dengan Sempurna.
Masing-masing kita tentu punya kelebihan dan kekurangan, semoga dalam pernikahan kita bisa saling melengkapi dan menyempurnakan. Bukankah kesempurnaan sejati hanya milik-Nya saja?

S3 ini mach namanya. Sama-Sehat-Sempurna, ambil kosa kata akhir maksudnya, hihiiii... Ini termasuk resep bukan sich, dikepala yang aku bayangkan adalah menu 4 Sehat 5 Sempurna yang terkenal itu lho, dimonifikasi jadi 2 Sehat 3 Sempurna, tapi yang tertuang mengapa jadi begini ya, so Pak Juri yang guanteng maafkanlah ya ... 

Setulus hati kudo'akan buat Anis dan Angga semoga pernikahanmu barokah, menjadi keluarga SAMARA yang diridhoi-Nya. Semoga terkabul semua do'a, dimudahkan dalam semua usaha, juga selalu bahagia kini dan kelak. 


Tulisan ini spesial tampa telor untuk acara 5th Anniversary Giveaway: CeIeNTeA 
yang diselenggarakan oleh Anis Zoothera.

26 komentar:

Untje van Wiebs mengatakan...

He? Sama-sama lima tahun ya pernikahannya? :D

rezkaocta mengatakan...

wah, q belum menikah nih jadi bingung mo komen apa.he
yg pasti, kalo mmbangun hubungan -apapun itu-, komunikasi mesti dibangun dengan baik. Setuju deh sm mb
=D

Seagate mengatakan...

Pengalaman saya waktu nikah dulu hampir mirip dengan sampeyan mbak, saya dulu memutuskan menikah 2 minggu sejak kenalan, dan resepsinya 3 bulan kemudian.

Memang komunikasi itu adalah hal terpenting, sejak awal masing-masinh harus berkomitmen untuk "ngomong" klo ada sesuatu yang mengganjal di hati. Sudah 2,5 tahun pernikahan kami dan Alhamdulilah semuanya diberi kelancaran dan kebarokahan. Saya berdoa juga bagi kita semua semoga dijadikan keluarga yang SAMARA

oya..good luck ya kontesnya :)

tunsa mengatakan...

satu, dua, tiga aja udah sehat, apalagi ditambah satu lagi, menyandarkan smua pada agama, hehe...betul?
salam

DewiFatma mengatakan...

"...kalau menikahnya seseorang supaya ada yang masakin, silakan cari koki..."

Setuju tanpa syarat!

Sebelum menikah, aku pernah bilang sama calon suami: "Aku nggak bisa masak"
Dia langsung menjawab: "Aku nyari istri, bukan tukang masak..." *Oouuhhh... co cwit banget kan, Mbak? :D * Jadilah kami menikah, dan April tahun depan akan genap 5 tahun aku hidup bersamanya :)

meilya dwiyanti mengatakan...

ah, tersentuh sekali aku mbak...

moga mbak dan pasangan selalu harmonis ya...

hehehhe

Mama kinan mengatakan...

wah mbak photo kaki-nya serasi..indah warna sandalnya..:) *walah kok photo kakinya yang dikomentari yah hehehe maaf maaf *kidding mbak..
artikelnya mantap dan bermanfaat nieh mbak buat saya dan suami yang baru melangkah 3 tahun pernikahan dengan kinan yang masih 2 tahunan..
thanks for sharing mbak..
btw selamat hari ibu juga yah mbak..:) maaf juga telat..lagi nggak bisa full bw..dan jarang main kesini..*maaf

Obrolan Blogger.com mengatakan...

sebuah kisah yang menarik, semoga menang amiiin

monda mengatakan...

manis sekali...
pasti Anis suka nih...
semoga beruntung umi

Lyliana Thia mengatakan...

halah itu sendal hotel di Bangka ikut2an tenar disini ye mbak... hahhaaha... *becanda*

liat foto itu jd inget BB.. sedih.. si BB lagi mati suri saat ini mbak.. hiks,,, *eh, aku udah cerita ya?* - lupa..

mbak.. insya Allah coba kuterapkan resep 2 sehat 3 sempurnanya... usia kami masih balita nih,.. msh harus banyak belajar.. :-D

sukses dgn penilaian Pak Juri ya Mbak :-D

Ummi Nabil mengatakan...

bagus mba keke.

baca ini, saya jadi inget masa2 awal pernikahan. hmmm belajar mengenal pasangan. Ah serunya, seperti main teka-teki :)

semoga menang ya

bunda Lily mengatakan...

setuju, komunikasi yang sehat juga merupakan hal utama dalam pernikahan bunda yg sudah lewat dr 25 tahun, Yunda

kita memang harus bisa menerima pasangan kita dgn segala kelebihan dan kekurangannya, namun kalau gak dikomunikasikan, ya gak bisa jalan... ....

terimakasih utk share nya Yunda

semoga sukses diacara GA ini :)
salam

Nchie mengatakan...

Setuju sekali Mba keke..
Memang Komunikasi adalah hal yang harus ada dalam sebuah rumah tangga..

Hihi..lucu ngebayangin mba keke malu2,dan cemburu buta sama mertua ,tapi sekarang ga malu2kan??jangan2 malu2 in....

Makasih sudah berbagi tips2nya..
Semoga keluarga Mba Yunda berbahagia..

Dan sukses Ngontesnya..

apikecil mengatakan...

Mbak Yunda, resepnya benar2 bergizi
bisa jadi resep juga buat pernikahan saya yg masih muda
makasihhh
semga sukses kontesnya Mbak

Djangan Pakies mengatakan...

makin bertambah usia pernikahan, makin mematangkan kita di dalamnya karena ada banyak hal yang sangat luar biasa seiring perjalanan waktu. Kita merasa menjadi satu bagian dari yang lain. Bahwa perbedaan yang ada akan menjadi sebuah pondasi dan dasar yang indah untuk membangun keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah.

Bahkan orang-orang jaman dulu tanpa harus pacaranpun menjadi pasangan yang sangat indah sepanjang hayat

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

oh, makasih resep cintanya, mbak...akan dipraktekkan hehee

Mayasari Zulkarnaini mengatakan...

Mb. Yunda..Resepnya dicatet..pernikahan saya masih Batita dan musti banyak belajar dari senior-senior..Semoga Istana cintanya semakin kokoh menjulang mencapai syurga..Sukses yah buat kontesnya..

Nia Angga mengatakan...

subhanallah.. semoga pernikahan bunda selalu awet yah.. emang bener menikah tidak hanya bisa dengan bermodalkan cinta. tapi juga tidak bisa kalo tanpa cinta hehehehe

lita mengatakan...

yupp betul sekali, aku suka post nya ^_^

bisnis online mengatakan...

hahaha judulnya lucu, tapi isinya mantabbb sekali. semoga selalu dalam cinta NYA

Outbound Malang mengatakan...

setuju sobat.. semoga selalu dihiasi dengan kebahagiaan di tiap harinya..

ditunggu kunjungan baliknya ya sobat
happy blogging :)

umahnya fityanakifah mengatakan...

resepnya mantaBBB

ceritanya seru biru bagai laut biru dibawah sendal biru ^^

zoothera mengatakan...

Mba,entah kenapa aku baca satu per satu kalimat di tulisan ini kokkk jadi kepengen mewekk.. kata-katanya ngena banget ke aku....seakan-akan menyetujui apa yang bu dokter urain.
Makasiyyhhh untuk ucapan dan doanya, doa yang sama aku tuturkan untuk rumah tanggamu ya mba *peyukhh*
(maap baru bisa kasi komen skrang inet di rmh dr kemaren dodolll bangeuthhh)

zoothera mengatakan...

Tuhh kan jadi kelupaan mo bilang kalo Linknya segera kuapdet di list peserta hhehhee

the others mengatakan...

Tips yg bagus utk dipraktekkan mbak... Sayang kemarin aku gak bisa ikutan karena modemku mogok gak mau dipake... :(

Semoga menang lagi dan lagi... (sptnya mbak selalu menang deh kalau ngontes hehehe)

alaika abdullah mengatakan...

congrats ya mba.....artikelnya tampil sebagai pemenang... keren! :-)