Jumat, 18 Maret 2011

Stimulasi Perkembangan Anak

Dengan Alat Permainan yang sesuai Usia

0 – 12 bulan
Tujuan:
              - Melatih refleks-refleks (untuk anak berumur 1 bulan), misalnya mengisap, menggenggam.
              - Melatih kerja sama mata dengan tangan
              - Melatih kerja sama mata dengan telinga
              - Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan
              - Melatih mengenal sumber asal suara
              - Melatih kepekaan perabaan
              - Melatih keterampilan dengan gerakan berulang-ulang

Alat permainan yang dianjurkan:
             - Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang
             - Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka
             - Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang
             - Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara
             - Alat permainan berupa selimut dan boneka
             - Giring-giring

12 – 24 bulan
Tujuan:
             - Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara
             - Memperkenalkan sumber suara
             - Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik
             - Melatih imajinasinya
             - Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk kegiatan yang menarik

Alat permainan yang dianjurkan:
             - Genderang, bola denga giring-giring didalamnya
             - Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik
             - Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga (cangkir, piring, sendok, botol plastik, ember,dll.)    balok-balok besar, kardus-kardus besar, buku bergambar, kertas-kertas untuk dicoret, krayon/pensil warna.

25 – 36 bulan
Tujuan:
            - Menyalurkan emosi/perasaan anak
            - Mengembangkan ketrampilan berbahasa
            - Melatih motorik halus dan kasar
            - Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung, mengenal dan membedakan warna)
            - Melatih kerja sama mata dan tangan
            - Melatih daya imajinasi
            - Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda

Alat permainan yang dianjurkan:
           - Lilin yang dapat dibentuk
           - Alat-alat untuk menggambar
           - Puzzle sederhana
           - Manik-manik ukuran besar
           - Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna berbeda
           - Bola

36 – 72 bulan
Tujuan:
           - Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan
           - Mengembangkan kemampuan berbahasa
           - Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah, mengurangi
           - Merangsang daya imajinasi dengan berbagai cara bermain pura-pura (sandiwara)
           - Membedakan benda dengan perabaan
           - Menumbuhkan sportivitas
           - Mengembangkan kepercayaan diri
           - Mengembang kreativitas
           - Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari dll)
           - Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi, motorik halus dan kasar
           - Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang diluar rumahnya
           - Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan,misalnya pengertian terapung - tenggelam
           - Mengenalkan suasana kompetisi, gotong royong

Alat permainan yang dianjurkan:
              - Berbagai benda dari sekitar rumah, buku bergambar, majalah anak-anak, alat gambar & tulis, kertas       untuk belajar melipat, gunting, air
              - Teman-teman bermain: anak sebaya, orang tua, orang lain diluar rumah

*** 
Untuk bahan Materi Pelatihan Tenaga KIDZONE Plus
( Setelah > seminggu tidak berkarya ) 

Jumat, 11 Maret 2011

Prihatin Obat Kimia Kita

Hati kelelawar atau daging paha kodok sering “diresepkan” orang dari mulut ke mulut untuk anak yang sering sesak nafas dan asma. Sementara orang lain yang menderita diabetes harus disuntik dengan insulin yang berasal dari babi. Atau berbagai vaksin yang belum jelas status kehalalannya, termasuk vaksin Meningitis untuk para CJH kita.

Bolehkah berobat atau memperkuat daya tahan tubuh dengan bahan-bahan yang haram?

Sebagai seorang Muslim, kita terikat oleh aturan halal dan haram dalam memilih makanan dan minuman yang akan kita konsumsi. Aturan-aturan itu termaktub dalam Alquran dan hadis serta fatwa-fatwa ulama. Makanan dan minuman di sini tentunya juga termasuk obat-obatan yang diminum atau dimakan.

Dalam kondisi tertentu, yaitu dalam keadaan terpaksa atau darurat, kita memang diperkenankan untuk mengkonsumsi barang haram. Misalnya dalam suatu daerah tidak ditemukan makanan lain selain babi, maka daging babi itu bisa menjadi halal dimakan. Definisi darurat dalam pandangan fikih adalah suatu keadaan jika tidak makan bahan tersebut maka resikonya adalah mati.

Obat VS darurat

Kondisi darurat ini sering menjadi perdebatan yang cukup panjang dalam hal kesehatan atau memilih obat-obatan. Apakah berobat dengan bahan haram merupakan suatu keadaan darurat, ataukah masih bisa dicarikan jalan keluar lain yang menggunakan bahan halal?

Dalam sebuah hadis disebutkan;
“Setiap penyakit pasti ada obatnya, kecuali penyakit pikun.” 

Dalam kaidah fikih juga disebutkan bahwa Allah tidak akan menurunkan obat terhadap suatu penyakit yang berasal dari yang haram. Kedua hal tersebut memberikan keyakinan kepada kita bahwa sebenarnya setiap penyakit yang diberikan Allah kepada manusia pasti disertai dengan jalan keluarnya atau disediakan obatnya.

Masalahnya, kadang manusia tidak tahu obat tersebut. Saat ini banyak penyakit-penyakit baru bermunculan sebagai akibat dari perbuatan manusia yang belum ditemukan obatnya.

Penelitian dan penemuan baru di dunia kedokteran ini banyak dilakukan oleh orang-orang non Muslim. Mereka memanfaatkan apa saja yang bisa digunakan, tanpa mempedulikan aspek halal dan haram. Ambil contoh penyakit diabetes yang terjadi akibat ketidakmampuan seseorang untuk memproduksi enzim insulin yang berasal dari babi. Ketika hal itu sudah terjadi, barulah umat Islam ribut, bolehkah menggunakan insulin dari babi tersebut?

Kasus yang sama juga terjadi pada penggunaan kapsul. Banyak sekali obat-obatan yang dibungkus dengan kapsul dari gelatin. Kita tahu bahwa gelatin ini ada yang berasal dari sapi, banyak pula yang dari babi. Sekali lagi, penemuan kapsul inipun dilakukan oleh para ahli Barat yang tidak mempertimbangkan aspek halal dan haram.

Mencari alternatif

Kalau kondisinya sudah demikian memang serba sulit. Kita berada pada posisi buah simalakama.
Digunakan terbentur pada masalah haram, tidak digunakan nyawa terancam. Dalam hal demikian bisa saja kondisi darurat digunakan untuk menyelamatkan nyawa, sebab kalau tidak dipakai insulin tersebut maka nyawa pasien bisa terancam.

Namun perlu disadari bahwa darurat demikian mestinya bersifat jangka pendek. Dalam jangka panjang, menjadi tantangan dan kewajiban kita untuk bisa menemukan alternatif pengganti insulin babi yang bisa digunakan oleh para penderita diabetes.

Dengan keyakinan dan iman, kita yakin bahwa pasti ada alternatif obat yang berasal dari bahan halal. Riset ini sudah dimulai di New Zealand dan Malaysia dengan melibatkan banyak pakar Muslim yang mencoba mencari insulin dari sapi atau sumber lain yang halal.

Demikian juga dengan obat-obatan yang lain, mestinya penelitian dan pengembangan obat dimulai dengan batasan nilai yang sesuai dengan ajaran Islam. Artinya hanya bahan-bahan yang halal sajalah yang dikaji untuk dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Dengan demikian tidak ada masalah di kemudian hari ketika obat itu sudah bisa digunakan.
Duhai para ilmuwan Muslim, silakan berlomba-lomba dalam kebaikan di medan ini !!!

Senin, 07 Maret 2011

Ma'had Ath Thibbun Nabawi

Banyak Ilmu baru yang kudapat disini.

Dalam pelaksanaannya, Ath thibbun Nabawi / kedokteran Nabi ini tidak hanya berlandaskan pada hal hal yang bersifat empirik, logika atau riset.
Namun kunci utamannya adalah melihat siapa yang membawa risalah ini, kenapa harus seperti ini?
Hal ini disebabkan karena apa yang diucapkan oleh Rasulullah, tidak lah sama dengan apa yang diucapkan oleh manusia lain, bahkan seorang ilmuwan terpintar pun diatas muka bumi.
Apa yang disampaikan oleh Rasulullah adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan oleh sains modern, sehingga bagi kita ummat islam tidak ada masalah apakah ada bukti atau tidak dari apa yang disampaikan oleh beliau Sallallahu alaihiwasallam.
Inilah dasar dari Thibbun Nabawi dan Perubatan Jawi di HPA.
Landasan utamanya adalah tauhid yang hanya berpegang kepada yang Maha Mutlak kebenarannya yaitu Allah azza wajalla, yang diturunkan kepada Rasulullah.
Oleh kerana itu, hendaknya kita memperhatikan hal yang sangat penting ini sebab jangan sampai aqidah kita tergadai karena lebih mementingkan hawa nafsu daripada hadits hadits Rasulullah.
Inilah prinsip utama dan menjadi dasar dari Pengobatan Islam, yaitu Tauhid, keyakinan yang mutlak kepada Allah.
Bukan herba yang menyembuhkan, bukan hijamah yang menyembuhkan bukan pula madu yang menyembuhkan, tapi hanyalah Allah Asy- Syafi yang memberikan kesembuhan tersebut.
sehebat apapun teori seseorang,sepintar apapun dan secanggih apapun jika Allah belum berkehendak, maka orang tersebut tidak akan sembuh.


Sekarang pertanyaan nya apa yang berlaku pada masa kini adalah, termasuk dalam hal kesehatan pun, penyakit - penyakit , gangguan kesehatan lainnya terjadi disebabkan jauhnya kita dari Sunnah Rasulullah sallalallahu alaihi wasallam.
Mungkin kita berfikir kenapa boleh berlaku seperti itu ?
jawabannya, adalah apa yang disampaikan oleh Rasulullah adalah merupakan khazanah kesehatan yang sangat tinggi nilainya dibanding dengan teori- teori yang dibuat pada masa kini.
Lalu bagaimana korelasinya ? ini yang akan kita kaji lebih dalam di bawah ini

1. dalam hal makanan
dalam hal makanan, Rasulullah tak pernah mengambil dua jenis makanan yang sama jenisnya...biasanya beliau memakan makanan yang proporsional sehingga tidak memberatkan tubuh

2. sunnah rasul
orang kena pembesaran prostat kenapa ?
karena gak mau ikut sunnah rasul dalam BAk..yaitu jongkok
lo kok bisa....bisa aja lah...kenapa gak bisa...
prostat tu kan pembesaran..kalo ada stretch n relax ya jadilah kayak gitu...
faham kan ?
semoga faham ya...


masih banyak lagi yang bisa di sampaikan sebenarnya
yang jelas saya taqlid terhadap agama Islam dan saya taqlid terhadap apa yang disampaikan Rasulullah...karena itulah yang terbaik...
so keberkahan akan di dapat kalau orang mengikuti petunjuk Allah melalui lisan beliau
bukan menyamaratakan semua...ya gak bisa lah...
hanya satu kebenaran yang mutlak yaitu kebenaran Allah subhanahu ta'ala.

Khasiat Sirsak

Masih dalam bingkai HERBAL

"Ngobrol dengan Yuk Rina beberapa hari yang lalu. Tentang khasiat daun sirsak untuk therapy"
Penasaran, cari info lengkapnya, ini yang kudapat, semoga bermanfaat.

Khasiat dan manfaat dari buah yg di Spanyol dikenal dgn nama graviola atau dgn nama Inggris soursop atau sirsak diakui sebagai pembunuh alami sel kanker yg ajaib dgn 10.000 kali lbh kuat dari pada terapi kemo. Beberapa peneliti di Health Sciences Institute mengakui jika buah sirsak memberikan efek anti tumor/kanker yg sangat kuat dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.

Selain menyembuhkan kanker buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri antijamur (fungi) efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing menurunkan tekanan darah tinggi depresi stres dan menormalkan kembali sistem syaraf yg kurang baik. Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan hidup suku Indian yg hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dari pohon ini seperti kulit kayu akar daun daging buah dan biji selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian. Graviola atau sirsak diyakini mampu menyembuhkan sakit jantung asma masalah liver (hati) dan rematik.

Sejak 1976 graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yg luar biasa pada uji coba yg dilakukan oleh 20 Laboratorium independen yg berbeda dan dilakukan di bawah pengawasan The National Cancer Institute.

Suatu studi yg dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yg dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yg terkandung di dalam graviola mampu memilih membedakan dan membunuh sel kanker usus besar dgn 10.000 kali lbh kuat dibandingkan dgn adriamycin dan terapi kemo. Penemuan yg paling mencolok dari studi Catholic University ini adalah: graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker sedangkan sel yg sehat tak tersentuh atau terganggu. Graviola tak seperti terapi kemo yg tak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat maka sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo sehingga timbul efek negatif rasa mual dan rambut rontok.

Studi di Purdue University membuktikan bahwa daun graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif terutama sel kanker: prostat pankreas dan paru-paru.

Hasil riset beberapa universitas itu membuktikan jika pohon ajaib dan buah ini bisa:
  1. Menyerang sel kanker dgn aman dan efektif secara alami tanpa rasa mual berat badan turun rambut rontok seperti yg terjadi pada terapi kemo.
  2. Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yg mematikan.
  3. Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
  4. Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yg berbeda di antara kanker usus besar payudara prostat paru-paru dan pankreas.
  5. Daya kerja 10.000 kali lbh kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dgn adriamycin dan terapi kemo yg biasa digunakan.
  6. Tidak seperti terapi kemo sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel-sel jahat dan tak membahayakan atau membunuh sel-sel sehat. Lebih lengkap http://www.inilah.com/berita/gaya-hidup/2009/10/24/172073/as-rahasiakan-obat-kanker-dari-buah-sirsak

Kamis, 03 Maret 2011

Sehat dengan Pelukan

12 Pelukan Sehari 
"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. 
Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. 
Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari," 
kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisi dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.


Pelukan Damai

Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat & merasa damai dan tentram.

Therapy pelukan hampir sama dengan therapy jalan kaki. Therapy pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan bukan berarti kita harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini.


Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.


Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan( hiii….ini seram, jangan ditiru bila non mahram tetap dosa) 


So give me a BIG HUG :)
Anak Tumbuh Sehat
"Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi," ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India .

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.


Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.


Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.


Transformasi Rasa Nyaman

Seorang master reiki di Mumbai , India , berkata," pelukan adalah salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya.

“Jika rumah tangga ada diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan 20 kali sehari. Saya yakin anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta anda akan terhindar dari stress dan depresi”
 
Wwwaaawww harus lebih banyak lagi orang yang baca ini, agar angka perceraian semakin turun.

Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat. 

Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.

Helen Colton, penulis buku The Joy of Touching, menemukan adanya peningkatan hemoglobin ketika seseorang disentuh, sehingga suplai oksigen ke jantung dan otak lebih lancar. Suplai oksigen yang lancar dapat mempercepat proses penyembuhan jika seseorang sakit dan menjadikan tubuhnya lebih sehat. Jadi, tak salah bila pelukan dikatakan bisa menyembuhkan sakit “hati” dan merangsang hasrat hidup seseorang.
  
Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. 
Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang prustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat, dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.

So, berpelukan....12 kali tiap hari, BISA ya !!!

Bukan Sebuah Kemaksiatan

Cerai sejatinya bukan sebuah kemaksiatan.
Ya....perceraian tentu bukanlah suatu kemaksiatan.
Bila dalam setiap relung pernikahan tak adalagi tempat untuk menyemai bibit kebaikan, disetiap lorong yang dibangun oleh sebuah pernikahan hanya tersisa kehampaan yang melahirkan keterpurukan.
Semoga perceraian mampu jadi sebuah solusi. 
Adalah seorang Umar Al Faruq juga pernah merekomendasi perceraian untuk seorang putranya, yang dinilai tak bisa produktif dengan pernikahannya. Dalam konteks lain ada Zaid bin Harisah sahabat yang menceraikan istrinya.
Sedang galau atas banyaknya konsul masalah 'cerai', dak lemak nian dianggap konsultan percerain, secara pernah mendeklarasikan diri nak exis jadi 'marjo', hiks,hiks

Apapun kondisinya, bila teman atau saudara kita yang sedang berada diambang perceraian dan mempercayakan 'curhat'nya kepada kita, semoga kita bisa jadi orang yang terus mensupportnya untuk selalu berkonsultasi pada Sang Khaliq, Pemilik Segenap Tahta.

Jangan tanya, sedang apa?
Adapun bila kita mengetahui seseorang sudah dalam posisi memutuskan untuk bercerai, yakinlah semua tentu sudah dipertimbangkannya dengan masak. Jadi jangan suudzon, jangan memandangnya dengan pandangan yang tak bersahabat apalagi sampai mengeluarkan kata-kata kecaman semacan vonis. Tak pantas kita lakukan, karena sejatinya saat ini ia mungkin masih butuh penguatan dan penyertaan, melewati tahap yang sulit dalam hidupnya. Cayoo....

Buku dan Bunga

Buku dan Bunga
Dua hal yang mampu ceriakan duniaku

Bunga Hibrid 1


Ringsek berat saat di Pesawat
Bunga Hibrid 2

Oleh-oleh Mukernas PKS Jogjakarta dari Abi: Buku dan Bunga
Sebenernya cuma pesen buku, tapi dapat tambahan bunga. Seneng donk :)


Ini yang ASLI lho...
Bukunya Bang Fahri mah punya Abi
Sebenernya ada 2 buku lain yang kupesan. Sakinah Bersamamu dan No Excuse.
Buku pasangan Isa Alamsyah dan Asma Nadia.
Tapi....cuma dapat Ranah 3 Warnanya A. Fuadi ( sempat ditawari buku bajakan lho...)
Gakpapa dech, kan bisa bulan depan *_*

Senin, 28 Februari 2011

Kisah si-Ca Serviks

What?

Mungkin Anda masih asing dengan istilah tersebut, sebenarnya Ca serviks~kanker serviks adalah istilah dari kanker leher rahim yang selama ini sudah sering terdengar atau dibahas di berbagai media. 

Bahkan berdasarkan info dari situs resmi WHO telah terjadi 250.000 kematian disebabkan oleh kanker serviks di tahun 2005.

Gejala Kanker Serviks :
1. Hilangnya nafsu makan dan menurun berat badan.
2. Nyeri tulang panggul dan tulang belakang.
3. Terjadi pembengkakan pada kaki.
4. Keluarnya feaces menyertai urin melalui vagina.
5. Menstruasi tidak normal (lebih lama dan lebih banyak).
6. Keputihan dan timbul bau, dengan cairan encer dengan warna coklat atau pink,      mengandung darah.
Namun penyakit yang disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV) terkadang pada tahap awal tidak ada gejala yang tampak. Untuk itu diperlukan adanya pemeriksaan panggul dan test pap smear untuk mengetahui penyakit kanker serviks dari awal.

Test Pap Smears
Tes ini untuk mengetahui dan mendeteksi sel abnormal terdapat hanya pada lapisan luar dari serviks dan tidak menginvasi bagian lebih dalam. Warning! Jika tidak ditangani, sel abnormal ini dapat berubah menjadi sel kanker, dimana dapat menyebar pada beberepa tempat sekitar serviks, vagina bagian atas, area pelvis, dan bagian lain dari tubuh.
Tes HPV DNA Terdapat juga pemeriksaan HPV DNA untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi. Pada tes ini diambil jaringan dari serviks untuk diperiksa di laboratorium.
Diagnnosis Jika hasil Pap Smear memperlihatkan sel kanker, pasien dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosa yang dilakukan yaitu dengan memeriksa serviks dengan kolposkopi – memeriksa sel dengan mikroskop khusus. Setelah itu mengambil sample sel serviks – dengan biopsi.

Pencegahan Kanker Serviks
Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksin HPV. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.

Mengurangi faktor resiko

1.       Hindari berhubungan seksual pada usia muda (di bawah 20 tahun), dan jangan berganti-ganti pasangan seksual.

2.       Secara berkala (satu tahun sekali) dilakukan pemeriksaan panggul dan pap smear untuk mengetahui gejala lebih awal.

Tentang IVA

Indonesia juga mengembangkan deteksi dini dengan IVA, Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Pencegahan melalui IVA, pap smear, ataupun vaksinasi yang dilakukan di negara-negara lain dapat mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks sampai 50 persen. Bahkan di Amerika Serikat, menurut American Cancer Society, penurunan mencapai 75% setelah tes Pap Smear dilakukan secara luas.

Untuk pengobatan, jika telah ditemukan adanya gejala kanker serviks segera menghubungi dokter untuk tindakan lebih lanjut.

Tips Mencegah Kanker Serviks

1. Jika tidur tidak usah pakai Panties (celana dalam)
2. Sehabis BAK keringkan dengan tissue
3. Ganti celana dalam minimal 2x sehari
4. Ganti pembalut minimal 2x sehari
5. Hindari makan atau buah yang meningkatkan produksi lendir seperti : nanas, kol, timun dll
6. Jangan memegang vagina dengan tangan dan kuku yang kotor
7. Jangan biarkan celana dalam basah..langsung ganti
8. Jangan melakukan SEKS BEBAS
9. Kalau bisa lakukan pemeriksaan USG / screening uterus secara rutin.

Penyuluhan, edisi POSKESTREN

Tolong sebarkan ini ke semua perempuan yang kita sayangi.. dan selamatkan kehidupannya !!!


Sumber: web depkes.go.id dan notenya Ibu Emmy Soekresno

Sabtu, 26 Februari 2011

Lombanya Para Bunda: Episode Mendongeng

Bonus Membacakan Dongeng, Sungguh lebih dari yang Kuharap

Baru berlalu moment indah yang membuat bahagiaku membuncah haru. Menjelang Yunda dan Akang tidur malam ini, jam menunjukkan pukul 20.10 WIB.

“Abi bacakan Fabel dong, Paus penyelamat ya !!”
Akang nodong.
“Iya Bi, Yunda juga lagi pengen Fabel”, Yunda menguatkan.
“Sama Ummi ya Nak, Abi lagi caaapek banget”, jurus pamungkas memberi solusi, guap dech teori bahwa harus melibatkan mereka dalam membuat keputusan. 


Koor kompakpun beralih…“Ummii…bacakan dong”

 
Hmm…iya dech, walau sebenernya ngantuk berat, jujur setelah tahu dan akhirnya aku harus mengakui bahwa saat menjelang tidur adalah waktu yang tepat dan sangat baik untuk menyampaikan pesan, menanamkan nilai, membentuk karakter, membuat jiwa tangguh, menempa akhlak nan mulia dan seterusnya. Terlebih lewat bercerita, mendongeng atau sejenisnya, kami (aku dan suami) membuat moment ini seoptimal mungkin. 


Akupun bersiap, mulai membaca.
“Paus Penyelamat”(Fabel Islami Ikan Paus yang diperintahkan Allah menelan Nabi Yunus, AS)
“ Laut Tengah sedang tenang, hamparan air biru berkilau. Ombak agak besar, tapi tidak lah badai, angin berhembus kuat. Perahu-perahu besar berlayar dengan baik. Langit biru terang, burung camar terbang rendah. Allah menciptakan alam dengan sangat indah.”

 
Halaman pertama Fabel itupun terlewati dengan sucses. Kantuk mulai hingap menyergap, lama terdiam, matapun merem melek.


”Teruuus Mi...”, Yunda menggugah kantukku. Lanjut.
”Sekelompok ikan Paus sedang bermain, kepala ikan-ikan paus itu tampak ke permukaan.”
Diam. ”Mereka menghirup udara” Stop.


Sekuat mungkin kuusir kantukku. Kuakui suasana bercerita malam ini begitu parah.Namun tak tega membuat mereka kecewa, meski cerita ini sudah sering dibaca tapi tetap saja mereka masih menikmatinya, masih menunggu kelanjutannya.


”Kok berenti, berenti Mi”, Yunda protes garing. Lanjut lagi.
“Tampak seekor anak paus, ia terlihat sedang mengejar Ibunya.
Keduanya tampak saling mencintai. Kepada Orangtua memeng harus mencintai.”

Halaman kedua terlampaui. “Anak dan induk paus terus berenang.” Diam.


”Dan saat itu Induk Paus melihat sebuah kapal miring.” Diam lagi.
”Tergunjang seperti mau tenggelam.”

Diam lama. Akang menyentuhku tampa kata, aku tersadar mencoba bertahan.
”Mungkin kelebihan muatan, kata Induk Paus pada anaknya, wah.......”
Glebuuk buku Fabel terjatuh dari peganganku, asli kaget, tepat saat buku hendakku pungut tapi kalah cekatan, karena Akang lebih dulu mengambilnya, menutup dan menaruh diatas bantal tidurnya, menghampiriku dan menciumku, muach
:)
Subhanallah. SUBHANALLAH, gemuruh tasbih di hati, ciuman yang tampa kuminta.
Seketika meluap kantukku, tapi aku bertahan dengan mata masih terpejam. Menunggu.
”Bobolah Mi....” suara Akang beringsut.


Ekor mataku melirik Yunda, sudah tidur rupanya, pantes tak terdengar suaranya. Akang mengambil posisi tidur, memejamkan mata, sekejap sudah pulas tertidur.


Aku bangun, menunda tidur, paling tidak sampai menuliskan ini, karena kantuk pun tak lagi tersisa. Andai tadi diawal kutolak baca Fabelnya, aku memang bisa tidur lebih awal, tapi tak ’kan ada moment indah seperti ini. Bonus ciuman spontan dari Akang.
Dan aku ingin mengabadikan moment ini dengan tulisan cinta, bukan kerena ingin seluruh dunia tahu. Hanya ingin membuat aku tak melupakannya. Saat bahagia begitu meluap, mendapat perlakuanmu Nak...Melampaui dari sekedar yang kuharap, karena jujur, tadi aku sempat berharap anak-anakku mengerti bahwa aku begitu mengantuk aku juga sempat berharap merekalah yang minta baca Fabelnya di STOP dulu. Tapi ternyata. Sungguh lebih dari yang kuharapkan. Dan kemarin saat Abi baca tulisan ini, koment candanya riuh. "Mestinya Abi yang dapat ciuman ini."
"Tak apa, bisa lain waktu", hiburku.
Diskusipun berlanjut. Yang jelas, mestinya bukan Abi yang langsung bilang bahwa bacanya dengan Ummi aja, tapi baiknya Abi sampaikan kondisi Abi, dan beri alternatif. Kalu Ummi yang baca gimana Nak? Akan sama hasilnya, tapi prosesnya jauh berbeda, melibatkan anak-anak, ada unsur meminta pendapat disana. 


Q.S Ash-Shaffat : 102
"........Ibrahim berkata: Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi aku menyembelihmu. Maka pikirkan bagaimana pendapatmu?............"

 
Ya, ya...selalu ada kata belajar disetiap kesempatan bersamamu Nak...Belajar dari Ibrohim, belajar menjadi orangtua bijak bestari. 
***
Yunda Akang, SERU, buat Clay
Dan kini, aku ingin suatu saat kalian baca sendiri tulisan ini Nak...dan ceritakan rasamu.
Kegiatan mendongeng, bercerita atau membacakan cerita adalah kegiatan yang memiliki perbedaan dalam penggunaan media cerita. Namun ketiganya punya komposisi yang sama yaitu ada orang dewasa sebagai narrator, ada materi bacaan dan ada pendengar. 

Bercerita dikatakan sebagai kegiatan mendidik tanpa menggurui adalah karena berbagai hal dapat disampaikan orang dewasa dan diterima oleh anak dengan cara yang sangat menyenangkan. Nilai-nilai agama, batasan-batasan sosial dan berbagai hal dapat disampaikan kepada anak dengan cerita. Sehingga tanpa disadari anak sudah mendapatkan kebaikan tanpa merasa dinasehati.


Sejak dini, bahkan sejak awal kehidupannya anak perlu diberikan kegiatan bercerita. Untuk anak dibawah umur tiga tahun dapat diadakan dalam kelompok kecil atau secara individual/sendiri.
Sedangkan di usia 3 tahun ke atas anak sudah mulai bisa duduk tenang dan mendengarkan cerita. Kegiatan cerita dapat dilakukan sebagai pembuka kegiatan belajar mengajar. Dalam beberapa kesempatan juga dapat dilakukan sambil berbagi dengan teman. Ada beberapa orang dewasa yang menggunakan cerita untuk menenangkan anak sebelum tidur siang atau setelah bermain sangat aktif.


Sehubungan dengan pembahasan kita kali ini yaitu menjadikan kegiatan bercerita tidak menggurui maka perlu difahami beberapa hal :


1. anak belum memiliki motivasi belajar dari dalam (internal). 

Fitrah mereka adalah melakukan sesuatu untuk mencari kesenangan belaka.

2. anak masih belajar menemukan “sikap belajar” yang tepat. Tabiat anak adalah sulit diam, suka berteriak, berlari, gaduh dan sebagainya.


3. anak lebih cepat bosan. Kemampuan konsentrasi anak masih sangat terbatas yaitu satu menit dikali usianya ( 1 menit X usia = waktu konsentrasi dalam menit). Anak tidak tahan terhadap suasana yang monoton, pasif tanpa “greget” yang dapat merangsang minatnya.


4. anak belum memiliki pengendalian diri yang baik. Anak belum bisa bersikap penuh pengertian seperti orang dewasa.


5. anak belum memiliki perbendaharaan kata yang lengkap. Berkomunikasi dengan anak harus menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka.


6. anak belum mampu menangkap konsep-konsep abstrak seperti kejujuran, ketauhidan dll. Kecuali jika dijelaskan dengan contoh konkret.


7. Anak banyak dipengaruhi oleh fantasi dan imajinasinya. Dunia anak-anak adalah dunia yang kaya akan fantasi sehingga anak akan antusias sekali terhadap segala bacaan atau tontonan yang dapat membangkitkan imajinasi dan daya fantasinya, seperti menggambar, bermain peran, bermain dan mendengarkan cerita.


Syarat-syarat cerita yang baik:
1. harus menarik minat anak dan pendidiknya
2. panjangnya cerita sesuai dengan waktu konsentrasi anak , minatnya dan pengalamannya.
3. tidak melanggar syariah.
4. tidak ada bahaya di dalamnya.


Menjadi pencerita diperlukan keterampilan tersendiri yaitu disebut seni peran. Modal utama dari seni peran adalah tubuh, jiwa, dan pengalaman kehidupan sehari-hari baik secara fisik emosional maupun suasana. Syarat melaksanakan seni peran adalah harus wajar, indah masuk akal serta sadar dan benar.


Kiat-kiat bercerita :

 
- tersenyum dan aturlah duduk anak


- jagalah perasaan pendongeng agar selalu gembira lepas dari rasa tidak ikhlas


- seleksi cerita yang akan disampaikan. Jangan bacakan buku yang anda belum pernah membacanya.
- Selalu siapkan buku atau cerita alternatif jika yang ditawarkan tidak diminati anak-anak


- Periksalah media cerita dan lihatlah dari tempat anak-anak akan duduk, apakah gambarnya    cukup besar dan jelas


- Letakkan atau pegang media cerita sejajar mata anak. gerakkan media dari kiri ke kanan dan sebaliknya sehingga semua anak dapat melihat. Perlihatkan bahwa anda sangat menghargai buku dengan cara memegang dan membuka buku secara perlahan dan hati-hati.


- Ketika membacakan kata atau kejadian yang berulang-ulang berhentilah sejenak agar anak-anak bisa menyelesaikan kalimat anda.


- Beritahu anak bahwa waktu untuk memberi komentar atau bertanya adalah ketika cerita telah selesai.


- Jika tiba-tiba ada distraksi yang membuat konsentrasi anak buyar tarik kembali perhatiannya dengan cara misalnya memberikan sentuhan pada punggungnya.                                                                        


*****
Pemerhati anak-anak sekaligus psikiater kondang Kresno Mulyadi menyatakan, saat ini mendongeng secara langsung kepada anak-anak dipandang sebelah mata karena orang tua lebih mengandalkan kecanggihan teknologi. “Padahal perbedaan antara mendongeng langsung dan melalui film atau VCD sangat jauh, dan mendongeng lebih maju bila dibandingkan mengajari anak lewat teknologi canggih,” kata Kresno kepada ANTARA usai memberikan materi pada seminar dan workshop mendongeng di Aula Institut Agama Islam Banten (IAIB) Serang, Sabtu.

Kresno menuturkan dirinya pernah melakukan percobaan kepada dua kelompok belajar anak untuk mengetahui hasil dari mendongeng. Satu kelompok diberi dongeng dan satunya lagi tidak. 

“Ternyata dari kelompok anak yang diberi dongeng kecerdasan emosionalnya terbangun lebih pesat bila dibandingkan dengan yang tidak diberi dongeng,” katanya. 

Oleh karena itu, lanjut Kresno mendongeng perlu dilakukan bukan saja oleh pendidik atau tenaga pendidik, melainkan juga oleh seluruh orang tua.
“Jangan hanya mengandalkan kemajuan teknologi, apalagi mengandalkan pembantu,” katanya. 
Ia menjelaskan kegiatan mendongeng penting bagi anak dan balita. Berdasarkan penelitian medis, mendongeng bisa menunjang perkembangan otak anak, memicu perkembangan saraf motorik, dan mengolah daya imajinasi anak. 

“Pada akhirnya, kecerdasan emosional anak akan terbangun. Banyak contoh anak didik saya yang kritis bertanya sana sini tentang apa pun sebab mereka dirangsang dengan dongeng. Saat mendengar dongeng, anak akan lebih berani untuk mengeluarkan pertanyaan kritis,” katanya.
Ia mengatakan ada orang tua yang sadar akan pentingnya mendongeng untuk anak-anak, namun ada pula yang melakukan kegiatan ini hanya melalui televisi ataupun VCD. Tentu saja mendongeng langsung dengan dongeng yang ada di televisi jauh berbeda manfaatnya bagi anak. “Ketika ayah atau ibu mendongeng pada anak-anaknya, mereka akan melihat dan menikmati ekspresi orangtuanya saat bercerita sehingga imajinasi dan pemahaman anak-anak dapat berkembang dengan mudah,” katanya. Kresno juga mengimbau kepada para orang tua agar sesibuk apapun sebaiknya meluangkan waktu untuk lebih sering mendongeng atau bercerita pada anak-anak.

Daftar Pustaka;
  •  Tulisan Emmy Soekresno, S.Pd 
  • Tabloid Ayah Bunda: Manfaat mendongeng buat si kecil. Dan beberapa artikel serupa.
  •   matanews.com/2009/07/26/jangan-pandang-sebelah-mata-mendongeng
  •  tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/Manfaat-Mendongeng-Untuk-Si-Kecil
  • Buku Yuk Jadi Orang Tua Shalih!
  • Buku Cerdas Akal, Cerdas Hati
  •  Fabel Islami: Ikan Paus yang diperintahkan Allah menelan Nabi Yunus, AS   
  • Buku Spiritual Ibu

Lombanya Para Bunda: Aku dan Anakku

Disiplin itu bukan bla…bla…bla…

Yunda, sulungku yang shaliha hampir 7 tahun. Sekarang kelas 2 SD di sebuah SDIT yang ada di kota Palembang. Sebagai orangtua, kami (aku dan suami) sudah mulai melatihnya disiplin dengan cara yang lebih tegas dibanding dengan Akang, adiknya yang baru 5 tahun. Memang kami berusaha menanamkan disiplin sejak mereka kecil, tapi sebatas pengenalan dan latihan disiplin. Ya sejak anak mulai bisa membedakan mana tangan kanan dan mana yang tangan kiri, saat itulah anak sudah bisa diajari dengan berbagai nilai atau semacam aturan termasuk disiplin. Misalnya saja membaca do’a disetiap aktivitasnya dengan do’a-do’a harian yang memang sudah mereka hafal. Buang sampah pada tempatnya, merapikan mainan seusai dipakai, segera meminta maaf bila melakukan kesalahan dan membiasakan untuk selalu mengucapkan salam bila masuk rumah. Alhamdulillah berjalan dengan baik, kuncinya adalah konsistensi dan keteladanan. 

Adapun melaksanakan disiplin yang disertai tanggung jawab seperti sholat 5 waktu, merapikan tempat tidur, sikat gigi menjelang tidur, menyiapkan keperluan sekolah secara mandiri termasuk urusan melihat jadwal dan menyelesaikan PR (bila ada) dengan pengingatan yang lebih tegas special baru kami lakukan pada Yunda. Dan inipun sebenarnya dengan kunci yang serupa yaitu konsistensi dan keteladanan. Tapi dalam hal ini point konsistensi menjadi lebih besar, setidaknya ini menurutku karena ini yang kurasakan. 

“Yunda sudah sikat gigi Nak?”, pertanyaan yang kerap kulontarkan menjelang tidur.
“Iya Mi, bentar lagi.” Sahut Yunda sembari asyik main bareng Akang. Selanjutnya terkadang aku lupa mengingatkan lagi, yang ada Yunda sudah dalam posisi sangat ngantuk dan rayuan merem meleknya membuatku lemah. Misalnya lagi saat aku melatihnya berdisiplin untuk menyiapkan keperluan sekolah secara mandiri, kadang sering harus benar sabarnya. Ada saja kendala yang sebenarnya masih dalam batas wajar. 

“Pensil Yunda hilang Mi.” Atau lain waktu saat sepulang sekolah langsung ke rumah Neneknya. Buku kerjasamanya Yunda ketinggalan. Atau pernah juga buku-buku yang lainnya. Rumah Nenek hanya berjarak sekitar 1 km dari rumah kami. Untuk yang satu ini aku kadang suka lupa bahwa tegas bukan berarti keras. Lain waktu caraku menegaskan disiplin yang kurang cantik, alih-alih ingin sucses yang ada Yunda malah protes.

Ceritanya suatu hari Yunda kehilangan buku PR-nya, awalnya aku kira hanya tertinggal di rumah Neneknya seperti yang sudah-sudah. Tapi setelah dipastikan dan dicari kesetiap penjuru tak tampak juga buku tersebut aku langsung mewanti-wantinya. 

“Ummi kan dah sering bilang, Yunda mesti disiplin. Karena disiplin itu penting Nak...Bla….bla….bla…..” 
Aku mulai memasuki nada-nada tinggi dengan nyanyian kata-kata yang sudah sering kulontarkan.
Dan Yunda tampak manyun. Air mukanya keruh dan sedih.

“Ummi kok gitu sich!” Protes Yunda hampir nangis. 

Syukurlah aku segera tersadar. Kupeluk Yunda erat. Kubimbing Yunda ke lemari bukunya. 

“Yunda sayang, lain kali kalu pulang sekolah. Yunda langsung beresin jadwal buat besok Nak. Buku-buku yang hari ini disusun rapi, kosongkan tas. Terus selanjutnya Yunda lihat jadwal buat besok, periksa dan susun buku-buku buat besok di tas. Nah kalu ada buku yang ketinggalan di rumah Nenek kan langsung ketahuan jadi bisa langsung diambil. Tidak sampai hilang Nak.” 
Kuatur nada suaraku selembut mungkin. Dan ternyata hal ini berhasil membuat Yunda nyaman.

“Ummi baru sekali bilang seperti ini sama Yunda.“ Akhirnya Yundapun melanjutkan protesnya. Tapi ini justru membuatku terpaku. Baru kali ini aku bicara tentang disiplin dengan bahasa yang dimengertinya.

“Maafkan Ummi ya Nak. “    
***
Terkadang kita sebagi orangtua lupa, bahwa anak-anak belum bisa berpikir yang abstrak atau menyambungkan segala uraian kata selayaknya orang dewasa. Cara berfikir anak masih butuh yang konkrit-konkrit. Mengapa begini, bagaimana langkahnya dengan serinci mungkin. Jadi jangan bosan untuk menguraikan apa yang kita maksud dengan sejelas dan sekonkrit mungkin. Satu lagi, jangan sampai sesuatu yang kita inginkan membuat kita lupa atau terburu-buru sehingga bercampur dengan emosi.
Ya seperti yang aku alami, karena inginnya Yunda berdisiplin aku justru lupa menuntunnya dengan tataran bahasa cinta untuk anak seusianya. Aku terlampau terpaku pada target bahwa sebentar lagi Yunda 7 tahun, artinya sudah masuk pada fase disiplin yang sesungguhnya. Sekali lagi, maafkan kami, maafkan Ummi Nak…

“Dan hendaklah takut orang-orang yang meninggalkan teturunan di belakang mereka dalam keadaan lemah yang senantiasa mereka khawatiri . Maka dari itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengatakan perkataan yang lurus benar.” (An Nisaa’ 9)

Ya. Salah satu pinta yang sering diulang Ibrahim dalam doa-doanya adalah mohon agar diberi lisan yang shidiq. Dan lisan shidiq itulah yang agaknya ia pergunakan juga untuk membesarkan puteranya sehingga mereka menjadi anak-anak yang tangguh, kokoh jiwanya, mulia wataknya, dan mampu melakukan hal-hal besar bagi ummat dan agama. Kita? Mari sejenak kita renungkan tiap kata yang keluar dari lisan dan didengar oleh anak-anak kita. Sudahkah ia memenuhi syarat sebagai Qaulan Sadiidaa, kata-kata yang lurus, benar, sebagaimana diamanatkan oleh ayat di Surat An Nisaa’ tersebut ? 

***
Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abi Thalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:
  1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.
  2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.
  3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.
Disiplin pada dasarnya adalah perilaku kebiasaan, sehingga tanpa disuruh, secara otomatis anak masuk ke dalam pola kebiasaan tertentu. Penting untuk memudahkan hidup anak, karena hidup jadi ada teratur dan polanya dengan disiplin waktu. Lima komitmen orangtua untuk membentuk perilaku disiplin anak sedini mungkin:
  • Kasih yang tulus, terima anak secara realistis dan apa adanya agar terukur dalam mendidik  anak dan melandaskannya pada kepentingan anak sekarang dan nanti.
  • Konsekuen. Contoh, jika kita bilang A, maka kita juga melakukan A.  
  • Konsisten. Pembentukan kebiasaan butuh waktu, sampai perilaku itu tertanam.
  • Kompak. Harus dilakukan seluruh anggota keluarga  sehingga tidak terjadi kesenjangan perilaku  antara ayah, ibu dengan  pengasuh.
  • Kompromi. Kompromi tetap bisa dipertimbangkan. Misalnya ketika anak demam, dia tidak perlu mandi seperti biasanya.
Semua pembelajaran kedisiplinan pada anak tersebut bisa dengan mudah Anda terapkan dirumah. Anak jadi disiplin tanpa perlu menerima hukuman fisik.

Mengapa harus disiplin? Tentu saja anak usia satu tahun dapat mulai diperkenalkan pada disiplin. Bahkan, sejak berusia antara enam hingga sembilan bulan, anak sudah memahami arti perkataan "tidak" atau "jangan". Di usia satu tahun anak mulai memahami perintah-perintah sederhana.
Disiplin memang perlu diterapkan seawal mungkin, karena sejak dini anak perlu memahami konsep "benar - salah". Walaupun, anak membutuhkan waktu sedikit lama untuk benar-benar memahami konsep tersebut seutuhnya.

Selain itu, balita juga perlu disiplin untuk mengajarkan kontrol diri, serta menghargai aturan sedini mungkin. Dengan cara ini anak akan semakin memahami dan menghargai keberadaan orang lain di luar dirinya. Sehingga, anak yang awalnya egosentris, menjadi lebih sensitif pada orang-orang di sekitarnya.

Cara paling mudah bagi anak-anak usia ini untuk mengenal disiplin adalah melalui contoh dan bimbingan. Selain itu, mereka juga membutuhkan pembiasaan dengan pola yang sama dan konsisten.

Dalam menerapkan disiplin, beberapa hal perlu diingat. Yang paling utama dalam penerapan disiplin adalah konsistensi orang tua. Menurut Lerner, perintah dan rutinitas memberikan ”tempat” yang aman bagi anak dari apa yang mereka pandang sebagai dunia yang besar dan tak terduga.

”Ketika ada beberapa hal tidak bisa diduga dan rutin,itu membuat anak merasa jauh lebih aman dan nyaman, serta cenderung lebih bersikap tenang karena mereka tahu apa yang dia harapkan,” katanya.

Cobalah untuk selalu menjalankan jadwal yang sama setiap hari. Semisal, waktu tidur siang, waktu makan, waktu tidur malam, dan saat-saat di mana anak Anda bebas untuk melakukan apa pun seperti hanya berlari-lari dan bersenang-senang. Bila Anda memang harus melakukan perubahan jadwal, beri tahu anak sebelumnya.

Misalnya katakan kepada anak Anda, ”Bibi Jean akan menemanimu malam ini saat ibu dan ayah pergi sebentar. Kita ada keperluan sebentar”. Hal itu akan mempersiapkan dirinya untuk sebuah rutinitas yang sedikit berbeda dan mudah-mudahan tidak berpengaruh pada suasana si kecil saat waktu tidur. Konsistensi juga penting ketika penerapan disiplin ke anak. Ketika Anda mengatakan ”tidak boleh memukul” pertama kali kepada anak Anda saat dia berkelahi dengan anak lain di tempat bermain,Anda juga harus mengatakan ”tidak boleh memukul” untuk yang kedua, ketiga, dan keempat kali, saat si buah hati melakukannya lagi.


***
Yunda Akang di KI
 Bahagianya bisa nulis ini, ikut memeriahkan lomba, mengabadikan satu dari banyak  peristiwa berkesan dengan ananda. Semoga bisa bermanfaat. Menang kalah bukan masalah :)
  
Daftar Pustaka:
  • ·         Yuk Jadi Orang Tua Shalih!
  • ·         kosmo.vivanews.com/news/read/8957-tanamkan_disiplin_pada_anak
  • ·         voa-islam.com/muslimah/pendidikan/.../menanamkan-disiplin-pada-anak
  • ·         Abihafiz.wordpress.com/membangun disiplin pada anak tanpa kekerasan
  • ·         Lifestyle.okezone.com/terapkan disiplin pada anak
  • ·         Lifehancks.web.id/10 cara menanamkan disiplin pada anak

Jumat, 25 Februari 2011

Bahan Tulisan

Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abi Thalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:
  1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.
  2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.
  3. Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.
Iya nich lagi mau buat tulisan, tapi belum sempat jadi dikumpulin bahannya dulu

Menebar Kebaikan di JS lewat yang kita BISA, No Excuse

Oleh Isa Alamsyah
Judul Asli Mengubah Sejarah lewat Facebook, kenapa tidak?

Ada yang bertanya apakah aktif di facebook membuang waktu?
Jawabannya. tentu saja tergantung bagaimana kita memakainya.
Jawaban ini juga berlaku untuk Twitter, blog, BBM, SMS, dan jaring sosial lainnya.

Tahukah Anda, diktator Husni Mubarak mengundurkan diri setelah 30 tahun memerintah dengan tangan besi, salah satunya karena Facebook. Karena itu langkah penting pemerintah untuk membungkam demo besar ketika Mubarak masih berkuasa adalah menutup jaringan facebook di Mesir.
Tapi karena gerakan sudah meluas, dengan atau tanpa facebook, akhirnya Mubarak jatuh.

Salah satu orang yang dianggap tokoh penggerak rakyat Mesir baru-baru ini adalah Wael Ghonim. Dalam peta politik Mesir, ia bukan siapa-siapa. Pemuda Mesir ini hanyalah seorang manajer di Google Timur Tengah berkantor di Dubai.
Tapi di bulan Juli 2010 ia membuat sebuah langkah sederhana.
Apa itu? Ia membuat fanpage bernama "We are all Khaled Said"
Khaled Said adalah pengusaha kecil yang menjadi korban penyiksaan polisi Mesir di sebuah warnet di Alexandria.
Banyak yang menganggap fan page ini adalah cikal bakal media komunikasi kelompok anti pemerintah. (Republika 13 Feb 11)
Sejak itu banyak orang membuat fan page sejenis dan mengungkap banyaknya Khaled Said yang baru.
Awalnya ini hanya seperti perlawanan diam di kalangan netter (pengguna internet) tapi ternyata kegiatan ini telah mempersiapkan bangsa Mesir terhadap sebuah perubahan.

Revolusi rakyat di Tunisia bisa jadi adalah pemicu gerakan rakyat di Mesir.
Tapi kesiapan rakyat untuk bergerak salah satunya adalah karena sudah terbekali pesan-pesan yang mereka secara online.

Fakta di atas sudah cukup menunjukkan betapa sebuah langkah sederhana dengan jejaring sosial bisa memberikan dampak luar biasa.

Apakah Anda ingin mengubah sejarah dengan Facebook Anda?
Kalau terlalu berat, mari sederhanakan pertanyaannya.
Apakah Anda ingin agar kegiatan Facebook Anda lebih bermanfaat?

Jika mau, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan:

1. Status inspiring
Apa yang ditulis di status sebenarnya menunjukkan kualitas kita.
Daripada berkeluh kesah, kenapa tidak memulai status dengan sesuatu yang inspiring.
Bukan berarti membatasi kita berekspresi, tapi apa salahnya kalau tetap bisa berekspresi tapi tetap bisa inspiring.
Misalnya cape mengurus anak.
Kita bisa menulis status "Waduh capeknya mengurus anak-anak, tobat!..." (becanda)
Atau menulis seperti status bernada sama tapi ada nilai inspiringnya.
"Ketika lelah mengejar anak ke sana kemari, besyukurlah karena mereka sehat." (sama-sama cape tapi inspiring)

Memilih status berkelas juga melatih kemampuan menulis. Kalau kita menulis status dan banyak dikomentari, setidaknya menunjukkan apa yang ditulis punya daya tarik.

2. Membuat fanpage (halaman) atau group
Jika mempunyai sesuatu yang kita pedulikan, maka buatlah group atau halaman sendiri.
Dari sana mungkin kita akan membuat perubahan.
Kita tentu tidak lupa bagaimana dukungan terhadap Prita begitu besar hingga akhirnya bisa bebas. Sekalipun ada agenda besar lain yang tidak tercapai, tapi setidaknya jejaring sosial tetap punya gigi.
Sama juga dengan kasus Chandra dan Bibit di KPK yang mendapat banyak dukungan dari masyarakat.

3. Menulis notes atau mengupload gambar atau video.
Jika membuat fanpage atau group terlalu berat, maka sempatkan menulis notes atau gambar atas ide-ide untuk kemajuan.
Buat artikel untuk perbaikan.
Sempatkan seminggu sekali, sebulan sekali tidak masalah. Kalau gerakan menulis untuk kebaikan sudah membudaya maka kita akan menjadi masyarakat yang lebih baik.
Kalau menulis berat kenapa tidak mengupload foto inspiring atau video.
Misalnya kasus Gayus kembali naik ke permukaan karena setelah sebuah upload video atau gambar di twitter. Itu juga merupakan bentuk ikut serta dalam perubahan.
Lagu Andaikan Aku Gayus Tambunan http://www.youtube.com/watch?v=SEKnyIddtDU kini sudah disaksikan lebih dari 400.000 pegunjung. Artinya sudah ratusan ribu orang yang semoga tersentuh hatinya untuk perbaikan hukum.

4. Menforward, menyalin ulang atau merekomendasikan
Jika langkah menulis notes, mengupload gambar atau video masih susah.
Maka lakukan forward atau rekomendasi pada orang lain.
Kalau ada artikel menarik, kalau ada fanpage menarik, kalau ada group menarik, dan inspiring. Rekomendasikan pada teman-teman kita.
Kalau kita tidak bisa jadi pelopor setidaknya jadilah pendukung.
Seringkali ada pembaca di komunitas bisa yang minta izin copy paste artikel yang dikirim. Jawabannyaselalu sama? Silakan dicopas, di masukkan ke mading , dll.
Karena memang itu tujuannya. Menyebar luaskan ide dan semangat perbaikan.
Misalnya video "Andaikan Aku Gayus Tambunan" kini sudah ada belasan upload di Youtube bahkan ada copy upload yang mencapai 400 ribu-an juga (Artinya bisa sejuta lebih yang menonton video ini).
Tapi pastikan ketika Anda menforward atau copas tetap menghormati pembuat karya dan jangan disalahgunakan untuk tujuan komersial, nanti bisa merugikan.

Kalau nonton film bagus, buat di status komentarnya, lalu rekomendasikan teman untuk menonton.
Kalau ada seminar bagus, dan kita merasa semakin bagus kalau banyak yang ikut seminar tersebut, tulis di status kesannya dan rekomendasikan teman-teman..
Kalau ada buku bagus, ungkap kesannya di status, dan rekomendasikan.

Jangan merasa rugi mempromosikan bisnis orang lain yang baik, karena itu juga amal.
Sekalipun kita tidak dapat untung di dunia, jangan takut semua kebaikan dihitung di akhirat.
Karena itu Komunitas Bisa juga tetap bersemangat mempromosikan film, buku, atau karya yang baik, sekalipun tidak dapat apa-apa secara material.

5. Beri komen
Kalau menforward saja masih keberatan, maka jangan pelit memberi komen atas artikel yang bagus.
Itu akan memberi semangat pada penulisnya atau pembuat karya.
Kalau penulis atau pembuat karya bersemangat dia akan berkarya lagi.
Semakin banyak orang baik bersemanagat menghasilkan karya baik maka kita akan menjadi masyarakat yang lebih baik.
Ingat energi negatif lebih kuat dari energi postif.
Kadang untuk komentar buruk kita bersemangat tapi memuji kita malas.
Contoh sederhana, kalau supir terlambat kita langsung menegur. Kalau supir datang tepat waktu tiap hari apakah kita berterima kasih?
Anak nilai buruk kita menegur, kalau nilainya baik apakah kita memujinya?
Anak susah makan kita marahi, ketika makan dengan kesadaran apa kita puji?

Kita harus memberi energi lebih pada semangat positif
karena kecenderungan alamiahnya energi negatif lebih kuat.

6. Klik suka atau like
Jika memberi komen juga kita tidak sempat, maka ini adalah langkah action terendah. Ketika baca artikel bagus, ketika baca ulasan menarik. Setidaknya gerakkan tangan dan klik suka dengan mouse.
It's a very simple. Tapi itu mungkin bisa menjadi andil kita dalam mengubah sejarah.
Mungkin saja orang penulis artikel yang anda klik suka, jadi bersemangat dan terus menulis dan menjadi penulis besar yang mengubah dunia. Why not?

7. Silent Majority
Jika kita suka artikel, suka fanpage, suka karya film, tapi malas forward, malas komen, bahkan malas like walaupun merasa dapat sesuatu.
Maka kita adalah anggota Silent Majority. Orang baik, jumlahnya banyak, tapi diam.
Ingin perubahan tapi tidak mau action sama sekali.
Kebaikan yang silent (diam) sekalipun banyak akan dikalahkan oleh keburukan yang minor tetapi vokal. Minoritas yang vokal akan lebih bergaung dari mayoritas yang silent.
Itu sebabnya undang undang anti pornografi berlarut-larut karena sekalipun banyak orang yang pro pada UU anti pornografi tapi kalah vokal oleh minoritas yang tidak menyetujuinya tapi lebih bersuara.

Salah satu tujuan dari Komunitas bisa adalah, membuat sebanyak-banyaknya orang baik yang silent majority (baik tapi diam) manjadi out spoken majority (Baik, banyak dan berani bicara).

Untuk kebaikan kita harus aktif berbicara dan bergerak.
Semoga artikel ini membuat kita semakin membuat aktivitas facebook dan internet kita kebih bermanfaat.

No Excuse! Karena Anda bisa!

***

Isi sesuai aslinya, tanpa edit.
Hanya ganti judul.
)* JS maksudnya Jejaring Sosial: Facebook, Twitter, Blog dkk