Tampilkan postingan dengan label Promosi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Promosi Buku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2012

Antologi Ketika Buah Hati Sakit

Spesial Promosi [Sticky Post]


Banner Promonya dari Grup.
Sudah terbit, bisa dipesan sekarang...
Sebuah buku dari tulisan para bunda, yang suka panik tapi tetap smart saat buah hatinya sakit. Satu karyaku ada disini. Begini cuplikan tulisanku dalam KBHS tersebut...

Dan kenyataan membuktikan sejak mengkonsumsi madu sebagai obat, Hamas jadi jarang sekali terkena penyakit, termasuk sakit batuk dengan demam tinggi yang disertai sesak nafas. Luar biasa, bahkan saat demampun cukup beri madu dan air putih lebih banyak saja, tak adalagi obat penurun panas dirumahku. Sekiranya diperlukan aku hanya mengkombinasikan madu dengan jintan hitam saja. Jintan hitam alias habatussauda adalah salah satu obat yang juga disebut dalam hadist sebagai obat untuk semua penyakit, hanya kematian yang tak bisa diobati dengan habatussauda. Dan salah satu metode pengobatan yang kupakai juga untuk keluarga termasuk anak-anakku adalah bekam. Ketahuilah ternyata metode bekam sudah banyak dipakai di mana-mana, dan sebagai muslim kita wajib yakin karena hadist untuk melakukan pengobatan dengan bekam ini ada. Hamas dan Yunda bahkan senang sekali dibekam, walau hanya bekam kering, tanpa mengeluarkan darah. Metode bekam ada juga yang disebut dengan bekam basah yaitu yang disertai dengan pengeluran darah. Akupun baru 3 bulan lalu ikut pelatihan bekam, ternyata besar manfaatnya. Bisa dipakai untuk keluarga dan orang sekitar. Buatku langkah ini tak sepenuhnya mudah, banyak juga suara-suara sumbang dari sekitar. 
"Lama sekolah dokter tapi mengapa sekarang malah jadi dukun?"
Ini salah satu yang terdengar nyaring. Tak mengapa, bukankah islam awalnya dianggap asing, tak banyak yang mau mengikutinya. Tapi bila kita yakin ini adalah kebenaran, maka keyakinan itulah yang akan meguatkan kita. Hidup adalah perjuangan, perjuangan menebarkan kebenaran. Mengamalkan pengobatan ala Nabi. Kembali menghidupkan teori kedokteran islam, kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. Dan rasakanlah manfaatnya. Sekaranglah saatnya menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan. Sekarang saatnya kita kembali ke madu, habatussauda dan bekam tanpa perlu sibuk merutuki obat-obatan kimia yang memang ternyata dibuat untuk melemahkan kita, belum lagi kehalalannya masih perlu diuji.

Gue banget kan? Umak-umak yang sedang berjuang untuk jadi herbalis. Semoga...
Dan masih ada 64 tulisan lainnya, karya bunda-bunda lain dengan gaya berceritanya masing-masing. Termasuk juga sahabat bloggerRidha Alsadi yang punya blog Bangau Putih.


Dan inilah penampakan sample KBHS, dari fbnya Endah Widayati

Salah satu lembaran isinya...
Covernya...
Boleh dipesan padaku, akan ada potongan harga. Sebentar lagi buku ini beredar di Gramedia seharga Rp 48.000, bisa kasih diskon karena ada harga khusus untuk penulis. Atau langsung hubungi penerbit, caranya? Aku cari tahu dulu ya...

Jumat, 02 Desember 2011

Gurindam Muharam plus 33

Sebuah Pengantar... 

**Sticky Post

Terinspirasi dari buku kecil karya Buya Mohd. Iqbal Romzi yang berjudul Gurindam Salam. Dalam buku ini terdapat 2 bab, yaitu:
Bab 1 Tentang Adab Bergaul dalam Masyarakat
Bab 2 Tentang Sifat Terpuji

Yang masing-masing ada 14 judul lagi, bagus dan penuh petuah. Salah satunya yang sudah pernah aku tulis disini tentang Adab Bergaul Suami Istri. Sayangnya buku ini tak diperjualbelikan, aku dapat sebagai souvenir disebuah acara.

Membaca buku kecil ini aku diingatkan lagi pada kenangan indah tentang pelajaran Bahasa Indonesia di SMP dulu, tentang sebentuk gurindam, gurunyapun aku masih ingat, secara dulu pernah dimarahinya juga, hiiihhhiii…
 
Ya, gurindam adalah salah satu bentuk puisi lama yang lahir dari rahim sastra melayu klasik. Dan untuk lebih jelasnya, ini yang aku dapat dari Wikipedia:
Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari 2 baris kalimat dengan irama akhir yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Gurindam ini dibawa oleh orang Hindu atau pengaruh sastra Hindu. Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India) yaitukirindam yang berarti mula-mula amsal, perumpamaan. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi. Contoh:
Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat.
Gendang gendut tali kecapi
Kenyang perut senang hati
Pengarang gurindam yang terkenal adalah Raja Ali Haji, saudara sepupu Raja Ali yang menjadi raja muda di Riau (1844-1857). Gurindam 12 pasal karya Raja Ali Haji yang terkenal berjudul “Gurindam Dua Belas”.
Selanjutnya, berhubung sebentar lagi Muharam datang *tentu sahabat sudah banyak yang tahu kan ya… maka dari itu, kami merasa terpanggil untuk berbagi berkah di bulan awal pergantian tahun hijriah ini. Dengan membuat satu GIVE AWAY bertemakan Muharam. 

Agar memberikan nuansa yang berbeda, kami kemas dalam bentuk gurindam. Panjangnya minimal 4 kalimat *cuma 4 kalimat kok, mudah bukan? 
Kami juga bukan ahli bergurindam ...
Niatnyakan menghidupkan sastra melayu dan mensyiarkan tahun baru hijriah. Jadi kami beri judul GURINDAM MUHARAM. (Skor 100) 

  
Nach supaya terasa makin hangat kami mengemasnya sekaligus juga dengan 3 hal terkait SEBELAS. 3 x 11 jumlahnya 33. 
Kami beri nama Plus 33. 
Apa sajakah? Simak terus lanjutannya setelah yang satu ini...
Kami? Iya jadi Give Away ini kami buat berdua, Aku dan Tia, Bunda Vania.
Duet nich ceritanya…
Bukan duet sembarang duet
Bukan pula karena kepepet
Kami emak-emak yang ngakunya tidak cerewet
Sedang ingin berbagi walau bukan berupa dueet
Jadi untuk syarat, cara, waktu dan tempat pendaftaran silakan ke blognya Tia di Kontes Menulis Gurindam Muharam

Selamat berkarya dan semoga tahun depan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya...

Salam dari Kami Berdua
Umminya Hamas dan Bundanya Vania

Sabtu, 08 Oktober 2011

Book Review: Think Dinar!

Image from Google
Judul buku  : Think Dinar!
Pengarang   : Endy J. Kurniawan
Penerbit       : AsmaNadia Publishing House
Tebal buku  : 320 hal/hvs
Harga          : Rp. 57.000,-

Banyak yang mengira ketika bicara Dinar, kita bicara tentang Emas atau uang Emas semata. Padahal ketika bicara Dinar, kita bicara investasi, ekonomi dunia, kebijakan politik, kesejahteraan umat manusia dan segala aspek kehidupan. Di masa kini bisa dipastikan mereka yang Think Dinar! (berpikir Dinar) akan lebih sejahtera dari mereka yang berpikir investasi dan finansial secara konvensional.

Dan banyak juga yang mengira bahwa untuk memulai menabung Dinar Emas kita harus kaya dulu, harus mapan dan harus berpenghasilan besar, termasuk anggapanku selama ini. Pendapat setelah membaca buku ini jelas menyesatkan. Karena justru menabung emas akan membuat orang yang penghasilannya minim atau biasa-biasa akan sejahtera di masa depan. Sebaliknya jika tidak mulai menabung Dinar emas mungkin nasibnya tidak akan berubah selamanya. Maka dari itu akupun berminat menabunglah Dinar Emas dari sekarang, merintis rencana  investasi Dinar Emas mulai hari ini, semoga bisa terlaksana tanpa ditunda-tunda. 

Tentu saja muncul pertanyaan, bagaimana mungkin membeli emas jika penghasilan pas-pasan? 
Kudapatkan kuncinya dalam buku ini: 
disiplin, berpikir jangka panjang dan selektif atas biaya konsumtif. 
Sebuah lompatan selalu diawali dari langkah-langkah kecil. Memiliki emas dengan jumlah berapapun, dengan dana yang kita punyai saat ini adalah cara terbaik mengawali tabungan Dinar Emas kita, baik berupa Emas batangan maupun Dinar. Sungguh, investasi emas adalah model investasi paling mudah sekaligus menguntungkan *ini baru akan kita buktikan setelah mencobanya.

Sebuah ilustrasi dengan dana sekitar Rp 400.000 pada tahun 2010, kita sudah bisa memiliki 1 gram emas, tinggal mendatangi toko-toko emas atau agen dan distributor Emas batangan. Bagaimana jika uang Rp 400.000 juga tidak ada? Ini saatnya kita kembali kepoint harus mendisiplinkan diri untuk menyisihkan penghasilan. Misalnya menyisihkan Rp 50.000 setiap ada uang lebih, lalu ingatkan diri *wanti-wanti jeng… jika sudah terkumpul Rp 400.000 segera beli Emas. Sebab percayalah jika tidak segera dibelikan emas, uang kita akan cepat habis. Ada saja godaan untuk memakai uang kontan yang ada di tangan atau uang yang mudah ditarik di ATM (Buku Think Dinar halaman 73). Apalagi perempuan, mudah sekali tergoda dengan banyak tipuan yang berlabel diskon, paket hemat dan sejenisnya *merasa sendiri, hikss :cry:

Islam pernah menjadi pemimpin peradaban dengan Dinar. Karenanya tidak ada cara lain untuk  mengembalikan peradaban umat, kecuali mengembalikan investasi kita pada Dinar.
Berpikir kaya hari ini dan super kaya di masa depan?
Berpikir untuk menjadi tangan yang memberi dan bukan meminta?
Jawabannya sederhana saja: Think Dinar!
Satu endorsement buku Think Dinar! yang sangat menggugahku:
Terus terang saya bangga dan sangat senang dengan terbitnya buku Think Dinar ini, melalui buku ini telah bertambah lagi akses masyarakat luas terhadap seluk beluk per-Dinar-an. Melalui penulisan dan pendekatan kreatif penulis, InsyaAllah Dinar akan lebih mudah dipahami dan diaplikasikan di masyarakat.
Muhaimin Iqbal (Penulis Empat Buku Dinar dan Pengelola www.geraiDinar.com)
Ya, aku sepakat bahwa Endy J. Kurniawan penulis buku ini mengajak kita untuk segera meninggalkan menabung dengan cara biasa, biasa yang kita lakukan yaitu di Bank, dan segera beralihlah menabung Dinar yang tahan inflasi.

Sejak zaman para sahabat Rasulullah SAW sampai dengan sekarang, satu Dinar selalu cukup untuk membeli satu ekor kambing. Ini membuktikan hanya Dinar, satu-satunya investasi (mata uang) yang terbukti anti inflasi! Dinar Emas ini sudah digunakan oleh Rasulullah Muhammad saw dan oleh Umar bin Khotob r.a ketika menjabat khalifah beliau menetapkan bahwa 1 Dinar adalah 4,25 gr dan 22 karat setara dengan harga 1 ekor kambing pada masa itu. Dan ternyata harga 1 Dinar tahun 2011 (selang 14 Abad berikutnya) adalah juga sama dengan harga 1 ekor kambing. Coba kalau diuangkan dengan rupiah, harga 1 ekor kambing tahun ini tentu berbeda dengan 1 ekor kambing 1 tahun lalu. Bicara kambing jadi ingat qurban ya, bentar lagi kan Iedul Adha. Ayooo berqurban ;)  *ada iklan yang lewat... 

Dan akupun teringat saat tahun 2005 ketika anakku, Hamas, lahir maka 1 ekor kambing untuk aqiqahnya 800 ribu rupiah, sekarang sudah 1.500.000 rupiah harga 1 ekor kambing, bahkan lebih, padahal kalau dengan Dinar tetap sama, hanya 1 Dinar.

Ilustrasi yang sangat mudah kucerna juga kudapatkan dalam buku ini:
Percayakah? Biaya haji turun setiap tahun?
biaya sekolah semakin murah?
biaya hidup semakin rendah?
Jika anda berpikir DINAR!
Mengapa harus DINAR?
Dari Google.
Dinar Emas lho ya, bukan Dinar mata uang Irak atau bangsa lainnya, yang hanya menggunakan kata dinar saja tapi fisiknya masih kertas. Dinar disini adalah Dinar Emas.

Dinar emas lebih perkasa dari rencana finansial atau investasi lainnya (hal 137). 

Renungkanlah, ONH terus naik? dengan Dinar terus turun!
tahun 1970 ONH hanya Rp.182.000
tahun 1988 (hampir 20 th setelahnya) ONH Rp.4.780.000
pada 1998, ONH senilai Rp.8.805.000
tahun berikutnya, 1999-2000 (setelah krismon) ONH menjadi Rp.21,5 jt
pada 2008,ONH menjadi Rp.32.400.000
2010 ONH menjadi 34 jt, tahun ini ONH turun menjadi sekitar 30 jt

Coba kita bandingkan dengan DINAR:

ONH tahun 2000 : 70 Dinar, ONH tahun 2003: 50 Dinar,  ONH tahun 2007 : 30 Dinar,        ONH tahun 2010 : 22 Dinar (harga Dinar 1,5 jt), dan tahun 2011 ini mungkin berkisar13 Dinar saja. (30 jt dibagi 1 Dinar (2.259.867)
Wowww... sungguh mencengangkanku, seandainya pengetahuan tentang Think Dinar ini kufahami sejak dulu, tentu aku lebih memilih beli Dinar dari pada menabung ala Bank Bing Bung  :lol: atau ikut gaya asuransi kebanyakan. Tahu begini, coba dulu maharku minta Dinar saja ya, huuuu… Tapi tak ada kata terlambat bukan? Ya, ya… ternyata ilmu itu penting sekali, dulu aku suka mengolok Mamaku yang kukira kuno suka nabung dalam bentuk Emas. Padahal beliau sudah bilang lho kalau niatnya bukan untuk gaya, tapi beliau merasakan manfaat menabung dalam bentuk Emas jadi terhindar dari prilaku konsumtif, ini mengikuti saran Ibunya alias Nenekku. Huaaaa :cry: ternyata pemahaman mereka tentang investasi Emas sudah lebih baik dari aku ya, hanya saja mungkin belum bisa menularkannya padaku *atau akunya saja yang gimana githu, hikss...
Belajar dari pengalamanku sebagai manusia terlanjur ini*istilah opo iki...maka aku ingin mengajak sebanyak mungkin sahabat untuk memahami konsep think dinar, salah satunya dengan membaca buku ini, bagusnya lagi kalau bisa memilikinya, hehe... Karena menurutku buku ini sangat bagus dibaca untuk orang yang baru mau memulai usaha, orang yang ingin berumah tangga, yang ingin memiliki investasi, yang baru punya anak atau siapa saja yang ingin sukses dech, semua orang cocok baca buku ini. Entah itu blogger atau bukan*maaf agak tak nyambung, hehe... Insya Allah akan merasakan semangat sepertiku, apalagi bila langsung diamalkan. Tak ada kata terlambat. Kalau ada yang kurang jelas bisa konsultasi langsung dengan penulisnya disini atau boleh juga tanya Pakde Cholik, please... jangan tanya padaku, karena aku juga baru mau memulai :lol: :) 

*** 

Artikel ini diikutsertakan pada Book Review Contest di BlogCamp