![]() |
| Image from Google |
Judul buku : Think Dinar!
Pengarang : Endy J. Kurniawan
Penerbit : AsmaNadia Publishing House
Tebal buku : 320 hal/hvs
Harga : Rp. 57.000,-
Pengarang : Endy J. Kurniawan
Penerbit : AsmaNadia Publishing House
Tebal buku : 320 hal/hvs
Harga : Rp. 57.000,-
Banyak yang mengira ketika bicara Dinar, kita bicara tentang Emas atau uang
Emas semata. Padahal ketika bicara Dinar, kita bicara investasi, ekonomi dunia,
kebijakan politik, kesejahteraan umat manusia dan segala aspek kehidupan. Di
masa kini bisa dipastikan mereka yang Think Dinar! (berpikir Dinar) akan lebih
sejahtera dari mereka yang berpikir investasi dan finansial secara
konvensional.
Dan banyak juga yang mengira bahwa untuk
memulai menabung Dinar Emas kita harus kaya dulu, harus mapan dan harus
berpenghasilan besar, termasuk anggapanku selama ini. Pendapat setelah membaca
buku ini jelas menyesatkan. Karena justru menabung emas akan membuat orang yang
penghasilannya minim atau biasa-biasa akan sejahtera di masa depan. Sebaliknya
jika tidak mulai menabung Dinar emas mungkin nasibnya tidak akan berubah
selamanya. Maka dari itu akupun berminat menabunglah Dinar Emas dari sekarang, merintis
rencana investasi Dinar Emas mulai hari
ini, semoga bisa terlaksana tanpa ditunda-tunda.
Tentu saja muncul pertanyaan, bagaimana
mungkin membeli emas jika penghasilan pas-pasan?
Kudapatkan kuncinya dalam buku ini:
disiplin, berpikir jangka panjang dan selektif atas biaya konsumtif.
Sebuah lompatan selalu diawali dari
langkah-langkah kecil. Memiliki emas dengan jumlah berapapun, dengan dana yang
kita punyai saat ini adalah cara terbaik mengawali tabungan Dinar Emas kita, baik
berupa Emas batangan maupun Dinar. Sungguh, investasi emas adalah model
investasi paling mudah sekaligus menguntungkan *ini baru akan kita buktikan setelah
mencobanya.
Sebuah ilustrasi dengan dana sekitar
Rp 400.000 pada tahun 2010, kita sudah bisa memiliki 1 gram emas, tinggal mendatangi
toko-toko emas atau agen dan distributor Emas batangan. Bagaimana jika uang Rp
400.000 juga tidak ada? Ini saatnya kita kembali kepoint harus mendisiplinkan
diri untuk menyisihkan penghasilan. Misalnya menyisihkan Rp 50.000
setiap ada uang lebih, lalu ingatkan diri *wanti-wanti jeng… jika sudah terkumpul Rp 400.000 segera beli Emas. Sebab percayalah
jika tidak segera dibelikan emas, uang kita akan cepat habis. Ada saja godaan
untuk memakai uang kontan yang ada di tangan atau uang yang mudah ditarik di
ATM (Buku Think Dinar halaman 73). Apalagi perempuan, mudah sekali tergoda
dengan banyak tipuan yang berlabel diskon, paket hemat dan sejenisnya *merasa sendiri,
hikss 
Islam pernah menjadi pemimpin peradaban dengan Dinar. Karenanya tidak ada
cara lain untuk mengembalikan peradaban umat, kecuali mengembalikan investasi
kita pada Dinar.
Berpikir kaya hari ini dan super kaya di masa depan?
Berpikir untuk menjadi tangan yang memberi dan bukan meminta?
Jawabannya sederhana saja: Think Dinar!
Satu endorsement buku Think Dinar! yang sangat menggugahku:
Terus terang saya bangga dan sangat senang dengan terbitnya buku Think Dinar ini, melalui buku ini telah bertambah lagi akses masyarakat luas terhadap seluk beluk per-Dinar-an. Melalui penulisan dan pendekatan kreatif penulis, InsyaAllah Dinar akan lebih mudah dipahami dan diaplikasikan di masyarakat.
Muhaimin Iqbal (Penulis Empat Buku Dinar dan Pengelola www.geraiDinar.com)
Ya, aku sepakat bahwa Endy J. Kurniawan penulis buku ini mengajak kita untuk
segera meninggalkan menabung dengan cara biasa, biasa yang kita lakukan yaitu
di Bank, dan segera beralihlah menabung Dinar yang tahan inflasi.
Sejak zaman para sahabat Rasulullah SAW sampai dengan sekarang, satu Dinar
selalu cukup untuk membeli satu ekor kambing. Ini membuktikan hanya Dinar,
satu-satunya investasi (mata uang) yang terbukti anti inflasi! Dinar Emas ini sudah digunakan oleh Rasulullah Muhammad saw
dan oleh Umar bin Khotob r.a ketika menjabat khalifah beliau menetapkan bahwa 1
Dinar adalah 4,25 gr dan 22 karat setara dengan harga 1 ekor kambing pada masa
itu. Dan ternyata harga 1 Dinar tahun 2011 (selang 14 Abad berikutnya) adalah
juga sama dengan harga 1 ekor kambing. Coba kalau diuangkan dengan rupiah,
harga 1 ekor kambing tahun ini tentu berbeda dengan 1 ekor kambing 1 tahun
lalu. Bicara kambing jadi ingat qurban ya, bentar lagi kan Iedul Adha. Ayooo
berqurban
*ada iklan yang lewat...
Dan akupun teringat saat tahun 2005 ketika anakku, Hamas, lahir maka 1 ekor kambing
untuk aqiqahnya 800 ribu rupiah, sekarang sudah 1.500.000 rupiah harga 1 ekor
kambing, bahkan lebih, padahal kalau dengan Dinar tetap sama, hanya 1 Dinar.
Ilustrasi yang sangat mudah kucerna juga kudapatkan dalam buku ini:
Percayakah? Biaya haji turun setiap tahun?biaya sekolah semakin murah?biaya hidup semakin rendah?Jika anda berpikir DINAR!
Mengapa harus DINAR?
| Dari Google. |
Dinar Emas lho ya, bukan Dinar mata uang Irak atau bangsa lainnya, yang hanya
menggunakan kata dinar saja tapi fisiknya masih kertas. Dinar disini adalah
Dinar Emas.
Dinar emas lebih perkasa dari rencana finansial atau investasi lainnya (hal 137).
Dinar emas lebih perkasa dari rencana finansial atau investasi lainnya (hal 137).
Renungkanlah, ONH terus naik? dengan Dinar terus turun!
tahun 1970 ONH hanya Rp.182.000
tahun 1988 (hampir 20 th setelahnya) ONH Rp.4.780.000
pada 1998, ONH senilai Rp.8.805.000
tahun berikutnya, 1999-2000 (setelah krismon) ONH menjadi Rp.21,5 jt
pada 2008,ONH menjadi Rp.32.400.000
2010 ONH menjadi 34 jt, tahun ini ONH turun menjadi sekitar 30 jt
Coba kita bandingkan dengan DINAR:
ONH tahun 2000 : 70 Dinar, ONH tahun 2003: 50 Dinar, ONH tahun 2007 : 30 Dinar, ONH tahun 2010 : 22 Dinar (harga Dinar 1,5 jt), dan tahun 2011 ini mungkin berkisar13 Dinar saja. (30 jt dibagi 1 Dinar (2.259.867)
Wowww... sungguh
mencengangkanku, seandainya pengetahuan tentang Think Dinar ini kufahami sejak
dulu, tentu aku lebih memilih beli Dinar dari pada menabung ala Bank Bing Bung
atau
ikut gaya asuransi kebanyakan. Tahu begini, coba dulu maharku minta Dinar saja
ya, huuuu… Tapi tak ada kata terlambat bukan? Ya, ya… ternyata ilmu itu penting
sekali, dulu aku suka mengolok Mamaku yang kukira kuno suka nabung dalam bentuk
Emas. Padahal beliau sudah bilang lho kalau niatnya bukan untuk gaya,
tapi beliau merasakan manfaat menabung dalam bentuk Emas jadi terhindar dari
prilaku konsumtif, ini mengikuti saran Ibunya alias Nenekku. Huaaaa
ternyata pemahaman mereka tentang investasi Emas sudah lebih baik dari aku ya,
hanya saja mungkin belum bisa menularkannya padaku *atau akunya saja yang gimana githu, hikss...
Belajar dari pengalamanku sebagai manusia terlanjur ini*istilah opo iki...maka aku ingin mengajak sebanyak mungkin sahabat untuk memahami konsep think dinar, salah satunya dengan membaca buku ini, bagusnya lagi kalau bisa memilikinya, hehe... Karena menurutku buku ini sangat bagus dibaca
untuk orang yang baru mau memulai usaha, orang yang ingin berumah tangga, yang
ingin memiliki investasi, yang baru punya anak atau siapa saja yang ingin
sukses dech, semua orang cocok baca buku ini. Entah itu blogger atau bukan*maaf agak tak nyambung, hehe... Insya Allah akan merasakan
semangat sepertiku, apalagi bila langsung diamalkan. Tak ada kata terlambat. Kalau ada yang kurang jelas bisa konsultasi langsung dengan penulisnya disini atau boleh juga tanya Pakde Cholik, please... jangan tanya padaku, karena aku juga baru mau memulai
***
Artikel ini diikutsertakan pada Book Review Contest di BlogCamp
