Kamis, 03 Mei 2012

Potret Kartini Masa Kini: Perjuangan Ibu Endang

Image Detail
Berjuang dan Menguasai Bidangnya.
Image Detail
Menjadi orang pertama di DEPKES RI
Image Detail
Menguatkan yang Sakit.

Siapa anak negeri yang tak kenal beliau? Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH adalah Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II yang menjabat sejak 22 Oktober 2009 hingga 26 April 2012. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes. Endang memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dariFakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan gelar magister dan doktor dari Harvard School of Public Health. Beliau bersuamikan dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang) dan memiliki dua putra dan satu putri.Putra pertama bernama Arinanda Wailan Mamahit, putra kedua bernama Awandha Raspati Mamahit, dan anak putri paling kecil bernama Rayinda Raumanen Mamahit. Pada 26 April 2012, Endang mengundurkan diri dari kabinet terkait dengan kondisi kesehatannya yang sejak 5 bulan lalu didiagnosa Ca Paru stadium IV.


Tapi mungkin tak banyak yang tahu tentang perjuangan beliau melawan penyakitnya. Ini aku dapat dari seorang kawan.


Berikut ini potongan pidato yg pernah disampaikan Ibu Endang, aku dapat via email:

Terima kasih atas do'anya. Mohon ma'af kalau pernah bertemu dan ada yg tidak berkenan di hati. Mungkin sudah ada yg dapat dari BBM, tapi semoga berguna:

" Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium IV baru ditegakkan 5 bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi saya tidak bertanya "Why me ??". Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini: hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan 2 putera dan 1 puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbakti kepada orang tua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. " So .... Why not? " Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kanker paru ? Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik. 

Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerah-Nya dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu"



Demikian penggalan kata sambutan Menteri Kesehatan RI dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH bertanggal 13 April 2011, yang ditulisnya menyambut penerbitan buku " Berdamai dengan Kanker "

Powered by Telkomsel BlackBerry®


Maaf, foto-foto bukan hasil jebretan sendiri, pinjem di detik.com


Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari beliau yang telah berpulang kemarin, 02/05 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Selamat jalan Ibu Endang, Selamat jalan Bu Menkes.... semoga Allah menerangi kubur beliau dan menerima segala amal baik beliau, termasuk kebaikannya untuk selalu bersyukur dan mengajak orang lain bersyukur ditengah "ujian yang Allah berikan. Disaat beliau haru mendapatkan semangat dari orang lain, namun justru beliau masih "menyemangati" orang lain. Semoga Allah menganugerahkan tempat terbaik. Aamiin YRA 
Tulisan ini diikutsertakan pada Kontes Blogger Kartinian yang diselenggarakan oleh Blog Ceritayuni disponsori oleh Blogdetik dan Blogcamp Group.

21 komentar:

kisah-kisah mengatakan...

mkasih gan dah membagi info

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

Innalillahi, turut berduka atas kepergian Ibu Endang.
Mbak mau tanya dong, ada anaknya teman baru melahirkan bayinya butuh transfusi darah golongan O tapi harus yang belum pernah donor sebelumnya? itu knapa ya syaratnya bisa begitu? ohya anaknya katanya jantungnya bocor

Anak Rantau mengatakan...

Ikut berduka cita, semoga semua kebaikannya diterima Allah dan semua dosanya diampuni oleh Allah. Amin.

nicamperenique mengatakan...

saya pun tak alang kepalang terkejutnya ketika menonton tivi yang memberitakan keberpulangan Bu Endang.

saya memang tak tahu sepak terjangnya di departemen yang digawanginya, tapi entah bagaimana, melihat raut wajahnya kok hati saya bilang ini orang lurus? Semoga saja benar apa yang dikatakan hati saya.

Selamat jalan Bu Endang, semoga keluarga yang ditinggal bisa tabah.

Ririe Khayan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ririe Khayan mengatakan...

Turut mengucapkan Innalillahi wa inna ilahi roji'un, smoga segala amal baik beliau menjadi amalan yg tiada henti mengalirkan pahala bagi Almarhum dan segala ilmu bermanfaat bisa membawa berkah bagi kita semua.

Sungguh sebuah cermin jiwa besar dan ikhlas yang membuat kita patut bertanya pd diri sendiri, sdhkah kita bisa mengurangi " Why me?" saat diberikan ujian hidup?

Dan yang tak kalah mencerahkannya adalah " lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri"

SEmoga kita bisa memaknai hidup dalam kualitas taqwa yg lbh baik..

cara alami mengobati amandel mengatakan...

Turut Berduka atas kepergian bu endang :(..

semoga amal ibadah'y diterima disisi Alloh

monda mengatakan...

why not me?

pasrah ya beliau menerima takdir Allah, patut dicontoh, tidak menyalahkan
Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun

bunda Lily mengatakan...

inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun.....
Semoga Beliau diterima disisiNYA ditempat yang mulia ,aamiin

Ibu Menkes ini luar biasa sekali ya Yunda
walaupun beliau sakit, tetap masih berusaha menghibur orang lain yg sakit juga , walau akhir nya "kalah" oleh si CA ...
salam

prih mengatakan...

Beliau mewariskan keteladanan dalam karya di bidangnya. Beliau pulang kembali ke rumah Sang Pencipta setelah melaksanakan tugas bagiannya. Salam

Sobat Bercahaya mengatakan...

tarik nafas dalam-dalam sangat terharu dan salut ama beliau bu :-bd

Mami Zidane mengatakan...

semoga beliau mendapat tempat tenang di sisi Nya ya mbak...

Gusti ajo Ramli mengatakan...

banyak yang kehilangan beliau... semoga amal ibadah beliau diterima disisiNYA

Himi^^ mengatakan...

ibu Endang,,
semoga baik-baik saja ya diSisiNya..
amiin^^

Jurnal Transformasi mengatakan...

Kanker emang tak pandang bulu ya Mbak Keke. Kalau dapat yang ganas tak terhindarkan kejamnya. Beliau yg bergerak dibidang kesehatan saja bisa luput dan tak mendeteksi lebih awal guna mencegah pengrusakan sel lebih lanjut. Ini mungkin yang namanya nasib ya..

Bibi Titi Teliti mengatakan...

Beliau layak disebut Kartini masa kini mba...
Semoga beliau diterima di tempat terindah di sisiNya...

dan kanker itu memang selalu jadi momok yang mengerikan...

semoga segera ada metode penyembuhan yang tepat...

An Maharani Bluepen mengatakan...

like this, Bunda...^^
izin share di blog An, yaa

Pakde Cholik mengatakan...

Innalillahi wa inna ilahi roji'un
Konon, beliau menerima sakitnya dengan tabah sampai akhir hayatnya.
Semoga arwahnya diterima di sisi Allah swt.Amin

Salam hangat dari Surabaya

Hany Von Gillern mengatakan...

Innalillahi wa innailaihi rojiun ... semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan diampuni dosa-dosanya, amiin .. betapa beliau lapang nerima semua rencana Allah dan memilih melihatnya dari sisi positif.

yuniarinukti mengatakan...

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun.. berita kepergian Bu Endang ini sempat membuat saya terkejut, sama terkejutnya ketika mendengar berita Bu Sri Mulyani harus berangkat ke Amerika menjalani tugas baru dengan jabatan yang lebih tinggi..
Tapi terkejutnya senang..

Makasih Mbak Yunda atas partisipiasnya ikutan kontes di blog saya, maaf telat berkunjungnya :)

Lyliana Thia mengatakan...

Kita kehilangan satu lagi orang hebat ya mbak.... Sungguh pribadi tangguh yg patut diteladani... :-)