Tampilkan postingan dengan label Lintang Empat Lawang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintang Empat Lawang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2012

Edisi Mancing

Ini sebenarnya bagian liputan liburan Lahat - Pagar Alam - Empat Lawang yang belum selesai kemarin, tapi ya apa mau dikata belum dapat kesempatan yang tepat untuk merangkai cerita serunya.

Maka kali ini sedikit memamerkan foto saja, betapa edisi mancing kemarin sangat dinikmati oleh anak-anakku dan Abinya. Mereka begitu antusias sampai rela berlarian dalam gerimis menuju Empang pemancingan di belakang rumah Uwak, desa Pajar Bulan, masuk dari desa Simpang Aceh, Pagar Alam. 

Uwak adalah mantan kepala desa, saat Abi KKN tahun 1999 lalu. Kami sengaja menyambangi mereka untuk bersilaturahim dan memang rute liburan kami melewati daerah sana. Abi sudah sering berkisah tentang desa tempat KKN tersebut, penduduknya ramah dan Abi merasa dekat dengan orang-orang yang dikenalnya di desa itu, maka jadilah kami 'sanjau' ke sana.

Benar saja, orang-orang sana masih ingat sosok Abinya Hamas, hanya kok sekarang jadi 'bunder' kata mereka *nguyok... Keluarga Uwak yang mantan Kades itu berulang kali mengulang kisah serupa dengan yang sudah sering disampaikan Abi. Ooohhh berasa bernostalgia. Anak-anakpun langsung dekat dengan Uwak. Mereka langsung menghambur saat ditawari mancing. Padahal Uwak mendadak tak bisa mendampingi karena ada warga dusun tetangga yang meninggal. Jadilah Abi serasa penguasa Empang dan ahli pancing-memancing dadakan. Ini gayanya.

Menurunkan ilmu pasang umpan,
cacing lho yang dipakai, iiihhhh...
Mejeng dulu, lupa pamer ikannya,
sengaja, malu, dapatnya kecil-kecil, hehe..
Di Palembang sendiri anak-anakku pernah mancing di Pemancingan Glora, tapi ya tak seheboh ini, pancingnyapun pakai alat modern, pakai umpan yang dibeli. Acchhh, pendek kata ada sebongkah harap kelak di Kampung Datuk yang ada aliran air di belakang rumah akan kami bendung dan dijadikan Empang Pemancingan mencontoh punya Uwak *semoga suatu saat terwujud ya... Berkah silaturahim, bisa terinspirasi untuk punya Empang Pemancingan, biar bisa mancing sepuasnya saat liburan.

Rabu, 23 Mei 2012

Hanya Sehari di Lintang

Melanjutkan kisah Liburan Balek Dusun yang teramat berkesan kemarin, ternyata malah sempat membuatku bingung mau nulis yang mana dulu, lebay :) Bagaimana tidak, keseruan bertumpang tindih, menyentak-nyentak seperti mau meledak, tapi waktu belum jua bersahabat, piutang kerjaan masih menunggu diselesaikan, imbas liburan nambah sehari kemarin *aku masuk kantor baru Selasa, karena Senin kupakai izin menampingi tugas suami, boleh dong...

Tapi daripada tak ada sama sekali, aku sempatkan nulis yang sedikit ini...

Kamis-Jum'at kami menginap di Lintang, Empat Lawang. Nama tenarnya, sebutan ini yang sering dibahasakan Jidah pada kami. Padahal nama dusunnya Gunung Merakso Baru, salah satu dusun yang dulu masuk Kabupaten Lahat tapi kini sudah ikut Kabupaten Empat Lawang. Dulu Nek Anangku suka bercerita, bahwa daerah Lintang terkenal rawan, banyak rampok dan penjarahan, apa lagi kalau musim paceklik. Kalau punya ternak, sapi misalnya, kita harus ikut tidur di kandangnya, kalau tidak, pagi sudah hilang. Pelihara ikan juga begitu, harus dijaga dengan tidur dipinggir empangnya kalau mau menikmati hasil panen. Aku kira itu dulu saja. Ternyata masih berlaku sampai sekarang. Kalau ada orang datangan ke dusun tersebut, motor atau mobilnya bakal dijarah orang, minimal dirusak. 

Dan kami ikut dicekam rasa was-was saat menginap kemarin, mobil kami harus dijagai sepanjang malam oleh adik sepupunya Jidah, Mang Fauzi, beliau harus tidur semalaman di dalam mobil. Kasian kan... Makanya rencana kami menginap 2 malam di Lintang batal, dipersingkat jadi hanya semalam. Alhasil, sepanjang hari Jum'at kami berusaha merampungkan acara silaturahim pada sanak keluarga dan berziarah ke makam. Bahkan kami menyempatkan ke rumah sepupuku yang berjarak 3 dusun dari Gunung Merakso Baru. Sepupuku anak Ayuk Mamaku, Uwak Ubai yang sekarang ikut anaknya di Way Kanan juga. Pada kesempatan ini kami ajak serta sebagai penunjuk jalan.

Full, sampai sore. Jelang magrib kami menuju Pagar Alam, menginap di Tinggi Hari, rumah Uwak sahabatnya Abi Hamas yang kosong, memang sudah disiapkan untuk kami sekeluarga masuk Sabtu, syukurnya mereka langsung mempersilakan saat kami mengabari bahwa kami akan datang Jum'at malam. Maju satu hari. Bukan takut, tapi karena banyak pertimbangan, belum lagi kelangkaan BBM *baca premium, mobil kami 1300 CC lho, haknya pakai BBM bersubsisi ya... sudah makin parah di daerah Lintang, antrian sampai 1/2 Km di SPBU, jual eceran dengan harga membumbung dan kualitasnyapun meragukan. Begitulah Negeriku, prihatin ya...

Semoga besok bisa kulanjutkan ;) 

Selasa, 22 Mei 2012

Liburan Balek Dusun

Kamis tanggal merah, disambung Jum'at cuti bersama. Sabtu dan Ahad memang libur. Senin Abi punya kerjaan di PN Pagar Alam. Akupun punya tugas mengawali survey Filariasis ditiga kabupaten berendeng, Lahat - Pagar Alam- Empat Lawang. Waktu yang sayang bila dilewatkan untuk tidak sekalian merencanakan liburan keluarga. Jadilah semua dipadu-padankan agar bisa berjalan bersama, beriringan, menyenangkan dan yang terpenting dengan hasil maksimal. 

Menjadi paket liburan yang seru manakala Jidah juga ternyata ingin ikut sekalian balek dusun ke Lintang Empat Lawang, tanah kelahirannya. Sekalian ziarah ke makam Umak katanya. Ternyata saat dihitung-hitung sudah 18 tahiun beliau tak ke sana. Aku sendiripun sudah > 30 tahun tak menginjakkan kaki ke dusun tersebut, tak ada memori yang kuingat tentang rumah panggung Nek Anang, empang dipekarangan, sawah atau gemericik aliran air pegunungan di belakang rumah. Dan semua bayanganku tentang apa yang sering diceritakan Jidahpun tak kutemukan. Karena seluruhnya sudah berganti wajah, pemiliknyapun sudah berubah. 

Maka hari Kamis hingga Jum'at kemarin kami menginap dirumah Nek Anang Romli, adik kandung Almarhum Nek Anangku, beliaulah Paman Jidah satu-satunya yang masih hidup dan punya rumah di dusun itu. Kami sampai saat hari sudah malam, 10 jam waktu yang kami butuhkan melewati liku likat Pagar Alam yang terkenal itu. Sepanjang hari Jum'at kami bersilaturahim ke rumah para sepupu Jidah dan berziarah ke makam Nek Ino Sahatimah (Umaknya Jidah) juga Buyut H. Amak (Abahnya Nek Anang Roniku).

Rumah Nek Anang Romli, tempat kami menginap Kamis-Jum'at.
Selang dua rumah dari depan Rumah Nek Anang Romli,
SD Jidah dulu, sudah banyak berubah.
Sementara makam Nek Anang Roni seperti yang dulu pernah selintas kutulis, adanya di Tanjung Karang dekat Komplek Rumah Mang Win (Adik Jidah), karena memang beliau meninggal saat di RSAM Tanjung Karang. Beliau menghabiskan sisa hidupnya di Blambangan Umpu kampung Datuknya Hamas. Achh jadi terkenang Nek Anang Roniku, beliau yang hanya mau tinggal dengan Jidah sepeninggal Nek Inoku, meski anaknya yang lain ada 4. Beliau yang selalu sehat meski dengan darah tinggi yang terkontrol. Beliau tutup usia pada 07 Mei 2009. Di awali dengan serangan sroke, hanya beberapa jam di ICU RSAM. Syukurnya beliau berwasiat untuk menguburkan dimana saja tempat terdekat saat beliau meninggal. Bukan disamping kubur Nek Inoku yang ada di dusun Lintang. Tak ingin merepotkan *maaf jadi edisi kenang-mengenang yang tak berujung pangkal...

Pendeknya acara liburan kemarin berjalan dengan lancar dan sucses, hanya nge-Blog yang tak bisa sesuai rencana, mendadak hiatus, sebab ternyata jaringan tak bagus disana, belum lagi raga yang lelah dan kedinginan *dusunnya di kaki Gunung Dempo, kebayang dong... maunya langsung istirahat saja. Rindunya mau berselancar ke rumah maya para sahabat, semoga bisa kesampaian hari ini dan esok-esok.

*Balek Dusun = Pulang Kampung

Belum Selesai.