Melanjutkan kisah Liburan Balek Dusun yang teramat berkesan kemarin, ternyata malah sempat membuatku bingung mau nulis yang mana dulu, lebay
Bagaimana tidak, keseruan bertumpang tindih, menyentak-nyentak seperti mau meledak, tapi waktu belum jua bersahabat, piutang kerjaan masih menunggu diselesaikan, imbas liburan nambah sehari kemarin *aku masuk kantor baru Selasa, karena Senin kupakai izin menampingi tugas suami, boleh dong...
Tapi daripada tak ada sama sekali, aku sempatkan nulis yang sedikit ini...
Kamis-Jum'at kami menginap di Lintang, Empat Lawang. Nama tenarnya, sebutan ini yang sering dibahasakan Jidah pada kami. Padahal nama dusunnya Gunung Merakso Baru, salah satu dusun yang dulu masuk Kabupaten Lahat tapi kini sudah ikut Kabupaten Empat Lawang. Dulu Nek Anangku suka bercerita, bahwa daerah Lintang terkenal rawan, banyak rampok dan penjarahan, apa lagi kalau musim paceklik. Kalau punya ternak, sapi misalnya, kita harus ikut tidur di kandangnya, kalau tidak, pagi sudah hilang. Pelihara ikan juga begitu, harus dijaga dengan tidur dipinggir empangnya kalau mau menikmati hasil panen. Aku kira itu dulu saja. Ternyata masih berlaku sampai sekarang. Kalau ada orang datangan ke dusun tersebut, motor atau mobilnya bakal dijarah orang, minimal dirusak.
Dan kami ikut dicekam rasa was-was saat menginap kemarin, mobil kami harus dijagai sepanjang malam oleh adik sepupunya Jidah, Mang Fauzi, beliau harus tidur semalaman di dalam mobil. Kasian kan... Makanya rencana kami menginap 2 malam di Lintang batal, dipersingkat jadi hanya semalam. Alhasil, sepanjang hari Jum'at kami berusaha merampungkan acara silaturahim pada sanak keluarga dan berziarah ke makam. Bahkan kami menyempatkan ke rumah sepupuku yang berjarak 3 dusun dari Gunung Merakso Baru. Sepupuku anak Ayuk Mamaku, Uwak Ubai yang sekarang ikut anaknya di Way Kanan juga. Pada kesempatan ini kami ajak serta sebagai penunjuk jalan.
Full, sampai sore. Jelang magrib kami menuju Pagar Alam, menginap di Tinggi Hari, rumah Uwak sahabatnya Abi Hamas yang kosong, memang sudah disiapkan untuk kami sekeluarga masuk Sabtu, syukurnya mereka langsung mempersilakan saat kami mengabari bahwa kami akan datang Jum'at malam. Maju satu hari. Bukan takut, tapi karena banyak pertimbangan, belum lagi kelangkaan BBM *baca premium, mobil kami 1300 CC lho, haknya pakai BBM bersubsisi ya... sudah makin parah di daerah Lintang, antrian sampai 1/2 Km di SPBU, jual eceran dengan harga membumbung dan kualitasnyapun meragukan. Begitulah Negeriku, prihatin ya...
Semoga besok bisa kulanjutkan