Jumat, 27 Juli 2012

Belajar kepada Yusuf

Ini adalah kisah abadi di dalam Al Qur'an, yang disampaikan Bapak Yogie Safril, Kepala Sekolah SDIT Bina Ilmi didepan para siswa/i saat hari pertama sekolah (16/7). Aku yang memang masih menunggu di pinggir lapanganpun ikut menikmatinya. 

Prolog

Kisah yang dibuka dengan sebuah dialog antara Yusuf Kecil dengan Ayahandanya Nabi Ya’qub AS tentang mimpi besarnya, tunduk sebelas bintang, matahari dan bulan di hadapannya.
(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya :” Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku“ (QS Yusuf:4)

Mungkinkah ?

Melihat adegan demi adegan berikutnya, rasanya tidak mungkin Yusuf akan berhasil mewujudkan impiannya. Persekongkolan jahat antara syetan dan saudara-saudaranya telah merubah arah perjalanan hidup Yusuf dan menyimpangkan langkahnya menuju impiannya. Dan setelah itu hanya penderitaan demi penderitaan yang menemani hari-harinya.

Dipisahkan secara paksa dari orang yang dicintai dan mencintainya, terkurung di kegelapan dasar sumur tua, menjadi budak yang diperjual belikan di pasar. Itulah urut-urutan berikutnya dari perjalanan hidup Yusuf sampai akhirnya dia dibeli oleh seorang bangsawan Mesir untuk dijadikan pelayan di rumahnya sampai Yusuf tumbuh menjadi seorang lelaki dewasa yang sempurna ketampanannya laksana malaikat yang mulia.
” ....Dan mereka berkata : Maha Sempurna Allah, ini (Yusuf) bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia(QS Yusuf: 31)

Ternyata penderitaan belum berakhir, ketampanannnya justru kemudian mengantarkannya ke puncak penderitaannya, dijebloskan ke penjara yang pengap tanpa salah. Di mana mimpinya dahulu ? Apa yang bisa dilakukan Yusuf dalam penjara untuk mewujudkan impiannya ?

Subahanallah, luar biasa, dalam puncak deritanya justru Yusuf mampu menemukan dan mengasah potensi dirinya, dia mampu menemukan titik terkuat dalam dirinya. Maka meskipun samar dan tersembunyi celah keberuntungan mulai menghampiri dirinya. Prestasi kecil yang diraihnya ketika menjawab problem yang dihadapi dua temannya di dalam penjara menjadi The Turning Point menuju impiannya, walaupun dia masih harus menunggu beberapa tahun lagi. Tapi Yusuf tidak putus asa, dia tetap berusaha, berusaha dan berusaha meningkatkan kompetensi dirinya walaupun berada di balik penjara yang pengap.

Akhirnya saat itu tiba, peluang besar terkuak dan tidak ada seorangpun yang mampu mengambilnya kecuali Yusuf. Maka dari balik penjara yang dingin dan pengap dia berjalan ke istana yang hangat dan megah mengambil peluang besar tersebut sambil berkata :
Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai lagi berpengetahuan(QS Yusuf: 55)

Jalan menuju impian semakin terkuak lebar di hadapan Yusuf, derita tak lagi mampu menahan langkah Yusuf untuk meraih takdir yang diimpikannya semasa kecil; sebelas bintang, bulan dan matahari bersujud di hadapannya. Dengan air mata berlinang Yusuf merayakan kemenangannya sambil bersimpuh dan menengadahkan ke dua belah tangannya kemudian dengan suara lirih berkata :


Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh (QS Yusuf: 101)

Epilog


“ Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud. Dan berkata Yusuf “ Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan…..” (QS Yusuf:100)

Demikianlah adegan terakhir dalah kisah dramatis ” Yusuf Menggapai Mimpi”. Salah satu kisah dalam Al Qur’an yang berhasil menyabet predikat “Ahsanal Qoshos” (The Best Story).

 “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui(QS Yusuf : 3)

Ini bukan cerita pengantar tidur, bukan kisah dari negeri antah berantah, tapi sebuah pelajaran Tuhan yang mengguncang fikiran, menjungkir balikkan paradigma, menyengat perasaan dan membakar jiwa. Sebuah taujih Rabbani yang akan menghapuskan kata ”Tidak Bisa” dalam kamus kehidupan, membuang kata ”Tidak Mungkin” dalam catatan harian. Sebuah penawar Ilahi di saat duka dan putus asa.

Mimpikanlah keberhasilanmu sekarang, jangan hindari jalan yang paling sulit untuk dilalui, panjatlah gunung yang paling terjal untuk didaki, bila perlu ambil laut yang terdalam untuk disebrangi, kemudian bersabarlah sebentar maka yakinkanlah jalan menuju impian itu akan terkuak lebar di hadapanmu. Terakhir, jangan lupa rayakan kemenanganmu dengan ledakan rasa syukur, guyuran air mata ikhlas, dan rintihan do’a pada Sang Pembuat Takdir dari mimpi-mimpi kita.

Sekarang ambilah buku harianmu, tuliskan tebal-tebal dengan huruf paling besar tentang MIMPI-MIMPIMU, yakinkan hatimu akan mampu meraihnya, kemudian bersabarlah, maka BANGKITLAH karena KALIAN adalah YUSUF DARI MIMPI ITU.

***

Aku bukannya ingat kata perkata, tapi kisah ini sama dengan isi ceramah pekanan yang aku dapat beberapa bulan lalu, kali ini aku sajikan dengan sedikit peng-editan. Semoga bermanfaat...

20 komentar:

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

harus bisa mencapai mimpi itu, apapun rintangannya ya mbak.

Mbak keke Hamas puasa kan? sharing pengalamannya dong mbak untuknutrisi anak2 saat puasa. biasanyakan makan 3 kali sehari ya, ini gimana supaya tidak kekurangan? terima kasih

Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan...

Alhamdulillah...., membacanya muncul semangat di dalam dada untuk melangkah mewujudkan impian. Makasih banyak ya, Mbak Yunda.

Orin mengatakan...

Terima kaish sudah dituliskan kembali di sini ya Ummi...

coating thickness murah mengatakan...

baca cerita yusuf jadi semangat lg deh hehehe

timbangan digital mengatakan...

numpang baca articlenya gan

inverter mitsubishi mengatakan...

keren banget gan articlenya :)

dhenok habibie mengatakan...

ada banyak mimpi yang sedang dhe rangkai saat ini yundo.. membaca kisah ini, insya Allah makin yakin kalo mimpi itu bisa menjadi nyata.. terus berusaha, berdoa dan yakin.. insya Allah ada jalan untuk mewujudkannya.. betul kn yundo??

Della mengatakan...

Mbak, makasih ya share-nya. Bikin tambah semangat plus terharu :')

Abi Sabila mengatakan...

...kalianlah Yusuf dari mimpi itu!
Termasuk saya? Insya Allah.
Dari redaksi berbeda dengan pesan yang (hampir) sama, dari kultum ust Yusuf Mansyur yang saya dengar di radio Elsinta dua hari lalu menjelang maghrib, beliau mengingatkan jangan menyepelekan mimpi (dream), bermimpilah, lalu berdoa dan berupayalah, yakin akan ke Maha an Allah,tak ada yang tak mungkin, tak ada yang tak bisa bagi Nya, meski awalnya kita menganggap itu hanya sebuah mimpi.

Salam untuk Yunda dan Hamaz. Semoga puasa mereka bisa full selama sebulan. Amin.

Asep Haryono mengatakan...

Kata orang mimpi tidak akan terwujud kalaw kita tidak segera bangun dan mulai bekerja. Mimpi harus dikejar whatever it takes. Tidak ada yang tidak mungkin. Salam

Rumah Al Banna mengatakan...

Teringat Kembali akan cerita saat Ngaji waktu kecil dulu :D

Trima ksh bunda

evi mengatakan...

Subhanallah Mbak Keke, cerita nabi Yusuf ini pas banget digunakan sebagai pembangkit motivasi ya. Bahwa untuk mencapai cita-cita kita akan menderita sejenak dan setelahnya meraih kemenangan...Great!

pakde Cholik mengatakan...

Terima aksih artikel religi yang sangat bermanfaat.
Saya justru nonton filmnya di TVRI pada sore hari menjelang buka puasa. Yusuf kecil dimainkan seorang aktor cilik yang ganteng.
Mungkin film tersebut akan tayang sampai Idul Fitri jeng

Salam hangat dari Surabaya

Hany Von Gillern mengatakan...

Mimpi indha di malam hari, bangun pagi untuk mewujudkannya!
Keep your dream alive ya mbak!

prih mengatakan...

Terimakasih mbak Keke, menyerap sari keteladanan Yusuf, iklas menjalani semua sehingga dilayakkanNya menggapai mimpi. Salam

BlogS of Hariyanto mengatakan...

yup..semua kebaikan ada dalam kisah Nabi Yusuf ini, dan semua motivasi menggapai impian juga tercantum di dalamnya..sungguh kisah yang penuh pelajaran, motivasi dan inspirasi kehidupan :)

Andy mengatakan...

aku tambahin ya mba :)
belajar dari semua mahluk hidup,tak peduli binatang jalang atau manusia malang.Agar menjadikan kita kaya akan pengetahuan, yang dinamakan apa itu hidup

HP Yitno mengatakan...

Kisah yusuf patut menjadi teladan. Bagaimanapun keadaan kita, kita patut bersyukur pada Allah sang pencipta. Ada rahasia dibalik rahasia.

Elsa mengatakan...

penasaran kepingin ketemu Yusuf Mbak..
hehehhehehehe

tak terbayangkan bagaimana tampannya

obat panas lambung mengatakan...

semoga menjadi informasi yang bermanfaat
salam kenal

NANGKRING.
obat tradisional lambung.
OBAT SAKIT GIGI ANAK .