Jumat, 29 Maret 2013

Dua - Nilai lingkungan

Nilai dalam bahasa Inggris adalah value. Nilai masuk dalam bidang kajian filsafat, yaitu filsafat nilai. Istilah nilai dalam bidang filsafat dipakai untuk menunjukan kata benda yang abstrak, yang artinya worlh (keberhargaan) atau goodness (kebaikan). 
Nilai Lingkungan.
 
Nilai sendiri memiliki banyak arti bagi beberapa tokoh. Diantaranya adalah sebagaimana uraian berikut ini:

Menurut Ralp Perry: “Value as any object of any interest”. Maknanya adalah bahwa nilai sebagai suatu objek dari suatu minat individu.

John Dewey menyatakan: “…..value is any object of social interest”. Maknanya adalah bahwa sesuatu bernilai apabila disukai dan dibenarkan oleh sekelompok manusia (sosial). Dalam hal ini Dewey mengutamakan kesepakatan sosial (masyarakat, antar manusia, termasuk negara).

Kupperman mendefinisikan nilai adalah patokan normatif yang memperngaruhi manusia dalam menentukan pilihannya di antara cara-cara tindakan alternatif.

Gordon Allport mendefinisikan nilai adalah keyakinan yang membuat seseorang bertindak atas dasar pilihannya.

Mulyana mengatakan bahwa nilai adalah rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan.
Menurut Purwodarminto, nilai dapat diartikan dalam 5 hal. Lima hal itu adalah: harga dalam taksiran, harga sesuatu, angka kepandaian, kadar/mutu dan sifat-sifat yang penting.
 
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa nilai adalah sesuatu yang penting, baik dan berharga. Dalam nilai terkandung sesuatu yang ideal, harapan yang dicita-citakan untuk kebajikan. Menilai berarti menimbang, suatu kegiatan menghubungkan sesuatu dengan yang lain dan kemudian mengambil keputusan. Sesuatu dianggap punya nilai jika sesuatu itu dianggap penting, baik dan berharga bagi kehidupan umat manusia. Baik ditinjau dari segi religius, politik, hukum, moral, etika, estetika, ekonomi, lingkungan dan sosial budaya.

  ***

Adapun lingkungan adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya.  
 
Nilai lingkungan artinya ada kandungan yang terdapat dalam lingkungan. Lingkungan yang mempunyai nilai positif, berharga dan dipentingkan dengan sebaik-baiknya, dimana artinya yang berkarakter dan mendukung terciptanya perwujudan nilai-nilai lingkungan dalam menunjang kehidupan, sepeti karakter cinta pada Sang Maha Pencipta dan segenap ciptaan-Nya. Begitupun sebaliknya. Jadi nilai lingkungan yang berharga tersebut sangatlah penting bagi perkembangan semua makhluk untuk bertahan hidup dan untuk beribadah pada Sang Pencipta.

Artinya juga nilai lingkungan harus mencakup kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran dan amanah, diplomatis, hormat dan santun, dermawan, suka tolong-menolong, gotong royong dan kerjasama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

*** 

Dan selanjutnya, bagaimana cara mengkuantifikasi nilai lingkungan akan segera kita bahas. Atau ada yang ingin menyumbangkan saran? Dipersilakan ya...

Pengertian kuantifikasi adalah keterangan yang berhubungan dengan kuantitas atau jumlah. Misalnya setiap, beberapa, semua.

Contoh untuk lebih jelasnya:
Semua pohon mangga di belakang rumahku sedang berbuah lebat.
Tak ada satu pohon jambu didepan rumahku yang tak berbunga.

Jadi salah satu cara mengkuantifikasi nilai lingkungan adalah dengan meyakini bahwa semua cara kita memelihara nilai lingkungan akan berguna bagi kelangsungan hidup yang lebih baik dimasa mendatang.  

Setiap kebaikan yang kita lakukan untuk lingkungan akan sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dimasa depan, sekecil apapun itu, misalnya dengan membiasakan diri dan keluarga untuk membuang sampah pada tempatnya. Dan syukurnya ini sudah aku lakukan sejak dini pada anak-anakku. Mereka bahkan akan berseru geram bila ada seseorang yang melempar kantung makanan lewat kaca mobil seenaknya.  

"Sungguh semua tindakan sopan kita pada lingkungan akan ditiru oleh anak-anak kita, jadi berilah contoh yang baik ya !!!"  

Sebab contoh langsung lebih membekas daripada serangkaian teori semata.

5 komentar:

BlogS of Hariyanto mengatakan...

sepaham dengan artikel ini, bahwa segala sesuatu yang ada disekitar kita bisa ada saling keterkaitan yang kemudian mempengaruhi tentang nilai itu sendiri..apakah itu positif atau negatif, tergantung seberapa besar potensi untuk mengarahkan nilai itu :-)

kakaakin mengatakan...

Mesti dicermati banget bacanya. :D
Berarti nilai itu selalu positif ya?
Oiya, OOT, saya lolos untuk mengikuti tes psikometri TKHI. Mohon do'anya semoga saya lulus tes psikometri, supaya saya bisa turut bertugas pada musim haji tahun ini. :D

SAZLINA SHARE mengatakan...

Berkunjung salam kenal n sekalian izin follow ya gan

Abi Sabila mengatakan...

Sepakat dan sependapat, Bu Dokter. Contoh nyata itu lebih baik daripada sekedar berteori, terlebih kepada anak-anak yang memiliki kecenderungan meniru apa yang dilakukan oleh orang lain ( orang tua ), kalau kita hanya berteori, maka jangan kaget kalau mereka hanya berteori juga.

Obat Penyakit Lupus mengatakan...

Ikutan menyimak juga yah...
salam kenal :)