Jumat, 21 Desember 2012

Habibie Ainun: Sarat Cinta & Perjuangan

Aku bangga bisa berkesempatan nonton film Habibie Ainun kemarin, Kamis (20/12/2012) bareng suami tercinta. Ini memang sebuah agenda kebersamaan yang sejak awal sudah kami rencanakan, bahkan sejak usai membaca Novel Habibie & Ainun hadiah dari Pakde Cholik Maret lalu. 


Cover belakang Habibie & Ainun, hadiah sebagai Model BlogCamp Januari 2012
 
Yang tak terduga adalah karena kami justru bisa mendapatkan tiket pada hari pertama penayangannya, jelas sesuatu buat kami. Biasanya, kami bisa menonton dihari-hari terakhir penanyangannya, atau paling tidak saat sudah seminggu tayang, seperti saat menonton Negeri 5 Menara ataupun Laskar Pelangi. Sungguh, aku terhasut juga dengan anggapan, usahakan menonton film-film terbaik di 3 hari pertama penayangannya, karena saat itu pihak Produser sedang melakukan evaluasi, apakah film ini layak diperpanjang atau malah dipersingkat masa edarnya, salah satu indikator tentu dari banyaknya tiket terjual. 

Singat cerita, dari kacamataku yang bukan ahlinya, film Habibie Ainun layak untuk disandingkan dengan film Ayat-ayat Cinta yang fenomenal itu. Nilainya malah lebih tinggi, karena film ini diangkat dari kisah nyata dari salah satu Putra Terhebat Negeri ini. Film yang diangkat dari tulisan karya pribadinya Bapak Habibie ini, jujur awalnya sempat membuatku hilang minat. Soal pemain yang menurutku tak cocok. Aku sampai komentar, apa tak ada yang lebih mirip? Karena sosok Pak Habibie kan masih hidup dan dikenal luas oleh rakyat Negeri ini. 

Tapi ternyata saat menonton film kemarin, 'rasa' itu berganti dengan antusias dan pujian. Betapa Reza Rahardian dan BCL berusaha total memerankan kedua sosok yang mereka lakoni. Terutama pada Reza yang belakangan aku baru tahu, mendapat pengakuan sangat 'jelas' dari Pak Habibie, bahkan cucu beliaupun mengakui kemiripan acting Reza dengan Eyang mereka. Mantaplah pokoknya, layak mendapat penghargaan.

Secara umum jalannya cerita dalam film ini sangat bisa dinikmati, full romantis namun tetap masih menjunjung tinggi adab ketimuran, khas Indonesianya dapat kurasakan. Namun bila pertanyaannya apakah anak-anak SD boleh diajak menonton film ini, jawabanku sebaiknya tidak. Meski tak ada adegan yang perlu disensor dalam film ini, tapi alangkah baiknya bila kita budayakan menonton film sesuai dengan kategori umur. Berbeda dengan film Laskar Pelangi atau Negeri 5 Menara yang berlaku untuk semua umur. 

Adapun adegan yang membuatku terharu adalah kala tinggal di Jerman saat awal menikah dulu pasangan ini pernah melewati masa-masa penuh perjuangan di sebuah kota kecil, sampai Pak Habibie harus berjalan kaki sejauh belasan kilometer untuk menghemat pengeluaran, saat dikantongnya uang yang tersisa bahkan tak cukup untuk ongkos angkutan umum, sampai kakinya lecet dan sepatunya terkelupas. Satu gambaran sebuah perjuangan bukan? 

Yang kusayangkan dari film ini adalah tak adanya adegan yang menggambarkan pemberian Pak Habibie pada Bu Ainun saat ulangtahun pernikahan pertama mereka, saat beliau menghadiahkan mesin jahit SINGER. Padahal dalam novelnya menjahit adalah salah satu kegiatan Bu Ainun selama mendampingi Pak Habibie dulu. Aku sampai terkagum-kagum, dan menginspirasiku membuat sebuah tulisan tentang Bu Ainun disini. Ahaaa, sekali lagi ini hanya tentang penilaianku pribadi, tak mengurangi penghargaanku pada film ini, secara Pak Habibie saja tak protes kok ya, hmmm...

Kalaulah ada yang janggal dari film Habibie Ainun berdasarkan catatanku, hanya masalah iklan sponsor yang terkesan dipaksakan. Syrup Pohon Pinang yang muncul dibeberapa adegan, sampai saat upacara pernikahan Pak Habibie - Bu Ainun tahun 1962, belum lagi kotak Chochollatos yang ikut bertengger di meja makan, hadeeeh, jadi tampak tak sopan, heheee... Eh kenapa mesin jahit SINGER tak ikutan nimbrung sebagai sponsor juga sekalian ya? *tueng-tueng, teuutep...

http://2.bp.blogspot.com/-SWOdk_j9ctM/Td7bljjJfTI/AAAAAAAAA7U/21AuMgEAapU/s1600/terpopuler+sepekan-ainun-habibie-berpulang-10.jpg
Ini foto pasangan Habibie - Ainun favorit yang kudapatkan dari Google
Kelak kalau Buku Habibie - Ainun dicetak ulang, semoga foto ini yang dijadikan covernya :D

Puisi Bapak Habibie untuk Almarhumah Ibu Ainun:

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan,calon bidadari surgaku.

BJ.Habibie

Pokoknya buat para istri yang belum nonton, ayo ajak para suami untuk nonton bareng ya...
 

5 komentar:

NQ mengatakan...

udah dari kapan tau ada bukunya, tapi blom sempat dituntaskan :( sampai filmnya tayang pun, tumben blom ada kesempatan buat nonton huhuhu

tapi dari penggalan komentar sana sini saya percaya kok klo pak Habibi dan Bu Ainun pasangan yang romantis, lagipula romantisme bagi tiap orang tidak sama kan ya mbak :)

monda mengatakan...

hsdiah mesinjahit itu yg paling mengesankan buat umi yundahsamasah ksn. .
rasanya ada yang kurang ya atin...
saya belum nonton ..., tapi dengar2 si Reza itu memang kalau akting selalu total

myra anastasia mengatakan...

aktingnya Raza emang selalu bagus mau itu di FTV atau di film bioskop.. Sy blm kesempatan nonton film ini.. Semoga nanti bs nonton :)

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

ada kalimat yang saya suka dari ibu Ainun mbak

obat panas lambung mengatakan...

semoga menjadi informasi yang bermanfaat
salam kenal

NANGKRING.
obat tradisional lambung.
OBAT SAKIT GIGI ANAK .