Selasa, 06 November 2012

Profesor Gambir

Sekian lama waktu berlalu, banyak peristiwa yang belum sempat terekam disini. Sebab saat ini semua seolah mengejar minta didahulukan, hingga tak kebagianlah waktu untuk bercengkrama diblog ini, gayanya #deuuu...

Tapi begitulah yang terjadi, seperti saat bertemu seorang Prof. hebat dari Kota kami, sepenuhnya diri ini terpesona, alangkah luas ilmunya, betapa berguna hasil penelitiannya, salah satu temuannya tentang gambir yang ternyata punya begitu banyak manfaat, sayangnya hak paten penelitian beliau dibeli negara tetangga, karena Negeri ini seolah (enggan) tak menggubrisnya. Tapi beliau bukan pribadi kemarin sore, jiwanya besar. Dari beliau aku mengambil banyak pelajaran berharga. 

sumber www.foodreview.biz
Prof Gambir, aku menyebut beliau. Padahal nama aslinya Prof. DR. Rindit Pambayun M.P beliau adalah guru besar di Universitas Sriwijaya yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum PATPI yang baru.

Salah satu yang paling berkesan adalah filosofinya tentang ilmu. Betapa bila kita meniatkan sebuah proses belajar untuk mendapatkan ilmu, maka kita pastilah akan mendapat yang lainnya. Apa saja, termasuk wawasan, relasi, bahkan royalti sekalipun. Tapi bila kita meniatkan sebuah proses belajar untuk yang lainnya, niscaya kita tak akan dapat ilmu. Iih bergidik aku membenarkan. 

Teringat pada sebuah kata hikmah yang sejak dulu aku yakini bahwa bila kita menanam padi maka semua jenis rumput akan tumbuh. Dari yang menjalar, yang menusuk, sampai yang seperti bludru. Tapi manakala kita menanam rumput, meski rajin kita pupuk sekalipun maka bisa dipastikan tak akan pernah tumbuh sebatang padi #aaachhh...

Aku sebenarnya mau cerita tentang khasiat gambir lho, tapi kok malah kemana-mana dulu :D Tahu gambir kan ya? Eh ternyata kandungan antioksidannya melampaui teh hijau yang terkenal itu. Selama ini aku hanya tahu gambir untuk makan sirih #beneran... Eh ternyata ya...

Tapi sampai seumur ini, aku belum pernah lho lihat pohon gambir. Ada yang tahu? #boleh ngacung lho...Dan buat yang belum pernah tahu, ini dia penampakan pohon gambir itu:

http://1.bp.blogspot.com/_NZmex_4xsMU/S-_MZm4pwoI/AAAAAAAAAqg/ST5KGcFr4K8/s1600/gambir.JPG
flora-sutamto.blogspot.com
  • Tanaman Gambir (Uncaria Gambir) banyak tumbuh di Indonesia bahkan khabarnya banyak di Sumatera Barat, tapi mengapa aku tak merasa pernah melihat tanaman gambir ini ya? #heran dech, padahal akukan orang Sumatera juga... Tanaman yang berupa perdu dengan tinggi 1-3 cm dan batang bulat warna cokelat dapat diolah menjadi gambir dalam bentuk tertentu. Gambir mengandung Katekin, kuersetin, zat samak katekin, merah katekin, lendir, lemak, dan malam yang memiliki banyak khasiat.
  • Dalam ilmu kefarmasian, gambir dikenal sebagai sumber antioksidan yang potensial. Ekstrak gambir (dengan kandungan utama katekin) yang telah distandarisasi dapat diformulasi menjadi bentuk sediaan farmasi tertentu yang dapat mengeliminasi hal-hal yang tidak disukai dari sifat ekstrak tersebut, misalnya rasanya yang pahit, atau sifatnya yang sukar larut dalam air.
  • Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa gambir bisa digunakan sebagai astringen dan hemostatik yang menghambat pertumbuhan bakteri. Gambir banyak dipakai sebagai penahan rasa sakit, seperti diare, sakit gigi, gusi bengkak, tersengat lebah atau serangga, suara parau atau sariawan mulut, tertusuk duri, dan luka luar lainnya. Oleh sebab itu maka gambir juga digunakan sebagai bahan campuran untuk menyirih atau menginang bagi sebagian orang.
  • Konon katanya Gambir Sarawak bisa untuk Mengatasi Ejakulasi Dini.  
  • Menurut Profesor Gambirku, salah satu khasiat gambir adalah sebagai pengawet alami, hebatnya tak kalah dengan si formalin yang menghebohkan itu. Tapi jangan tanya takarannya ya sebab kemarin diskusinya belum sampai kesana #malu...
Benar begitu? 
Wallahu'alam    
Tapi kalau katekin juga terdapat dalam teh tahu dong, hehee...

8 komentar:

evi mengatakan...

Aku pikir dulu gambir itu terbuat dari bahan2 kimia, mbak. Habis aku lihat nenek kalau hendak memakai mengupilya sedikit dari bongkahan berwarna agak coklat

A. Y. Indrayana mengatakan...

ooh ... kukira 'stasiun' gambir ..
hehehe ...


begitukah? itu daun-daun nanti diapakan supaya bisa berkhasiat bagi manusia mbak?

Djangan Pakies mengatakan...

subhanalloh hebatnya filosofi sang Profesor benar-benar memberikan inspirasi yang bermakna pada kita semua

Orin mengatakan...

hoh? aku baru tau kalo Gambir itu nama tanaman Ummi *malu*

Lyliana Thia mengatakan...

aku juga belum pernah liat pohonnya mbak.. hihihi...

tapi tempo hari aku maag akut yaa disuruh minum gambir sama papa, yang udah kapsulan... gak bisa bedain jg apa benar signifikan efeknya utk maag akut, karena aku minumnya barengan sama obat maag... x_x

HP Yitno mengatakan...

Aku malah baru dengar namanya. Tak kirain stasiun gambir sob. Di jawa kayaknya nggak ada tanaman gambir.

ita frina mengatakan...

Tolng info klu ada yg punya pohn gambir atau pernah lihat tolng hubngi wira 081341602482. semoga infonya berguna amin

ita frina mengatakan...

Tolng info klu ada yg punya pohn gambir atau pernah lihat tolng hubngi wira 081341602482. semoga infonya berguna amin