Kamis, 12 Agustus 2010

Yuk Zakat ^^

Pernahkah engkau membanyangkan dana Zakat yang terkumpul
mencapai angka milyaran rupiah ???
Selanjutnya dana Zakat tersebut mampu mengangkat harkat kehidupan para Dhuafa.
  • Menyekolahkan anak-anak mereka
  • Menjaga dan mengobati kesehatan mereka
  • Memberikan modal dan pendamping usaha
Ya....ternyata zakat yang terkumpul tak hanya untuk kebutuhan pangan menjelang Lebaran saja. Zakat yang terkumpul mampu menjadi kail bukan hanya berwujud ikan saja.
Semua ini sulit dicapai bila zakat masih ditunaikan secara personal, langsung dan tidak melembaga.

Untuk memberikan solusi inilah Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM) sebagai Lembaga Amil Zakat yang terakreditasi di Wilayah Sumatera Selatan sejak tahun 2002 telah hadir. DSIM dikelola oleh lembaga profesional full time, selalu berusaha memastikan bahwa amanah yang dititipkan oleh para muzakki dikelola dengan maksimal. Variasi program yang dikembangkan merupakan bentuk penyaluran kepada mustahik sehingga dapat mencapai sasaran dengan tepat dan berdaya. Insya Allah *~

Perhitungan Zakat Prakti, alamat dan Bank berikut nomor rekening tempat kita bisa menyaluran zakat, selengkapnya bisa dibuka di situs www. dsim. or.id ^^

Sungguh saya bukan siapa-siapa, bukan staff atau rekanan DSIM, tapi saya satu dari sekian banyak orang yang sangat merindukan zaman dimana tidak adalagi para mustahik disemua penjuru negeri, semuanya mengajukan diri sebagai muzakki. Indahnya masa ini, mari kita mulai dengan zakat kita sendiri, salurkan dengan sepenuh hati. Tak hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja.  

                                                                           
Hari gini gak bayar Zakat, APA kata AKHIRAT !!!!
~~~
 Semarakkan Ramadhan dengan Sadaqoh, Infaq dan tunaikan Zakat


Senin, 09 Agustus 2010

Semarak Ramadhan di GIP Blok B7

Adalah Ramadhan bulan yang penuh barokah, semua akan berlomba-lomba berburu pahala di Bulan Suci ini. Ya tentu saja ini bagi yang  faham. Tapi bagi yang belum tahu, boro-boro faham Ramadhan bisa jadi adalah waktu yang penuh beban. Bayangan haus dan lapar, belum lagi tarawih yang bikin ngantuk tuk....Alangkah sedihnya bila nuansa penuh nestapa ini justru yang dirasakan oleh anak-anak kita, orang-orang terdekat yang kita sayangi.
So? Tak ada pilihan, kita harus menjadi orang yang memahamkan mereka, menebar aroma wangi syurgawi dan semarak berkah Ramadhan.

Simak iklan dari sebuah buletin dakwah YARHAM yang kudapat tadi siang di SIT Bina Ilmi :
" Jangan lewatkan kesempatan BIG SALE, 
Obral besar-besaran pahala tiada tandingan, 
Diskon ampunan dipotong sampai 99 %
Ramadhan t'lah datang
Selama 1 bulan penuh rahmah dan berkah
Siapkan do'a sekarang juga
Jangan ketinggalan sholat malam dan baca Al Qur'an
Kumpulkan point amalan anda
Sunnah disamakan dengan wajib
Yang Wajibnya berlipat ganda
Juga nantikan bonus tak terduga diakhir bulan
Siapa tahu anda berhak mendapat door prize : Lailatul Qadar
Ayo kita beramai-ramai menghidupkan Ramadhan "

~~~
Dalam rangka itulah, kami sekeluarga menghadirkan nuansa Ramadhan Ceria, Ramadhan Mubarok di rumah kami. Selain ingin membawa keceriaan dan kegembiraan dalam menyambuat Ramadhan 1431 H untuk anak-anak disekitar GIP, tugas pokok kami mengkondisikan Akang Hamas di Ramadhan pertamanya. Agar  Ramahan ini menjadi puasa perdana yang mampu menghadirkan efek kebaikan untuk perjalanan selanjutnya. Membuatnya semangat dan ceria mengisi Ramadhan ini.

Persiapan "Semarak Ramadhan B7" sejak awal tak terlalu ribet, ditambah Seven Princess yang siap jadi EO, jadilah acara ini full ceria, semarak khas anak-anak.  
Lengkap dengan balon mini berwarna-warni, bingkisan menarik yang sempat nambah porsi, pokoke seruu abiizz...Ada yang teruji jadi MC sekaligus pontang-panting nyari tambahan, ada yang membuktikan ilmu shooping ala emak-emak lengkap dengan juru tombok , belum lagi yang siap jadi ojek pribadi gratisan:)  Thanks to Seven Princess from lingkaran bidadari, hanya Allah yang bisa membalas amalan baik semuanya. Semoga ini akan selalu kalian ingat kelak, saat melanjutkan langkah, melanjutkan perjalanan. Dan buatku, buat kami sekeluarga ini akan kami catatat sebagai kenangan indah penuh ukhuwah....
Tetaplah disini, dijalan yang t’lah menautkan kita
Segenap potensi genggam, kibarkan
Lecutkan selalu yang positif saja
Torehan ’kan semakin dalam
Jejakpun kan semakin membekas
Harapku, lingkaran ini tetap utuh setelahnya

Walau simpulnya tak lagi disini

Adalah kita kan terus berbagi....
Teruslah tumbuh dan mengepak bersama :)


 ~~~

Senin siang melanjutkan membuat poster Ramadhan ala Akang dan Yunda. Wach....cantiknye !!!



Foto-foto 08 08 2010 malah belum ada :D 
Ini Semarak Ramadhan kombinasi dengan salam " melanjutkan perjalanan "
Happy Ramadhan Mubarok ~
 

Happy Ramadhan Mubarok !!!

Ramdhan tinggal beberapa jam lagi, mohon maaf untuk semua salah dan khilaf :)

Jumat, 06 Agustus 2010

Akhir Ramadhanku yang pilu :(


Ramadhan jaga di Rumah Sakit? Ini mesti dilewati, bila kita sedang coass, fase yang tak terelakkan. Diserbu pasien UGD pas jaga di Bedah bulan Ramdhan. Atau terkantuk-kantuk menunggu kelahiran seorang bayi bersama para Senior di VK padahal sebentar lagi imsyak tiba, sungguh kenangan yang indah bila dikenang kini.

Tapi diatas semua pengalaman itu, ada satu kenangan Ramadhan saat aku coass yang sangat membekas, bahkan tiap mengingatnya aku seolah masih merasakan dekapan detik-detik penuh perjuangan itu. Aku masih merekamnya dengan sangat lekat. Sepuluh malam terakhir, saat saudara yang lain khusyuk i’tikaf aku stase di Anestesi, sepanjangan siang sudah ada 2 operasi yang harus kami ikuti. Maka kala jam 4 sore ada operasi lagi tak ayal harus tetap kami dampingi, dan ini giliranku. Kali ini operasi besar, tak bisa ditunda, korban kecelakaan, bedah syaraf. Aku sudah membawa persiapan berbuka ala kadarnya. Do’aku semoga isya selesai. Tapi apa dinyana. Perdarahan berulang. Sampai lewat tengah malam operasi belum juga ada tanda-tanda usai. Tak mungkin digantikan, karena 2 teman jaga ku yang lain sudah ikut operasi berikutnya. Sungguh, baru kali ini aku merasa begitu kelaparan, dingin memperberat rasa ini. AC di kamar operasi yang menggigit. Aku terkantuk-kantuk menahan lapar. Entah sudah berapa jam berlalu, akhirnya selesai juga.

Duch senangnya. Setengah berlari aku menuju kantin Rumah Sakit. Berlari ketar-ketir melawan segenap rasa. Kantin ramai. Aku tak begitu tertarik, tujuanku cuma satu, pesan makanan. Betapa terkejutnya, belum lagi kesampaian terdengar adzan. Apa lagi kalu bukan Adzan subuh. Gemetar dan berkunang-kunang penglihatanku, terlebih membayangkan aku sudah harus puasa lagi tampa buka dengan nasi dan tak ada yang namanya sahur, hiks.... Akhir Ramadhan yang penuh nestapa, boro-boro i’thikaf.

*** 

just fiksi, syukurnya ini bukan pengalamanku pribadi
tadinya mau ikut "Lomba Cerpen 200 kata", tapi kok ndak PD, wong yang lain apik-apik, ntar lah kalu dapet ide kreatif lain sebelum tanggal 31 Agustus :D

Undangan Terbuka


GRATIS !!!

Untuk Semua Anak2 Mandi Angin dan Sekitarnya !!!

Hadiri :
^^ Acara Semarak Ramadhan 1431 H ^^
Di Rumah Hamas & Yunda Kompeks Griya Irigasi Blok B7
Hari Ahad, 8 Agustus 2010 jam 14.00 WIB

”Mari Sambut Ramadhan dengan Gembira”

Note: 
~ Mewarnai 
~Bingkisan Menarik
~ Dongeng / Cerita Ramadhan 
Bersama Princess cs

Kamis, 05 Agustus 2010

Mohon Maaf Sepenuh Hati

Surat Terbuka untuk Semua

30 hari itu tinggal beberapa hari lagi
30 hari itu adalah 1 rentang waktu penuh keutamaan

30 hari nan penuh barokah
Awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.

30 hari untuk menempa kesabaran
Siangnya puasa diwajibkan, malamnya qiamul lail disunnahkan.

30 hari kebaikan dilibatgandakan
Dimana amalan sunah bernilai wajib, amalan wajib dinilai berlipat ganda
Didalamnya ada 1 malam setara dengan 1000 bulan atau 83 tahun.

30 hari  yang memperkokoh solidaritas
Shaum yang mengasah simpatik kepada sesama, dengan zakat, infaq dan sodaqoh.
Berbagi ifthor dibalas dengan nilai puasa orang tersebut.

Sungguh....30 hari yang kita damba
30 hari meraih cinta-Nya

Allahuma bariklana fii Rajab wa Sya’ban wa balighna Ramadhan
Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan....

Ramadhan mulia....selamat datang
Marhaban ya Ramadhan
___

” Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal sebagaiberikut :
  • Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orangtuanya ( jika masih ada)
  • Tidak bermaafan terlebih dahulu antar suami istri
  • Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya
Maka Rosulullahpun mengatakan Aamiin sebanyak 3x ”
( Do’a Malaikat Jibril menjelang bulan Ramadhan )

Dalam rangka itu, kumohon maaf pada semuanya, semua sahabat, semua keluarga, semua saudara dan semua kerabat. Maafkan semua salah dan khilafku, salah dan khilaf kami sekeluarga. Semoga berkah dan rahmat-Nya tercurah untuk kita semua.

___

Bumi Allah, Jelang Ramadhan 1431 H

Episode Melek Finansial

Tentang Uang Saku

Yunda dan Akang di Kolam Masjid Taqwa.
Sebetulnya masalah uang saku aku punya pengalaman sendiri. Seingatku sejak SMP, aku sudah ditempa untuk bisa mengelola uang saku selama 2 pekan, SMA dan kuliah diterapkan uang saku bulanan, ya….ya….awalnya kerepotan juga karena ini tak diawali dari kecil atau dimulai dengan rentang waktu yang lebih singkat dua hari pertama misalnya. Tanpa latihan tapi langsung ujian dan dipaksa harus lulus. Karena SMP saya masuk asrama, terpisah dari orangtua dan ditengok 2 pekan sekali, bergantian oleh kedua orangtua. Syukurnya tak begitu banyak kendala.

Kalaulah ditela'ah dampaknya dikemudian hari memang ada, justru sangat jelas. Karena konsep uang saku yang belaku saat zaman aku sekolah dulu adalah kagetan, tanpa pembelajaran, mesti BISA tanpa difahamkan, harus cukup tanpa boleh minta tambahan karena orangtua jauh dan belum kenal metode transfer, artinya bisa karena terpaksa.

Adapun dampaknya yang paling terasa adalah saat sudah bisa punya uang sendiri  aku kadang sering melakukan impulse buying (belanja yang tidak terencana). Sebenarnya aku sudah melakukan belanja bulanan, tapi kadang suka tergoda dengan diskon atau faktor lain, aku tidak berfikir panjang apakah sesuai kebutuhan seperti saat sekolah dulu (yang takut kehabisan uang saku) sekarang aku seperti bersekongkol dengan yang namanya pembenaran, nanti kan bisa minta suami atau cari lagi.

Adalagi penyebabnya, saat mau pergi anak-anak pesan :
”Mi, nanti beli Es Krim ya....beli buku dan mobilan ya....”
Serta merta aku ”IYA” kan, karena merasa ingin membuat mereka senang, toch berapa juga harganya, tak begitu mahal. Tapi pesan apa yang sudah saya sampaikan pada anak-anakku.



”Boleh punya keinginan apa saja, kapan saja maka akan kupenuhi Nak...agar kalian bahagia”

Begitukah ?? Bukan soal harganya yang kurang dari lima ribu. Lebih dari itu mereka tanpa sadar sudah kulatih untuk dikendalikan oleh keinginan. Tanpa sengaja aku sudah mendidik mereka bermental pasif, menjerumuskan mereka pada pola belanja berbasis keinginan bukan kebutuhan, terlalu mudah mendapatkan sesuatu, tanpa harus keras berjuang. Yang paling tampak, ternyata aku sudah mewariskan pola belanja yang tidak terencana pada anak-anak saya. Mengarah pada pola konsumtif. Padahal jelas aku tak ingin ini terjadi pada anak-anakku.

***

Pada kenyataannya, banyak orangtua mengajarkan cara menabung, *menabung yang sangat konvensional :D
”Ini uang untuk nabung ya Nak...”
Bagus memang, tapi perlu dikaji lagi ini yang mau nabung anak atau orangtuanya.

Disatu sisi, banyak orangtua yang tidak mengajarkan cara mengelola uang. Tak ada panduan cara membelanjakan uang, cukupkah kasih uang saat anak meminta, belilah sesuai keinginan, tak ada rencana, tak ada diskusi, boleh minta kapan saja, asal tidak dalam jumlah yang besar, kalaupun sesekali dikasih Yai Nyai ( Kakek Nenek) boleh belanja ini itu, asal tidak semaunya, sisanya ditabung, Hmm..lagi-lagi orangtua yang ngatur, akupun begitu, ikut-ikutan. Ya itu yang aku dapat dan ”nyaris” kebablasan turut menurunkannya.

Sampai suatu waktu aku membaca buku tentang kecerdasan finansial sejak dini, *lupa judul dan pengarangnya, sudah berusaha saya cari, tapi belum ketemu, tak ada jejaknya, hiks. Dari buku itu aku mendapat pencerahan, bahwa sesungguhnya konsep uang saku justru akan melatih anak untuk me-manej uangnya. Walau aku tak serta merta menerapkan konsep uang saku dalam buku itu. Karena deskripsinya uang saku untuk satu pekan. Pada anak kelas 3 atau 4 SD. Jelas dan fokus isinya. Membuatku terkesan, dan berjanji akan menerapkannya beberapa tahun lagi.

Tapi fakta berkata lain, ada pengalaman teman, ada juga yang kualami sendiri.
Suatu ketika seorang temanku dengan panik bercerita, bahwa anaknya diberi uang 100 ribu oleh temannya. Jumlah yang besar *paling tidak menurutku, untuk anak kelas 3 SD. Selidik punya selidik, si- teman anak seorang pejabat diatas Kepala Dinas yang juga seorang pengusaha sucses, yang biasa mengantongi uang 1 juta/hari kesekolahnya.
Panik ?? Boleh saja, asal bukan kepanikan yang membuat tak enak makan dan tak nyenyak tidur, dan semoga kepanikan yang melahirkan kesadaran bahwa kita wajib memberikan vaksinasi, vitamin dsb agar ”imunitas” anak-anak kita optimal terkhusus yang berhubungan dengan uang. Karena anak-anak punya lingkungan sekolah dan bermain yang tidak ”steril”, dan kita tak bisa ada disamping mereka sepanjang waktu.

Adalagi, anak sulungku saat di TK punya cerita heboh, ada kejadian pembobolan uang infaq di kelasnya. Diprovokasi oleh seorang siswi. Cerita Bunda Asiah, guru kelasnya membuat aku membuncah haru, saat sebagian anak ikut membelanjakan uang infaq ke kantin sekolah, sulungku tidak. Dan apa jawabannya saat ditanya mengapa tak ikutan.
”Yunda takut dengan Allah ”
Duch....tak tertahan kan airmata bahagia ini Nak, betapa bangga punya anak sepertimu.
Alhamdulillah konsep ma’rifatullah tertanam dengan baik. Selebihnya tentang kecerdasan finansial yang harus dimatangkan lagi, tadinya saya berniat memulainya saat Yunda SD kelas 3. Ternyata pengalaman ini menyadarkanku, sepertinya harus lebih awal.

Jujur sejak itu mulai memperbanyak membaca refrensi tentang kecerdasan finansial. Khusus pada konsep uang saku diperdalam lagi. Sharing dengan teman juga lebih intensif kulakukan. Kapan tepatnya mereka dikenalkan pada konsep uang saku, pola pemberian bahkan seberapa besar yang ‘pas’ untuk mereka. Mulai dari yang paling mungkin, paling mudah pengawasannya. Dan akupun mulai PD melatih mereka punya uang saku sendiri. Yang tentu disertai dengan memahamkan pakai bahasa mereka. Karena jarak umur kedua anak saya tak begitu jauh, terpaut 1,5 tahun, jadi sekali jalan.

  • Yunda hampir 7 tahun uang sakunya Rp.10.000,-/ pekan. Awalnya pertengahan kelas 1 SD, uang sakunya Rp. 1.000,-/ hari. Kecuali kalau nanti ada les atau sumbangan lain,  dan ini diluar makan siang.
  • Akang 5 tahunpun sama, Rp.1.000,-/hari, ada snack dari sekolah. Belakangan Akang malah tak berminat lagi untuk minta uang sakunya, karena ada peraturan di TK-nya untuk tidak membawa uang saku.

Uangnya boleh buat apasaja, termasuk nabung atau infaq di Sekolah. Awalnya ada rengekan disana sini, minta tambah karena tadi uang sakunya sudah buat beli stick Ipin Upin, jadi habis, trus pengen beli yang lain ( ini khasnya Akang). Tak ada tambahan, boleh nangis, boleh kesel, tetap tak ditambah, atau pernah juga jatah besok diminta hari ini, tapi yakinkan besok tak akan diberi lagi. Mau merayu atau melengking sama saja. Betapa buahnya mulai terlihat. Belum sampai sebulan sejak pemberlakuan uang saku harian pada mereka. Sudah ada serangkaian cerita. Tentang nasib uang saku mereka.

Memang sesekali Yunda masih pengen uang sakunya ditambah, buat nabung.
”Masak nabung 1.000,- Kawan-kawan Yunda nabung 10.000,- bahkan lebih Mi...”
Ku tanya begini, ”Jadi Yunda pengennya berapa Nak...”
”2.000,- ”, jawabnya. Kirain berapa :) Jadi PR-ku untuk membuatnya tak tergiur besarnya uang kawan.

Menjadi lebih simple karena masalah Es Kriim dan belanja buku, sudah kuselesaikan terlebih dulu, *nanti kapan-kapan akan ku tulis sendiri. Boleh ada Es Kriim dan buku, sesuai jadwal yang sudah disepakati, dalam syuro yang selalu ramai plus lucu. Seiring waktu berjalan aku mulai menyiapkan mereka. Untuk jangka waktu yang lebih lama. Masih dalam tahap analisa. Agar tak kaget sepertiku, hu hu... Berproses !!!

Lebih dari semua itu aku tersadar, bahwa sebagai orangtua sudah saatnya aku menambah wawasan mereka tetang uang. Tentang kecerdasan financial atau aku lebih suka istilah ”MELEK FINANCIAL” dan ternyata dalam ilmu Melek Finansial ada tingkatan yang lebih tinggi daripada menglola uang. Dalam buku Rich Dad, Poor Dad. Kisah orang-orang terkaya didunia, bagaimana kita bisa menghasilkan uang sedini mungkin, menghasilkan, menciptakan uang sejak kecil. Tak hanya sekedar mengelola uang yang sudah ada. Waaw lebih dahsyat, akupun ingin. Ini butuh “ belajar cepat”, hanya masalah waktu. Kedepan kitapun harus BISA. Dan kesadaran akan melek financial sejak dini ini harus  kutularkan. Mengajak orang-orang terdekat.



“Dan hendaklah takut orang-orang yang meninggalkan teturunan di belakang mereka dalam keadaan lemah yang senantiasa mereka khawatiri . Maka dari itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengatakan perkataan yang lurus benar.” (An Nisaa’ 9)


Ya. Salah satu pinta yang sering diulang Ibrahim dalam doa-doanya adalah mohon agar diberi lisan yang shidiq. Dan lisan shidiq itulah yang agaknya ia pergunakan juga untuk membesarkan puteranya sehingga mereka menjadi anak-anak yang tangguh, kokoh jiwanya, mulia wataknya, dan mampu melakukan hal-hal besar bagi ummat dan agama. Kita? Mari sejenak kita renungkan tiap kata yang keluar dari lisan dan didengar oleh anak-anak kita. Sudahkah ia memenuhi syarat sebagai Qaulan Sadiidaa, kata-kata yang lurus, benar, sebagaimana diamanatkan oleh ayat di Surat An Nisaa’ tersebut ? Ataukah selama ini dalam membesarkan mereka kita hanya berprinsip “asal tidak menangis” atau ”asal anak bahagia”. Padahal baik agama, ilmu jiwa, ilmu psikologi juga ilmu perilaku menegaskan bahwa menangis itu penting dan bahagiapun bisa dengan airmata.


***

Pertengahan Mei  2010, tapi baru bisa edit sana-sini sekarang, sembari menikmanti proses.
Kalaulah ada getah, semoga laksana gaharu. Manfaat saja terasa :)

Senin, 02 Agustus 2010

Glek...glek, pengen nian

"Umrah dibulan Ramadhan bisa menyamai (pahala) haji 
H.R Ahmad dan Ibnu Majah



" Ikutilah haji dan umrah, karena keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaimana bara api yang menghilangkan kotoran pada besi, emas dan perak dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga"
( H.R Tirmidzi )

^_^

"......Dan diantara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah......" 
Q. S Ali Imran : 97


^_^


~ jelang maghrib, dipenghujung sya'ban nan barokah....
sepenuh harap sambut ramadhan dengan gemilang, aamiin ~


Opini for Ummi Spesial mendatang

"Mungkinkah kekayaan bisa membawa ke surga?
Berikan saran Anda"

Jelas sangat mungkin.
Bila kekayaan yang dimiliki dipergunakan untuk berjuang dijalan Allah. Bukankah Allah t'lah berfirman untuk berjuang dengan harta dan jiwa. Mengapa harta dulu baru jiwa, ya sederhana saja karena lebih mudah berjuang dengan harta dibandingkan dengan jiwa. Tapi tentu kita semua sepakat hanya orang yang mempunyai harta kekayaan sajalah yang mampu untuk mengambil peran ini. Peran berjuang dijalan Allah lewat kekayaan yang dimiliki.
Belum lagi zakat, infaq, sodaqoh bahkan haji hanya bisa terlaksana dengan kekayaan yang dimiliki seorang muslim, jadi tidak ada unsur kesombongan didalam kepemilikan harta tersebut bahkan semata-mata diniatkan untuk beribadah kepada Sang Pemilik.
Dan yang jangan sampai dilupakan adalah kekayaan tersebut adalah yang didapat dengan cara yang halal.

Jadi kekayaan yang ditujukan untuk berjuang dijalan Allah, kekayaan yang didapatkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah,dan didapatkan dengan cara yang diridhoi Allah, insya Allah akan membawa si-pemiliknya ke surga.
Mengandung lillah, billah dan illah :)

~

kirim ke kru_ummi@yahoo.com
a.n Artineke A Muhir
     fungsional, Ibu Rumah Tangga, Palembang
     cp. 081377650320
 

Ensiklopedi Mikroba

Hari ini Akang Hamas tidak masuk sekolah, agak kurang sehat.
Jadilah pagi ini seru dengan polahnya. Satu yang kusuka adalah saat membacakan buku yang dimintanya, Ensiklopedi Mikroba versi anak-anak tentunya.

Sederhana.....
Mikroba adalah berbagai makhluk super kecil yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan alat yang bernama Mikroskop. Dibutuhkan perbesaran ratusan ribu kali agar dapat melihatnya.
Mikroba disebut juga bakteri. Bakteri dapat hidup dimana saja.

  • Mikroba yang menyerupai tumbuhan disebut ganggang atau alga.
  • Mikroba yang menyerupai hewan bernama protozoa.
  • Adalagi mikroba dengan ukuran paling kecil, yaitu virus. Uniknya virus kadang bertingkah seperti makhluk hidup tapi dilain waktu bertingkah seperti benda mati.


***

Beda dengan cerita tentang Mikroba dari Ensiklopedi yang lebih ilmiah, simak....
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. [1] Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik [1]. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler) [1]. Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang.[rujukan?] Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler [1].
***

jadi inget belajar mikrobiologi dulu :)

Minggu, 01 Agustus 2010

Tertarik dengan tawaran Haji dan Umroh

Arisan keluarga di Km 5 kali ini diisi juga dengan presentasi tentang usaha travel haji dan umroh yang mirip MLM tapi sesungguhnya bukan.


WUJUDKAN NIAT ANDA KE TANAH SUCI BERSAMA

 
Penyelenggara Haji dan Umrah Terbesar di Indonesia dengan Sistim Jaringan

Berdiri Sejak Tahun 1990 Telah Memberangkatkan Lebih dari 23.500 Jamah Yang Berasal dari Seluruh Wilayah Indonesia Bahkan Dari Luar Negeri Seperti Hongkong, Malaysia dan Dubai
Menawarkan :

Pembagian Bonus Tidak Perlu Menunggu Kesetimbangan

Bagaimana Caranya Mendaftar ?

Pendaftaran Transfer ke Rekening PT Arminareka Perdana di Bawah Ini

Dengan Membayar DP Saja Maka Anda Berhak Mendapatkan

DP yang Anda Setorkan Dikembalikan Dalam Bentuk Voucher Sebagai Pegangan Anda

Apakah dengan Sistim Ini Biayanya Dinaikkan ?

Biaya Sesuai dengan Biaya yang Berlaku Waktu Keberangkatan, Biaya sama Antara Bayar DP, Langsung Lunas atau di Cicil

Biaya Sesuai dengan Fasilitas dan Layanan yang diberikan

***

Bila berminat segera bergabung, butuh presentasi, atau info lebih lanjut hubungi kami segera,
atau langsung kontak ke Kakanda H. M. Taufik Saiman, S.Ag  ( 081368920873) atau bisa melalui Artineke A Muhir cp 081377650320


 ***
Sungguh betapa semuanya tentang haji saat ini begitu menarik minatku :)


Labbaika Allahumma labaika, labbaika la syarika laka labbaika
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syarika laka
“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. 
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”

Tarhib Ramadhan 1431 H

Marhaban ya Ramadhan.... kita sambuut Ramadhan dengan segenap sukacita. Penuh kebahagiaan dan kegembiraan. Seperti yang dicotohkan oleh Rosulullah dan para sahabat kala Ramadhan datang.

Antara yang kudapat dari Ust. Lukmanul Hakim, MA hari ini di Aula DPRD Prop. Sumsel saat Tarhib Ramadhan pagi tadi.

Jauhi 5 T dalam puasa.........
1.terpaksa
2.tersiksa
3.terlalaikan
4.tersia-siakan
5.terlalu

Raih 5 M dalam puasa........
1.puasa mengguntungkan
2.saling mengingatkan
3.saling menolong
4.saling memelihara
5. saling menentramkan

Agar kita dapat mencapai la`allakum tattaqun, supaya menjadi orang2 yg bertaqwa dan kembali fitrah.

Sesungguhnya kunci ketaqwaan itu adalah HATI

Mari kita sambut ramadhan dengan meluruskan niat`agar ramadhan ini penuh makna dan hikmah,
semoga Ramadhan ini lebih baik dari Ramadhan kita yang telah lalu. Aamiin
 
~

Semangat !!!

Ramadhan 1430 H yang lalu Yunda puasa untuk yang pertama kali, dapat 15 hari
dan sudah beberapa kali Yunda bilang kalau Ramadhan ini Yunda ingin puasanya full :D

Sabtu, 31 Juli 2010

Akad Nikah Mbak Nur

Hari ini tanggal 31 Juli 2010 Mbak Nur, akad nikah di Sulusuban.
Sayangnya kami sekeluarga berhalangan hadir.

Mbak Nur, nama sebenarnya adalah Nur Komariah.
Hampir 2 tahun ini Mbak Nur melewati kebersamaannya dengan kami skeluarga.
Mbak Nur kelas 11 SMA Ethika, ketika Pak Le Suryanya dipindah tugaskan ke Lampung.
Bule'nya mempunyai pertimbangan, bahwa Mbak Nur baiknya tetap melanjutkan sekolah di SMU Ethika sementara mereka sekeluarga pindah duluan ke Lampung. Dengan alasan efektifitas dana dan administrasi tentunya. Dan andai harus meng-kost-kan Mbak Nur, rasanya kurang nyaman. Akhirnya jadilah Mbak Nur dititipkan di rumah kami, Irigasi-Pakjo.

Keluarga Pak Surya adalah kawan seperguruan Abinya Hamas di Pe Ka eS
~ Perguruan Keluarga Sejahtera. Wajar secara nasab kami memang tak ada hubungan,
tapi kami punya ikatan dan kedekatan hati yang kokoh :D

Mbak Nur (kiri) saat resepsi kerabat Abi di Hotel Duta, bareng Mbak Munah.
Rame-rame rihlah di Punti Kayu, Ayuk Auliya(pinggir)+Mbak End(belakang)+Yunda+Mbak Nur(tengah samping Yunda)+Ohthie.


Mbak Nur termasuk pendiam, dewasa dari tutur maupun sikap. Mbak Nur juga pandai memasak.
Berdasarkan cerita yang kudapat, Mbak Nur adalah anak sulung dari 2 bersaudara. Saat Mbak Nur duduk dibangku SD, kedua orangtuanya bercerai, sekarang masing-masing sudah membina keluarga baru. Entah apa alasan perceraiannya, jujur aku tak tahu, dan tak juga ingin mencari tahu. Selanjutnya Mbak Nur dan adik kandungnya ikut Ibu, dan selepas SMP Mbak Nur ikut Pak Le' dan Bule'nya yang merupakan adik Ibu Mbak Nur untuk melanjutkan SMA.

Sebenarnya aku yakin Mbak Nur anak yang cerdas, ada harapan Mbak Nur bisa melanjutkan kuliah.
Tapi entah mengapa belakangan Mbak Nur memang sering pulang kampung, kerumah Ibu Kandungnya.
Bahkan terkadang tanpa sepengetahuan Pakle' dan Bule'nya.
Tapi aku tak berfikir negatif, sampai menjelang ujian UAN ada khabar dari Bule'nya bahwa Mbak Nur ada yang melamar, dan rencananya Mbak Nur akan menikah setamat SMA. Bule'nyapun baru tahu dan sangat menyayangkan keputusan Mbak Nur, sebab sama sepertiku, beliau ingin Mbak Nur lanjut kuliah dulu.
Khabar baik yang membuatku kaget. Semuda ini, belum lagi cukup 20 tahun usianya.
Yach....mungkin Mbak Nur punya segudang pertimbangan.

Alhamdulillah Mbak Nur lulus SMU dengan hasil yang baik, aku senang.
Itu berarti amanah Pakle' dan Bule'nya menitipkan Mbak Nur pada kami sudah tertunai.

Ketika ada khabar atau tepatnya undangan untuk menghadiri pernikahan Mbak Nur sekitar 1 bulan yang lalu, ada niat kami sekeluarga untuk bisa hadir. Tapi apa mau dikata, sejak Rabu, 28 Juli kemarin Abinya Hamas di Jakarta, ada urusan di MK, sidang dll terkait PILKADA Bangka Barat. Jadi kami tak bisa menghadiri acara Akad Nikah Mbak Nur.

Teriring do'a Tabrik untuk Mbak Nur dan Suami:

" Barokallahu laka wa baroka 'alaika wajama'a bainakum fi khoir "

***

Mbak Nur sayang....selamanya dikau adalah bagian dari keluarga kami, semoga menjadi keluarga SAMARA. Aamiin

Jumat, 30 Juli 2010

Baru tahu ada lomba menulis "Ordinary Mom", telat euy...

Lomba sudah usai, naskah lomba paling lambat tanggal 28 Juli 2010 sudah diterima panitia.

Tapi tak mengapa, aku hanya ingin tetap menulis tentangmu, Mamaku.



Aku sulung dari lima bersaudara.
Ya...kami hanya 5 bersaudara yang berasal dari rahimmu, Mama.
Tapi sungguh, aku merasa saudara rahimku lebih dari 5.
Itu semua berkat curahanmu Mama.
Dirimu wanita perkasa, tulus, bertahta kemuliaan.

~

Mama...
Dirimu mengajarkanku arti ketulusan berbagi.
Dalam asuhanmu dirumah cinta kita, kau mengajak tumbuh anak / kemenakan dan bahkan kerabat.
Walau dikau terkesan 'cerewet', tapi semua kami mencintaimu.
Semakin hari, semakin besar sayang kami padamu,
terlebih kami semakin merasakan buah 'cerewet'mu Mama.

~

Sejak tahun 1997, awal masa kuliahku di FK, Mama terdiagnosa DM.
Achh....penyakit kronis itu tak pernah membuatmu menyerah.
Dirimu tetap sosok wanita 'super' dimataku.
Kini sudah 13 tahunan berlalu, alhamdulillah Mama sehat dengan DM nya yang terkontrol.
Hanya akhir-akhir ini dirimu mulai terlihat ringkih, meski berusaha kau lawan dengan semangatmu.
Mama selalu rajin minum obat apasaja untuk menghalau penyakitnya.
Aku suka semua tentang ini, bahwa penyakit memang harus dilawan.
Semua penyakit ada obatnya, jadi berusaha dan berdo'a lah selalu.

~

Mama sayang....
Saat ini, salah satu keinginan terbesar dalam hidupku adalah memberangkatkanmu haji.
Sebenarnya, bila dihitung secara financial plus hitungan manusiawi,
memang sudah sepatutnya Mama layak berhaji.
Tapi ya itu tadi, dirimu selalu banyak menaungi tumbuh dan berkembang
( baca: mengasuh dan menyekolahkan ) banyak pribadi.

Maka sampai usiamu yang menjelang 50 tahun, niat berhajimu belum terwujud.
Semoga dalam waktu dekat ya Ma....
Adik-adikku kini sudah dibangku kuliah, tinggal meneruskan langkah.

Bahkan Hamas ( cucu termirip dengan Mama ~ Jidahnya ), sudah sering berceloteh untuk ini.
Untuk memberangkatkan Mama haji.
Aamiin.
Semoga.....


Labbaika Allahumma labaika, labbaika la syarika laka labbaika
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syarika laka
“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, 

tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. 
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”

Dana untuk Vaksin Meningitis Halal disiapkan Pemerintah ( Info dari Republika OnLine)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dana sebesar Rp 54 miliar siap dikeluarkan pemerintah untuk pengadaan vaksin meningitis halal. Dari hasil survei harga oleh Kementerian Kesehatan, harga vaksin halal jauh lebih mahal dari pada vaksin yang dinyatakaN haram oleh Majelia Ulama Indonesia (MUI).

''Itu (vaksin halal) harganya antara 40 sampai 50 dolar AS,'' ujar Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Binfar dan Alkes Kemenkes), Sri Indrawati, di Jakarta, Jumat (30/7).

Bahkan di Amerika Serikat, harga vaksin halal produksi Novartis mencapai 75 dolar AS. Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan dengan vaksin meningitis produksi GlaxoSmithKline (GSK) yang diharamkan oleh MUI. Vaksin meningitis tersebut dijual dengan harga Rp 110 ribu. Namun pihaknya beralasan, dosis yang dibutuhkan antara orang Eropa dengan Indonesia berbeda. ''Volumenya beda, jadi harganya juga beda,'' ungkapnya. ''Kami sampai saat ini belum melakukan kontak langsung dengan pihak Novartis.''

Saat ini pihaknya tengah menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengadaan vaksin. Pihaknya menergetkan pengadaan tersebut dilaksanakan dalam 18 hari kerja terhitung dari waktu keluarnya izin edar atau registrasi vaksin meningitis Novartis dari BPOM.

~
Info ini menenangkan CJH dan  Calon Petugas Haji 2010/1431 H 

Labbaika Allahumma labaika, labbaika la syarika laka labbaika
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syarika laka
“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, 

tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. 
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”

Selasa, 27 Juli 2010

Lagi tentang Mandi Hujan

Hujan yang sudah lama tak selebat ini, membangun sukacita,
mengalun segenap kesyukuran untuk siapa saja, juga kami sekeluarga.
Adalah tanaman dihalaman yang mulai kusam tertutup debu, pucuk mudanyapun semi tak sesegar kala musim penghujan.

Ya cerita tentang hujan begitu warna-warni.
Pernah pas kondangan dirumah seorang rekan, hujan teramat lebat sempat membuat panik panitia, tapi banyak diantara yang hadir berujar :

" Wach ini pengantennya bakal kebanjiran rizky "

atau

"Bakal banyak rezky ni penganten"

Hujan lebat dengan rezkynya penganten, entah dimana hubungannya :D

~

Adalah hujan lebat dimata anak-anakku.
Mereka begitu menunggunya.
Karena izin mandi hujan didapat dengan beberapa syarat
salah satunya, bukan hujan kecil ataw hujan gerimis.
Seperti petang ini, sudah sedari tadi Akang celingukan nunggu Yunda yang belum pulang sekolah.
Aku tau maksudnya. Terlebih bolak-balik Akang sudah merayuku,

"Mandi hujan ya Mi..."

Tak tega sebenarnyaku, tapi Akang kemarin rada demam, biasa batuk filek.
Hari ini memang sudah baik.

Tak berselang lama, Yunda datang.
Kata selanjutnya setelah menyapaku adalah:

"Boleh ya Mi...mandi hujan, Yunda pengen naik sepeda hujan-hujanan"

Duch...yang baru 3 hari bisa lancar bersepeda roda dua :D
Inginnya mengiyakan. Tapi bagaimana dengan Akang.

Bismillah....gakpapa dech !!!


Mandi hujan lagi....


 
 Mandi hujan keliling kompleks
Tak mungkin dikejar-kejar hanya untuk difoto :D


"Hooooooooooooreeeee !!!" Koor mereka kompak.

Pssstttz...beda kan ya antara mandi hujan dengan kehujanan :)

~

saat hujan deras menguyur kota kami
bukan dimusim penghujan....
Huuuuuuuuuujan ingat kan aku,pada satu rindu
dimasa yang lalu...
Oooo, Ibuuuuuuuuuuu !!!  

Berada di Pertengahan Sya'ban

Sya'ban sudah sampai dipertengahannya. Hari ini tepat 15 Sya'ban 1431 H.
Ramadhan, bulan mulia semakin dekat, persiapkan segala sesuatunya. Agar mampu kita raih kemuliaannya.

Kata seorang Ust. yang pernah kudengar, Rosulullah melakukan ziarah kubur pas dipertengahan Sya'ban.
Mungkin inilah yang dijadikan cikal bakal 'orang kita' melakukan sedekah ruwah, tradisi berkirim do'a pada para arwah menjelang Ramadhan.

Ada kisah ini yang saya baru dapat dari seorang sahabat....


Ruwah

Pada zaman Rasulullah, ada seseorang yang bermimpi. Dalam mimpinya dia seolah-olah dipertemukan dengan kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Orang tuanya dalam kondisi memprihatinkan, kurus kering,tampak lapar,dan berbaju compang camping. Kedua orang tuanya memandangnya seakan-akan mau mgengatakan sesuatu. Pada saat dia mau bertanya,apa yang terjadi pada orang tuanya. Tiba-tiba dia terbangun,belum sempat bertanya. Dengan gundah dan berurai air mata, orang tersebut mencari Rasulullah ke Masjid untuk menanyakan arti mimpinya.

Dengan tidak sabar, dia menanyakan dimana Rasulullah. Dijawab oleh sahabat bahwa Rasulullah sedang Salat Subuh, dan orang tersebut dipersilahkan ikut salat berjamaah terlebih dahulu. Seusai salat dia bertemu Rasulullah dan menceritakan mimpinya. Lalu dia bertanya:

"Ya,Rasulullah.Apakah yg terjadi pada orang tuaku?".

Lalu Rasulullah tersenyum dan menjawab:

"Pulanglah,kumpulkan sanak saudara dan tetanggamu. Ajaklah mendoakan kedua orang tuamu".

Langsung orang tersebut pulang. Diundangnya adik kakak,sanak keluarga, dan tetangga kerumahnya.
Disajikannya makan minun untuk para tamunya. Diajaknya Membaca Alfatihah, yasin, dan berdoa untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal. Malam harinya dia kembali bermimpi. Dia bertemu dengan kedua orang tuanya. Kondisi keduanya telah jauh berubah. Badan mereka sehat segar,pakaian bagus,makanan berlimpah. Merekapun tersenyum Bahagia. Kedua orang tuanya berkata:

"Anakku,terima kasih atas doa yg kau kirimkan. Itulah yg menjadi Makanan, Pakaian,dan Kebahagian bagi kami di tempat ini."

Rupanya selama ini sang anak lupa. Jarang mendoakan orang tuanya yg telah meninggal. Padahal karena orang tuanya mereka bisa berhasil, harta peninggalan mereka yang dia makan, juga rumah mereka yang dia tempati. Tapi,begitu orang tuanya meninggal,dia lupa.

Peristiwa ini terjadi dipertengahan bulan Sya’ban.

Bisa jadi, itulah yang mendasari adanya sedekah ruwah, agar anak ingat mendoakan orang tuanya yang sudah meninggal. Juga rajin menziarahi makam mereka,membersihkan, dan mendoakan mereka.Sebagai tanda,kita ingat akan jasa-jasa mereka. Doa kita itulah yg menjadi makanan, pakaian,kebahagiaan orang tua kita yg ada disana. Demikianlah kisah sedekah ruwah dan ziarah kubur.
Wallahu’alam bishowab...



~

Yang saya dapat dari seorang sahabat, tapi tak ingin disebutkan namanya :D
Tadinya saya mencari-cari jawaban saat ada yang banyak bertanya tentang menghadiri sedekah ruwah, karena belum tahu dasarnya. Tapiapakah ini shoheh atau tidak sayapun masih ingin memastikannya lagi. Namun untuk mengadakansedekah ruwahitu  sendiri belum, karena Insaya Allah kami skeluarga selalu berusaha mendo’akan kedua ortu setiap hari, bukan hanya  Sya’ban atau menjelang Ramadhan saja.


Dan malam nisfu Sya'ban sesungguhnya satu diantara 5 malam yang utama, selain malam Lailatul Qoddar, malam Ied Fitri, Ied Adha.
~

Allahumma barikhlana fi Sya'ban, wa balighna Ramadhan