Jumat, 12 Agustus 2011

Tips Sepulang Mudik

Yunda di Stasiun Kertapati, saat menjemput Datuk dan Jidah.
Membaca tulisan teman-teman di ADUK BlogCamp yang digelar Pakde Cholik kemarin tentang Tips Mudik sungguh mendatangkan banyak manfaat, beberapa sudah kualami. Karena tiap tahun aku selalu mudik menjelang lebaran. Dulu zaman sekolah dan kuliah, mudik ala anak kost yang jadi pilihan, naik kereta api. Solusi mudik yang paling irit bukan? Adapun tujuan mudikku adalah ke Kampung Halaman Blambangan Umpu, dan aku pernah cerita soal kota ini di Mulang Tiyuh.
  
Blambangan Umpu tempat aku dan keluarga Mudik Lebaran.

Blambangan Umpu, Way Kanan sangat berarti bagiku, disini aku dibesarkan, belajar banyak hal dan tempat merekam berbagai kenangan hidup. Ya...Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan adalah satu dari stasiun kenangan bagiku, yang akan abadi sebagai penyangga bagi lajunya perjalanan takdir hidupku berikutnya.
Blambangan Umpu ada jalur Kereta Api.  Gambar dari sini.
Sejak menikah tujuan mudikkupun tetap, hanya caranya yang berbeda. Karena beserta suami dan anak-anak, secara kemasan lebih komplet dan berwarna. Dan semua sudah dikupas tuntas kemarin di ADUK edisi Rabu 10 Ramadhan 1432 H, sayang aku tak bisa ikutan karena sedang ada gawe-an dijam tersebut.

Maka untuk mengobati rasa hati, hari ini aku ingin nulis sedikit tentang Tips Sepulang Mudik, jangan sampai karena bersemangatnya lebaran di Kampung Halaman dan tergesa-gesa pulang ke rantau lagi, kita lupa memperhatikan keselamatan, kenyamanan dan keamanan perjalanan BALIK (Arus Mudik 'kan lawannya arus Balik ya?) Dan inilah Tips Balik ala keluargaku, agar sepulang MUDIK kita tetap segar, bugar dan bisa tersenyum bahagia, cie...
  1. Pastikan hari kembali dari mudik bukan sehari sebelum masuk sekolah/kerja ,tapi minimal dua hari sebelum masuk sekolah/kerja lagi, sehingga ada kesempatan untuk beberesan, rapi-rapi dan istirahat.
  2. Usahakan bawa oleh-oleh semampu kita untuk tetangga/keluarga kita yang ada di Kota. Sehingga bisa dihidang saat ada tetangga/keluarga yang datang atau kita antar sambil bersilaturahmi dengan tetangga/keluarga. 
  3. Usahakan saat kita sampai di rumah lagi waktunya bukan tengah malam. Baiknya pagi/siang atau sore hari. Karena berdasarkan pengalamanku, rumah yang ditinggalkan selama beberapa hari banyak debu dan harus dibersihkan dulu sebelum kita beristirahat, so kalau malam kan rada berabe, terutama untuk yang punya anak kecil, demi kenyamanan dan kesehatan keluarga.
  4. Dan jangan lupa yang satu ini, pastikan kunci rumah tidak tertinggal. Meski bukan pengalaman pribadi tapi aku pernah dengar kejadian yang model begini. Pasti bikin heboh lho, nggak percaya? Buktikan sendiri, hehiiiiii... 
Okelah kalau begitu... selamat menjalankan ibadah Ramadhan, semoga optimal. Ini Ramadhan hari ke-12 ya ;) Persiapan Mudik jangan sampai mengurangi optimalisasi ibadah Ramadhan kita, semoga keberkahan Ramadhan dan kemenangan setelahnya menjadi milik kita semua. Aamiin YRA

Senin, 08 Agustus 2011

Betapa Aku Bangga

Aku menatap dengan takjub dan kesyukuran, sungguh diluar dugaanku. Tampak sejauh mata memandang, Padang Arafah kini hijau dan rindang dengan pepohonan. Sebelumnya aku membayangkan, mungkin juga seperti bayangan banyak orang bahwa Padang Arafah merupakan hamparan padang pasir yang luas nan tandus. Padang Arafah sendiri luasnya sekitar 5,5 x 3,5 Km, disekitarnya dikelilingi bukit-bukit. Salah satunya adalah Jabal Rahmah, yaitu bukit yang diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah turun ke bumi.


Namun, sejak beberapa tahun terakhir, paling tidak dari yang aku saksikan sendiri  November 2010 yang lalu, saat aku bertugas sebagai Tim Kesehatan Haji Indonesia 1431 H, Padang Arafah sudah begitu rindang dengan pepohonan yang tumbuh subur. Bahkan, hijaunya hampir merata di setiap sudut yang menghampar. Pohon-pohon yang tumbuh subur itu tak lain yang sering disebut dengan nama Pohon Soekarno. Di Negeri asalnya, Indonesia, Pohon Soekarno itu dikenal dengan nama Mimba, Pohon Imbo, atau Pohon Imba. Pohon ini memiliki family dekat dengan Pohon Mindi. Kedua tanaman itu memang memiliki kemampuan yang lebih untuk tetap hidup dan berkembang di tanah tandus yang kering. 

Di Indonesia sendiri kedua tanaman itu memiliki beberapa fungsi. Tanaman yang digunakan untuk penghijauan lahan kritis, dan juga dimanfaatkan kayunya sebagai bahan bangunan dan kayu bakar. Daunnya bermanfaat untuk bahan baku pestisida organik dan sebagai obat bagi kesehatan. Fermentasi dari daun Mimba dan urin kambing atau kelinci yang dipercepat dengan dekomposerbio efektif dapat digunakan untuk pengendalian hama kutu daun pada cabe, tomat, kacang panjang, dan lainnya. Subhanallah…


Berkembangnya tanaman Mimbo di Tanah Suci memang dipelopori oleh Presiden Soekarno saat mengunjungi Arab Saudi sekitar awal tahun 1960 (menurut satu sumber yang kudapat) di zaman pemerintahan Raja Fahd. Sekarang, pohon Soekarno itu sudah meluas, bukan hanya di Makkah tetapi juga di Madinah, Jeddah, dan kota lain di Arab Saudi. Bentuk pohonnya pun dibuat beragam sesuai selera dan kebutuhan. Di Hudaibiyah, tempat bersejarah saat dulu Nabi Muhammad SAW membuat perjanjian dengan orang-orang Quraisy, Pohon Soekarno dibiarkan tumbuh bercabang-cabang sehingga lingkungannya menjadi rindang. Hudaibiyah sekarang ditetapkan sebagai salah satu tempat miqat untuk ibadah umrah. Disekitar Masjid Aisyiah, Tanim, dan di sepanjang jalan Kota Makkah, Pohon Soekarno dipangkas berbentuk bulat, meruncing, atau lainnya sesuai yang diinginkan. 

Tampak hijau dan rindang Pohon Soekarno,
dibelakang tenda saat Wukuf di Arafah 1431 H.
Adapun saat musim haji, di bawah rindang Pohon Soekarno itu dipasang tenda-tenda untuk penginapan sementara. Tenda-tenda itu dipersiapkan menjelang wukuf yang dimulai pada 9 Dzulhijah setelah shalat Dzuhur. Sekarang suasana Wukuf di Padang Arafahpun tak begitu gersang, disapu sejuk rindang Pohon Soekarno.


Yang jelas, jama’ah haji Indonesia bisa berbangga dengan adanya Pohon Soekarno yang banyak dan terkenal tersebut, tak terkecuali aku. Aku bahkan membayangkan, andai pemerintah Arab Saudi ada penganugerahan Kalpataru atau pemilihan duta lingkungan hidup sejenis sosok yang cinta penghijauan, maka akan ada nama Presiden Soekarno yang selayaknya masuk.  Betapa tidak, melakukan penghijauan sebagai bentuk cinta lingkungan hidup di Negeri sesubur Indonesia saja pantas dihargai, apalagi di Negeri kaya minyak tapi tandus seperti Arab Saudi, yang selama ini hanya ada Pohon Kurma. Sebuah ide cerdas yang sepatutnya diacungi jempol dan ditauladani.


Konon dari yang pernah kubaca, ada dua gagasan besar Presiden Soekarno di Arab Saudi waktu itu, yaitu penanaman pohon di Arafah dan pembuatan 3 jalur tempat Sa’i. Agaknya, gagasan itu direspons oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Alhasil, kini tempat Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah terbagi menjadi tiga jalur. Jalur pertama adalah dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Jalur kedua adalah dari Bukit Marwah ke bukit Shafa. Jalur ketiga berada ditengah-tengah antara jalur pertama dan kedua yang diperuntukkan bagi orang yang sudah udzur  atau yang mempunyai keterbatasan fisik dengan memakai kursi roda. Dan aku yang banyak berurusan dengan jama’ah “kursi roda” ini, sangat merasakan manfaat dari ide 3 jalur Sa’i yang digagas oleh Sang Proklamator, Soekarno. Dan aku makin bangga menjadi orang Indonesia. 


Selain ide cemerlang dari Presiden Soekarno tersebut, ada banyak lagi yang membuatku bangga sebagai orang Indonesia saat bertugas mengawal jama’ah haji Indonesia, sangat banyak orang bersimpatik dengan jama’ah haji asal Indonesia yang terkenal beradab dan sangat menjunjung sopan santun. Di tahun 2010 lalu, jumlah jamaah haji Indonesia sebanyak 221 ribu orang dan petugas haji sebanyak 3.250 orang. Jumlah tersebut merupakan jumlah jama'ah haji terbanyak di dunia, pun bila dibandingkan dengan negara Muslim manapun. Belum lagi, penyelenggaraan ibadah haji Indonesia sudah dijadikan sebagai rujukan bagi banyak negara lain. Buktinya, banyak negara yang ingin bertukar pengalaman dengan Indonesia dalam hal penyelenggaraan haji. Saat ini menurut sumber yang kubaca,  negara yang telah bertukar pengalaman dengan Indonesia dalam urusan haji adalah Rusia. Dalam waktu dekat, sejumlah negara lain yakni Aljazair, Cina, Vietnam, Turki, Iran, dan Senegal segera menyusul.


Salah satu negara yang terang-terangan memuji penyelenggaraan haji Indonesia adalah Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi menilai, pelaksanaan ibadah haji Indonesia sangat bagus dan rapi. Mobilisasi jamaah bisa dilakukan secara tertib. Agaknya adab tertib orang Indonesia saat berhaji memang sudah membudaya, Alhamdulillah…Dulu sebagai petugas aku dengan bangga menggenakan baju "dinas" yang ada lambang merah putih didada, betapa tidak, karena identitasku yang sudah dikenal tersebut sering mengundang simpatik nyata. Misalnya sapaan khas penghormatan "salam untuk Indonesia" dengan logat kearab-araban, apalagi kalau mau belanja, para pedagang banyak yang tak segan memberi harga lebih murah saat mengenaliku sebagai petugas asal Indonesia, tak jarang mereka memuji-muji jama'ah Indonesia, wech makin bangga aku jadinya.


Sungguh, betapa aku bangga menjadi orang Indonesia, meski masih ada cerita tentang kasus korupsi yang belum tuntas, meski pengangguran juga masih ramai, meski ada pahlawan devisa yang pulang tinggal nama, meski semuanya belum seindah yang aku inginkan. Bahkan sampai ada satu film yang berjudul "Alangkah lucunya Negeri ini", tapi kebanggaanku tak akan pupus pada Negeri ini, karena harapan itu masih ada dan akan selalu ada. Semoga kedepan Negeriku akan lebih baik lagi dalam semua bidang. 

***

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Blogger Bakti Pertiwi yang diselenggarakan oleh Trio Mbak Nia, Bu Lidya, Pakde Abdul Cholik.



Sponsored by:

Minggu, 07 Agustus 2011

Ahad Pagi di LTTQ Al-Mukhlis

Ramadhan dan Al Qur'an
Hari Ahad pertama di Ramadhan 1432 H, ya hari ini adalah hari ke-7 Ramadhan tahun ini, artinya kita sudah memasuki Ramadhan pekan pertama. Sudahkah kita isi dengan optimal? Semoga ya...
Andai semua muslim menyadari keutamaan yang ada dibulan Ramadhan ini, pastilah tak seorangpun membiarkannya berlalu tampa amalan berharga, bahkan kita bisa jumpai satu hadits yang menggambarkan hal ini,
"Jika seandainya umatku tahu akan keutamaan bulan Ramadhan maka niscaya mereka akan memohon kepada Allah agar setiap bulan adalah bulan Ramadhan"
Dalam bulan ini setiap amal sunnah pahalanya disetarakan dengan amalan wajib dan amalan wajib pahalanya dilipat gandakan. Hayooo siapa coba yang tidak tergiur? Aku tergiur lho... Lalu apa hubungannya dengan Ahad pagi di LTTQ Al-Mukhlis?
Begini ceritanya...*semoga masih menyimak tulisan ini ;)

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil).” (Al-Baqarah : 185)

Artinya Ramadhan dan belajar Al qur'an satu keutamaan, sayang bila dilewatkan dan akupun berusaha melakoninya, disebuah masjid pada Ahad pagi.

Tentang LTTQ Al-Mukhlis
Sebenarnya sudah sejak oktober 2010 yang lalu, kami sekeluarga punya agenda tetap setiap hari Ahad pagi. Ya sejak pertama kali LTTQ Al-Mukhlis lounching di Palembang. Tapi karena bersamaan dengan tugas TKHI-ku maka baru pada bualn Februari 2011 kami sekeluarga bisa aktif, bergabung diangkatan ke-2.

Lembaga Tahsin Tahfidz Qur'an Al-Mukhlis atau yang biasa disingkat LTTQ Al-Mukhlis didirikan atas prakarsa seorang teman berangkat dari niat mulianya untuk memasyarakatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan baik dan benar. Dengan tartil, sesuai dengan hukum tajwid yang benar. Dirinya pribadi sebenarnya seorang perawat alumni AKPER tapi beberapa tahun terakhir sejak punya 2 orang anak, lebih memfokuskan diri untuk menghafal Al-Qur'an. Sungguh aku kagum padanya, dia tetap bekerja part time di Klinik sebuah Yayasan Sekolah Islam Terpadu, tapi aktivitas menghafal Al-Qur'an tetap dijalaninya dengan istiqomah. Dan selanjutnya ia merintis berdirinya LTTQ Al-Mukhlis, banyak yang mendukungnya akan tetapi bukan berarti semuanya berjalan mulus. Sampai hari ini LTTQ Al-Mukhlis masih menumpang beroprasi disebuah masjid yang ada di Demang Lebar Daun depan RS Khodijah, Masjid Nurul Hidayah namanya. 

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu masjid dari masjid-masjid Allah kemudian mereka membaca Alquran dan mempelajarinya, melainkan turun kepada mereka ketentraman, diliputi dengan rahmat, dinaungi oleh malaikat, dan disebut-sebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya."(HR. Muslim) 

Sosok muda yang hafidzoh, guruku. Dan akupu iri padanya...
Ini sosok rekanku di kelas TAHSIN I, sekarang sudah berpisah.
Inilah buku panduan tahsin yang kami pakai di LTTQ Al-Mukhlis.
Seiring sejalan ditengah warna-warni acara di Ahad pagi kami sekeluarga berjibaku untuk berjuang menghadiri kelas tahsin Al-Qur'an, belum sanggup dilevel tahfidz karena masih banyak sekali yang harus dibenahi. Selama ini tilawah Al-Quranku ternyata banyak yang tabrak lari. Astaghfirullahal'adzim...

Dan semakin kesini kurasakan betul manfaatnya ikut kelas tahsin di Al-Mukhis. Sekarang aku sudah masuk Tahsin semester 2 dan uniknya berbeda dengan kelas tahsin semester 1 dulu banyak rekanku yang masih muda, sekarang justru banyak rekanku yang sudah lansia, diatas umur 50 tahun tapi semangatnya tak kalah dengan yang muda. Yang unik dan luar biasanya Ustadzah kami justru masih sangat muda belia.

Lanjut... *masihkah menyimak ceritaku?

Sebuah Motivasi untuk Diri
Dari Usman bin 'Affan ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda,
"Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya." (Riwayat Bukhari)
Ternyata tantangan untuk istiqomah ber-tahsin tidaklah mudah. Anak-anakku akhirnya mengikuti jejak para sepupunya yang mundur. Saat ini aku tak memaksa karena program di sekolah mereka yang SDIT memang mirip dengan tahsin di Al-Mukhlis. Suamikupun dengan segudang aktivitasnya di Ahad pagi akhirnya Stop Out dulu Ramadhan ini, semoga bisa masuk lagi nantinya. Tinggallah aku yang harus tetap memanagement agenda Ahad pagiku agar bisa tetap berangkat ke Al-Mukhlis. Berbekal niat membenarkan bacaan Al-Qur'anku, agar mampu menjadi guru tahsin yang baik dan benar, minimal untuk anak-anakku karena akulah madrasah pertama mereka sebelum yang lainnya. Ditambah juga motivasi yang menggebu bahwa sebaik-baiknya aktivitas kita sebagai seorang muslim adalah belajar dan mengajarkan Al-Qur'an maka aku bertahan. Semoga kelak bisa lanjut kekelas tahfidz.
"Bukan karena pandai kita menghafal Al-Qur'an, tapi karena menghafal Al-Qur'an kita jadi pandai."
Pernah dengar ini? Ya ternyata begitu, semoga mampu memotivasi, akupun baru tahu ;) Tak ada kata terlambat bukan?

Dan aku berdo'a semoga semangat anak-anakku kelak melebihiku untuk fasih membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, dan semoga mereka menjadi generasi rabbani seperti yang ada di QS Ali Imron: 79
..."Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya". (QS. 3:79)

Lebih dari itu semoga kelak mereka menjadi hafidz dan hafidzoh yang mengamalkan Al-Qur'an dalam semua bidang kehidupannya. Satu lagi, sekalian promosi euy... satu buku bagus yang layak dibaca selama Ramadhan ini...
Semoga bermanfaat ;)
Gambar dari Google.
Bacalah Buku ini dan rasakan sensasi MOTIVASInya ;)


*** 

Hadiah dihari Pertama Ramadhan 1432 H
Dan satu kiriman Tafsir Al-Qur'an yang kuterima di hari pertama Ramadhan dari Pak Is, mulai hari ini sudah menemaniku di LTTQ Al-Mukhlis. Semoga menambah barokah bagi yang memberinya. 
Teriring ucapan terima kasih;)

Hadiah yang sampai dihari pertama Ramadhan 1432 H.
Ukuran yang pas dibawa-bawa.
Sebelumnya aku punya tafsir Al-Qur'an Per Kata dengan ukuran yang lebih Jumbo.
 
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shad : 29)

Allah 'azzawajalla berfirman dalam hadits Qudsi: 
"Barang siapa yang disibukkan oleh Al Qur’an dalam rangka berdzikir kepadaKu dan memohon kepadaKu niscaya Aku akan memberikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaan Kalam Allah daripada seluruh kalam yang selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhlukNya." (HR. Tirmidzi)