Siapakah yang aku maksud? Beliau adalah Almarumah Yoyoh Yusroh, yang telah berpulang pada 21 Mei 2011, artinya hampir setahun yang lalu. Beliau sosok yang hebat dimataku, meski aku mengenalnya hanya sekilas saja, saat beberapa kali kunjungannya ke Palembang. Tapi jujur, beliau sudah mampu menginspirasiku dalam banyak hal. Maka tak heran bila saat hari kepergiannya, aku sengaja menuliskan sedikit kenanganku akan sosoknya, bisa baca selengkapnya di In Memorian Ustadzah Yoyoh Yusroh, kuberi tajuk spesial "Bukan Bunga Biasa". Yang membuatku bangga juga terharu, sampai hari ini tulisan ini menduduki posisi tertinggi sebagai entri populer pada blogku, yang paling banyak dilihat. Ohhh ternyata, mencapai > 2571 gituu dechhh... bangga dong :)
Balik ke sosok Almarhumah Yoyoh Yusroh, beliau salah satu dari sedikit wanita yang mengukuhkan dirinya berjuang di ranah parleman Negeri ini. Beliau juga konsent mengurusi bantuan ke Palestina. Tapi yang mengagumkan beliau tak melupakan tugasnya sebagai istri dan ibu dari 13 orang anak yang luar biasa. Kiprahnya pada masyarakat sekitarpun tertoreh nyata. Banyak kesaksian tentang hal ini yang terangkum dalam buku "Yoyoh Yusroh, Mutiara yang Telah Tiada" terbitan Gema Insani Pers. Pokoknya tak akan habis 3 paragraf bila menuliskan kekagumanku pada sosok beliau.
| Bersama sesama Kartini. |
| Saat kunjungan ke Palestina. |
"Dan jasadmu memang telah pergi, tapi jejak juangmu akan abadi. Izinkan kami mengenangmu sebagai guru dalam banyak kebaikan. Telah sempurna engkau tunaikan amanahmu. Dan kami akan mengabadikan pesonamu dalam memoar perjuangan ini. Dikau guru sekaligus Ibu bagi banyak orang. Dirimu Srikandi dan layak disebut sebagai sosok cantik Kartini modern. Karena dirimu wanita yang diakui hebat oleh halayak tapi tetap berpijak pada kodrat. Allahumma firlaha warhamha waafiha wa'fuanha Allahumma latahrimna ajraha wala taftinna ba'da ha wagfirlana walaha buat Almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh"
maaf, lagi-lagi foto pinjeman, dari http://yoyohyusroh.com