Selasa, 15 Februari 2011

14 Februari buat Abi

14 Februari, tepat 11 tahun yang lalu seorang hamba Allah memulai langkahnya menjadi seorang advokat. 
Barokallah ya Abi, semoga selalu istiqomah menjadi da'i yang advocat. 
Terus berjuang walau meradang, terus berbuat jangan pernah berhenti walau ada yang tak sehati.
Semoga selalu diberi kekuatan untuk memperjuangkan kebenaran ya Abi. 
Semoga Allah selalu bersamamu dalam setiap langkah dan kiprah memberi warna dijagad peradilan negeri ini.
Kami kan bantu dengan apa saja yang bisa kami lakukan.

Pengadilan Negeri Palembang
                                                                                                         With love

Yunda Khodijah, Akang Hamas dan Ummi
(Rihlah 'Keluarga' di Novotel, Palembang)

Ya....ini special untuk Abi dari anak-anakku, M. Ridwan Saiman, SH. MH

Sabtu, 12 Februari 2011

Ikut Pelatihan BEKAM HPA

Ya ya....setelah sekian lama menjadi konsumen HPA, hari ini akhirnya aku gabung juga.
Berhasil ngajak Nang Di, jauh-jauh dari Lampung. Sayang Amahtie tak jadi ikutan. Lain kali ya....
Langsung ikut pelatihan BAKAM euy....maknyuss, Aman Pipit patnerku ujicoba di pelatihan tadi.
Dan juga bertemu dr. Indri Seta dan dr. Kikin sebagai peserta pada pelatihan tadi. 

Bismillah....
Semoga ini sebuah awal yang baik.
Malamnya langsung kontak kawan-kawan di jejering sosial fb dan blog.
Ada dr. Satih K dan dr. Herawati yang langsung siap bergabung. ALLAHU AKBAR.
Semoga....BISA, BISA....Yes!!!

Tentang BEKAM sudah pernah kubahas sebelumnya, adapun tentang HPA?
Ternyata HPA adalah MLM Syariah terbesar sedunia. Subhanallah....
Untuk lebih lengkap bisa baca-baca di www.awmithpa.blogspot.com
HPA telah menjadi perintis kebangkitan era Kedokteran Islam, salah sattunya dengan memperjuangkan obat-obatan herbal yangterjamin kehalalannya. Mengapa kita tidak ikut mengambil peran bersama HPA?
Aku akan berusaha sebisa dan semampuku.
Mulai dari diri sendiri dan mengajak orang-orang terdekat :)

Kopi Radix, prodak HPA favorite keluarga

 ***
Merindu hadir produck lain HPA di Palembang, terutama Radix Cickhen House yang bisa menyaingi KFC. Berharap dengan sepenuh hati agar diri bisa mendirikan RCH ini. Aamiin

Jumat, 11 Februari 2011

Sebuah Organ Bernama Ginjal

Tulisan ini untuk mengenang seorang Jama'ah haji Kloter 31 JKG, Drs. Hi Zarkasi yang meninggal tanggal 8 Februari 2011. Alm. Pak Zarkasi adalah PNS Depag, sebelumnya pernah 2x jadi Ketua Kloter, terakhir tahun 2007.Terima Kasih Bu Zarkasi yang telah memberiku khabar secara langsung. 

Arafah 1431 H, Pak Zarkasi dan Istri 

 ***

Ini Tentang GINJAL
Ginjal-ginjal memainkan peran kunci dalam fungsi tubuh, tidak hanya menyaring darah dan membersihkan limbah,namun juga menjaga keseimbangan dari tingkat-tingkat elektolit-elektrolit didalam tubuh, mengontrol tekanan darah, dan menstimulasi produksi dari sel-sel darah merah. 

Ginjal-ginjal terletak didalam abdomen (perut) kearah belakang dan masing-masing satu buah disisi kanan dan kiri dari tulang belakang (spine). Mereka mendapat suplai darahnya melalui arteri-arteri renal (ginjal) langsung dari aorta dan mengirim balik darah ke jantung melalui vena-vena renal ke vena cava. "Renal" berasal dari kata latin untuk ginjal. 

Ginjal-ginjal mempunyai kemampuan untuk memonitor jumlah cairan tubuh, konsentrasi-konsentrasi dari elektrolit-elektrolit seperti sodium dan potassium, dan keseimbangan asam-basa dari tubuh. Mereka menyaring limbah-limbah dari metabolisme tubuh, seperti urea dari metabolisme protein dan asam urat (uric acid) dari penguraian DNA. Dua limbah didalam darah dapat diukur: blood urea nitrogen (BUN) dan creatinine (Cr). 

Ketika darah mengalir ke ginjal, sensor-sensor didalam ginjal memutuskan berapa banyak air yang dikeluarkan sebagai air seni, bersama dengan berapa konsentrasi dari elektrolit-elektrolitnya. Sebagai contoh, jika seseorang kekurangan cairan (dehidrasi) dari latihan olahraga atau dari suatu penyakit, maka ginjal akan menahan sebanyak mungkin air dan air seni menjadi sangat pekat. Ketika kecukupan air terjadi didalam tubuh, air seni menjadi lebih encer dan menjadi bening. Sistim ini dikontrol oleh renin, suatu hormon yang diproduksi didalam ginjal yang merupakan bagian dari sistim-sistim tubuh yang mengatur cairan dan tekanan darah. 

Ginjal-ginjal juga adalah sumber dari erythropoietin didalam tubuh, suatu hormon yang menstimulasi sumsum tulang (bone marrow) untuk membuat sel-sel darah merah. Sel-sel special didalam ginjal memonitor konsentrasi oksigen didalam darah. Jika tingkat oksigen darah turun, tingkat-tingkat erythropoietin naik dan tubuh mulai memproduksi lebih banyak sel-sel darah merah. 

Setelah ginjal-ginjal menyaring darah, air seni dikeluarkan melalui ureter, suatu tabung kecil yang menghubungkannya ke kandung kemih (bladder). Kemudian air seni itu di tampung didalam kandung kemih menunggu waktu kencing, ketika kandung kemih mengirim air seni keluar dari tubuh melalui urethra. 

Gagal GINJAL? 
Gagal ginjal ada 2: Gagal Ginjal Akut (GGA) dan Gagal Ginjal Kronis (GGK)
Adapun yang akan kita bahas kali ini adalah GGK. Apaan tuch ???
Gagal ginjal kronis dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gagal ginjal kronis adalah suatu kondisi di mana kedua ginjal mengalami kerusakan permanen dan tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Biasanya ditandai dengan edema seluruh tubuh (edema anasarka) karena terjadinya hipertensi portal dan kadar klirens kreatinin < 25

Gejala-Gejala Gagal Ginjal
  • Pada permulaan, gagal ginjal mugkin asymptomatic (tidak memberikan samasekali gejala-gejala). Ketika fungsi ginjal berkurang, gejala-gejalanya dihubungkan dengan ketidakmampuannya untuk mengatur keseimbangan-keseimbangan air dan elektrolit-elektrolitnya, untuk membersihkan limbah dari tubuh , dan mempromosikan produksi sel darah merah. Kelesuan, lemah, napas pendek, dan pembengkakkan yang umum dapat terjadi. Tidak disadari atau tidak dirawat, keadaan-keadaan yang membahayakan jiwa dapat berkembang.
  • Metabolic acidosis, atau peningkatan keasaman tubuh disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menghasilkan bicarbonate, akan mengubah metabolisme enzim dan oksigen, menyebabkan gagal organ.
  • Ketidakmampuan untuk mengeluarkan dan kenaikkan tingkat-tingkat potassium didalam serum (hyperkalemia) dihubungkan dengan gangguan-gangguan irama jantung yang fatal (arrhythmias).
  • Kenaikkan tingkat-tingkat urea didalam darah (uremia) dapat mempengaruhi fungsi dari beberapa organ-organ mulai dari otak (encephalopathy) dengan perubahan dari pemikiran, ke peradangan dari lapisan jantung/heart lining (pericarditis), sampai fungsi otot yang berkurang karena tingkat-tingkat kalsium yang rendah (hypocalcemia).
  • Kelemahan umum dapat terjadi karena anemia, suatu pengurangan jumlah sel darah merah, karena tingkat-tingkat yang rendah dari erythropoietin tidak secukupnya menstimulasi sumsum tulang. Suatu penurunan dalam sel-sel merah sama dengan suatu penurunan kapasitas darah untuk mengangkut oksigen, berakibat pada suplai oksigen yang berkurang kepada sel-sel untuk mereka bekerja; oleh karenanya, tubuh menjadi cepat letih. Begitu juga, dengan oksigen yang berkurang, sel-sel lebih siap menggunakan metabolisme anaerobik/anaerobic metabolism (an=tanpa + aerobic=oksigen) menjurus pada peningkatan jumlah produksi asam yang tidak dapat ditangani oleh ginjal-ginjal yang telah gagal.
  • Ketika limbah terbentuk didalam darah, kehilangan nafsu makan, kelesuaan, dan letih menjadi nyata. Ini akan berlanjut pada suatu titik dimana fungsi mental akan berkurang dan koma dapat terjadi.
  • Karena ginjal-ginjal tidak dapat menangani kenaikkan beban asam didalam tubuh, pernapasan menjadi lebih cepat karena paru-paru mencoba untuk menetralisir keasaman dengan mengeluarkan karbondioksida. Tekanan darah mungkin naik karena kelebihan cairan, dan kelebihan cairan ini dapat tersimpan didalam paru-paru, menyebabkan gagal jantung congestiv (congestive heart failure).

 

Penyebab Gagal Ginjal

Gagal ginjal dapat terjadi dari suatu situasi akut atau dari persoalan-persoalan kronis.
Pada gagal ginjal akut, fungsi ginjal hilang dengan sangat cepat dan dapat terjadi dari suatu luka tubuh yang bervariasi. Daftar dari penyebab-penyebab ini seringkali dikatagorikan berdasarkan dimana luka terjadi.

Penyebab-Penyebab Sebelum Ginjal

Penyebab-penyebabnya disebabkan oleh suplai darah ke ginjal yang berkurang. Contoh-contoh dari prerenal causes adalah:
  • Hypovolemia (volume darah yang rendah) disebabkan kehilangan darah.
  • Dehidrasi dari kehilangan cairan tubuh (muntah, diare, berkeringat, demam).
  • Minum yang sedikit sekali.
  • Obat-obatan, contohnya, diuretics ("water pills") dapat menyebabkan kehilangan cairan yang berlebihan.
  • Kehilangan suplai darah ke ginjal disebabkan oleh rintangan dari arteri atau vena ginjal.

Penyebab-Penyebab Ginjal (kerusakan langsung pada ginjal sendiri) termasuk:

  • Sepsis: Sistim immun tubuh yang kewalahan dari infeksi dan menyebabkan peradangan dan penutupan dari ginjal-ginjal. Ini umumnya tidak terjadi dengan infeksi-infeksi saluran air seni (urinary tract).
  • Obat-obatan: Beberapa obat-obatan adalah racun untuk ginjal, termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drugs seperti ibuprofen dan naproxen. Lain-lainnya adalah antibiotik-antibiotik seperti aminoglycosides [gentamicin (Garamycin), tobramycin], lithium (Eskalith, Lithobid), obat-obatan yang mengandung iodine seperti yang disuntikkan untuk studi-studi radiologi.
  • Rhabdomyolysis: Ini adalah situasi dimana adanya penguraian otot yang signifikan didalam tubuh, dan produk-produk degenerasi dari serabut-serabut otot (muscle fibers) menyumbat sistim penyaringan dari ginjal-ginjal. Sering terjadi karena trauma dan luka-luka yang menghancurkan, itu dapat juga disebabkan oleh beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi.
  • Multiple Myeloma
  • Acute glomerulonephritis atau peradangan dari glomeruli, sistim penyaringan dari ginjal-ginjal. Banyak penyakit-penyakit dapat menyebabkan peradangan ini termasuk lupus sistemik (systemic lupus erythematosus), Wegener's granulomatosis, dan Goodpasture syndrome.

Penyebab-Penyebab Setelah Ginjal disebabkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi pengaliran dari urin (air seni):

  • Penghalangan dari kandung kemih atau ureters dapat menyebabkan tekanan balik ketika tidak ada tempat lain yang dapat dicapai oleh urin dan ketika ginjal-ginjal terus bekerja. Ketika tekanan cukup naik maka ginjal-ginjal akan berhenti bekerja (shut down).
  • Prostatic hypertrophy atau kanker prostat dapat menghalangi urethra dan mencegah kandung kemih untuk mengosongkan dirinya.
  • Tumor-tumor didalam abdomen (perut) yang mengelilingi dan menghalangi ureters.
  • Batu-Batu Ginjal
Gagal ginjal kronis berkembang melalui waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Penyebab-penyebab yang paling umum dari gagal ginjal kronis dihubungkan pada:
  • Diabetes yang tidak terkontrol
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Glomerulonephritis kronis (chronic glomerulonephritis)
Penyebab-penyebab yang lebih jarang:
  • Penyakit ginjal polycystic
  • Reflux nephropathy
  • Batu-batu ginjal
  • Penyakit prostat

Mendiagnosis Gagal Ginjal
Diagnosis dari gagal ginjal dikonfirmasikan oleh tes-tes darah yang mengukur pembentukkan dari limbah-limbah didalam darah. BUN dan creatinine meningkat, dan angka penyaringan glomerular berkurang. Ini adalah angka dimana darah disaring melalui ginjal-ginjal dan dapat dihitung berdasarkan tingkat creatinine, umur, ras, dan kelamin (gender). 

Tes-tes urin mungkin dilaksanakan untuk mengukur jumlah protein, mendeteksi kehadiran dari sel-sel abnormal, atau mengukur konsentrasi dari elektrolit-elektrolit. Protein didalam urin adalah tidak normal dan dapat sebagai petunjuk bahwa kerusakkan telah terjadi pada ginjal-ginjal. Aggregasi abnormal dari sel-sel darah merah dan putih yang disebut casts dapat terlihat didalam urin dengan penyakit ginjal. Membandingkan konsentrasi-konsentrasi dari elektrolit-elektrolit didalam darah dan urin dapat membantu memutuskan apakah ginjal-ginjal mampu sewajarnya memonitor dan menyaring darah. 

Tes-tes lainnya digunakan untuk mendiagnosis tipe kegagalan ginjal. USG abdomen (abdominal ultrasound) dapat menilai ukuran dari ginjal-ginjal dan mungkin dapat mengidentifikasi apakah terdapat rintangan-rintangan. Biopsi ginjal menggunakan suatu jarum yang tipis yang ditempatkan melalui kulit kedalam ginjal untuk mendapatkan sedikit dari jaringan untuk diperiksa dibawah mikroskop. 

Perawatan Gagal Ginjal
Pencegahan selalu adalah tujuannya dengan gagal ginjal. Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes adalah mematikan karena kerusakkan yang dapat mereka lakukan pada ginjal-ginjal dan organ-organ lainnya. Kerajinan seumur hidup adalah penting dalam mempertahankan gula darah dan tekanan darah dalam batas-batas normal. Perawatan-perawatan spesifik tergantung dari penyakit-penyakit yang mendasarinya.
Sekali gagal ginjal hadir, tujuannya adalah mencegah kemunduran fungsi ginjal yang berlanjut. Jika diabaikan, ginjal-ginjal akan berlanjut pada kegagalan total, namun jika penyakit yang mendasarinya ditangani dan dirawat secara agresiv, fungsi ginjal dapat dipelihara/diperthankan, meskipun tidak selalu membaik. 

Diet
Diet adalah suatu pertimbangan penting untuk mereka yang fungsi ginjalnya melemah. Konsultasi dengan seorang ahli diet mungkin berguna untuk mengerti makanan apa yang sesuai atau tidak sesuai.
Karena ginjal-ginjal tidak dapat dengan mudah mengeluarkan kelebihan air, garam, atau potassium, mereka perlu dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas. Makanan-makanan yang tingi dalam potassium termasuk pisang, apricots, dan pengganti-pengganti garam.
Fosfor (Phosphorus0 adalah kimia yang dilupakan yang dihubungkan dengan metabolisme kalsium dan dapat meningkat pada gagal ginjal. Terlalu banyak fosfor dapat mengikis kalsium dari tulang-tulang dan menyebabkan osteoporosis dan patah tulang. Makanan-makanan dengan kandungan fosfor yang tinggi termasuk susu, keju, kacang-kacang, dan minuman cocacola. 

Obat-Obatan
Obat-obatan mungkin digunakan untuk membantu mengontrol beberapa persoalan-persoalan yang berhubungan dengan gagal ginjal.
  • Obat-obatan yang menurunkan fosfor [calcium carbonate (Caltrate), calcitriol (Rocaltrol), sevelamer (Renagel)]
  • Stimulasi produksi sel darah merah [erythropoietin, darbepoetin (Aranesp)]
  • produksi sel darah merah (iron supplements)
  • Obat-obat tekanan darah
  • Vitamin-Vitamin

Dialysis

Dialysis membersihkan tubuh dari limbah-limbah didalam tubuh menggunakan sistim penyaringan. Ada dua tipe dari dialysis.

Hemodialysis

Hemodialysis menggunakan suatu mesin penyaringn yang disebut dialyzer atau ginjal tiruan (artificial kidney0 untuk mengeluarkan kelebihan air dan garam, untuk menyeimbangkan elektrolit-elektrolit lainnya didalam tubuh , dan untuk mengeluarkan limbah-limbah dari metabolisme. Darah mengalir melalui tabung kedalam mesin, dimana dia berikutnya melalui membran penyaringan. Suatu larutan kimia khusus (dialysate) mengalir pada sisi lain dari membran. Dialysate diformulasikan untuk menarik ketidakmurniaan dari darah melalui membran filtrasi (penyaringan). Darah dan dialysate tidak pernah menyentuh didalam mesin ginjal tiruan. 

Untuk tipe dialysis ini, akses ke pembuluh-pembuluh darah perlu diciptakan secara operasi sehingga jumlah yang besar dari darah dapat mengalir kedalam mesin dan balik kedalam tubuh. Ahli bedah dapat membentuk suatu fistula, suatu hubungan antara suatu arteri besar dan vena didalam tubuh, umumnya pada lengan, yang menyebabkan suatu jumlah yang besar dari darah mengalir kedalam vena. Ini membuat vena lebih besar dan dindingnya lebih tebal sehingga dia dapat mentoleransi tusukan jarum yang berulang untuk memasang tabung dari tubuh ke mesin. Karena itu memakan waktu beberapa minggu bagi suatu fistula supaya cukup matang untuk digunakan, perencanaan signifikan diperlukan jika hemodialysis dipertimbangkan sebagai suatu pilihan (opsi). 

Jika gagal ginjal akut terjadi dan tidak ada waktu untuk membuat suatu fistula, kateter khusus mungkin dapat dimasukkan kedalam pembuluh-pembuluh darah besar dari lengan, kaki, atau dada. Kateter-kateter ini mungkin dibiarkan pada tempatnya untuk waktu sampai 3 minggu. Pada beberapa penyakit-penyakit, keperluan untuk dialysis hanya sementara, namun jika harapan/dugaan bahwa dialysis akan berlanjut untuk waktu yang lama, kateter-kateter ini bekerja sebagai jembatan sampai suatu fistula dapat direncanakan, ditempatkan, dan matang untuk dipakai. 

Perawatan-perawatan dialysis umumnya terjadi tiga kali seminggu dan berlangsung beberapa jam setiap kalinya. Paling umum, pasien-pasien mengunjungi suatu rumah sakit untuk mendapatkan dialysis, namun terapi dialysis dirumah menjadi suatu pilihan untuk beberapa pasien.

Peritonealdialysis

Peritoneal dialysis menggunakan lapisan rongga perut (lining of the abdominal cavity) sebagai filter dialysis untuk membersihkan tubuh dari limbah dan untuk menyeimbangkan tingkat-tingkat elektrolit. Suatu kateter ditempatkan didalam rongga perut melalui dinding perut oleh seorang ahli bedah dan diharapkan tetap ditempat untuk waktu jangka panjang. Larutan dialysis kemudian dimasukkan melalui kateter dan dibiarkan didalam rongga perut untuk beberapa jam dan kemudian dialirkan keluar. Pada waktu itu, limbah-limbah dibersihkan dari darah yang secara normal mengalir melalui lapisan perut (peritoneum).
Ada manfaat-manfaat dan komplikasi-komplikasi untuk setiap tipe dari dialysis. Tidak setiap pasien dapat memilih tipe yang dia lebih menyukainya. Keputusan perawatan tergantung dari penyakit pasien dan sejarah medisnya bersama dengan persoalan-persoalan lainnya. Umumnya, nephrologist (ahli ginjal) akan mengadakan diskusi yang panjang dengan pasien dan familinya untuk memutuskan pilihan yang terbaik yang tersedia.

***

Ingatku tentang sebuah dialog dengan Alm. Pak Zarkasi. 
Apa yang bapak bisa bagi untuk kami tentang sakit ini? Jadi semacam pola hidup seperti apa yang bapak terapkan hingga mengalami sakit ini, menurut hemat bapak? 
Dan dengan tangkas bapak menjawab.
Ternyata menurut beliau, ini bisa jadi karena beliau sering minum jamu dan terlampau sering mengkonsumsi obat kimia, misal sakit kepala minum obat analgesik, pegel linu karena capek minum jamu. Ini langsung diaminkan oleh Ibu. 
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.
Selamat jalan Pak Zarkasi, dirimu orang baik. Semoga diterima amal ibadahmu. Diampunkan dosa dan mabrur hajinya. Lapang dan terang alam kuburmu. Kami yakin Ibu seorang wanita yang tangguh, sosok istri shaliha. Sabar ya bu.....

Hmm.....jadi tak sabar menunggu besok, pelatihan BEKAMnya HPA. 
Therapy dengan obat-obatan herbal, kembali kepada cara pengobatan ala Nabi. Habatussauda, Spirulina dll bisa jadi adalah solusinya. Dan aku sudah mulai menerapkannya pada keluarga kecil kami, sekitar 6 bulan terakhir. Semoga bisa menularkannya pada banyak kerabat, sahabat, keluarga besar, tetangga dan handaitaulan. 

*** 


Sebuah mimpi, segenap cita akan bangkitnya Kejayaan Kedokteran Islam.
Merindukankan lahirnya Ibnu Sina dimasa depan, sepenuh do'a untukmu Nak....

Tentang ANGIN

  • Memang mustahil merubah hembusan angin, tapi kita tentu bisa merubah arah kapal kita.

Allah, SWT berfirman:
وَلَهُ الجوار المُنْشَئَاتُ فِى البحر كالأعلام
“Dan kepunyaanNya-lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung”. (Ar-Rahman: 24)

Dan dalam ayat yang lain Allah berfirman:
إِن يَشَأْ يُسْكِنِ الريح فَيَظْلَلْنَ رَوَاكِدَ على ظَهْرِهِ إِنَّ فِى ذلك لأيات لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
“Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur”. (Asy-Syura: 33)

Sebagian orang mengatakan, bahwa kapal-kapal laut yang berlayar dengan tenaga mesin menggunakan bahan bakar dari batu bara, minyak, atau lainnya, apa yang dapat menghentikannya jika angin tidak ada atau berhenti berhembus?
Semua jenis kapal laut yang menggunakan bahan bakar dengan semua jenisnya, dan bergerak menggunakan tenaga uap dengan bahan bakar batu bara atau minyak, sampai yang menggunakan bahan bakar nuklir sekalipun, apabila angin tidak ada, maka gerak kapal akan terhenti secara total, karena bahan-bahan bakar ini terbakar dengan perantara gas oksigen yang ada di udara.
(Sumber : 100 Mukjizat Islam, Pustaka Darul Haq) 

  • Satu lagi rahasia si Angin, ternyata hanya Sulaiman, as yang diberi kuasa oleh Sang Punya bisa mengendalikan ANGIN.  

“Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesunguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya). (Ingatlah) ketika dipertunjukan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore, maka ia berkata, “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan.” “Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku.” Lau ia potong kaki dan leher kuda itu. (Shaad:30-33)

Allah menyebutkan, bahwa Dia menganugerahkan kepada Daud putera bernama Sulaiman a.s. Allah memuji Sulaiman bahwa dia banyak kembali kepada-nYa, lalu Allah menyebutkan perkaranya tentang kuda. Berikut ini kisahnya:

Sulaiman a.s. begitu cintanya kepada kuda untuk digunakan jihad di jalan Allah. Beliau memiliki kuda-kuda yang kuat, cepat dan bersayap. Kuda-kudanya berjumlah 20 ribu ekor. Ketika ia memeriksa dan mengatur kuda-kuda tersebut, ia ketinggalan shalat Ashar, karena lupa bukan disengaja. Saat ia mengetahui ketinggalan sholatnya karena kuda-kuda tersebut, ia pun bersumpah, “Tidak, demi Allah, janganlah kalian (kuda-kudaku) melalaikanku dari menyembah Tuhanku.” Lau beliau menitahkan agar kuda-kuda itu disembelih. Maka beliau memukul leher-leher dan urat-urat nadi kuda-kuda tersebut dengan pedang. Ketika Allah mengetahui hamba-Nya, yang bernama Sulaiman menyembelih kuda-kuda tersebut karena Diri-Nya, karena takut dari siksa-Nya serta karena kecintaan dan pemuliaan kepada-Nya, karena dia sibuk dengan kuda-kuda tersebut sehingga habis waktu shalat. Sebab hal it, Allah lalu menggantikan untuknya sesuatu yang lebih baik dari kuda-kuda tersebut, yakni angin yang bisa berhembus dengan perintahnya, sehingga akan menjadi subur daerah yang dilewatinya, perjalannya sebulan dan kembalinya juga sebulan. Dan tentu, ini lebih cepat dan lebih baik daripada kuda. 

Karena itu, benarlah sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah kecuali Allah akan memberimu (sesuatu) yang lebih baik daripadanya.” (HR Ahmad dan Al-Baihaqi, hadits shahih)

***
Sungguh aku suka ANGIN yang berhembus, angin yang membawa damai, angin yang mampu menggerakkan....
Angin sampaikan rinduku pada sosok Agung, manusia pilihan.
Rindu kami padamu ya Rosul, serasa engkau disisi.

Minggu, 06 Februari 2011

Atelektasis Paru

Tulisan ini special untuk mengenang seorang H. Imron, Jama'ah Haji Kloter 31 JKG yang sangat dekat dengan kami, para petugas kesehatan haji kloter. Karena memang beliau perlu penanganan ekstra selama Safar Haji.

Pak Im, begitu kami biasa menyapanya, mendatangiku dan sengaja memperkenalkan diri saat masih di Asrama Haji Rajabasa, selama di Embarkasi pun beliau sudah tampak sakit. BKJH didapat: DM, hipertensi Ashma dan ada riwayat OAT ( Obat Anti Tuberculosis), hmmm.........berarti beliau pernah terdiagnosa TB Paru. Tapi cerita ini langsung diklarifikasi Pak Im, bahwa riwayat minum OAT beliau karena salah diagnosis. Jadi minum OAT-nya hanya 2 bulan.

Kronologis Sakitnya Pak Im selama 42 hari bersama di Kloter 31 JKG.
  • Selama Perjalanan Indonesia Makkah. Sering mengeluh sesak dan nyeri ulu hati. Therapy yang diberikan, melanjutkan obat-obatan yang  dibawa Pak Im. Antaranya obat gastritis dan obat-obatan Ashtma termasuk Ventolin Inheler.
  • MAKKAH. Sesak masih mendominasi, nyeri perut sering. Nebulizer yang kami bawapun sudah sering dipakai untuk mengatasi sesaknya. Tapi tetap tak terkendali. Jum'at pertama di Makkah nyaris mengalami stroke. Kami semua dibuat cemas, namun semua teratasi dengan baik, menyisakan panik berkepanjangan didiri Pak Im. Gula darah sewaktu (GDS) dalam batas normal, sedikit tinggi sesekali mencapai 187, tapi pak Im termasuk yang sangat panik dengan ini, GDS sering diceknya sendiri dengan alat GlucoDR yang dibawanya sendiri. Bolak-balik konsul ke Sektor 9. Tetap dengan diagnosa lama. obat simptomatis. Kondisi ini yang lantas membuat kami sepakat bahwa Pak Im juga mengalami Psikosomatis. Artinya selain semua penyakit yang dideritanya, Pak Im juga psikologisnya kurang baik. Menjelang wukuf kami usahakan untuk SAFARI WUKUF, tapi jelas ditolak karena kondisi Pak Im yang STABIL.                                                                                                                                    
  • ARMINA. Sehat selama di Arafah, membuat kami takjub, bahkan menyandainya, bahwa salah satu therapy mujarab untuk penyakitnya adalah berkemah. Selama di Mina tak banyak masalah, walau semua prosesi lempar jumrohnya diwakilkan oleh istri tercintanya.
  • Makkah pasca ARMINA. Masih bolak balik ke Sektor, sempat diobservasi lalu kembali ke pondokan. Dan selama perjalanan ke Madinah tak terlalu banyak keluhan.
  • Madinah. Cuaca dingin mencapai 6 derajat celcius dan ini memperberat kondisi sakitnya Pak Im. Rujuk ke Sektor 1 Madinah yang hanya berjarak 100 m dari hotel kami. Diobservasi, karena belum ada berbaikan maka dirujuk lagi ke BPHI yang berjarak 2 KM dari hotel kami. Disenilah Pak Im mendapat pemeriksaan intensive, termasuk di rontgen, dan ditemukanlah satu kata untuknya. ATELEKTASIS, parunya tak ada lagi sebelah. Dokter SpPD dan SpP benar-benar terhenyak, termasuk kami seluruh TKHI Kloter 31 JKG. Akhirnya selama di Madinah Pak Im tak diperkenankan pulang dari BPHI karena beliau sangat tergantung dengan tabung O2.
  • Pulang ke Tanah Air dan DEBARKASI. Pak Im mendapat perlakuan semakin ekstra, beliau harus pindah duduk ke depan, menggeser posisi Pak Imam Kwuadrat di posisi 1 dan 2. Di Asrama Haji Rajabasa menjelang kami berpencar ke Kabupaten masing-masih, aku dipanggil Pak Im dan Istri. Saling bermaafan secara khusus dan ucapan terima kasih yang kutahu teramat tulus.  Ternyata ini dialog terakhirku dengan seorang Pak Im.
***
Tentang ATELEKTASIS
Atelektasis paru menurut definisinya adalah kolapsnya jaringan alveolus paru akibat obstruksi parsial atau total airway.

Etiologi terbanyak obstruksi airway adalah terbagi dua yaitu intrinsik dan ekstrinsik.
Instrinsik berupa peradangan intra luminar airway. Peradangan intraluminar airway menyebabkan penumpukan sekret yang berupa mukus. Selain itu juga terjadi edema di lumen airway sehingga akibatkan obstruksi pada airway.

Etiologi ekstrinsik atelektasis pada airway adalah pneumothoraks, tumor dan paling sering adalah pembesaran kelenjar getah bening.

Gambaran radiologis atelektasis berupa penarikan diafragma mendekati lobus yang kolaps, penarikan mediastinum mendekati lobus paru yang kolaps dan ICS (intercostal space yang mengecil) akibat tarikan kolaps paru. Paru menjadi kolaps akibat tekanan negatif yang seharusnya ada pada alveolus berkurang akibat sumbatan sehingga saat inspirasi udara susah masuk ke alveolus sehingga parunya menjadi kolaps dan sesuai dengan hukum keseimbangan maka semakin negatif tekanan di dalam suatu ruangan maka dengan kuat ruangan yang bertekanan sangat negatif itu akan berusaha menyeimbangkan tekanannya dengan menarik udara maupun zat lain di sekitar sehingga pada gambaran radiologis terdapat gambaran radioopak pada lobus kolaps dan ada tarikan organ menuju lobus paru yang kolaps tersebut.

Pada anak-anak, atelektasis bisa terjadi. Terutama pada anak dengan infeksi primer Tuberkulosis. Pada infeksi primer tuberkulosis terdapat pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar getah bening yang semakin banyak akhirnya menekan airway sehingga dapat dengan cepat timbul atelektasis pada anak-anak maupun bayi.

Tingkat keparahan atelektasi tergantung banyaknya airway yang terkena serta kualitas sumbatan pada airway  yang mengalami obstruksi. Terapi atelektasis harus  berdasarkan etiologi yang mendasari supaya mendapatkan hasil yang optimal untuk mengatasi atelektasis ini.

***
Bu Im, Sosok Istri Shaliha. Aamiin
Pak Im di Arafah, Cek n' Ricek
Dari banyak sumber, untuk mengenang Pak Im yang telah berpulang kepada Sang Pemilik Hidup dan Mati 30 Januari 2011, sekitar 2 bulan sejak kepulangan kami dari Madinah Al Munawaroh. Semoga diterima amal ibadahnya, mabrur hajinya, lapang dan terang alam kuburnya. Aamiin

Sabtu, 05 Februari 2011

Sang Diri

Diri memang tak semulia Khadijah
.....yang dari rahimnya juga lahir seorang wanita penghulu syurga berikutnya
Tak juga setegar Asma binti Abu Bakar
.....yang keberaniannya mengambil andil peran pada hijrah Rosullulah bahkan disaat sedang hamil besar, Jabal Tsur menjadi saksi bahwa beliau memang tiada duanya
Mungkin bahkan diri tak selayak Al Khansa'
....yang menangisnya hanya karena rasa khawatir pada Baginda Nabi, tak ada air mata setelahnya, dan saat khabar syahid keempat putranya tak ada setitik duka, 
hanya tersisa kerinduan tak ada lagi putra berikutnya yang akan menyusul syahid


Pada dekade selanjutnya....diripun sungguh tak mampu sesuci seorang Rabi'ah
....yang menisbatkan hidup hanya dengan Mahabah, tiada lagi segenap harap dan raja' karena yang tersisa hanya cinta pada-Nya
Tak pula seperkasa Zainab Al-Ghazali
.....yang dipenjara karena makna penanya, betapa katanya mampu menggetarkan penguasa, dan anjing-anjing dipenjarapun menjadi saksi jiwanya tak bisa dinista

Ya....setiap masa ada pengukir sejarahnya
Dan semua kita bisa membuat ukiran seindah yang kita mau 
Walau tak semulia Khadijah
Tak setegar Asma
Tak seagung Al-Khansa'
Tak sesuci Rabi'ah
Juga tak seperkasa seorang Zainab dari Mesir
Tapi kita bisa menjadi seuntai awan kecil yang selalu bercita membuat hujan, meski hanya mampu beri tetesan tapi inilah permulaan hijau disebuah gurun nan gersang
S e m o g a . . . . 
Menjadi seuntai awan kecil yang mempunyai visi peradaban
Mina, 1431 H
Aula Kecamatan Buay Bahuga

Penuh Cinta untuk semua saudara seperjuangan di Mesir dan dibelahan bumi lainnya, teruslah mengukir sejarah.

Senin, 31 Januari 2011

Bekam

Aku begitu meyakini, bahwa bekam bisa menyembuhkan banyak penyakit, karena akupun sudah membuktikannya. Sekarang aku keranjingan untuk dibekam, ya....aku rutin bekam tiap 2 pekan dalam rangka therapy penyakit Ashtma yang memang sudah kuderita sejak kecil. Alhamdulillah, nyata hasilnya. Aku bisa terlepas dari semua jenis obat-obatan kimia, termasuk inhaler :)

Apa sich 'bekam' itu? 
Yuuk kita simak, ini yang kudapat dari blog hpa - indonesia, dengan penambahan dibeberapa bagian. 

Dan Rosululloh SAW:
’’Pengobatan paling utama yang kalian lakukan adalah Hijamah (BERBEKAM,)” 
(HR. Bukhori-Muslim) 

’’Jika ada pengobatan yang berkhasiat rnenyembuhkan maka itu terdapat pada BEKAM & minum madu” 
(HR.Ibnu Jarir & Hakim)

Arti BEKAM
BEKAM (istilah Melayu) berarti “pelepasan darah kotor” sedangkan dalam bahasa Arab disebut Al-Hijamah”.
BEKAM adalah Teknik pengobatan sunnah Nabi (yang kini di modernkan & mengikuti kaidah ilmiah) untuk mengeluarkan Angin & Darah Kotor yang mengandung jutaan Toksin & Kolesterol yang berbahaya dari tubuh kita. BEKAM merupakan suatu cara Detoksifikasi (pengeluaran racun) yang berkesan cepat, selamat dan tidak ada efek samping. 

Idealnya kita berbekam sebagai “Tune Up Body” adalah sebulan sekali. Namun bila untuk therapi penyakit tertentu sebaiknya tiap 2 pekan sekali.

Manfaat BEKAM:
1. Mengeluarkan angin, toksin & kolesterol yang berbahaya dari dalam tubuh.
2. Menghilangkan rasa sakit
3. Memulihkan fungsi tubuh
4. Melancarkan peredaran darah.
5. Menajamkan penglihatan.
6. Meningkatkan daya ingat & kecerdasan.
7. Meningkatkan sistem immunitas


Gejala banyak Toksin:
1. Mudah mengantuk & mudah letih
2. Sering mengeluh kurang sehat/fit.
3. Sembelit (B.A.B lama/sulit)
4. Cepat marah / emosi / tertekan
5. Sering pusing / sakit kepala
6. Sakit persendian / otot
7. Darah tinggi, gula darah tinggi, asam urat tinggi.

Penyakit yang dapat disembuhkan berdasarkan kesaksian :
Hypertensi, Diabetes, Stroke, Asam Urat, Kanker/Tumor, wasir, Mandul, Depresi, gagal ginjal, gangguan jantung, migrain, IQ menurun, gangguan hormon, gangguan mata, alergi, asma, insomnia, gangguan syaraf & otot, sakit tulang belakang, kesemutan, sakit kuning & liver, Lemah ingatan, batuk / pilek, Reumatik, TBC, Bronchitis, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, Narkoba, bahkan bisa untuk therapy anak autism. 

Coba dan buktikan khasiatnya.  

Untuk yang beromisili di Palembang alternatif  layanan bekam bisa hubungi: Rumah Bekam As Syifa-Pakjo.

Sabtu, 29 Januari 2011

Para Wanita Pengukir Sejarah

Sebuah Kompilasi 

Wanita-wanita pengukir sejarah. Sebuah judul yang menggetarkan, hmmmm.....ya setidaknya ini kesan pertama saat aku mendengarnya. Apa ya TIKnya? batinku selanjutnya.Tapi apapun itu, inilah yang berhasil kurangkum dari buanyak sumber, semoga bermanfaat :)

PROLOG

Dengan menyebut Nama Allah. Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, segenap keluarga, para sahabat dan generasi penerusnya.

Sejarah, babad, hikayat, riwayat, atau tambo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Adapun ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.

Pengukir sendiri berasal dari kata ‘ukir’ yang berarti yang menoreh, yang memahat atau orang yang membuatnya ukiran atau orang yang membuat kenangan dalam hati. 

Sejarah Islam dipenuhi dengan peristiwa besar dan berpengaruh terhadap peradaban.
Kita berada di sini, saat ini, dan dalam kondisi seperti ini adalah buah dari karya besar para pendahulu kita. Karena jasa merekalah saat ini kita menikmati kehidupan seperti sekarang. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mengenang, mengingat, mempelajari, dan meneladani kehidupan dan perjuangan mereka.

“Barang siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Tak terkecuali orang-orang besar yang telah mengukirkan karyanya dalam sejarah adalah wanita-wanita Islam. Para muslimah tersebut bahu membahu, berkontribusi  dan turut berjuang bersama kaum lelaki dalam membela yang hak.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”  
(QS Yusuf: 111)

Musuh-musuh Islam tahu bahwa wanita merupakan salah satu unsur kekuatan masyarakat Islam.  
Musuh-musuh Islam telah menempuh berbagai cara untuk merusak wanita muslimah. Oleh karena itulah, kita harus kembali mengungkap kembali profil dan meneladani perjuangan wanita-wanita muslimah sebagai bekal untuk mengangkat harkat dan derajat wanita muslimah. Setiap pejuang muslimah memiliki keistimewaan dan sarat dengan nilai-nilai positif yang telah mengukirkan sejarahnya dalam sejarah Islam.
HKN 2009, Pisang Baru
Berikut kita bisa menyimak beberapa profil dan meneladani  para pejuang wanita Islam sepanjang sejarah.


Khadijah RA binti Khuwailid.

Nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin As’ad bin Abd Al Uzza’. Ia dilahirkan di Makkah tahun 68 sebelum hijrah. Ia adalah wanita yang sukses dalam perniagaan, seorang saudagar wanita terhormat dan kaya raya. Pada masa jahiliyah ia dipanggil Ath Thaharoh (wanita suci) karena ia senantiasa menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.  Orang-orang Quraisy menyebutnya sebagai pemimpin wanita Quraisy.

Rasulullah bersabda tentang Khadijah, “Allah tidak menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya. la beriman kepadaku di saat orang lain ingkar kepadaku, ia mempercayaiku di saat orang lain mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya di saat orang lain tidak ada yang menolongku, dan Allah telah mengaruniakan kepadaku putra (dari hasil perkawinan dengan) nya sedang wanita-wanita lain tidak.”
Keistimewaan Khadijah, RA:
1  .  Ia adalah wanita yang pertama kali memeluk Islam, yang pertama sholat bersama Nabi. Ia beriman kepada Nabi disaat semua orang kafir padanya.

2.      Ia adalah wanita pertama yang dijamin masuk surga bahkan ia mendapat kabar gembira dari Allah, bahwa Allah telah membangunkan bagi rumah di surga. Salah satu dari 4 wanita penghulu surga.
Abu Hurairah RA menyatakan bahwa Jibril datang kepada nabi saw seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisi kuah, makanan atau minuman. Jika ia sampai kepadamu, maka katakanlah bahwa Tuhannya dan aku menyampaikan salam kepadanya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa ia mendapat sebuah rumah di dalam surga”. (Mutafaq ‘alaih)

3. Manusia pertama yang mendapat salam dari Allah yang disampaikan dari langit ke tujuh. Ia pantas menerimanya karena selalu setia mendampingi Nabi dalam kondisi seperti apapun.

Anas RA meriwayatkan bahwa ketika Jibril datang kepada Rasulullah saw yang sedang berduaan dengan Khadijah RA, Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepada Khadijah”. Khadijah membalas, “Sesungguhnya Allah-lah As Salaam (Maha Pemberi Kesejahteraan). Sebaliknya kuucapkan salam kepada Jibril dan kepadamu. Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan, rahmat dan berkahNya kepadamu.” (HR An Nasa’i)

4. Wanita pertama yang layak dikategorikan shiddiq di antara wanita mukmin lainnya.
5. Mengorbankan seluruh hartanya untuk kepentingan Nabi
6. Wanita yang memberikan keturunan bagi Nabi
7. Wanita yang matang dan cerdas, pandai menjaga kesucian, dan terpandang bahkan sejak masa   jahiliyah dan diberi gelar Ath Thahiroh (wanita yang suci). Ia adalah orang yang terhormat, taat beragama dan sangat dermawan.

Asma’ binti Abu Bakar.

Nama lengkapnya adalah Asma’ binti Abdullah bin Utsman Abi Bakar As-Sidik. Lahir pada tahun 27 sebelum Hijriyah, dan termasuk orang-orang pertama yang masuk Islam (Assabiqun Awwalum). Menikah dengan Zubair bin Awwab yang dikenal sebagai salah satu dari orang-orang yang telah dijanjikan masuk surga. Bahkan ia merupakan ibu dari Abdullah bin Zubair yang dikenal sebagai salah satu dari ke empat orang-orang terkemuka dalam bidang Hadits (al Ibadalah al Arbaah). Maka tidaklah mengherankan sekali, jika kelahirannya pula merupakan kelahiran pertama yang dirayakan di Madinah. Dan tak hanya itu saja, ayah, ibu, suami, anak, dan saudara perempuan Asma’ bin abu Bakar, merupakan sahabat-sahabat Nabi yang setia.
Dalam sebuah riwayat dari Bukhari dicertakan bahwa Asma r.ha. sendiri pernah menceritakan tentang keadaan hidupnya.
"Ketika aku menikah dengan Zubair r.a., ia tidak memiliki harta sedikit pun, tidak memiliki tanah, tidak memiliki pembantu untuk membantu pekerjaan, dan juga tidak memiliki sesuatu apa pun. Hanya ada satu unta milikku yang biasa digunakan untuk membawa air, juga seekor kuda. Dengan unta tersebut, kami dapat membawa rumput dan lain-lainnya. Akulah yang menumbuk kurma untuk makanan hewan-hewan tersebut. Aku sendirilah yang mengisi tempat air sampai penuh. Apabila embernya peceh, aku sendirilah yang memperbaikinya. Pekerjaan merawat kuda, seperti mencarikan rumput dan memberinya makan, juga aku sendiri yang melakukannya. Semua pekerjaan yang paling sulit bagiku adalah memberi makan kuda. Aku kurang pandai membuat roti. Untuk membuat roti, biasanya aku hanya mencampurkan gandum dengan air, kemudian kubawa kepada wanita tetangga, yaitu seorang wanita Anshar, agar ia memasakkannya. Ia adalah seorang wanita yang ikhlas. Dialah yang memasakkan roti untukku."

Ketika Rasulullah saw. sampai di madinah, maka Zubair r.a. telah diberi hadiah oleh Rasulullah saw. berupa sebidang tanah, seluas kurang lebih 2 mil (jauhnya dari kota). Lalu, kebun itu kami tanami pohon-pohon kurma. Suatu ketika, aku sedang berjalan sambil membawa kurma di atas kepalaku yang aku ambil dari kebun tersebut. Di tengah jalan aku bertemu Rasulullah saw. dan beberapa sahabat Anshar lainnya yang sedang menunggang unta. Setelah Rasulullah saw melihatku, beliau pun menghentikan untanya. Kemudian beliau mengisyaratkan agar aku naik ke atas unta beliau. Aku merasa sangat malu dengan laki-laki lainnya. Demikian pula aku khawatir terhadap Zubair r.a. yang sangat pencemburu. Aku khawatir ia akan marah. Memahami perasaanku, Rasulullah membiarkanku dan meninggalkanku. Lalu segera aku pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, aku menceritakan peristiwa tersebut kepada Zubair r.a. tentang perasaanku yang sangat malu dan kekhawatiranku jangan-jangan Zubair r.a. merasa cemburu sehingga menyebabkannya menjadi marah. Zubair r.a berkata,
"Demi Allah aku lebih cemburu kepadamu yang selalu membawa isi-isi kurma di atas kepalamu sementara aku tidak dapat membantumu."

Setelah itu Abu Bakar, ayah Asma r.ha., memberikan seorang hamba sahaya kepada Asma. Dengan adanya pembantu di rumahnya, maka pekerjaan rumah tangga dapat diselesaikan dengan ringan, seolah-olah aku telah terbebas dari penjara.

Ketika Abu Bakar ash-shidiq r.a. berhijrah, sedikit pun tidak terpikirkan olehnya untuk meninggalkan sesuatu untuk keluarganya. Ia berhijrah bersama-sama Rasulullah saw.
Untuk keperluan itu, seluruh kekayaan yang ia miliki, sejumlah lebih kurang 5 atau 6 dirham dibawa serta dalam perjalanan tersebut. Setelah kepergiannya, ayah Abu Bakar r.a. yakni Abu Qahafah yang buta penglihatannya dan sampai saat itu belum masuk Islam mendatangi cucunya, Asma r.ha. dan Aisyah r.ha. agar mereka tidak bersedih karena telah ditinggal oleh ayahnya. Ia berkata kepada mereka, "Aku telah menduga bahwa Abu Bakar r.a. telah menyebabkalian susah. Tentunya seluruh hartanya telah dibawa serta olehnya. Sungguh ia telah semakin banyak membebani kalian."

Menanggapi perkataan kakeknya, Asma r.ha. berkata, "Tidak, tidak, wahai kakek. Ayah juga meninggalkan hartanya untuk kami." Sambil berkata demikian ia mengumpulkan kerikil-kerikil kecil kemudian diletakkannya di tempat Abu Bakar biasa menyimpan uang dirhamnya, lalu ditaruh di atas selembar kain. Kemudian dipegangnya tangan kakeknya untuk merabanya. Kakeknya mengira bahwa kerikil yang telah dirabnya itu adalah uang. Akhirnya kakeknya berkata, "Ayahmu memang telah berbuat baik. Kalian telah ditinggalkan dalam keadaan yang baik." Sesudah itu, Asma r.ha. berkata, "Demi Allah, sesungguhnya ayahku tidak meninggalkan harta sedikit pun. Aku berbuat demikian semata-mata untuk menenangkan hati kakek, supaya kakek tidak bersedih hati."

Asma r.ha. memiliki sifat yang sangat dermawan.  Terlebih saat mendengar Rosulullah bersabda:

"Hendaklah kalian selalu meningkatkan diri dalam membelanjakan harta di jalan Allah, jangan menunggu-nunggu kelebihan harta kita dari keperluan-keperluan kita (yaitu jika ada sisa harta setelah dibelanjakan untuk keperluan membeli barang-barang, barulah sisa tersebut disedekahkan.) Jangan kalian berpikir tentang sisanya. Jika kalian selalu menunggu sisanya, sedangkan keperluan kalian bertambah banyak, maka itu tidak akan mencukupi keperluan kalian sehingga kita tidak memiliki kesempatan untuk membelanjakannya di jalan Allah. Jika keperluan itu disumbangkan di jalan Allah, maka kalian tidak akan mengalami kerugian selamanya."
Akhirnya setelah mendengar nasihat ini, Asma r.ha. semakin banyak menyumbangkan hartanya. Ia juga selalu menasehati anak-anak dan perempuan-perempuan yang ada di rumahnya.

Ia meriwayatkan 56 Hadits Nabi, dan 26 di antaranya terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim. Asma’ bin Abu Bakar meninggal dunia di Mekah pada usia seratus tahun. Anehnya pada usia yang begitu lanjut itu, tak ada satu pun giginya yang patah, dan otaknya masih sangat sehat dan berjalan sebagaimana mestinya, tidak sebagaimana orang-orang tua lainnya. Ia merupakan orang Muhajirin yang terakhir meninggal dunia.

Al Khansa’

la adalah binti Umar bin Kharis bin Syarit. la masuk Islam di saat mendatangi Nabi bersama dengan Bani Syulaim. Semua pakar keilmuan telah sepakat bahwa tak ada seorang wanita pun, baik sebelum Khansa’ maupun sesudahnya, yang dapat menandingi kepiawaiannya dan bersyair. Ia dinobatkan sebagai penyair paling mahir di Arab secara mutlak.
Dan setelah ia masuk Islam, ia pun berujar “dulu aku menangisi kehidupanku, namun sekarang, aku menangis karena takut akan siksa neraka.” Keempat anaknya pernah diberi hadiah oleh Umar bin Khathab, masing-masing dari mereka sebanyak 400 dirham.
Al Khansa’ terlibat pula dalam sebuah perang suci bersama ke empat anak laki-lakinya. la berkata kepada mereka “wahai anak-anakku! Kalian semua masuk Islam secara taat, tanpa ada tekanan dari siapapun. Kalian sendiri yang telah memilih hijrah. Demi Allah yang tak ada lagi Tuhan selain-Nya, kalian semua adalah laki-laki yang berasal dari satu wanita. Jangan kamu permalukan ayah, bibi, saudara, dan garis keturunanmu. Kalian semua telah mengetahui betapa besar pahala yang akan diberikan Allah kepada orang-orang yang memerangi orang-orang kafir. Ketahuilah kalian semua! Bahwa kehidupan akhirat lebih utama daripada kehidupan dunia.

Allah Subhanahu wa Taala Berfirman “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (AH Imran: 200), dan insya Allah kalian semua akan menyambut pagi dengan , selamat. Dan pada saat menjelang siang, berangkatlah kalian memerangi orang-orang kafir dengan penuh kecermatan. Allah akan selalu menjadikan musuh-musuhnya itu sebagai kaum yang kalah. Dan apabila kalian semua melihat peperangan telah berkecamuk, hadapilah dengan penuh semangat dan kelapangan hati.”
Berangkatlah anak-anak Al Khansa’ menuju medan perang dengan memegang teguh nasihat-nasihat dari ibunya. Mereka semua akhirnya mati terbunuh dalam peperangan itu. Namun, itu tak menjadikan Al Khansa’ merasa sedih. Mendengar kabar ten tang kematian anak-anaknya di medan perang, ia malah bersyukur kepada Allah. la berkata “segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan cara mematikan anak-anakku dalam keadaan syahid. Aku memohon kepada Allah agar bersedia menyatukanku kembali dengan anak-anakku di surga nanti.
Al Khansa’ meninggal dunia pada tahun 24 Hijriyah.

Rabi’ah al-Adawiyah

Nama lengkap Rabi’ah adalah Rabi’ah bin Ismail al-Adawiyah al-Bashriyah al-Qaisiyah. 
Ia diperkirakan lahir pada tahun 95 H / 713 M atau 99 H / 717 M di suatu perkampungan dekat kota Basrah (Irak) dan wafat di kota itu pada tahun 185 H / 801 M. 
Ia dilahirkan sebagai putri keempat dari keluarga yang sangat miskin. 
Itulah sebabnya orang tuanya menamakan Rabi’ah. Kedua orang tuanya meninggal ketika ia masih kecil. Konon pada saat terjadinya bencana perang di Basrah, ia dilarikan penjahat dan dijual kepada keluarga Atik dari suku Qais Banu Adwah. Dari sini ia dikenal dengan al-Qaisiyah atau al-Adawiyah. Pada keluarga ini ia bekerja keras, namun kemudian ia dibebaskan karena tuannya melihat cahaya yang memancar di atas kepala Rabi’ah dan menerangi seluruh ruangan rumah pada saat ia sedang beribadah.

Setelah dimerdekakan tuannya, Rabi’ah hidup menyendiri menjalani kehidupan sebagai zahidah dan sufiah. Ia menjalani sisa hidupnya hanya dengan ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sebagai kekasihnya. Ia memperbanyak tobat dan menjauhi hidup duniawi. Ia hidup dalam kemiskinan dan menolak segala bantuan materi yang diberikan oleh orang lain kepadanya. Bahkan dalam doanya, ia tidak meminta hal-hal yang bersifat materi dari Tuhan.

Rabi’ah al-Adawiyah telah dewasa dalam tapaan, dan tidak pernah berpikir berumah tangga. 
Bahkan akhirnya memilih hidup zuhud, menyendiri, beribadah kepada Allah. 
Ia tidak pernah menikah, karena ia tidak ingin perjalanannya menuju Tuhan mendapat rintangan.

Perkawinan, baginya adalah rintangan. Ia pernah memanjatkan doa :  

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari segala perkara yang menyibukkanku untuk menyembah-Mu. Dan dari segala penghalang yang merenggangkan hubunganku dengan-Mu.”

Di antar mereka yang mencoba membujuknya untuk menikah adalah Abdul Wajid bin Zaid, yang termasyur dalam kezuhudan dan kesucian hidupnya, seorang ahli ilmu agama, seorang khatib, dan penganjur hidup menyepi bagi siapa saja yang mencari jalan kepada Tuhan. Rabi’ah menolak lamarannya dan berkata :  

“Hai orang yang sangat bernafsu, carilah wanita lain yang juga sangat bernafsu sebagaimana dirimu. Apakah kau melihat ada tanda birahi dalam diriku?”

Muhammad bin Sulaiman al-Hasyimi, Amir Abbasiyah untuk Basrah pada saat itu, juga pernah melamar Rabi’ah. Setelah mendiskusikannya dengan para pejabat di Basrah, dia menawarkan mas kawin seratus ribu dinar dan menulis surat kepada Rabi’ah bahwa dia memiliki gaji sepuluh ribu dinar tiap bulan dan semua itu akan dilimpahkan kepada Rabi’ah. Tetapi Rabi’ah membalas surat itu dengan :  

“Hal itu tidaklah menyenangkanku, kamu akan menjadi budakku dan semua yang kau miliki akan menjadi milikku, atau kamu akan memalingkan aku dari Tuhan dalam sebuah pertemuan abadi.”

Versi lain lamaran tersebut mengatakan bahwa Amir mengumumkan kepada masyarakat Basrah, meminta mereka untuk mencarikan seorang isteri baginya. Mereka sepakat memilih Rabi’ah. Dan ketika ia menulis surat kepada Rabi’ah, mengutarakan keinginannya, jawaban Rabi’ah :

“Sesungguhnya zuhud kepada dunia memberikan ketenangan, sedangkan terlalu mendambakan dunia menimbulkan keprihatinan dan kesedihan. Karena itu persiapkanlah dirimu dan dahulukanlah tempatmu kembali. Hendaklah engkau mengurus dirimu sendiri. Dan janganlah engkau andalkan orang lain mengurus kepentinganmu, karena mereka akan membagi-bagikan warisanmu. Lakukanlah puasa sebanyak-banyaknya, dan jadikanlah kematian sebagai hari besarmu.
Mengenai aku sendiri, walaupun Allah telah melimpahkan kekayaan sebanyak yang telah dilimpahkan-Nya kepadamu, atau berlipat ganda dari itu, aku sama sekali tidak akan berbahagia meninggalkan zikir kepada Allah, walaupun hanya sekejap.”

Kisah lain menceritakan Hasan Basri yang dalam sebuah majelis sufi, mendesak Rabi’ah agar memilih seorang di antara para sufi sebagai suami. Rabi’ah memberikan jawaban :  

“Ya, baiklah. Siapa yang pandai di antara kalian, yang memungkinkan aku akan menikah dengannya?” Para sufi sepakat menjawab : “Hasan Basri.” Lalu Rabi’ah mengajukan empat pertanyaan : ”Pertama, apakah hakim dunia akan bertanya saat aku mati? Adakah aku saat meninggal dunia dalam keadaan muslim ataukah kafir? 
Kedua, kapan aku masuk dalam kubur, dan jika Munkar-Nakir menanyaiku, mampukah aku menjawab mereka?  
Ketiga, kapan manusia dikumpulkan pada hari kebangkitan dan buku-buku dibagikan? Berapa yang menerima buku dengan tangan kanan dan berapa dengan tangan kiri?  
Keempat, kapan umat manusia dikumpulkan pada hari pengadilan, berapa yang masuk surga dan berapa yang ke neraka, di antara kedua kelompok itu, kelompok manakah aku?”    

Hasan Basri tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut karena hanya Allah yang mengetahuinya. Kemudian Rai’ah berkata :  
“Karena aku mempunyai empat pertanyaan yang merupakan keprihatinan pribadiku, bagaiman aku akan menemukan seorang suami yang tidak dapat menjadi tempat bersandar?”

Berbagai sumber menyebutkan bahwa Rabi’ah wafat pada tahun 185 H / 801 M. sedangkan tempat wafat dan makamnya tidak diketahui secara pasti. Ada yang menyebutkan ia dikuburkan di Jerussalem (al-Quds al-Syarif) di atas sebuah bukit. Tetapi sumber yang lebih kuat menyebutkan bahwa Rabi’ah wafat di Basrah, daerah Syam (Syiria).

Dalam Islam, ajaran cinta kepada Allah bukan hal baru, karena sejak semula Rasulullah memang telah mengajarkan ajaran cinta tersebut. Dalam dunia tasawuf pun sejak masa awal asketisme (zuhud), cikal bakal tasawuf, cinta merupakan salah satu langkah yang harus ditempuh oleh seorang zahid. Hasan Basri, zahid sebelum Rabi’ah, juga pernah bicara tentang cinta. Ia mengatakan :

“Barangsiapa mengenal Rabbnya maka dia akan mencintai-Nya, dan barangsiapa mengenal dunia maka dia bersikap zuhud. Bagaimana dapat digambarkan orang mencintai dirinya sendiri dan tidak mencintai Rabbnya, yang menciptakan keberadaan dirinya?”

Tetapi dalam kenyataannya, kepada Rabi’ah lah dirujukkan pemakaian kata cinta dalam kalangan para sufi. Sajak Rabi’ah, cinta kepada Allah menjadi perbincangan utama kaum sufi. Sebelumnya yang menjadi perbincangan utama adalah khauf (rasa takut) dan raja’ (pengharapan).
Hasan Basri telah merintis aliran asketisme dalam Islam berdasarkan rasa takut dan harap, dan Rabi’ah merintis jalan cinta kepada Allah.
Untuk memperjelas pengertian al-Hubb yang diajukan Rabi’ah, yaitu Hubb al-Hawa dan Hubb anta ahl lahu, perhatikanlah tafsiran beberapa tokoh berikut. Abu Thalib al-Maliky dalam Qud al-Qulub—sebagaimana dijelaskan Badawi—memberikan penafsiran bahwa makna Hubb al-Hawa adalah rasa cinta yang timbul dari nikmat-nikmat dan kebaikan yang diberikan Allah. Adapun yang dimaksud nikmat-nikmat adalah nikmat-nikmat materiel, tidak sprituil, karenanya hubb di sini bersifat hubb indrawi. Walaupun demikian, hubb al-hawa yang diajukan Rabi’ah ini tidak berubah-ubah, tidak bertambah dan berkurang karena bertambah dan berkurangnya nikmat. Hal ini karena Rabi’ah tidak memandang nikmat itu sendiri, tetapi sesuatu yang ada dibalik nikmat tersebut. Adapun al-hubb anta ahl lahu adalah cinta yang tidak didorong kesenangan indrawi, tetapi didorong Dzat yang dicintai. Cinta yang kedua ini tidak mengharapkan balasan apa-apa. Kewajiban-kewajiban yang dijalankan Rabi’ah timbul karena perasaan cinta kepada Dzat yang dicintai. Rabiah mengungkapkan hal ini dalam sebuah syair berikut :

“Aku mencintai-Mu dengan dua cinta,
Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu.
Cinta karena diriku adalah keadaan senantiasa mengingatkan-Mu,
Cinta karena diri-Mu adalah keadaanku mengungkapkan tabir sehingga Engkau kulihat.
Baik ini maupun untuk itu, pujian bukanlah bagiku.
Bagi-Mu pujian untuk kesemuanya.”

Sementara itu, Al-Ghazali memberikan ulasan tentang syair Rabi’ah sebagai berikut,

“Mungkin yang dimaksud oleh Rabi’ah dengan cinta karena dirirnya adalah cinta kepada Allah karena kebaikan dan karunia-Nya di udnia ini. Sedangkan cinta kepada-Nya adalah karena Ia layak dicintai keindahan dan keagungan-Nya yang tersingkap kepadanya. Cinta yang keduua merupakan cinta yang paling luhur dan mendalam serta merupakan kelezatan melihat keindahan Tuhan. Hal ini seperti disabdakan dalam hadits qudsi, “Bagi hamba-hamba-Ku yang saleh Aku menyiapkan apa yang tidak terlihat mata, tidak didengar telinga, dan tidak terbersit di kalbu manusia.”

Cinta Rabi’ah kepada Allah begitu mendalam dan memenuhi seluruh relung hatinya, sehingga membuatnya hadir bersama Tuhan. Hal ini seperti terungkap dalam syairnya :

“Kujadikan Kau teman berbincang dalam kalbu.
Tubuhku pun biar berbincang dengan temanku.
Dengan temanku tubuhku bercengkrama selalu.
Dalam kalbu terpancar selalu kekasih cintaku.”

Dalam kesempatan bermunajat, Rabi’ah kerapkali menyampaikan,

“Wahai Tuhanku, tenggelamkan aku dalam mencintai-Mu, sehingga tidak ada yang menyibukkan aku selain diri-Mu. Ya Tuhan, bintang di langit telah telah gemerlapan, mata telah bertiduran,pintu-pintu istana telah dikunci dan tiap pecinta telah menyendiri dengan yang dicintai, dan inilah aku berada di hadirat-Mu.”

Hal tersebut juga disinggung Rabi’ah dalam sebuah syair :

“Aku mengabdi kepada Tuhan
bukan karena takut neraka….
Bukan pula karena mengharap masuk surga….
Tetapi aku mengabdi, karena cintaku pada-Nya

Ya Allah, jika aku menyembah-Mu,
karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembah-Mu,
karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembah-Mu,
demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan
memperlihatkan keindahan wajah-Mu
yang abadi padaku”

Dari pemabahasan tentang Rabi’ah al-Adawiyah di atas, dapat disimpulankan bahwa Rabi’ah al-Adawiyah seorang sufiah yang merentas jalan berbeda dibanding kebanyakan orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah pada masanya. Sebelumnya para sufi mendekatkan diri dengan jalan khauf wa raja’, yaitu rasa takut dan pengharapan kepada Allah. Namun Rabi’ah mengenalkan dan mengajukan jalan lain yaitu mahabbah (cinta Illahi), sehingga beribadah atau mengabdi kepada Tuhan secara tulus ikhlas tanpa rasa terpaksa. Bukan karena merasa takut pada neraka atau karena mengharap surga, karena bagi Rabi’ah beribadah seperti ini berarti beribadah dengan pamrih kepada Allah.


Zainab Al-Ghazali

Dia terlahir di wilayah Al-Bihira, Mesir pada 1917, dan merupakan keturunan dari kalifah kedua Islam, Umar bin Khattab dan Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Ketika masih berusia sangat muda, 10 tahun, Zainab Al-Ghazali telah memperlihatkan kepandaian dan kelancarannya dalam berbicara di depan umum. Dan sepanjang hidupnya, dia lantas membentuk dirinya sebagai orang yang berhasil belajar secara otodidak. Ambisinya yang kuat dan tekadnya yang membara, membuatnya maju untuk mencapai jenjang pendidikan tinggi, pada saat kaum wanita pada saat itu jarang yang mengenyam pendidikan karena dianggap tabu.

Saat menginjak usia remaja, Zainab aktif di organisasi Persatuan Kelompok Feminis Mesir yang dibentuk oleh Huda Al-Sharawi tahun 1923. Namun tak lama dia mengundurkan diri dari organisasi itu karena bersebarangan pendapat mengenai perjuangan menuntut kesetaraan.
Dia tidak setuju dengan ide-ide sekular tentang gerakan pembebasan perempuan. Meski demikian, Al-Ghazali tetap menghormati Sharawi dan menyebutnya sebagai seorang wanita yang memiliki komitmen dan keimanan yang baik. Saat usianya 18 tahun (1936), dia mendirikan Asosiasi Wanita Muslim untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan kaum perempuan yang sesuai norma-norma Islam dan ditujukan untuk kepentingan-kepentingan Islam.

Zainab Al-Ghazali selalu berusaha mengedepankan masalah keseimbangan antara hal-hal yang bersifat religius dan modern. Ia mendapat pendidikan agama pertama kali dari cendikiawan muslim terkemuka di Al-Azhar, Syeikh Ali Mahfuz dan Mhammad al-Naggar. Tidak lama setelah ia mendirikan Asosiasi Wanita Muslim, Al-Ghazali langsung melakukan sejumlah aksi dan mendapatkan dukungan dari Menteri Wakaf untuk mendirikan 15 mesjid dan belasan mesjid lainnya yang dibiayai oleh masyarakat umum.
Asosiasi yang didirikannya melahirkan generasi dai-dai wanita yang mempertahankan status perempuan dalam Islam serta meyakini bahwa agama mereka memberikan peluang sebesar-besarnya bagi kaum perempuan untuk memainkan peranan penting di tengah masyarakat, memiliki pekerjaan, masuk ke dunia politik dan bebas mengeluarkan pendapatnya.

Dalam sebuah wawancara tahun 1981, dia mengemukakan bahwa Islam telah memberikan segalanya bagi kaum pria dan wanita. Islam memberikan kebebasan, hak ekonomi, hak politik, hak sosial, maupun hak pribadi kepada kaum Muslimah. Islam memberikan kaum wanita hak-hak tertentu di dalam keluarga yang tidak dimiliki oleh komunitas lain. Para Muslimah harus mempelajari Islam sehingga mereka mengetahui bahwa Islam telah memberikan segalanya kepadanya. Zainab juga meyakini bahwa Islam tidak pernah melarang kaum wanita untuk beraktivitas di masyarakat, bekerja mencari nafkah, masuk ke dunia politik dan mengungkapkan gagasan-gagasannya. Dia percaya Islam mengizinkan mereka untuk memiliki harta benda, berusaha pada bidang perekonomian atau apapun kegiatan demi menunjang perkembangan masyarakat Muslim. Meski begitu, dia berpendapat bahwa tugas utama seorang wanita adalah menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya dan menjadi istri setiap bagi suaminya. Jangan ada apapun yang menghalangi kaum wanita untuk tidak menjalankan tugas yang satu ini.

Al-Ghazali banyak dipengaruhi oleh pendiri Ihkwanul Muslimin, Syekh Hasan al-Banna. Ia memegang teguh pandangannya bahwa tidak ada konflik antara agama dan politik. Al-Ghazali adalah orang yang lantang mempertahankan syariah dan kerap menghadapi masalah dengan rezim Mesir pada saat itu, Presiden Gamal Abdul Naser. Dia mengalami hidup yang penuh siksaan dalam tahanan rezim itu.

Zainab Al-Ghazali adalah satu dari banyak pejuang wanita yang mengukirkan sejarahnya dengan menulis. Menulis memang mampu menghadirkan banyak fenomena. Begitu banyak tokoh mencipta karya, begitu banyak fenomena tercipta. Satu fenomena yang seakan-akan mengguratkan heroisme adalah perlawanan pena seorang tokoh. Pena telah menjadi alat perlawanan untuk menentang kezaliman. Dengan pena, seorang tokoh hendak menombak penguasa yang telah berlaku sewenang-wenang. Pena di tangan seorang tokoh kerap bersuara meskipun harus pula berbuah penjara dan siksaan.

Mungkin kita pernah mendengar kisah seorang Zainab Al-Ghazali (1917–2005). Perempuan Mesir ini merangkai kalimat yang membuat pena bermakna. Banyak referensi untuk mengenal dan mengkaji sosok muslimah ini. 
Dari banyak referensi itu, Nafiah Al-Mar’ab (2010) menyusun kalimat mengenang perjuangan pena Zainab Al-Ghazali. 

“Suatu ketika ia melihat kondisi pemerintahan Mesir melakukan kezaliman yang luar biasa. 
Dilandasi rasa keimanan yang mendalam, Zainab mengirimkan tulisan ke media massa nasional yang isinya mengkritisi kebijakan pemerintah Mesir. Tulisan Zainab serta-merta mendapat respons negatif dari pemerintah Mesir. Maka, pada suatu malam diculiklah Zainab oleh aparat pemerintah Mesir. Zainab lalu dimasukkan ke kamar sempit yang gelap gulita dalam kondisi terikat. Beberapa menit kemudian lampu kamar dinyalakan. Dan ternyata di dalam kamar tersebut telah berkumpul puluhan ekor anjing yang disiapkan untuk menyiksa Zainab. Dengan dibalut pakaian putih, Zainab tak henti-hentinya berdo;
“Ya Allah, sibukkanlah aku dengan mengingati-Mu, sehingga hal yang lain tak terasakan olehku”.
 Anjing-anjing tadi pun menyerang Zainab. Menggigit sekujur tubuh Zainab. Ia hanya mampu memejamkan mata, tak sanggup menyaksikan puluhan anjing tadi menggerogoti tubuhnya. Tak berapa lama kemudian, pintu kamar dibuka kembali dan lampu dinyalakan. Subhanallah, dengan izin Allah, Zainab tak mendapati sedikit pun luka di sekujur tubuhnya. Allah Azza wa Jalla telah menunjukkan kekuasaan-Nya pada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dan Zainab sebagai juru dakwah tulisan telah melakukan hal yang patut menjadi renungan untuk para aktivis dakwah tulisan pada hari ini.” 
Tinta-Tinta Dakwah dalam Dwi Suwiknyo dkk., Menulis, Tradisi Intelektual Muslim

Penjara dan siksaan, tidak pernah mematahkan tekadnya bahkan membuatnya lebih kuat. Zainab Al-Ghazali meninggalkan warisan berupa perjuangan membela Islam dan reputasinya sebagai aktivis perempuan yang tanpa ragu melawan sekularisme dan liberalisme dan menggantikannya dengan nilai-nilai Islam. 
Saat kerab kudengar pergolakan di Mesir sekarang ini, merindu sosok selayak Zainab Al-Ghazali.

EPILOG

Begitulah mereka telah mengukirkan sejarahnya. Abadi, membawa cerah untuk semesta. Tentang makna diri yang mampu mewarna sekitar, Adalah kita, kitapun mampu mengukir sejarah peradaban. Untuk itu setidaknya ada 2 syarat untuk menjadi wanita pengukir sejarah. Setidaknya ini menurutku :)
Syarat 1: 
Harus menjadi pribadi yang mempunyai visi. Visi yang jelas, visi tentang sebuah cita-cita besar, bukan sebat pada seorang pangeran dari negeri dongeng. Visi menjadi ibu generasi,  menjadi wanita pengukir sejarah adalah sebuah visi peradaban. 
Syarat 2:
Harus aktif mengubah diri dari shalih menjadi muslih. Mengaktualisasikan diri dengan tarbiyah dan peran apa saja yang mampu diambil. Tak kenal jeda, tak ada istilah istirahat, tak mengharap pujian dan selalu meluruskan niat hingga khusnul khotimah. Aamiin. 
 
Sebagai Wali Siswa, SIT Bina Ilmi
Kisah Seuntai Awan Kecil Oleh Subcomandante Marcos
Kutipan dari Kumpulan Tulisan Terpilih "Kata adalah Senjata"
Sengaja kusertakan, semoga menginspirasi 

Alkisah, hiduplah sebuah awan kecil.
Ia sangat kecil, nyaris tak sampai seuntai. Dan manakala awan-awan besar menjadikan diri mereka hujan dan mengecat hijau pengunungan, si awan kecil akan terbang mendekat untuk menawarkan jasanya. Tapi mereka mengoloknya, karena ia begitu kecil.........
Mereka mengoloknya menjadi-jadi.
.............
Maka awan kecilpun pergi lebih jauh lagi dan sampailah ketempat yang sangat kering kerontang sampai tak ada satu dahanpun yang tumbuh. Awan kecil berkata:
"Ini lokasi yang sempurna untuk menjadikan diriku hujan, karena tak ada awan lain yang pernah datang kemari."

Si awan keci mengerahkan semua kemampuan untuk menjadikan dirinya hujan, dan akhirnya menelurkan satu tetes kecil............
akhirnya tetes kecil itu menciprat sendiri. Karena padang itu begitu kering, tetesannya menimbulkan kebisingan hebat saat menciprat tepat diatas batu. Iapun membangunkan bumi. Dan bumipun bertanya:
"Ribut-ribut apa itu?"
"Tetes hujan jatuh" jawab batu.
"Tetes hujan? Artinya hujan bakal turun! Lekas bangun! " Bumi mengingatkan semua tetumbuhan yang sembunyi dibawah tanah dari terk matahari.

Maka tumbuh-tumbuhanpun bangun dan mengintip, dan untuk sesaat seisi padang gersang tersaput warna hijau. Awan-awan besarpun melihat hijau itu dari kejauhan dan berkata:
"Lihat ada banyak hijau disana. Ayo kita bikin hujan ditempat itu. 
Kita tidak tahu disana begitu hijau !"
.....................
Tak seorangpun ingat, tapi si batu menyimpan rahasia tentang seuntai awan kecil. Waktu berlalu, awan-awan besar pertama itupun lenyap dan tanaman-tanaman pertamapun mati.
Dan batu yang tak pernah mati, memberitahu tanaman-tanaman baru yang terlahir dan awan-awan baru yang tiba, kisah tentang seuntai awan kecil yang mengucurkan setetes hujan.

***

Disampaikan dengan penuh cinta untuk adik-adik seperjuangan pada DT, 30 Januari 2010 di Al-Huda