Senin, 12 November 2012

Komunikasi Resiko

Aku bukan orang Epid, sejak dulu aku tak suka pelajaran epidemiologi. Tapi mana kala tugas mengharuskan aku berhubungan dengan pelatihan epid, aku mau bilang apa. Ini sebuah resiko pekerjaan bukan?

Maka dari sekian banyak materi PJJ PAEL, aku paling suka "Komunikasi Resiko". Ini aku kutip ya, semoga ada orang yang butuh artikel ini dan nyasar ke rumah mayaku :D

Sejauh ini aku amat rindu ngeBlog, BW ach begitu mengesankan, indahnya, tapi maaf belum bisa sekarang ;( Terima kasih pada sahabat blogger yang tetap merindukanku, hmmm serasa. Dan yang terpenting terima kasih pada paket-paket terbaru yang aku terima sepanjang akhir Oktober - awal November ini. 


  • Dari Pakde dan para sponsor kontes Indonesia bersatu, baju batiknya sudah kupakai, bukunya belum sempat kubaca. 
  • Terima kasih juga buat Mbak Ami yang telah sudi mengirimkan paket sabun herbalnya, semoga bisnisnya makin lancar ya Mbak :D
  • Dan yang terbaru adalah paket dari Mbak Hany Von Gillern yang telah mengirimkan paket pernak-pernik beserta kartu ucapan Idul Adha dari USA, sungguh membuatku tersanjung lho Mbak dapat kiriman dari LN. Pemilik blog pojok otak-atik, yang karya-karyanya selalu membuatku tergiur :D
Maaf belum sempat pamer fotonya :D

***

Situasi yang berisiko dapat diketahui dari catatan-catatan pekerjaan rutin dan atau dari hasil penelitian, kajian dan laporan situasi khusus ( KLB ). Seluruh laporan / kegiatan tersebut dihimpun selanjutnya dilakukan pengolahan secara epidemiologis. 

Data-data epidemiologi yang dihasilkan kemudian dianalisis untuk dibandingkan dengan manajemen risiko yang telah tersedia. Berdasarkan hasil kajian tersebut, dibuatlah rencana komunikasi risiko yang sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Berikut ini dapat dilihat diagram alur komunikasi risiko. 

Pengertian Komunikasi Resiko
Komunikasi risiko adalah pertukaran informasi dan pandangan mengenai risiko dan faktor–faktor yang berkaitan dengan risiko di antara pengkaji risiko, manajer risiko, konsumen dan berbabagai pihak lain yang berkepentingan. Tujuan pokok komunikasi risiko adalah memberikan informasi yang relevan dan akurat dalam istilah yang jelas dan mudah dipahami kepada audiens tertentu. (FAO, Food & Nutrition paper, No.70). Tujuan pokok komunikasi risiko adalah memberikan informasi yang bermakna, relevan dan akurat dalam istilah yang jelas dan mudah dipahami kepada audiens tertentu.  

Komunikasi risiko pada dasarnya merupakan bagian dari rangkaian proses meminimalkan risiko, yang terdiri dari 3 (tiga) komponen, yaitu analisis risiko, manajemen risiko dan komunikasi risiko itu sendiri, simak spesifikasinya:

Analisis risiko
Adalah suatu proses penentuan faktor-faktor dan tingkat risiko berdasarkan data-data ilmiah.  

Manajemen risiko
Adalah proses penyusunan dan penerapan kebijakan dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak untuk melindungi masyarakat dari risiko, dalam hal ini risiko terhadap kesehatan. 

Komunikasi risiko
Adalah pertukaran informasi dan opini secara timbal balik dalam pelaksanaan manajemen risiko. Komunikasi risiko merupakan komunikasi dua arah, interaktif dan proses jangka panjang, secara bersama masyarakat dan komunikator melalui dialog. Untuk itu komunikator harus mengembangkan kemampuan mendengar (listening skills), ia harus mampu memahami minat masyarakat dan merespon opini, emosi dan reaksi mereka. 

Komunikator risiko harus ikut serta dalam kegiatan mengarahkan, mengembangkan, melaksanakan dan mengevaluasi.  Mereka harus berperan menjembatani para ahli dan masyarakat.  Komunikator ini berperan juga untuk memperkuat (bukan penghambat) antara manajemen dan masyarakat.  
Komunkasi risiko merupakan bagian integral dan berlanjut dalam praktek analisis risiko dan idealnya semua stakeholders harus terlibat sejak awal sehingga mereka memahami setiap tahap dari risk assessment. Ini akan membantu memastikan, bahwa kondisi logis, signifikansi dan keterbatasan risk assessment secara jelas diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk juga informasi yang berasal dari stakeholders yang bersifat krusial.  
Tujuan komunikasi risiko adalah :
 
Memberikan informasi yang bermakna, relevan dan akurat dalam istilah yang jelas dan mudah dipahami kepada audiens tertentu dalam rangka:
 
1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang berbagai persoalan spesifik yang harus dipertimbangkan oleh semua peserta selama proses analisis risiko.
2. Meningkatkan konsistensi dan keterbukaan dalam pengambilan keputusan manajemen risiko dan implementasinya.
3. Memberikan landasan yang aman untuk memahami keputusan manajemen risiko yang diusulkan atau diimplementasikan.
4.   Meningkatkan keseluruhan keefektifan dan efisiensi proses analisis risiko.
5.   Turut memberikan kontribusi pada pengembangan dan penyampaian program informasi dan pendidikan yang efektif jika kedua hal tersebut terpilih sebagai pilihan manajemen risiko.

Bergantung pada apa dan kepada siapa pesan  disampaikan, pesan-pesan komunikasi risiko dapat mengandung informasi sebagai berikut : 
a.      Sifat risiko
  • Karakteristik dan pentingnya ancaman bahaya yang menjadi kekhawatiran.
  • Besaran dan intensitas risiko.
  • Mendesaknya situasi.
  • Apakah risiko itu semakin membesar atau mengecil (trend).
  • Probabilitas pajanan terhadap ancaman bahaya.
  • Distribusi pajanan.
  • Jumlah pajanan yang mengandung risiko yang signifikan.
  • Karakteristik dan besarnya populasi yang berisiko.
  • Siapa yang berisiko paling besar.
b.      Sifat manfaat
  • Manfaat yang sebenarnya atau yang diharapkan dalam kaitannya dengan setiap risiko.
  • Siapa yang memperoleh manfaatnya dan bagaimana caranya.
  • Letak titik keseimbangan antara risiko dan manfaat.
  • Besaran dan pentingnya manfaat.
  • Manfaat keseluruhan bagi semua populasi yang terkena jika digabungkan.
  • Pentingnya masing-masing ketidak pastian.
  • Kelemahan atau ketidak-aturan data yang tersedia.
  • Asumsi yang menjadi dasar estimasi.
  • Sensitivitas estimasi terhadap perubahan asumsi.
  • Efek perubahan estimasi terhadap keputusan manajemen risiko.
Terdapat 6 prinsip agar komunikasi risiko berhasil, yaitu:
 
1.   Mengenali audiens
Dalam merumuskan pesan-pesan komunikasi risiko, audiens harus dianalisis untuk mengetahui motivasi dan pandangan mereka.  Selain secara umum mengetahui siapa yang menjadi audiensnya, kita juga perlu mengenalinya sebagai kelompok dan secara ideal sebagai perorangan untuk memahami kekhawatiran serta perasaan mereka dan untuk mempertahankan terbukanya saluran komunikasi dengan mereka. Mendengarkan semua pihak yang berkepentingan merupakan bagian penting dalam komunikasi risiko.
 
2.   Melibatkan pakar ilmiah
Pakar ilmiah dalam kapasitasnya sebagai pengkaji risiko harus mampu menjelaskan konsep dan proses pengkajian risiko. Mereka harus dapat menerangkan hasil-hasil pengkajian serta data-data ilmiahnya, asumsi dan pertimbangan objektif yang menjadi dasar penjelasan itu sehingga manajer risiko serta pihak berkepentingan lainnya dapat memahami dengan jelas risiko tersebut.  Sebaliknya, manajer risiko harus mampu menjelaskan bagaimana cara keputusan manajemen risiko itu diambil.
 
3.   Menciptakan keahlian dalam berkomunikasi
Untuk bisa berhasil, komunikasi risiko memerlukan keahlian dalam menyampaikan informasi yang mudah dipahami dan mudah digunakan kepada semua pihak yang berkepentingan.  Manajer risiko dan pakar teknis mungkin tidak mempunyai waktu atau keterampilan untuk melaksanakan tugas komunikasi risiko yang kompleks seperti memberikan respons terhadap kebutuhan berbagai audiens (masyarakat, industri, media dan lain-lain) dan menyiapkan pesan-pesan yang efektif. Oleh karena itu, orang yang ahli dalam komunikasi risiko harus dilibatkan sedini mungkin.  Keahlian ini mungkin harus dikembangkan melalui pelatihan dan pengalaman.


4.   Menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya
Informasi dari sumber yang dapat dipercaya memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap suatu risiko daripada informasi yang berasal dari sumber yang kurang dapat dipercaya. Kredibilitas yang membuat suatu sumber informasi dipercaya oleh audiens sasaran mungkin bervariasi menurut karakteristik bahayanya, budaya, status sosial dan ekonomi mereka, serta faktor-faktor lainnya. Jika pesan yang konsisten diterima dari banyak sumber, kredibilitas pesan tersebut akan diperkuat. 
Faktor yang menentukan kredibilitas sumber informasi meliputi:
·          Kompetensi atau keahlian yang diakui,
·          Kelayakan untuk dipercaya,
·          Kejujuran, dan
·          Sedikitnya bias. 
Contoh, berikut istilah yang konsumen kaitkan dengan kredibilitas tinggi antara lain “faktual”, “berpengetahuan”, “pakar”, “kesejahteraan masyarakat”, “tanggung jawab”, “kejujuran” dan “track record yang baik.”  Kepercayaan  dan  kredibilitas  harus  dipupuk  dan  kedua hal ini  bisa  terkikis  atau  hilang melalui metode komunikasi yang tidak efektif atau tidak tepat. 
Dalam sejumlah penelitian, respons konsumen menunjukkan bahwa ketidakpercayaan dan kredibilitas yang rendah terjadi akibat informasi yang dilebih-lebihkan, menyimpang, dan demi kepentingan sendiri.  Komunikasi yang efektif harus dapat mengenali persoalan dan isu yang mutakhir, bersifat terbuka dalam hal isi serta pendekatannya dan waktunya tepat.  Ketepatan waktu dalam penyampaian suatu informasi merupakan hal yang paling penting karena banyak kontroversi lebih terfokus pada pertanyaan “Mengapa anda tidak memberitahukannya lebih awal?” ketimbang pada risiko itu sendiri. Informasi yang lupa disampaikan, informasi yang menyimpang, dan informasi demi kepentingan sendiri akan merusak kredibilitas dalam jangka-panjang.
 
5.   Tanggung jawab bersama
Badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur di tingkat nasional, regional maupun lokal memiliki tanggung jawab pokok dalam pelaksanaan komunikasi risiko. Masyarakat mengharapkan agar pemerintah memainkan peranan utama di dalam pelaksanaan manajemen berbagai risiko kesehatan masyarakat.  Hal ini memang benar jika pengambilan keputusan dalam manajemen risiko melibatkan kontrol secara sukarela atau melalui peraturan dan juga benar jika keputusan pemerintah adalah untuk tidak melakukan tindakan. Dalam hal yang disebutkan terakhir ini, komunikasi masih tetap penting untuk menyampaikan alasan mengapa keputusan untuk tidak melakukan tindakan merupakan pilihan yang terbaik. 
Untuk memahami kekhawatiran masyarakat dan memastikan bahwa keputusan yang diambil dalam manajemen risiko merupakan respons yang diimplementasi dengan cara yang tepat terhadap kekhawatiran tersebut, pemerintah harus menentukan apa yang diketahui masyarakat tentang risiko dan bagaimana pandangan masyarakat mengenai berbagai pilihan yang dipertimbangkan untuk mengelola risiko tersebut.
 
6.   Menjamin keterbukaan  
Jika masyarakat diharapkan menerima proses analisis risiko dan hasil akhirnya, proses tersebut harus transparan. Meskipun kita menghormati masalah legitimasi untuk menjaga kerahasiaan (misal, informasi atau data yang merupakan milik pribadi), transparansi dalam analisis risiko harus terdiri atas upaya untuk membuat proses tersebut terbuka dan dapat diteliti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Komunikasi dua-arah yang efektif antara manajer risiko, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan merupakan bagian yang esensial dalam manajemen risiko maupun kunci untuk mencapai keterbukaan.
 
Faktor yang mempengaruhi komunikasi risiko diantaranya : 
Latar belakang budaya.
Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif.
 
Ikatan kelompok atau group 
Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.
 
Harapan
Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan.
 
Pendidikan
Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.
 
Situasi
Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan atau situasi. 


***

Demikianlah, semoga bermanfaat, jangan seperti diriku, saat baru mendengar judul tentang "Komunikasi Resiko" sempat terheran, kok? Memang apa maksudnya, ternyata ya begitulah, seperti uraian diatas.

Rabu, 07 November 2012

Kail bukan Koin

Berbagi dengan Yatim adalah sebuah keutamaan, menyayangi mereka sudah dicontohkan langsung Sang Junjungan. Jadi tak ada keraguan lagi tentangnya. Jangan tanya, seberapa besar berkahnya atau sebesar apa ganjaran pahalanya. Semua biarlah tetap haknya Sang Maha Tahu untuk menilainya.

Dulu semasa kecilku di Blambangan Umpu, sebuah Kampung yang sekarang sudah menjadi Kabupaten, aku tak pernah melihat ada plank Yayasan atau Rumah Yatim Piatu. Bukan berarti tak ada anak yatim di sana. Anak-anak yatim masih hidup dalam naungan keluarga yang bertalian darah langung di rumah-rumah mereka. Alhamdulillah dalam kondisi yang pantas dan terpelihara kehormatannya. Tercukupi sandang pangan dan masih terus bersekolah. Bahkan ada diantara anak yatim yang aku kenal mereka hidup berkecukupan dari harta warisan almarhum Ayah mereka. Itu dulu. 

Sekarangpun, saat sudah lama aku merantau alhamdulillah keadaan ini masih terus berlanjut. Tak ada anak yatim yang terlantar disana. Berbeda sekali dengan yang aku temukan di Palembang, kota tercinta tempat kami menetap sekarang ini. Panti Asuhan hampir ada disetiap sudut kota. Di daerah kami tinggal contohnya, ada sekitar 5 Panti Asuhan yang kerap aku lihat disepanjang jalan dari Km 5 sampai Pakjo. Ragam bentuk apresiasi sosial bagi yang ingin peduli tentu bisa disalurkan ke Panti Asuhan ini. Tak ada celaku buat semua Panti Asuhan yang ada. Hanya saja bila ditanya seberapa sering aku mengajak anak-anak ke Panti Asuhan A? Atau lebih suka ke Panti Asuhan B atau C? Pernahkah ke Panti Asuhan D, aku butuh waktu yang cukup panjang untuk menjelaskan jawabanku.

Panti Asuhan di daerah rumahku, ada yang sangat pesat tumbuh kembangnya, dalam banyak hal. Yang paling terlihat adalah perubahan dalam bangunan fisiknya, awalnya ngontrak kini sudah punya gedung sendiri, permanent, bertingkat dan lumayan megah. Tak ada maksudku meragukanya, selain aku ingin katakan bahwa menurut hematku kami sebagai tetangga dekat 'sekelurahan' tak harus lagi mendahulukan Panti Asuhan itu untuk berbagi bukan? Sebab paling tidak, sudah banyak para donatur yang mempercayakan dana mereka pada Panti Asuhan tersebut.

Jadi saat ini, bila ingin berbagi atau mengadakan moment yang melibatkan Panti Asuhan, aku memilih mengadakan koordinasi dengan Komunitas Peduli Anak Yatim, memang ada beberapa orang pengurusnya yang aku kenal. Sehingga aku leluasa menanyakan Panti Asuhan mana yang masih 'minus'. Bukan dalam artian berpikiran negatif, tapi lebih kepada menentukan prioritas sebab terkadan dana yang ingin disalurkan jumlahnya tak seberapa.

Bersama KPAY Palembang, http://www.facebook.com/groups/kpay.palembang/
Ramadhan bersama Yatim,
dibawah koordinasi Komunitas Peduli Anak Yatim.

Dan dari dana yang tidak seberapa tersebut, bila bisa memilih aku sebisanya memilih untuk keperluan para yatim bersekolah atau memulai usaha. Karena aku yakin betul, bahwa banyak anak yatim yang memang berpotensi menjadi pemimpin dimasa depan. Mereka yang sangat antusias menutut ilmu, tapi belum banyak beasiswa khusus anak yatim yang bisa mereka raih.

Bukan berarti aku ingin katakan bahwa masalah pangan sandang mereka tak penting, tapi lebih banyak orang sekitarku yang sudah berbagi dari sisi ini. Misal, kalau ada baju layak pakai yang kekecilan banyak yang sudah bersedia menyalurkannya ke Panti Asuhan daripada menyimpannya di lemari. Kalau ada perayaan ulang tahun atau syukuran, sudah mulai terbuka mereka mengundang anak yatim untuk makan bersama.

Dan untuk hal ini, aku pujikan sebuah program yang aku ketahui sudah intens dilakukan oleh Yayasan Yatim Mandiri untu membangun sebuah sekolah unggulan bagi para yatim. Sekolah yang kelak aku yakin bisa melahirkan pemimpin berkwalitas. Saat ini sekolah tersebut dalam tahap pembangunan. Setiap tahapan dilaporkan dengan begitu lengkap. Aku suka cara Yayasan Yatim Mandiri menyapaikan lewat majalah bulanannya. Semoga tahun ajaran depan sekolah itu sudah beroprasi. Aku mengenal Yayasan Yatim Mandiri sejak bulan April 2012 lalu, saat mana aku baru pindah ke kantor yang sekarang.

Terpikat aku pada program-program Yayasan Yatim Mandiri, sungguh aku jatuh hati. Sebab satu hal yang aku yakini, meski yatim keadaan mereka sekarang harus membuat mereka prihatin, tapi semoga kedepan mereka bisa menjadi pribadi-pribadi yang mandiri. Bisa berdaya guna untuk orang banyak. Dan kita punya peran yang teramat besar untuk itu. Dengan banyak cara yang kita bisa. Namun satu hal yang ingin aku ingatkan, sebisa mungkin biasakan memberi mereka kail bukan koin. Kail yang bisa mereka gunakan untuk mencari koin-koin emas dimasa depan.

Mungkin terkesan menggurui, maafkan, tapi yakinlah bila koin yang biasa kita berikan pada para yatim maka itu tak akan banyak menolong mereka. Kecuali bila koin itu mereka belikan kail, artinya kita yang harus tetap mendampingi mereka, mengarahkannya dengan penuh cinta seperti yang sudah dilakukan saudara kita di Yatim Mandiri.

Semoga dengan kasih sayang pada saudara yatim, bisa membuat hati kita menjadi lembut dan kebutuhan kita bisa tercukupi. Ini bukan cerita isapan jempol semata karena hadist Nabi yang sudah menyatakan demikian. Sebuah janji-Nya yang tak perlu kita ragukan lagi.

 Cerita ini diikutsertakan pada Gaveaway: Cinta untuk Anak Yatim

Selasa, 06 November 2012

Profesor Gambir

Sekian lama waktu berlalu, banyak peristiwa yang belum sempat terekam disini. Sebab saat ini semua seolah mengejar minta didahulukan, hingga tak kebagianlah waktu untuk bercengkrama diblog ini, gayanya #deuuu...

Tapi begitulah yang terjadi, seperti saat bertemu seorang Prof. hebat dari Kota kami, sepenuhnya diri ini terpesona, alangkah luas ilmunya, betapa berguna hasil penelitiannya, salah satu temuannya tentang gambir yang ternyata punya begitu banyak manfaat, sayangnya hak paten penelitian beliau dibeli negara tetangga, karena Negeri ini seolah (enggan) tak menggubrisnya. Tapi beliau bukan pribadi kemarin sore, jiwanya besar. Dari beliau aku mengambil banyak pelajaran berharga. 

sumber www.foodreview.biz
Prof Gambir, aku menyebut beliau. Padahal nama aslinya Prof. DR. Rindit Pambayun M.P beliau adalah guru besar di Universitas Sriwijaya yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum PATPI yang baru.

Salah satu yang paling berkesan adalah filosofinya tentang ilmu. Betapa bila kita meniatkan sebuah proses belajar untuk mendapatkan ilmu, maka kita pastilah akan mendapat yang lainnya. Apa saja, termasuk wawasan, relasi, bahkan royalti sekalipun. Tapi bila kita meniatkan sebuah proses belajar untuk yang lainnya, niscaya kita tak akan dapat ilmu. Iih bergidik aku membenarkan. 

Teringat pada sebuah kata hikmah yang sejak dulu aku yakini bahwa bila kita menanam padi maka semua jenis rumput akan tumbuh. Dari yang menjalar, yang menusuk, sampai yang seperti bludru. Tapi manakala kita menanam rumput, meski rajin kita pupuk sekalipun maka bisa dipastikan tak akan pernah tumbuh sebatang padi #aaachhh...

Aku sebenarnya mau cerita tentang khasiat gambir lho, tapi kok malah kemana-mana dulu :D Tahu gambir kan ya? Eh ternyata kandungan antioksidannya melampaui teh hijau yang terkenal itu. Selama ini aku hanya tahu gambir untuk makan sirih #beneran... Eh ternyata ya...

Tapi sampai seumur ini, aku belum pernah lho lihat pohon gambir. Ada yang tahu? #boleh ngacung lho...Dan buat yang belum pernah tahu, ini dia penampakan pohon gambir itu:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI2I_UhV4kd8Ea8u5M9nLfMYJuoIK7pp4I90Od6DzRN_gErCq5s_utzC8FhtvzV8s2mBwH2B57Mb7cZDRhqe5QikFLu5qyl0ZdTOPzOOBxvvKLw2wnEw5shbdkNKS1PNPANbqbw0hnXFQ/s1600/gambir.JPG
flora-sutamto.blogspot.com
  • Tanaman Gambir (Uncaria Gambir) banyak tumbuh di Indonesia bahkan khabarnya banyak di Sumatera Barat, tapi mengapa aku tak merasa pernah melihat tanaman gambir ini ya? #heran dech, padahal akukan orang Sumatera juga... Tanaman yang berupa perdu dengan tinggi 1-3 cm dan batang bulat warna cokelat dapat diolah menjadi gambir dalam bentuk tertentu. Gambir mengandung Katekin, kuersetin, zat samak katekin, merah katekin, lendir, lemak, dan malam yang memiliki banyak khasiat.
  • Dalam ilmu kefarmasian, gambir dikenal sebagai sumber antioksidan yang potensial. Ekstrak gambir (dengan kandungan utama katekin) yang telah distandarisasi dapat diformulasi menjadi bentuk sediaan farmasi tertentu yang dapat mengeliminasi hal-hal yang tidak disukai dari sifat ekstrak tersebut, misalnya rasanya yang pahit, atau sifatnya yang sukar larut dalam air.
  • Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa gambir bisa digunakan sebagai astringen dan hemostatik yang menghambat pertumbuhan bakteri. Gambir banyak dipakai sebagai penahan rasa sakit, seperti diare, sakit gigi, gusi bengkak, tersengat lebah atau serangga, suara parau atau sariawan mulut, tertusuk duri, dan luka luar lainnya. Oleh sebab itu maka gambir juga digunakan sebagai bahan campuran untuk menyirih atau menginang bagi sebagian orang.
  • Konon katanya Gambir Sarawak bisa untuk Mengatasi Ejakulasi Dini.  
  • Menurut Profesor Gambirku, salah satu khasiat gambir adalah sebagai pengawet alami, hebatnya tak kalah dengan si formalin yang menghebohkan itu. Tapi jangan tanya takarannya ya sebab kemarin diskusinya belum sampai kesana #malu...
Benar begitu? 
Wallahu'alam    
Tapi kalau katekin juga terdapat dalam teh tahu dong, hehee...

Senin, 29 Oktober 2012

Berkenalan dengan M-Dinar

Sebuah buku yang membahas tentang Serba-serbi Dinar pernah sucses menghantarkan aku mendapat hadiah diacara Book Review Contest yang diadakan oleh Pakde Komandan BlogCamp sekitar setahun yang lalu. 

Adapun penerapan secara pribadi aku baru memulai dengan segenap kendala. Maka ketika ada sahabat yang menawariku  untuk ikut serta diarisan dinar yang dikoordinirnya ya aku langsung tertarik. Sistem arisan sama seperti arisan pada umumnya, hanya berbeda pada jumlah setoran saja. Yang setiap bulannya berbeda tergantung pada harga dinar pada bulan tersebut. Masih jalan, aku bahkan sudah dapat gilirannya.

Dan dalam perjalanan arisan itulah aku berkenalan dengan M-Dinar, yang memfasilitasi dengan cara yang memungkinkan. Bagaimana tidak kita bisa mulai menabung dinar dengan jumlah yang tidak dipatok, fleksibel gitu. Hanya setoran awal saat kita aktifasi yang ada ketentuan. Semboyannya untuk nabung dinar minimal 10 ribu itu yang menarik hatiku. Untuk lebih jelasnya silakan klik di http://niaremas.com/tabungan-m-dinar/

Coba dech simak yang berikut ini, aku culik dari M-Dinarnya Mbak Niar:
Tanya : Apa itu M-dinar ?

Jawab : M-dinar (Mobile Dinar) adalah produk simpanan online ber basis saldo dinar emas dan rupiah
Tanya : Apa bentuk kelembagaan fisik dari M-dinar ?

Jawab : Kelembagaan fisik M-dinar berbentuk Baitul Maal Wattamwil (BMT),yaitu BMT Daarul Muttaqiien dengan alamat kantor di Ruko Gerai Dinar Jl.Kelapa Dua Raya No.189 Depok, Jawa Barat ,16951.Telpon +62 21 93 300 300

Tanya : Amankah menyimpan dinar emas dalam bentuk saldo di M-dinar ?

Jawab : Sejak berdiri hingga saat ini M-dinar merupakan satu-satunya lembaga penyimpanan fisik dinar emas/Rp ke bentuk saldo dinar emas yang amanah dan akuntabel di Indonesia. Ditambah lagi dengan kemampuan likuidasi saldo M-dinar per akun per hari sebesar 1000 dinar kian menjadikan M-dinar sebagai lembaga penyimpan dinar di Indonesia yang layak untuk digunakan.

Tanya : M-dinar ini termasuk dalam jenis tabungan produk bank atau apa ?

Jawab : M-dinar TIDAK TERMASUK dalam kategori tabungan  produk bank, karena bentuk kelembagaan M-dinar adalah Baitul Maal wat Tamwil (BMT).Saldo M-dinar lebih tepat dikategorikan ke dalam bentuk SIMPANAN dengan spesifik : SIMPANAN INVESTASI, karena dinar emas saat ini masuk dalam kategori investasi.

Tanya : Kalo M-dinar bukan jenis tabungan Bank, berarti saldo dinar / Rupiah saya di M-Dinar tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan ya ? Terus pihak mana yang MENJAMIN bahwa saldo M-dinar saya AMAN disimpan di M-Dinar?

Jawab : Benar, sejauh ini di Indonesia BELUM ADA yang mengatur keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan Dinar atau yang sejenis. Namun demikian, saldo dinar emas anda di M-dinar didukung penuh dengan fisik dinar yang berada di Gerai Dinar. Setiap pertambahan saldo dinar di M-dinar diimbangi dengan pertambahan fisik dinar di Gerai Dinar. Ijin operasional Gerai Dinar adalah ijin Toko Emas. Dan fisik dinar emas yang ada di Gerai Dinar diasuransikan. Jadi proteksi terhadap fisik riil dinar emas atas saldo dinar kita aman dari resiko kehilangan.

Tanya : Bagaimana cara mendaftar atau membuat akun M-Dinar?

Jawab : 
Caranya sangat mudah, buatlah akun M-Dinar di www.m-dinar.com dengan langkah sebagai berikut:

1. Klik ‘Create An Account’ di bawah menu Login, isi formnya
2. Anda akan mendapatkan email dari m-dinar.com berisi link aktivasi yang harus diklik saat itu juga
3. Setelah berhasil mengklik link aktivasi, log in sesuai data dan klik ‘Mobile Payment’ lalu isi formnya                                                                                                                                
4. Pendaftaran via web selesai, konfirmasi segera data akun m-dinar Anda (nama pemilik rekening, no hp, alamat email, username) via niar.emas@gmail.com beserta scan KTP asli dengan subject: Registrasi dan Koneksi M-Dinar
5. Akun M-Dinar bisa segera di NOMAT kan jika ada konfirmasi pengaktifan dari kami.

Mudah bukan?

Dalam hal ini aku banyak dibantu oleh seorang agen dinar handal yang cukup berpengalaman, bila ingin berkenalan silakan ke Mbak Niar PIN 224D4CCE atau ke webnya niaremas.com

Semoga dengan info dan segenap kemudahan ini kita menjadi orang-orang yang berdaya.

Kamis, 25 Oktober 2012

Cerita Safari Wukuf

Banyak ide yang mendesak-desak ingin dituangkan, tapi berhubung dan berhubung, akhirnya niat mengisi blog ini hanya angan-angan. Kemarin kusempatkan melongok blog ini barang sejenak, memposting tulisan copyan yang tujuannya untuk dokumen pribadi. Dan hari ini biarlah coba kususuri lembar kenangan menjelang detik-detik puncak haji 2 tahun silam. Terbayang juga betapa ketar-ketirnya para rekan-rekan tkhi 1433 H yang sedang bertugas saat ini.

Hari ini bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1433 H, dan sudah sejak beberapa hari yang lalu seorang rekan yang sedang tkhi intens menghubungiku, sekedar menanyakan apakah di Mina ada persiapan air panas, ada colokan listrik kah di 'Arafah? Pertanyaan-pertanyaan sederhana bahkan tak berhubungan langsung dengan tugasnya selaku tim kesehatan haji. Tapi tak mengherankan, sebab tugas inti sudah dibahas tuntas saat pelatihan kompetensi juga integrasi jauh sebelum keberangkatan dulu. Dan saat inipun tentu mereka intens berkoordinasi dengan sektor juga petugas lainnya disana. Soal colokan, air panas itu hanya intermezo yang kebetulan ada akses mudah (dan murah tentu saja) untuk bertanya.

Menjelang punjak haji, sejak sepuluh hari yang lalu adalah saat-saat yang penuh perjuangan buat para petugas haji, termasuk juga tim kesehatannya. Besarnya amanah yang diemban, bagaimana mendampingi dan membantu para jama'ah agar bisa melaksanakan semua tuntunan wajib haji serta terpenuhi semua rukunnya. Tentang apa saja wajib dan rukun haji silakan googling ke tempat lain ya :D Lalu bila ada jama'ah yang sakit, dengan derajat yang berbeda-beda, apa saja yang harus dilakukan petugas kesehatan haji, sehubungan dengan perjalanan 'Arafah-Musdhalifah-Mina yang begitu 'berat'? Ada sekitar 360-450 jama'ah yang harus didampingi lho...

Dulu saat pelatihan, dibanyak simulasi dan bahasan kasus, aku sangat terhibur dengan satu istilah 'Safari Wukuf', bagaimana tidak, sepemahamanku saat itu bila ada satu dua orang jama'ah yang sakit berat menjalang pelaksanaan puncak haji, tinggal didaftarkan 'Safari Wukuf' saja, selesai. Aku dan tim bisa berkonsentrasi dengan jama'ah lainnya. Tapi ternyata, kreteria 'sakit berat' tak sesederhana itu jendral! 

Seminggu menjelang pelaksanaan wukuf, memang pihak sektor (setingkat Puskesmas) sudah meminta daftar jama'ah yang akan diikutkan pada Safari Wukuf. Akupun mendaftarkan 3 nama dari sekian belas kandidat. Tiga orang yang memang KU (keadaan umumnya) sangat memprihatinkan. Satu dengan gagal ginjal yang harus cuci darah setiap dua kali dalam seminggu, atas pertimbangan cuci darah dan keadaan umumnya yang terus memburuk aku daftarkan beliau. Yang satu lagi karena sejak datang sesaknya bertambah-tambah, ada masalah diparu serta DM yang tidak stabil. Aku cemaskan hipoglikeminya yang bisa membuatnya pinsan sewaktu-waktu, dan yang terakhir jama'ah dengan gagal jantung yang sudah ada pembengkakan di kakinya. Buat jalan saja sesak. 

Data masuk, petugas sektor datang menilai, oh masih bisa duduk. Tak lolos ketiganya untuk ikut safari wukuf. Dalam bahasa sederhananya, sakit berat yang boleh diikutkan dalam 'Safari Wukuf' adalah mereka yang sakitnya setara pasien yang ada di ICU. Kalau sakitnya masih bisa rawat di bangsal, maka tanggung jawab pengawasan otomatis ada di pundak dokter kloter. Ada ribuan orang sakit berat yang masuk dalam 'gerbong safari wukuf', mereka hadir untuk wukuf di 'Arafah dengan memakai ambulan. Yang satu ambulannya bisa bersusun delapan tempat berbaringnya. Biasanya dengan pemasangan alat bantu nafas.

Arak-arakan ambulan datang menjelang pelaksanaan wukuf, mereka tak ada bermalam di 'Arafah seperti jama'ah pada umumnya. Datang dan berdiam diri untuk mengisi absen istilahnya, sebab memang tak boleh berwakil, tetap didalam ambulan, karena memang mereka tak berdaya untuk hanya sekedar duduk, atau dalam mobil berkerangkeng karena jiwanya yang terganggu. Dan segera pulang ke RS saat matahari terbenam, bahkan konon khabarnya mereka sudah bergerak keluar 'Arafah jauh sebelum matahari terbenam. Musdhalifah-Mina sudah tak ikut lagi, sebab hanya fase 'Arafah yang memang tak boleh berwakil, tak ada haji bila tak turut serta ke 'Arafah. Maka walau nafas satu-satu dengan pemasangan tabung oksigen, seorang jama'ah harus tetap dihadirkan ke 'Arafah. Agar tak sia-sia puluhan juta ONH yang sudah ia bayar, agar memang benar pantas sepulangnya nanti dikatakan sudah berhaji dan menjadi haji yang mabrur.

Jadi bayangkan, cerita ini menggambarkan, betapa suasana tenda-tenda jama'ah haji di 'Arafah sudah biasa digunakan juga untuk posko kesehatan tingkat pertama. Fase 'Arafah, dimulai sejak kedatangan, yang biasanya siang menjelang sore tanggal 8 Dzulhijjah sampai terbenam matahari di 9 Dzulhijjah adalah satu waktu yang teramat singkat. Jadi bila dalam kurun waktu itu ada satu jama'ah yang sakit lalu sibuk merujuk ke Satgas 'Arafah (di Armina tak ada Dakker, atau pelayanan kesehatan setingkat RS, adanya Satgas, dimana dengan segala keterbatasan, tenda disulap selayak RS), alangkah riwehnya. 

Mana lagi saat aku laporan ke satgas ternyata tempat tidur disana sudah terisi banyak pasien dadakan. Kasian jama'ah yang lain juga bila harus ditinggal-tinggal, mereka butuh pendampingan dan penguatan. Maka bila hanya membutuhkan perbaikan keadaan umum, misal para jam'ah lansia yang mendadak diare atau sekedar tak nafsu makan, ya kembali ke dokter kloter dan tim lagi untuk merawatnya. Pasang infus di tenda saja.

'Arafah, 9 Dulhijjah 1431 H, ada infus di tenda kami.

Dan inipun terjadi pada kloter kami 2 tahun yang lalu, saat malam kami sudah di 'Arafah ada seorang nenek yang karena kecapeaan malamnya gelisah tak bisa tidur, suhu badannya tinggi, panas. Malam itu juga kami infus beliau di tenda, diantara gelimpangan jama'ah lainnya yang tertidur setengah pulas (tak ada yang pulas sepenuhnya kurasa). Saat cairan dan obat-obatan serta vitamin sudah masuk, barulah nenek tersebut bisa tidur. Harapannya kamipun bisa rebahan. Alhamdulillah memang bisa, walau hanya sampai jelang dini hari, ketika saatnya aku dibangunkan lagi karena ada mbah yang diare. Infus lagi ditenda.

Syukurnya jatah tenda kami di 'Arafah lumayan luas. Jama'ah yang sakitpun lebih nyaman bila mereka tetap berada di tenda kloter, sebab mereka berada ditengah orang-orang yang sudah mereka kenal. Kalau harus ke Satgas, duch nelangsanya, mereka mau minta ditemani ya bagaimana yang lainnya. Serba tak memungkinkan. Sementara semua harus disiagakan untuk ke fase Musdhalifah yang hanya singgah sekejab saja. 

Ya demikianlah ceritaku, jadi Safari Wukuf itu memang ada, tapi jangan diharap-harap, sebab bila jama'ah kloter ada yang lolos untuk safari wukuf itu artinya jama'ah tersebut sedang kritis. Sebuah kondisi yang tentunya tak pernah kita harapkan bukan? Biarlah sibuk, tak apalah retok ditenda-tenda. Atau seperti kisah sejawatku yang saat tkhi 1431 lalu ihromnya sampai kena kotoran jama'ah sebab saat di fase Musdhalifah ada jama'ahnya yang sejak di 'Arafah diare, awalnya tak seberapa tapi mendadak jadi muncrat-muncrat, mau di rujuk tapi kemana, semua orang sibuk dengan urusannya masing-masih, sebuah gambaran mini tentang padang mahsyar. Saat semua orang hanya mampu berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi tentu tetap sarat bedanya. Saat 'Arafah-Musdhalifah sebagai dokter kloter kami harus tetap peduli dengan jama'ah kloter lainnya, sebab kami berhaji dalam rangka melaksanakan tugas. Jadi meski dengan segenap kepayahan kami harus bisa melayani dan mendampingi para jama'ah demi laporan di akhirat kelak.