Senin tiba lagi. Bahagia dong? Harus. Meski itu artinya rutinitasku sebagai ibu bekerja dimulai lagi. Buatku kini, aku harus menikmati suasana di kantorku yang baru. Punya pimpinan, rekan kerja baru, ruangan dan atribut yang serba berbeda dari sebelumnya. Lagi-lagi harus bersyukur, lantaran diminta bergabung dengan LO kemarin, aku jadi sudah banyak kenal warga kantor. Bahkan beberapa sudah tahu sampai keluarganya, rumahnya dimana dan beberapa tabiat dalam bekerjasama. Kurasa demikian pula mereka terhadapku ya, hanya saja mereka belum ada yang tahu kalau aku seorang kapiten blogger. Pentingkah? Tak perlu dijawab kok, hehe...
Beberapa sahabat blog memintaku membagi cerita seputar pelatihan kemarin. Sepintas sudah kukhabari disini. Adapun soal materi pelatihan, jadwal acara kayaknya aku undur diri dech, secara bukan tempatnya, hikmah dan catatan hati itu yang utama kubagi, perdana sudah kuulas diposting sebelum ini. Foto-foto sebagian masih dikamera, saat ini sedang dibawa Abinya Hamas ke Medan. Jadi ya gitu dech... Lanjut. Di sela acara pelatihan kemarin, ada satu episode 'ramah tamah' yang diadakan untuk melepas seorang rekan mutasi ke Jakarta dan ternyata sekalian menyambutku juga. Duch rupanya aku ditodong kenalan didepan kelas, kayak diplonco rasanya, heheee...
Tentang sahabat yang pindah tersebut, beliau adalah seorang senior 2 tahunan diatasku. Ayuk aku memanggilnya, kami satu kelompok saat outbound, maka lumayan banyak info dan ilmu yang langsung diwariskannya padaku. Salah satunya ilmu narsis. Wachh itu sich mudah, yang tak bisa kusadap adalah ilmunya sebagai MC andalan di kantor, minggir dech aku. Bahkan bila acara pelatihan ditambah sebulanpun aku tetap tak akan pandai menggantikan predikat MC tersebut. Profesi MC memang bukan areaku. Tapi aku ndak minder kok, aku kan juga punya profesi lain, sebagai blogger. Setidaknya sebutan itu menguatkanku, menghiburku bahwa aku punya kelebihan, lebayyy...
Aku bukanlah pribadi yang tak mau belajar tapi aku termasuk orang yang menyepakati bahwa salah satu kunci kebahagiaan terletak pada seberapa besar kita mengenal diri sendiri, dan mengoptimalkan apa yang kita miliki tersebut menjadi sebuah kerja. Artinya:
- Menjadi diri sendiri dengan mengenali potensi yang telah dianugerahkan Allah kepada kita.
- Menjadi diri sendiri dengan mengembangkan keunikan diri. Karena Allah telah menghujamkan potensi yang berbeda pada tiap manusia untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya hingga menghasilkan karya-karya luar biasa.
![]() |
| Ayuk minta foto ini kupeceng di fb, tapi untuk sementara ditaruh di blog aja ya, pasti Ayuk yang ndak bakal menemukan foto ini ^^ |
