Entah kapan pertama kali aku makan pecel lele, tapi yang kuingat sejak zaman hamil Yunda tahun 2003 lalu, aku sepertinya termasuk yang keranjingan makan pecel lele. Dari mulai yang kelas resto sampai yang warung tenda. Malah lebih seringnya yang diwarteng kaleee... Bahkan menu favorite di rumahpun ya sering juga pecel lele ala kadarnya, hehe...
Maka tak heran saat Lele LELA hadir di Palembang, kami sekeluarga termasuk yang bersegera kesana. Icip-icip lah, membandingkan dengan yang kubuat sendiri. Ternyata memang 'sesuatu' ya, sebab ada beberapa menu olahan lele yang bisa jadi pilihan. Dasarnya mungkin selera Emak ya bakal menurun juga ke anaknya, tebukti Yunda dan Hamas hobby banget makan dengan lele.
![]() |
| Lele LELA di daerah Kampus, katanya cabang ke 36. |
![]() |
| Silakan pilih menu ^^ |
![]() |
| Lele Original, Seleraku, dan Yunda. |
![]() | ||
| Alternatif menu pilihan Abi, Ayam Bali ^^
|
![]() |
| Sesi makan bersama di Lele LELA. Ini foto ekslusifnya, Hamas dan Yai tampak serius pilih menu... |
Slogannya untuk membuat "Lele makin mendunia bersama Lele LELA" memang mereka sertai dengan usaha nyata. Sucses lah pokoknya, semoga aja tulisanku ini juga dibaca mereka dan dianggap ikut berpromosi, jadi dapat voucher makan gratis dech, ngerep.com
Aku sebenarnya sudah lama juga mau posting tentang Lele LELA ini, sejak Januari lalu, terhitung sejak pertama kali membaca postingan Della di Diary Bububil Lele Lela Petamburan. Lama buanget ya baru kesampaian. Maklumlah segala sesuatu yang diolah dalam blog ini sangat tergantung pada suasana hatiku ^^





