Jejak juang dalam hidup yang selalu berusaha kumaknai dengan cinta dan kesyukuran...
Tampilkan postingan dengan label Harapan pada HNW-Didik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harapan pada HNW-Didik. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 Juli 2012
Kamis, 05 Juli 2012
Pada Pertengahan Sya'ban
Sudah dipertengahan Sya'ban. Apa yang sudah kusiapkan untuk songsong Ramadhan? Yang pasti selalu ada harapan agar Ramadhan ini lebih baik dari Ramadhan yang sudah lalu. Banyak peristiwa terjadi diawal Sya'ban ini, dari mulai pentas seni dan perpisahan juga pembagian raport Yunda dan Hamas. Semua moment 'penting' ini belum sempat kurekam, maka hari ini akan kurangkum sebagai catatan pribadi.
Kelulusan Perdana.
Perpisahan di SDIT Bina Ilmi tahun ini dikemas agak berbeda, sebab sekalian melepas kelulusan kelas VI untuk pertama kalinya. Angkatan pertama ini terdiri dari 1 kelas berjumlah 24 siswa, termasuk didalamnya Kakak Zaky, sepupu tertua Hamas.
Pada sambutan orangtua kelas VI, aku terharu, betapa saat UAN mereka berjuang untuk menyakinkan dirinya bahwa anak-anak mereka bisa lulus murni dengan bermodalkan kejujuran. Mana lagi belum ada kelulusan sebelumnya hingga membuat mereka ketar-ketir juga. Dan syukurnya semua sucses, lulus dengan nilai yang memuaskan, bahkan ada 2 siswa yang mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
![]() |
| Kakak Zaky yang pojok kiri, senyum bahagia ^^ |
Pada sambutan orangtua kelas VI, aku terharu, betapa saat UAN mereka berjuang untuk menyakinkan dirinya bahwa anak-anak mereka bisa lulus murni dengan bermodalkan kejujuran. Mana lagi belum ada kelulusan sebelumnya hingga membuat mereka ketar-ketir juga. Dan syukurnya semua sucses, lulus dengan nilai yang memuaskan, bahkan ada 2 siswa yang mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
Pentas Seni.
Acara pentas seni ikut menyemarakkan perpisahan di Bina Ilmi. Masing-masing kelas menampilkan kreasinya. Kelasnya Yunda dengan puisi - lagu 'Laskar Pelangi' dan 'Guruku', sucses membuat kami yang hadir terkagum haru. Kelasnya Hamas menampilkan atraksi 'five litle ducks' yang sangat menghibur.
Raportnya Yunda dan Hamas.
Alhamdulillah nilainya sangat baik. Yunda dapat peringkat 1 dan Hamas dapat peringkat 5, satu-satunya siswa yang masuk 5 besar, yang lainnya siswi. Di Bina Ilmi tak ditulis peringkat dalam raportnya, hanya kerap kali Bunda Gurunya menyebutkan saat kita tanda tangan absen pengambilan raport, tampa bertanya. Walau sejujurnya aku senang juga diberi tahu peringkatnya anak-anak.
Sekarang anak-anak sedang menikmati liburannya. Awal liburan sudah dihabiskan di Way Kanan, rumah Jidah-Datuk. Kemarin baru pulang. Masih 2 pekan lagi, rencanaku akan diisi dengan ragam kegiatan untuk mempersiapkan Ramadhan. Tahun ini adalah Ramadhan keduanya Hamas. Sedang Yunda sudah yang kelima kali ikut puasa di bulan yang penuh barokah ini. Satu yang selalu aku ingatkan pada diri, bahwa puasa di bulan Ramadhan memang belum wajib bagi ananda, tapi ada baiknya dibiasakan. Maka tak perlu ada paksaan, membiasakan dengan penuh cinta, biar mereka sendiri yang akan mengenang suka cita Ramadhan saat masa kecilnya. Untuk itu semua perlu disiapkan jauh hari, sejak Sya'ban ini, agar mereka ceria bahagia mengisi Ramadhan.
Rabu, 27 Juni 2012
Mesir Makin Melambai
Februari 2012 lalu, saat ikut perhelatannya Una, aku pernah bercerita tentang daftar keinginanku ke berbagai belahan bumi. Yang paling seru adalah saat berkisah tentang impianku ke Negeri Sejuta Piramid, lengkapnya silakan baca di Mesir Melambai.
Dan pada Juni 2012 ini, saat khabar baik merebak tentang terpilihnya seorang hafidz Qur'an sebagai Presiden Mesir, DR. Musri. Mesir semakin mempesonaku dengan lambaian hangatnya.
| DR. Musri, Presiden yang hafidz Qur'an. Gambar pinjem di Google. |
Beliau yang telah berpidato dengan amat bijaknya, boleh baca kutipannya disini. Beliau yang telah membuat banyak kebijakan yang 'tak biasa' sehingga mencengangkan banyak pihak yang tak mengenalnya, salah satunya dengan menyumbangkan seluruh gaji presiden kepada negara. Amat banyak orang yang penasaran dengan sosoknya yang mempunyai nama lengkap Muhammed Musri Issa Ayyat, dengan 5 orang anak dan 3 orang cucu.
Sungguh benar yang pernah kubaca bahwa ajaib sungguh penjara Mesir. Masuk kedalamnya Nabi Yusuf as dan setelah keluar menjadi Raja Mesir pada masanya. Selang waktu berlalu, masuk ke dalamnya juga seorang DR. Musri dan setelah keluarnyapun menjadi Presiden Mesir atas kehendak-Nya.
Kenyataan inilah yang membuat Mesir makin melambai padaku. Semoga ada yang mau jadi sponsor buat ke Mesir 
Paling tidak nanti saat mendampingi anak-anak, Yunda sudah ada niatan kuliah di Al Azhar. Semoga...
Sejarah memang telah mencatat, banyak kemuliaan yang mampu dilakukan para pemimpin yang 'baik' agamanya, terlebih bila beliau juga seorang hafidz. Selain DR. Mursi, pemimpin dunia yang juga penghafal Alquran adalah Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya. bahkan anaknya yang bernama Aid berhasil menyempurnakan hafalan Alquran dalam 35 hari dan memperoleh gelar mumtaz (sempurna).
Sejarah memang telah mencatat, banyak kemuliaan yang mampu dilakukan para pemimpin yang 'baik' agamanya, terlebih bila beliau juga seorang hafidz. Selain DR. Mursi, pemimpin dunia yang juga penghafal Alquran adalah Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya. bahkan anaknya yang bernama Aid berhasil menyempurnakan hafalan Alquran dalam 35 hari dan memperoleh gelar mumtaz (sempurna).
Palestina sudah, Mesirpun sukses. Semoga Indonesia berikutnya. Izinkan duhai Sang Pemilik Negeri.
Langganan:
Postingan (Atom)

