Dari rumahnya Keluarga DeyFikri disuguhi kisahnya Aa' Fauzan tentang Akang dan Neng. Bikin mesem, mumpung lagi buka laptop sekalian dech berbagi cerita juga tentang Hamas.
Hamas dan Yundanya berselang umur tak sampai 2 tahun, sejak Hamas lahir kami memang membiasakan untuk memanggil Yunda pada si Sulung, yang sebelumnya kami panggil Tsabitta. Nah karena panggilan Yunda lebih simple jadilah ia juga melekat sebagai panggilan sesama kawan-kawan sampai ke Sekolahnya. Tapi kan panggilan Yunda memang tak aneh di Palembang, sebab itu sama saja dengan panggilan Mbak kalau di Jawa atau kalau Uni jika di Padang. Maka wajar dong tak pernah ada yang bertanya atau sekedar koment.
Lain halnya dengan Hamas, yang biasa kami panggil Akang. Sering kami dapat lontaran pertanyaan, ya dari keluarga juga dari kawan-kawan.
"Kok dipanggil Akang ya?"
atau "Akangkan buat orang Sunda ya, emang punya darah Sunda dari Kakek Neneknya?"
Malah ada lho yang sengaja bertanya lewat sms,
"Mbak orang Sunda kah? Kok anaknya dipanggil Akang?"
Jawabanku ya acapkali juga beragam, tergantung siapa yang bertanya juga. Pernah cuma kujawab,
"Memangnya kalau bukan orang Sunda nggak boleh pakai panggilan Akang ya?"
Ya tapi begitulah, banyak orang heran kalau belum kujelaskan, udah kayak apaan yak? asli lebayy...
Jadi ceritanya waktu Aviq sepupunya lahir, ya saat adik ketigaku melahirkan sulungnya, Hamas kami berumur 2 tahunan, ngomongnya masih cadel tapi sudah cerewet. Kamipun bilang, ini sekarang sudah jadi Abang Hamas. Echh tanpa diduga Hamas menjawab, "ndak mau, Akang aja". Jadi kami kira Hamas maunya dipanggil Kakak. Eh dianya tetap ogah, pilihan katanya tetap Akang. Ya kami ngikut saja. Awalnya kami kira akan berubah, ternyata sampai sekarang Hamas tetah teguh pendirian cuma mau dipanggil Akang Hamas. Yo wess.
Entah dapat dari mana, yang jelas dulu sebelum Yunda lahir aku sich panggil Abinya anak-anak Aa'. Walaupun Aa' juga buat sebagian orang adalah panggilang khas Sunda tapi di Palembang juga biasa memanggil Kakak dengan sebutan Aa'. Dan si Aa' dulu memanggilku Dinda, cieee padahal kan nggak ada yang nanya ya... jadi dulu kalau lagi romantis manggilnya "Nda" namun kalau agak kesal manggilnya "Din" heheee, aku sampai bisa membedakan nadanya, sekalian mengenang masa lalu ni gara-gara Ibu Dey.
Balik ke Akang Hamas kami, sebenarnya sejak anak-anak masuk SD, lupa ya tepatnya, Yunda yang awalnya ikutan manggil Akang jadi ganti lagi manggil Adek. Entah kenapa, kalau ditanya sebabnya "Ya iya lah Hamas itu kan adikku" jawabnya. Nah tapi sejak 3 minggu yang lalu, sapaan Akang kembali menguat, cailee udah kayak skor tim sepakbola. Apa pasalnya? Iya sebab baru hampir sebulan ini Hamas resmi mau punya adik. Ya sekalian mengabarkan pada sahabat semua terutama pada si Uncle, yang menanyakan khabarku, bahwa aku hamil 7 masuk 8 minggu.
Mohon do'anya ya, daku lagi menikmati masa "agak mabok dikit" ceritanya :D
Mohon do'anya ya, daku lagi menikmati masa "agak mabok dikit" ceritanya :D