Rabu, 24 Oktober 2012

Mensyukuri Kehidupan di Rahim



Subhanallah ternyata ya, jutaan keajaiban sudah tercipta seiring dengan tumbuhnya embrio dalam rahim seorang wanita. Pernahkah kita membayangkan wajah mereka di dalam rahim? 

Ketika foto embrio manusia yang sedang berkembang karya Lennart Nilsson pertama kali ditampilkan di majalah Life pada tahun 1965, gambarnya menimbulkan kehebohan. Hanya dalam hitungan hari, sebanyak 8 juta segala hasil cetakan (koran/majalah) yang memuatnya terjual habis.
Embrio berusia 5 minggu. Diperkirakan panjangnya 9 mm. Tahap pembentukan wajah, dengan mulut yang terbuka, lubang hidung dan mata.
 
Dalam Basic Human Embryology oleh Williams P, rujukan yang biasa dipakai dalam bidang embriologi, dikatakan, “Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.”


Berusia 8 minggu, embrio yang berkembang pesat dilindungi dengan baik oleh kantung dan cairan amnion.


Teknologi maju memungkinkan gambar embrio yang sedang berkembang diambil dengan hasil yang lebih jelas dan lebih besar. Gambar bisa diambil dengan menggunakan kamera konvensional yang dilengkapi lensa mikro. Atau bisa juga menggunakan alat endoskopi. Teknologi pemindaian mikroskop elektron memungkinkan Nilsson mengambil ratusan atau bahkan ribuan gambar embrio yang mengagumkan. Subhanallah...

Mata yang sudah menutup sepenuhnya.
Janin berusia 10 minggu. Kelopak matanya semi tertutup, yang kemudian akan tertutup total dalam beberapa hari kemudian.

Gambar-gambar karya Nilsson dikumpulkan dalam sebuah buku yang diberi judul “A Child is Born”. Adapun bagi umat Islam, kabar mengenai perkembangan janin yang sangat menakjubkan bukan hal yang sangat mengejutkan, karena Al-Qur’an sudah memberitahukannya sejak belasan abad lalu.


“Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. Az Zumar:6)

Dan Allah juga sudah mewanti-wanti agar tidak mengaborsi anak yang dikaruniakan kepada manusia.
“Sesungguhnya Rabb-Mu yang membentangkan rezeki bagi siapa yang Ia kehendaki dan takdirkan. Sesungguhnya Ia Maha mengetahui hamba-hamba-Nya, lagi Maha Melihat. Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut lapar, Kami lah yang memberi rezeki mereka dan kamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah kesalahan yang besar.” (QS.Al-Isra’:30-31)

Awal tahun 2006 di Inggris marak perdebatan masalah aborsi. Sebagian besar wanita Inggris menginginkan Undang-Undang Aborsi diperketat agar para wanita semakin sulit atau bahkan tidak mungkin melakukan aborsi. Survey yang dilakukan oleh MORI ketika itu menunjukkan bahwa 47 % wanita yakin bahwa batas waktu maksimal bisa dilakukan aborsi, yaitu janin 24 minggu, harus dikurangi. Sebanyak 10% wanita bahkan menginginkan agar praktik aborsi dilarang sama sekali. 42% dari total responden (laki-laki dan perempuan) menginginkan agar usia janin yang boleh diaborsi dikurangi. Kiranya apa gerangan yang membuat mereka ingin aborsi diperketat atau bahkan dilarang. Bukankah mereka adalah masyarakat yang permisif dengan hubungan di luar nikah dan seks bebas?

Jawabannya ternyata, karena ketika masalah pembahasan Undang-Undang Aborsi mulai memanas, beredar gambar janin yang sedang tersenyum manis dan meringis di dalam rahim ibunya.

Pada usia 23 minggu janin bisa tersenyum manis.

Gambar janin berusia 23 minggu hasil pemotretan dengan alat ultrasonografi itu telah menyadarkan masyarakat akan realita aborsi dan keberadaan janin-janin tak berdosa di tengah-tengah mereka.

Namun sayangnya, mesin-mesin perang Amerika Serikat dan sekutunya tanpa ampun merenggut keindahan janin-janin tak berdosa, bahkan jauh sebelum mereka berbentuk. Akibat depleted uranium dan fosfor yang digunakan dalam perang di Iraq, Afganistan, Palestina, Kosovo dan lainnya, banyak bayi yang mati dan dilahirkan dalam keadaan cacat yang mengerikan. 

[Source: www.hidayatullah.com]

Ini asli copas bulat-bulet, sehubungan dengan menemukan tulisan ini secara tak sengaja, duch biar nggak ilang maka aku dokumenkan diblog ini. Eh he, sekarang malah situsnya aku cari ulang, belum nemu lagi.

5 komentar:

Jiah Al Jafara mengatakan...

dulu aku seneng banget baca" tentang baby dan prosesnya :D

subhanallah....

Lidya Fitrian mengatakan...

Subhanallah, amazing banget lihat janin didalam rahim mbak

Lyliana Thia mengatakan...

Subhanallah....

Allah Maha Pembentuk Rupa...

Ah tapi... sedihnyaaa kalau melihat kenyataan bayi2 yg jadi korban karena ulah manusia :-(

pulsa mengatakan...

subhanallah, ibu memang luar biasa..

obat panas lambung mengatakan...

semoga menjadi informasi yang bermanfaat
salam kenal

NANGKRING.
obat tradisional lambung.
OBAT SAKIT GIGI ANAK .