Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), ada yang pernah dengar nama ini? Aku juga baru tahu 
![]() |
| Prof. Totong sesaat setelah dilantik sebagai ketua PDHMI. |
Kamis kemarin (07/06) Loka Kesehatan Tradisional Masyarakat (LKTM) yang berkantor di lorong sebelah mengundangku untuk menghadiri acara Seminar Herbal dan pelantikan pengurus PDHMI Sumatera Selatan, bertempat di Grand Duta.
Aku yang penasaran hadir dong...
Acaranya Sabtu (09/06), dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta. Seminar herbalnya sangat menarik, banyak ilmu baru yang kudapat, termasuk didalamnya tentang pemanfaatan getah gambir hasil penelitian Prof. Ringgit yang sekarang sudah dipatenkan Malaysia. Ada beberapa orang dosenku yang tampak sangat antusias dalam forum diskusi.
Disesi pelatikan pengurus ada kejutan lagi, mosok namaku disebut. Ini pasti kerjaannya Ibu dr. Solilul Hulwan, Kepala LKTM yang sudah mengenalku, lantaran waktu baru pindah di BTKL PP aku sempat bersilaturahim kekantornya, dan beliau sangat antusias mengajakku pindah ke LKTM.
LKTM sendiri sebuah UPT Kementrian pusat yang sama kedudukannya dengan BTKL PP, dan untuk saat ini baru ada 2 di Indonesia, Palembang dan Makassar, begitu khabar yang kudapat dari Ibu Solilul. Diajak pindah ke LKTM aku ya mau Bu, sesuai dengan minat dan habitat *tapi apa pantas, wong di BTKL PP aku baru 2 bulan ini, sabar kata banyak 'suara' minimal harus 2 tahun dulu...
Oyyaa, balik ke acara pelantikan PDHMI ya...
PDHMI Sumatera Selatan diketuai oleh orang yang tepat, beliau adalah Guru Besar Farmakologi FK UNSRI, salah satu dosen favoritku. Prof. DR. M.T Kamaluddin, biasa disapa Prof. Totong dari huruf T yang ada dinamanya. Beliau sosok yang karismatik. Dalam sepatahkata sambutannya, beliau menyampaikan niat untuk membuka S2 Herbal di FK UNSRI. Dan tak ayal lagi, aku bersama seorang rekanku menemuinya usai acara. Kami menyampaikan dukungan atas niatan beliau membuka S2 Herbal, dan kami siap menjadi muridnya diangkatan pertama *mungkin ini jawaban do'aku yang ingin Sekolah lagi, sementara suami keberatan kalau harus di kota lain, suamiku malah maunya aku ambil spesialis saja, aaacchhh tak sanggup aku, tak berminat...
Nach kok malah kemana-mana ya...
Balik ke PDHMI, ternyata belum dapat pengakuan IDI lhoo.. Sebab pada Muktamar IDI 2009 di Palembang lalu PDHMI belum lahir. Jadi untuk sementara ini PDHMI masuk dalam PDSm dulu. PDSm adalah Perhimpunan Dokter Seminat yang sudah diakui IDI. Dan pada Muktamar IDI tahun ini di Makassar rencananya PDHMI baru akan diupayakan agar dapat pengakuan. Yang kuingat salah satu syarat untuk itu PDHMI harus beranggotakan minimal 50 orang *rasanya kemarin sudah lebih dech... Jadi semoga saja perjuangan di Makassar nanti bisa sukses, walau tampa kehadiranku. Hallaahh, emang siape? Dan aku juga kalau diajak berangkat pasti mau dong...
Pengakuan pada keberadaan PDHMI penting adanya, agar ke depan para dokter yang berminat dipengobatan herbal mendapat tempat di hati khalayak, sehingga tak dianggap saingan para dukun lagi...
